Harapan dan Pengingat dalam Nama Blog

Ada harapan dalam suatu nama.

Ketika seseorang memberi nama pada sesuatu, sering kali orang itu menanamkan harapan dalam nama tersebut.

Misalnya, seseorang memberikan nama anaknya “Bukhari”. Mungkin harapannya supaya suatu hari nanti sang anak bisa menjadi secerdas Imam Bukhari.

Kira-kira begitu juga dengan nama untuk merek. Sebut saja Brownies Amanda. Merek brownies tersebut singkatan dari “Anak Mantu Damai”.

Ada harapan supaya kelak ketika usaha brownies tersebut menjadi besar, keluarga tetap mengelola dalam kerukunan. (sumber: era.id)

Aku pun demikian ketika memberi nama sesuatu. Nggak semua nama yang aku buat mengandung harapan, memang. Terkadang sekadar lucu-lucuan.

Namun, ada juga yang mengandung harapan. Nama blog ini salah satunya.

Flying without Limit

Harapanku saat membuat nama tersebut sederhana saja: aku ingin bisa selalu melambungkan asa setinggi-tingginya. Nama ini juga semacam pengingat untuk terus berusaha.

Dengan asa yang tinggi, usaha pun harus tinggi, ‘kan?

Namun, terkadang semua itu terpentok mindset kemampuan yang dirasa terbatas. Memang, manusia mempunyai keterbatasan.

Namun, bukankah kuasa Allah tidak terbatas? Dengan mengingat bahwa kuasa Allah tidak terbatas, aku ingin bisa kembali melambungkan asa setiap kali merasa mulai turun harapan.

Ganti Nama?

Pada suatu titik, aku sempat merasa ingin mengganti nama blog ini. Alasan pertama karena aku merasa namanya terlalu panjang.

Alasan kedua, karena terkadang aku merasa namanya terlalu … cheesy? Lagipula, terkadang juga aku merasa nama blog ini tidak mencerminkan nama dari suatu blog.

Kalau melihat nama-nama blog orang lain, selain cantik, nama-nama tersebut juga sangat mencerminkan nama blog. “Catatan”, “Story“, “Diary“, atau nama yang mencerminkan siapa pemiliknya atau bercerita tentang apa blognya.

Terasa kontras dengan nama blogku yang lebih seperti moto hidup.

Tapi, sampai sekarang, nama ini tetap aku pertahankan. Dan, aku bersyukur karenanya.

Setiap kali aku merasa di bawah, mengingat-ingat nama blog ini bisa membantuku untuk kembali terbang tanda batas.

Tiga kata yang langsung terpampang begitu membuka blog ini seolah menjadi pengingat untuk berpegang pada prinsip tersebut.

Nama ini juga menjadi semacam tanggung jawab. “Flying without Limit” jangan sampai sekadar nama. Aku pun harus menerbangkan asa setinggi-tingginya dan berusaha menembus batas.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *