Menjadi Mindful, Tetap Memiliki #PengalamanMengenyangkan dengan Traveloka Eats

Makan.

Semua manusia harus makan.

Makan untuk hidup.

Supaya bisa lanjut main, perlu makan. Makan supaya bisa lanjut belajar. Makan supaya bisa lanjut kerja. Supaya bisa lanjut berkumpul dengan orang-orang kesayangan, tentunya harus makan.

Aku pernah mengalami fase ketika makan adalah bagian dari hidup yang harus sangat dinikmati dengan menyenangkan. Bersenang-senang ala kekinian.

Berburu kuliner ke sini. Berburu kuliner ke sana.

Sekarang, apakah makan bukan lagi sesuatu yang bisa dinikmati dengan menyenangkan?

Tentu saja makan tetap dinikmati dengan menyenangkan. Bahkan membahagiakan. 

Sejak mengenal gaya hidup minimalis, caraku menikmati makan sedikit berubah.

Makan untuk Kini dan Nanti

Gaya hidup minimalis mengajarkan untuk bersikap mindful terhadap segala sesuatu. Bukan sekadar terhadap sesuatu konkret yang ada di depan mata, melainkan juga sesuatu yang jauh jauh di sisi lain bumi.

Tentang besarnya energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu makanan.

Termasuk proses dari bahan baku.

Juga proses distribusi.

Termasuk proses yang melibatkan kemasan.

Bahkan, termasuk proses-proses setelah makanan itu dilahap.

Bagiku, itulah caraku berbahagia. Meminimalkan rasa bersalah pada bumi.

Aku mungkin tidak tahu proses di balik layar. Namun, setidaknya, aku berusaha mencari makanan-makanan yang tidak memakai kemasan sekali pakai jika harus makan di luar rumah. Aku mencari restoran yang menggunakan piring, mangkuk, dan gelas asli.

Foto es teh

Banyak, ‘kan, restoran seperti itu?

Banyak. Sangat banyak. 

Namun, ada hal lain yang harus dipertimbangkan. Bahkan, hal ini adalah hal paling utama, dipertimbangkan sebelum memikirkan kemasan.

Halal.

Aku mulai belajar mengenai kehalalan baru-baru ini. Aku baru tahu bahwa embel-embel “no pork, no lard” saja tidak cukup.

Sajian otentik terkadang mengikuti resep otentik, yang terkadang ada unsur lain yang tidak bisa aku makan. Mungkin restoran tidak bermaksud menutupi, hanya saja belum mengetahui ketidakbolehan itu.

Maka, untuk memudahkan diri, aku mencari restoran-restoran yang sudah memiliki label halal tersertifikasi. Nyatanya, jumlah banyak. 

Namun, kembali lagi ke hal yang aku sebutkan di awal. Aku juga mencari restoran yang menggunakan alat makan asli.

Petimbangan Demi Kelegaan

Jika diurutkan, pertimbangkan mencari restoran adalah:

  1. Halal. 
  2. Menggunakan alat makan asli, bukan sekali pakai. 

Demi kedua hal itu, aku mengingat-ingat restoran mana saja yang memenuhi dua kriteria tersebut: Marugame Udon, Hokben, Solaria, Yoshinoya, Bakmi GM, Pizza Hut.

Marugame Udon

Banyak juga, ya? 

Sayangnya, tidak semua tempat, semua mall, mempunyai restoran-restoran tersebut. Atau, mungkin memang aku yang belum hafal tempat itu.

Kalau sudah begitu, ada 2 pilihan: 

  1. Berkeliling tempat itu sampai menemukan yang dicari.
  2. Pindah ke tempat lain yang terdekat, yang aku hafal ada apa saja.

Yah, terkadang hidup butuh perjuangan. Walau begitu, inilah caraku untuk melegakan diri. Aku ingin #PengalamanMengenyangkan yang menyenangkan saat menyantap hidangan tetap membekas walau sudah lama berlalu. Aku tidak mau tidak terpikirkan hal-hal yang membuat rasa bersalah di kemudian hari. 

Ibaratnya, lebih baik berjuang sedikit lebih banyak hari ini, supaya besok bisa lebih lapang. 

Untungnya, sekarang aku memiliki pilihan nomor 3: Mencari di Traveloka Eats.

Mencari Info dalam Genggaman

Aplikasi OAT tersebut sekarang mempunyai fitur untuk mencari restoran juga. Aku hanya perlu set GPS supaya lokasiku terdeteksi. Lalu, muncullah restoran-restoran di sekitar sana.

Bahkan, bisa juga untuk mencari referensi makanan di tempat yang dituju.

Pertama, tentu saja buka aplikasi Traveloka. Lalu, pilih Eats.

Ketikkan saja tempat yang dicari, misalnya salah satu mall, yang jarang aku datangi ini: Pasific Place.

Aku hanya pernah 2-3 kali ke sana. Aku sama sekali belum hafal ada apa saja di sana.

Traveloka Eats

Begitu membuka Traveloka Eats, muncullah berbagai pilihan. Bukan sekadar memberikan info ada restoran apa saja, Traveloka Eats juga memberikan promo.

Ada 2 pilihan promo:

  1. Special Offers: Promo ini semacam berupa voucher yang dibeli dahulu sebelum datang.
  2. Treats: Promo ini bisa digunakan ketika datang dan menunjukkannya sebelum transaksi. Lalu, saat pembayaran, tinggal input jumlah yang perlu dibayarkan di aplikasi Traveloka.

Contohnya, di Restoran Kimukatsu. Promonya seperti ini.

Promo kimukatsu

Kalau dilihat, Special Offers dan Treats promonya mirip, ya? 8% dari Rp100.000 adalah Rp8.000. Jadi, harga yang harus dibayarkan kalau makan Rp100.000 adalah Rp92.000.

Iya, betul. Kebetulan di Kimukatsu promonya mirip. Di resto-resto lain mungkin promo berbeda.

However, kalau berniat makan sejumlah Rp150.000 atau berkisar segitu, mungkin Treats by Traveloka Eats bisa menjadi pilihan. Sedangkan, kalau berniat makan sejumlah Rp100.000 lebih sedikit atau mencapai Rp200.000, mungkin Special Offers bisa menjadi pilihan.

Kalau mau hitungan-hitungan dulu, kebetulan di aplikasi Traveloka untuk Kimukatsu juga ada daftar menu.

Kimukatsu yang Baru Kukenal

Aku memberikan contoh Kimukatsu tentu saja karena 2 hal yang biasa aku pertimbangkan itu.

Aku sudah cek di database halal yang aku punya. Cek juga di media sosial mereka. Kimukatsu sudah halal certified

Aku juga baru tahu. Di Bogor belum ada Kimukatsu, jadi tidak tahu ada restoran semenarik ini. Referensi tempat makanku bertambah tanpa perlu berkeliling mall dahulu. Hanya tinggal “hunting” di Traveloka Eats.

Dilihat dari foto-fotonya juga, alat makan yang digunakan di Kimukatsu adalah alat makan asli dan reusable. 

Pengguna aplikasi juga boleh memasukkan foto, jadi aku percaya mereka memang menggunakan alat makan reusable

Being Mindful Nowadays

Aku bermaksud menceritakan soal caraku mempertimbangkan memilih tempat makan, malah jadi penasaran juga dengan Kimukatsu. Rasanya, ingin memberikan support kepada restoran itu. *Alasan*

After all, berusaha menjadi mindful dan memiliki banyak pertimbangan sepertinya sekarang tidak terlalu sulit. Ada banyak pilihan di depan mata. Cukup membuka mata untuk bisa melihatnya. 

Hidup menjadi lebih berarti ketika kita bisa menemukan sesuatu yang benar-benar berarti. Dan, mempertahankannya.

 

3 comments

  1. Traveloka beneran jempoooil deh. Kalo kubilang ini udh kayak one stop shopping, semuanya ada :p. Beli tiket, hotel, tiket wisata sampe vouche makan semuanya dalam 1 aplikasi. Jd ga ush download macem2 :p.

    So far aku udh sering banget beli voucher makan di sini. Kalo tiket pesawat dan hotel ga ush tanya, pembeli setia secara aku rutin traveling. 😀

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *