Stress? Jangan Sampai Burnout

Burnout. Pernah dengar istilah itu?

Burnout adalah kondisi yang terjadi akibat stress berat. Burnout bisa mempengaruhi mental dan fisik. Burnout

Aku pribadi tidak mau bilang apakah aku pernah burnout atau tidak. Aku belum pernah bertemu dokter jiwa atau psikolog belakangan ini.

Walau begitu, izinkan aku berbagi sedikit tentang hal ini.

Pengertian Burnout

Pengertian burnout dari web who.int:

Burnout adalah
Sumbee: https://www.who.int/news/item/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases

Dari definisi di atas terlihat bahwa burnout berkaitan dengan pekerjaan atau occoupation.

Namun, sumber lain menyebutkan bahwa burnout nggak selalu tentang pekerjaan. Burnout bisa saja terjadi dalam aspek kehidupan lain.

All definitions of burnout given so far share the idea that the symptoms are thought to be caused by work-related or other kinds of stress. One example of a source of stress outside of work is caring for a family member.

Sumber: ncbi.nlm.nih.gov

Burnout often stems from your job. But anyone who feels overworked and undervalued is at risk for burnout, from the hardworking office worker who hasn’t had a vacation in years, to the frazzled stay-at-home mom tending to kids, housework, and an aging parent.

Sumber: helpguide.org

Definisi yang mana pun, burnout adalah kondisi yang nggak diinginkan semua orang, ‘kan?

Gejala Burnout

Burnout disebabkan oleh stress berlebihan dan dalam waktu yang panjang. Beberapa symptoms dari burnout antara lain:

  • Kelelahan
  • Merasa helpless
  • Merasa useless
  • Kehilangan motivasi
  • Dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental

Burnout membuat seseorang merasa tidak berguna. Pemikiran tentang jalan buntu sudah menghantui.

Namun, perlu diingat kalau merasa mengalami gejala seperti di atas belum tentu burnout. Mungkin masih taraf stress biasa.

Bukan bermaksud menyepelekan. Tapi, mendiagnosis diri sendiri terkadang justru memperkeruh keadaan.

Kalau sudah menemukan tanda kesehatan mental di ambang batas, sebaiknya segera cari bantuan.

Menjaga Kesehatan Mental

Aku bukan pakar kesehatan mental. Namun, berikut beberapa hal yang mungkin bisa membantu mencegah kesehatan mental terganggu:

1. Akui Perasaannya

Nggak perlu denial. Kamu stress? Kamu sakit? Kamu kecewa? Akui saja. Kita manusia, tidak selamanya bisa me-maintain moon.

Akui dahulu bahwa kamu tidak sedang baik-baik saja. Nggak perlu mengaku orang banyak, yang terpenting adalah mengakui ke diri sendiri. Beri waktu bagi diri untuk bersedih.

Setelah mengakui perasaan, diri pun insya Allah bisa lambat-laun lebih tenang. Kalau sudah tenang, pengaruh negatif pergi, keputusan yang diambil pun akan lebih baik, insya Allah.

2. Cari bantuan

Bantuan bisa dari teman, keluarga, psikolog, atau psikiater.

3. Memperkuat Ikatan dengan Allah

Aku yakin ini terdengar klise. Tapi, hal ini adalah keharusan.

Seberapa banyak usaha kita untuk mengobati diri, sehebat apa pun ahli yang menangani, kalau Allah tidak ridho bagaimana? Semua bisa dilalui hanya jika ada ridho Allah.

4. Kurangi Ekspektasi

5. Tutup Telinga dari Perkataan yang Menyakitkan

19 comments

  1. Betul sekali, kebanyakan burnout itu bermula dari ketika perasaan kita di skip banyak orang, termasuk bahkan terlebih orang terdekat kita, dan percaya atau enggak, kadang orang yang selalu menyebarkan hal positif berperan di dalamnya, yang biasa disebut toxic positivity 😀
    Kalau masalah kurangi ekspektasi nih juga agak sulit, kalau memang udah terbentuk gitu sejak kecil, memang butuh banget dukungan orang terdekat dan tentu saja paling penting adalah, tidak pernah jauh dari-Nya 🙂

  2. Terkadang stress berlebihan membuat seseorang malu untuk cari bantuan, akhirnya memilih dipendam. Hal ini yang memicu burnout. Merasa gak berguna, gak ada yang peduli dan ruang untuk menumpahkan cerita seolah gak ada. Padahal tukar pikiran, merasa dicintai dan didengar paling diperlukan disaat-saat kaya gini.

  3. kalau saya sih biasanya kalau udah mulai sering ngomel2 ga jelas, sering bilang sama pak su, aku kayaknya stres deh, aku mau minta waktu buat me time ya, trus aku nitip anakku buat di jagain sama beliau 🙂 puji tuhan punya suami supportif dan selalu mendukung jadi saya ga pernah sampe burn out, me time saya sederhana, hanya mandi 30 menit tanpa di ganggu, atau sekedar main game atau nonton drakor tanpa di ganggu 🙂

  4. semoga circle dan org2 terdekat kita (keluarga/sahabat) bisa saling men-support ya
    Sehingga kalo misal kita stres/mengarah ke depresi atau burn out, ada yg peka, dan bisa mengarahkan harus bagaimana.

  5. Kondisi ini byk dialami oleh para wanita yg berkutat soal pekerjaan rumah tangga, plus di kntr dan masih saja disibukkan plus diaalahkan sama circlenya sndiri. Makanya menjaga utk tetap “waras” di jaman now, perlu effort

  6. Sedih banget kalau udah burn out gini, rasanya gak mau ngapa-ngapain. Semoga kita bisa menghibur diri kita sehingga gak terjebak dalam stress berlebihan. Makasih pencerahannya mbak

  7. ih, bener banget tuh…
    aku sendiri selalu berusaha utl tidak stress dan menjaga mental aku agar tetap waras dengan aktifitas yang aku suka.
    Bikin hepi diri sendiri dengan menonton, menulis, berberes rumah, masak, berkebun dll.

    1. Burnout memang bahayaaa karena bisa bikin kita bener – bener mutung dan counterproductive dengan kesehatin diri yang harus dijaga ya mba. Semangaat dan bahagia teruus

  8. Perempuan lebih rentan kena burnout nggak sih? Secara kita kan segala dipikir dan dihandle hehehe. Emang bener kadang harus woles ya mba biar enggak stress. Yuk semangat dan bahagiakan diri sendiri yuukkk

  9. well kadang memang kita sbeagai manusia tuh gak bisa dihindari ya kadang lagi down gitu feelingnya karena stress sama problems dalam hidup kita. Penting banget sih untuk aware sama kesehatan mental kita tuh. Jangan cuma didiemin dan gak minta bantuan orang terutama ahlinya ya,

  10. Kayaknya aku juga pernah mengalami kondisi pemicu burn out ini mba. Makanya, di saat dulu pekerjaan kantorku masih sangat hectid dan rawan memicu burnout, aku mulai ngeblog. Sungguh menjadi penyeimbang hidup yang membuat hidupku jadi lebih ringan. 🙂
    Memang tiap orang punya cara sendiri untuk mengendalikan emosinya. Harus dicari melalui cara apa kita bisa menenangkan diri dan tidak terpancing ke arah yang negatif.

  11. Secara garis besar, ternyata cuek itu juga bermanfaat hahaha.. Kadang melakukan hal-hal yang remeh juga bisa bikin kita seneng. Wes gini aja.. kalo udah ngerasa stres, lepas (nasehat diri) 🙂

  12. Suamiku tuh sering fah mengalami burnout, tentunya karena pekerjaan. Berhubung dia introvert, balikin lagi semangatnya itu dg di rumah seharian

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *