Mereka Berjuang di Sana, Kita Berjuang dari Rumah

Lawan corona

Kalau kamu membuka artikel ini, mungkin sebetulnya kamu juga lelah dengan wabah COVID-19.

Jujur saja, aku juga.

Dan, yang membuat lelah adalah orang-orang tidak taat aturan.

Aku masih bisa loh berpikir bahwa aku dan keluargaku mempunyai imun bagus. Tapi, aku juga kepikiran orang-orang lain.

Terutama para tenaga kesehatan.

Mungkin karena dulu aku internship di rumah sakit. Jadi, mudah terbayang repotnya rumah sakit di saat seperti ini.

Bahkan, mungkin bayangku belum ada apa-apanya dibandingkan kenyataan.

Semoga saja semua staff rumah sakit sehat selalu. Tenaga medis, para juru masak, petugas kebersihan, satpam, dan lainnya.

Angin Segar

Angin segar datang bersama berita baik. Pemerintah sudah menyiapkan obat. Memang bukan spesifik obat COVID-19, tapi katanya sih sudah dicoba dan berhasil di beberapa negara, seperti yang dipaparkan dalam artikel ini:

https://nakita.grid.id/amp/022070890/ada-kabar-baik-yang-langsung-diumumkan-oleh-presiden-joko-widodo-terkait-wabah-virus-corona-apa-itu?page=all

Rapid test massal juga siap diadakan.

Jumlahnya mungkin belum seberapa dibandingkan jumlah penduduk Indonesia. Tapi, setidaknya sebagian orang sudah bisa mengetahui kondisi diri.

Mengetahui kondisi penting bagi orang-orang yang strong. Mungkin terlihat sehat, tapi entah di dalam membawa virus atau nggak, ‘kan?

Semoga saja sih nggak, tapi lebih baik mengambil langkah antisipasi.

Jangan Panik

Angka rapid test mungkin akan menunjukkan banyak orang terinfeksi. Tapi, jangan panik. Seperti kata video di tweet ini:

Nggak semua orang yang terinfeksi akan parah, ‘kan? Mungkin sekadar pembawa.

Walau begitu, jangan sampai menularkan kepada orang lain.

Cukup isolasi diri. Mungkin bisa membuat bosan. Tapi, apalah arti bosan kita dibandingkan lelahnya para nakes. Mungkin mereka pun jenuh, toh mereka manusia. Walau begitu, mereka harus bertahan. Maka, kita pun harus bertahan di rumah.

Lagipula, ambil segi positifnya.

Tidak keluar rumah berarti bisa:

  1. Melakukan hobi
  2. Ada waktu untuk menenangkan diri
  3. Yang paling penting, semakin banyak waktu untuk ibadah

Kalau di luar rumah, sholat pun kadang terburu-buru, ‘kan? Mungkin ini ajang memperbaiki diri.

Dan, ketiga hal tersebut berlaku juga bagi orang-orang sehat yang tetap perlu kerja dari rumah. Sementara saja.

Nanti, kalau situasi sudah kembali baik, mau kerja dinas ke mana pun silakan. Mau menjelajah Sabang lalu ke Merauke pun silakan.

Sementara ini, kita gunakan himbauan work from home sebagai ajang refleksi diri, dekat dengan keluarga, dan dekat dengan Allah.

4 jam perjalanan yang biasa digunakan pulang-pergi kantor, bisa menjadi waktu berkualitas di rumah.

Berjuang Bersama

Kita mungkin nggak bisa membantu banyak. Mungkin kita nggak bisa membantu nafkah setiap hari keluarga orang-orang yang terkena corona.

Kita juga nggak bisa ikut berjuang di rumah sakit.

Tapi, kita bisa menyumbang sebagian harta untuk membeli keperluan tenaga medis.

Kita bisa berbelanja secukupnya agar orang-orang yang lebih butuh, seperti tenaga medis atau orang rentan, tidak kehabisan stok.

Kita juga bisa tidak menambah beban tenaga medis dan keluarga lain dengan tidak menjadi pembawa virus.

Cukuplah bersyukur masih bisa tinggal di rumah. Salah satu cara bersyukur itu adalah dengan stay at home. Jangan keluyuran dulu.

Banyak orang ingin tinggal di rumah tapi nggak bisa:

  • Para tenaga kesehatan
  • Orang-orang yang nggak punya rumah
  • Pasien rawat inap penyakit apa pun

Jadi, cara mensyukuri rumah yang kita punya adalah dengan tetap berada di dalamnya di saat seperti ini.

Para tenaga kesehatan sedang berjuang.

Pemerintah juga berjuang.

Kita juga membantu perjuangan mereka dari rumah.

2 comments

  1. Sayangnya ketika di awal, terkesan diremehkan. Jadi bahan guyonan pejabat.

    Ketika ada kepala daerah yang melakukan langkah-2 mitigasi malah dibuli dianggap menyebar hoax.

    Sekarang ketika penyebarannya begitu pesat negara kita seolah gagap

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *