Dari Tugas, Jadi Passion

Tugas. Kadang-kadang, ketika menemukan kata itu, pikiran kita langsung menuju hal-hal yang nggak enak.

“Aduh, tugas lagi.”

“Capek banget.”

“Males, ih. Nggak bisa libur dulu?”

Dari pelajar sampai pekerja, tugas sering kali menghantui. Tugas sebagai pekerja biasanya lebih terlihat jelas tujuan dan faedahnya dibandingkan tugas sekolah. Iya, nggak? Apalagi, tugas sebagai pekerja akan ada balas jasa berupa upah.

Nah, kalau tugas sekolah, nggak jarang para pelajar merasa tugas-tugas yang diberikan di luar nalar.

Tugas menggambar garis-garis lurus dalam pelajaran Kesenian. Iya, sih, gampang, tapi buat apa?

Tugas Matematika menentukan gradien. Apa pulak itu gradien? Apa bisa dipakai beli bakso?

Tugas Fisika membuat kulkas. Mendengarnya saja mungkin sudah membuat beberapa murid berujar, “Haduuuuh.” Mana langsung kebayang butuh banyak uang.

Manfaat tugas sekolah

Aku akui. Dulu, aku juga pernah dibuat kesal gara-gara tugas sekolah. Terutama tugas-tugas yang aku belum bisa lihat manfaatnya saat itu.

Tugas yang terlalu banyak juga rasanya justru membuatku semakin jarang belajar. Sepertinya berkebalikan dengan tujuan guru memberikan tugas: supaya murid semakin sering belajar.

Aneh, ya? Tapi begitulah yang aku rasakan dulu. Fokus mengerjakan tugas. Tugas harus selesai. Urusan materinya akan melekat di otak atau nggak, urusan belakangan. Padahal, sebagian besar tugas aku kerjakan sendiri, tapi setiap akan ulangan, tetap saja harus kembali menghafal.

Begitulah kalau dibilang masa suram. Namun, kalau ditilik lagi sekarang, rasanya nggak suram-suram banget.

Manfaat Tugas?

Tugas-tugas itu sedikit-banyak mempunyai manfaat-manfaat selain tentang materi pelajaran.

Tugas Melatih Kemampuan Berpikir

Problem solving.

Dulu, terbiasa menemukan solusi masalah-masalah aneh seperti berapa nilai x dan y. Nantinya, otak jadi terbiasa berpikir sistematis.

Memang nggak ada latihan berpikir yang lebih fun? Ada, sih, tapi ikhlas saja, ya, dulu. Namanya juga pelajar sekolah konvensional.

Mungkin di masa depan kamulah yang akan menemukan cara sekolah konvensional untuk selalu fun. Berkat sekarang beradaptasi menjadi problem solver di lingkungan apa adanya.

Tugas Melatih Time Management

Berapa banyak tugas yang harus dikumpulkan dalam satu hari? Mengingatnya saja sudah membuat mumet?

Di situlah dilatih time management. Tugas A harus selesai dalam waktu sekian. Tugas B harus selesai jam sekian. Belum lagi, tugas kelompok.

Berusaha menepati jadwal sambil berusaha menyelasaikan masalah tepat waktu. Jempol, deh, kalau bisa lancar.

Manfaat tugas

Tugas Bisa Melahirkan Passion

Percaya, nggak, gara-gara tugas, kamu bisa menemukan passion kamu?

Habis mengerjakan soal-soal tentang tumbukan. Lalu, kamu jadi ingin membuat mobil yang aman walaupun bertumbukan dengan tank baja.

Habis membuat tugas video “how to“. Tiba-tiba ingin menjadi Youtuber ala Hidamari Cooking.

Who knows?

Dan, itu terjadi padaku.

Dulu, aku diberi tugas TIK untuk membuat blog. Tugasnya hanya membuat. Nggak perlu di-maintance.

Mudah banget, ‘kan?

Dari situ, aku justru menemukan bahwa blogging itu menyenangkan!

Blog untuk tugas tersebut nggak harus di-maintance. Asal dikumpulkan, beres.

Tapi, aku pun nggak tahu sejak kapan, aku jadi suka menulis di blog.

Blog yang buat dalam rangka tugas itu sudah entah ke mana. Aku berkali-kali membuat blog baru. Isinya beragam. Ada yang informatif, ada yang nggak jelas.

Ada yang sudah aku hapus dengan sengaja. Ada yang terhapus entah oleh siapa dan kenapa. Ada juga yang masih bertahan sampai sekarang.

Aku menemukan kesenangan dari blog. Dari menyusun tema, mengatur template, membuat nama blog, sampai mengisinya.

Alasan membuat blog

Alasan membuat blog awalnya sederhana: untuk tugas. Lalu, membawaku ke banyak. Membuatku dapat uang? *Uhuk* iya. Tapi, bukan cuma itu. Dari blog, aku bertemu banyak orang baru. Dari blog, aku belajar hal baru.

Aku jadi bertanya-tanya. Apakah tugas membuat blog bisa dihitung sebagai amal guruku? Karena berkat tugas dari beliau, ada banyak hal terjadi.

Dari suatu tugas, ada reaksi rantai yang nggak terduga.

Itu pengalamanku terkait tugas. Mungkin kamu juga bisa menemukan pengalaman lain tentang tugas.

Aku nggak akan bohong, aku juga sering nggak suka dengan tugas. Tapi, siapa tahu bisa membawa kita pada sesuatu yang tidak terduga dan positif?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *