Maaf dan Terima Kasih karena Selalu Berjuang

 

“Lapar, tapi cuma ada gorengan.”

“Ya makanlah.”

“Nggak suka gorengan.”

“Hah? Gorengan kan penemuan makanan terhebat.”

Begitulah garis besar percakapan di suatu chat suatu pagi. Yang bilang nggak suka gorengan tentu saja aku. Belagu memang. Lol.

Tapi, aku memang nggak begitu suka gorengan. Sebagai rakyat Indonesia, mungkin aku bisa-bisa dikira manusia high maintenance saking nggak mau jajan gorengan. Bukan anti banget, sih. Kadang-kadang, aku juga makan gorengan, tapi yaaa kadang-kadang.

Bukan nggak suka, sih. Lebih tepatnya aku nggak begitu bisa makan gorengan. Terutama yang adonan tepungnya cair. Kalau yang adonan tepung kering, aku masih bisa makan agak banyak. Kalau yang tepung cair, sering bikin kembung.

Kenapa bisa beda? Karena gorengan dengan tepung cair biasanya menyerap minyak lebih banyak. Kurang-lebih hal ini karena air yang digunakan untuk mengadon tepung tergantikan oleh minyak. Jadi, bayangkan saja berapa banyak minyak yang masuk ke dalam gorengan dengan adonan tepung cair.

Eh, tau kan bedanya adonan tepung cair dan tepung kering?

Yaaah, tepung cair tepungnya diberi air, tepung kering tepungnya nggak diberi air. Gitu saja, sih. Hehe.

Dulu, sih, aku suka kok makan gorengan. Suka banget malah. Nggak pakai mikir tepung cair, tepung kering, atau apalah faktor yang bikin lemaknya makin banyak.

Tapi, kayaknya, penurunan metabolisme di usia 20-an adalah kenyataan. Makan 2 potong tempe goreng saja, perut kerasa begah banget. Kalau sudah begitu, baru deh rasanya ingin minta maaf ke sel-sel tubuh:

Maaf, yaaa, aku makan makanan yang bikin kalian kerja keras.

Apa lagi, sebetulnya, salah satu makanan favoritku jelas-jelas seperti lautan lemak. Apa hayooo?

NASI GORENG! Kadang-kadang, aku nggak peduli begah ataupun gimana, yang penting bisa bahagia bersama nasi goreng. Huhu.

Apa lagi, nasi goreng pakai kerupuk ‘kan? Ini juga salah satu penemuan makanan terenak di dunia. :”)

Kalau sudah begini, mau minta maaf ke sel-sel pun, takut dinyinyirin oleh mereka. Tapi, yaaa, harus minta maaf, sih. Huhu.

Sebetulnya Bermanfaat

Well, lemak nggak perlu dihindari banget-banget kok. Lemak juga mempunyai banyak fungsi bagi tubuh. Ini, nih, beberapa di antaranya:

1. Sumber energi

1 gram lemak menghasilkan 9 Kalori. 2 kali karbohidrat dalam jumlah sama. 1 gram karbohidrat hanya menghasilkan 4 Kalori.

2. Komponen penting dalam struktur tubuh

Salah satunya adalah lemak sebagai komponen pada membran sel.

3. Ikut serta dalam membangun jaringan dan memberikan perlindungan tubuh

Jaringan lemak di sekitar organ-organ, penting untuk mempertahankan posisi organ tersebut. Jaringan lemak juga melindungi organ terhadap trauma.  Jaringan lemak juga membentuk penyekatan untuk organ.

Di bagian bawah kulit, lemak melindungi tubuh kehilangan panas berlebihan.

Jadi, bayangin saja kalau nggak ada lemak. Bisa-bisa posisi ginjal ambruk. Atau, begitu kita berada di udara yang agak dingin, bisa mudah banget kena hiportemia. Amit-amit, kan?

4. Asam-asam lemak essensial penting untuk tubuh

Yang paling terkenal tuh ada Omega 3. Iya, itu dari lemak. Ada juga asam lemak asam lemak linoleat, asam arakidonat, dan lainnya.

5. Melarutkan dan membantu penyerapan vitamin

A, D, E, dan K Vitamin-vitamin itu disebut vitamin larut lemak. Sedangkan, vitamin B dan C disebut vitamin larut air. Nah, lemak membantu vitamin A, D, E, dan K untuk larut dan mudah diserap. Kalau nggak ada lemak, bisa-bisa penyerapan vitamin-vitamin itu juga terganggu.

Makanya, lemak sebetulnya nggak perlu dihindari kebangetan. Tinggallah sebaiknya yang dikonumsi lemak yang tidak jenuh supaya nggak bikin penumpukan dan penyumbatan di pembuluh darah. Apa saja lemak yang tidak jenuh? Googling, ya. Banyak banget soalnya. 🙂

Jadi, sudah? Itu sudah semua manfaat lemak? Masih ada, sih, fungsi yang sekaligus biang kerok. Ini nih:

Kenyang Lebih Lama Berkat Lemak

Iya, lemak berfungsi memberikan perasaan kenyang lebih lama. Seperti yang aku bilang, fungsi ini antara baik sekaligus biang kerok. Baik karena pada dasarnya fungsi lemak ini mencegah kita mengonsumsi makanan berlebihan. Biang kerok karena inilah yang bikin perutku kerasa nggak enak kalau makan gorengan.

Lemak itu dicernanya memang lama. Kerja saluran cerna agak lebih berat untuk lemak dibandingkan untuk zat gizi lain. Jadi, kalau fungsi pencernaan dan metabolisme memang sudah melambat, harusnya kerasa nggak enak kalau makan kebanyakan lemak.

Waktu untuk bersyukur selalu ada.

Makanya, sebetulnya aku cukup bersyukur, sih, dengan perasaan nggak enak ketika makan makanan yang kebanyakan lemak. Alarm tubuh masih menyala. Tubuhku masih peka banget. :”)

Bayangin kalau nggak kerasa apa pun alias fine-fine saja. Tiba-tiba, tubuh ini sudah jadi gumpalan lemak, gimana coba? Amit-amit. Hahaha. Belum lagi, penyakit yang mengintai akibat kegemukan atau penumpukan lemak di pembuluh darah ataupun organ tubuh lain. Jangan sampai, deh.

Lemak dan Hati

Kalau kata lagu: Hatiku cuma ada 1 …  tolong jangan sakiti lagi, nanti aku bisa mati.

Iya, hati cuma 1, memang harus dijaga, sih. Malah, nggak perlu pakai kata “lagi” pada kalimat “jangan sakiti”. Pokoknya, jangan sakiti. Titik.

Fungsi hati tuh banyaaaak banget. Salah satunya adalah metabolisme lemak. Makanya, amit-amit kan kalau hati rusak, lemak mau diapain coba? Dan, hati rusak karena kebanyak lemak, pasti menyesal, deh.

Fungsi lain hati juga terganggu. Salah satunya, fungsi hati untuk metabolisme protein. Padahal, protein kan penting banget untuk pembentukan dan regenarasi sel tubuh, mengatur pergerakan, dan fungsi-fungsi lain. Kalau metabolismenya terganggu, horror banget deh. Nggak lucu kan menyesal karena kebanyakan makan gorengan atau gajih?

Sebetulnya, aku nggak pantang-pantang banget makan lemak. Sebaiknya sih memang makan lemak dari asam lemak tak jenuh. Sayangnya, apalah daya kadang-kadang makanan lain lebih menggoda walau tahu konsekuensinya. Walaupun begitu, aku langsung kepikiran perkiraan lemak yang sudah aku makan. Apa lagi kalau lemaknya macam gorengan, ya. Sudah ketahuanlah itu mah. Hahaha.

Makanya, aku pikir, lemak yang aku makan, selain bikin saluran cerna kerja banyak, hati juga jadi kerja lebih keras. Kasihan kan. Yang enak cuma pas ngunyah. Selebihnya, organ-organ lain kerja lembur.

Lemak memang mempunyai banyak fungsi untuk tubuh. Tapi, kalau berlebihan memang nggak baik. Belum lagi, kalau lemak yang masuk memang lemak yang jenuh. Makin ribet kan urusan pemecahan lemak ini?

Karena itu, aku merasa perlu membantu urusan perlemakan dengan asupan tambahan yang sesuai. Sesuatu yang bisa membantu pencernaan lemak.

Beruntung tinggal di Indonesia. Banyak tahu bahan-bahan sekitar yang bermanfaat. Salah satunya adalah temulawak. Kalau waktu kecil, aku taunya temulawak untuk menambah nafsu makan. Ternyata, temulawak juga bisa membantu pemecahan lemak, loh. Bahan kecil saja banyak manfaatnya.

Berhubung aku memang nggak suka ribet, daripada memarut temulawak, aku lebih suka yang tinggal tuang dan minum, dong? Untungnya, ada Herbadrink Temulawak. Praktis banget dan bebas gula sehingga nggak malah gendut gara-gara kebanyakan gula (tuh, tulisan bebas gulanya kelihatan, kan?)

Tinggal buka sachet-nya, tuang, tambah air dingin atau air hangat, aduk, minum.

Aku, sih, lebih suka pakai air hangat, ya. Enak aja gitu. Di saat perut kembung karena gorengan, begitu minum air hangat, rasanya perut langsung adem. Dan, setelah itu, aku bisa langsung makan yang lain. Hahaha. Eh, tapi tentu bukan gorengan. Masa nggak kapok-kapok, sih. Maksudku, makanan yang lebih sehat supaya seimbang gitu.

Yaaah, tapi, paling nggak, karena aku memang kadang-kadang pengen banget makan gorengan sampai nggak bisa menahan diri, kalau ada Herbadrink, kan jadi lebih aman. Hehehe.

Lagian, rasanya juga enak. Agak asam dan manis. Segar, deh. Jadi, kalau lagi kepepet ingin makan makanan yang bikin beban bagi tubuh, minum ini menjadi penolong tanpa perlu merasa lagi kena hukuman karena bandel. Kan Herbadrink nggak pahit.

Win-win solution untuk mulut tubuh bagian dalam. Sebagai reward tambahan untuk mulut karena sudah bikin bahagia dengan mampu menikmati makanan enak. Makanya, dikasih deh minuman yang enak. Dan, bentuk permintaan maaf kepada organ-organ dalam karena makan makanan yang bikin kerja keras. Makanya, perlu diberi reward berupa bala bantuan dari sari temulawak.

Oh, ya, fungsi temulawak bukan hanya membantu pencernaan lemak. Temulawak juga membantu melindungi hati dari penyakit. Adanya kandungan kurkumin dalam temulawak membantu proteksi hati. Cocok untuk yang suka jajan, baik jajan berlemak ataupun bukan. Setelah jajan, minum ini. Efeknya mungkin nggak langsung kelihatan kayak Popeye makan bayam, tapi jauh di dalam tubuh, ada sesuatu yang sedang mencoba melindungi kita. So sweet, kan?

Salah satu penularan hepatitis kan melalui makanan. Makanan di luar kan kadang-kadang entah hygiene-nya gimana. Walaupun begitu, tetap, yaa, kalau sudah kena hepatitis harus ke dokter untuk benar-benar menghilangkan virusnya. Temulawak untuk membantu perlindungan dan peningkatan kesehatan saja.

Walaupun begitu, memang keberadaan Sari Temulawak dalam bentuk serbuk seperti Herbadrink cukup membantu kesehatan karena kepraktisannya. Sudah tidak ada alasan lagi malas membuat ramuan. Kan sudah tinggal seduh.

Herbadrink juga ada beberapa varian: Sari jahe, sari temulawak, dan lidah buaya. Ada juga varian-varian lain, sih, tapi aku kurang hapal saking banyak, ya. Hahaha.

Aku percaya saja, sih, dengan Herbadrink. Karena diproduksi oleh Konimex. Siapa sih yang nggak kenal Konimex? Bahan-bahan Herbadrink juga dari sari alami.

Yang pasti, sekarang ini, alternatif menjaga kesehatan memang semakin banyak. Tapi, bukan berarti kita jadi semaunya, kan? Kalau masih bisa menahan diri dari hal-hal yang bikin sakit, kenapa nggak, kan? Suplemen, obat, multivitamin, minuman kesehatan, atau hal-hal semacam itu sekiranya sebagai tambahan kalau perlu.

Jadi, jangan lupa makan yang sehat. Ucapkan juga terima kasih kepada setiap sel tubuh karena selalu berjuang untuk diri ini. 🙂

 

2 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *