Travel

6 Air Terjun di Malang untuk Menyegarkan Pikiran

 

Malang adalah salah satu destinasi wisata lokal popular. Banyaknya tempat yang menawarkan kehijauan menjadi daya tarik orang-orang perkotaan. Salah satu yang popular dari Malang adalah wisata coban alias air terjun.

Wisata air terjun identik dengan murah meriah. Daerah air terjun kemungkinan belum banyak terjamah perubahan zaman. Lokasinya yang jauh dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki mungkin salah satu penyebabnya. Makanya, wisata air terjun sangat layak dinikmati bagi yang ingin dikelilingi kehijauan.

Air yang terkenal adalah Coban Rondo. Selain itu, beberapa air terjun lainnya pun nggak kalah indah. Letaknya yang di dataran tinggi memang menjadi keunggulan.

Bagi warga Bogor sepertiku, mungkin wisata air terjun bukan sesuatu yang spesial. Walaupun begitu,ketika aku menelusuri di internet, ada beberapa air terjun yang menurutku tampak fantastis.

Jadi, berikut daftar air terjun di sekitar Malang yang sepertinya layak dikunjungi.

1. Curug Rondo

Mari, kita mulai dengan yang namanya sudah disebutkan di atas. Curug Rondo adalah salah satu destinasi yang cukup terkenal di Malang. Konon, bukan hanya turis lokal yang ke sini, melainkan juga mancanegara.

Air terjun ini terletak di Jalan Coban Rondo, Pandesari, Pujon. Lokasinya sekitar 29.5 km dari pusat Kota Malang, kurang lebih bisa ditempuh dengan 1 jam 19 menit berkendara.

Ketinggiannya sekitar 84 meter. Kece banget, kan? Selain itu, debit airnya cukup besar. Oke, sip, ini horror. Hahaha. Tapi, dipadukan pemandangan di sekitarnya, semua itumenjadi cantik.

Selain pemandangan yang memanjakan mata, beberapa aktivitas juga bisa ditawarkan di Coban Rondo, antara lain berkemah, trekking, mengendarai sepeda gunung, mengendarai kereta kelinci, paint ball, menunggang kuda, dan fun tubing.

Sepertinya seru beramai-ramai ke sana. Bareng keluarga? Iya kalau kuat gendong anak-anak mah bolehlah. Lol.

Bukan apa-apa, sih, menurut info, jalan yang harus ditempuh menuju ke sana ada tanjakan landai atau tajam. Lumayan menguras energy, kan? Walaupun begitu, tetap saja, pemanandangan cantik di sekitarnya bisa menjadi obat lelah.

Tiket masuknya Rp33.000 per orang. Cukup murah meriah, sih. Apa lagi, wisata ini buka 24 jam.

2. Coban Sewu

Sewu artinya seribu. Sudah tahu, kan, ya? Hehe. Bahasa Jawa yang cukup umum.

Sama seperti namanya, Coban Sewu mempunyai banyak sumber air yang meluncur dari tebing hingga dasar. Selain itu, aliran airnya juga bertumpuk satu sama lain. Namanya dikenal juga dengan Coban Tumang Sewu atau Coban Tumpuk Sewu. Pasti cantik banget, deh. Siap-siap terpesona.

Sumber: Instagram @cobansewu

Air terjun ini berada di Besukcukit, Sidorenggo, Ampelgading. Dari Malang, jaraknya kurang lebih 65.8 km dan bisa ditempuh selama sekitar 2 jam 9 menit berkendara.

3. Coban Pelangi

Air terjun ini terletak di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut. Lebih tepatnya, berada di kaki Gunung Semeru. Ini sih terbayang sejuk dan segar, kan? Pemandangan yang dapat dinikmati bukan hanya air terjun. Suasana yang dikelilingi tebing yang ditumbuhi tanaman hijau akan memanjakan mata.

Lokasinya berada di Dusun Ngadas, Poncokusumo. Jaraknya sekitar 78 kilometer dari Malang.

Akses ke sana ditempuh dengan kea rah timur menuju Kecamatan Tumpang. Akan ada petunjuk jalan ke Gunung Semeru dan Bromo, yaaa ikuti deh.

Akses jalan menuju kawasan ini masih terbilang mudah. Tapi, begitu sampai di Desa Gubuk Klakah, siap-siap dengan tantangan. Karena itu, rem kendaraan perlu dipastikan prima sebelum ke area ini.

Selanjutnya ambil menuju ke Gunung Semeru dan Bromo. Sekitar 10 km dari Gunung Semeru dan Bromo, Coban Pelangi akan segera ditemui. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan sekitar 1 km dengan berjalan kaki. Perjuangan? Namanya juga untuk melihat wisata indah.

Akses masuknya dikenakan biaya Rp3.000 per orang. Untuk parker mobil Rp10.000 dan untuk motor Rp5.000. Terjangkau banget, kan?

Sumber: Instagram @cobanpelangi

4. Coban Jahe

Coban Jahe berlokasi di Dusun Begawan, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung. Jaraknya pun sekitar 23 km dari Malang.
Untuk bisa sampai ke objek wisata ini, arahnya bisa menuju ke timur. Untuk jelasnya, ikuti arah ke Gunung Semeru dan Bromo.

Perjalanan selama 45 menit dari Jalan Adi Sucipto dengan melewati Desa Blimbing akan perlu dilalui sebelum tiba di Tumpang.

Nggak jauh dari gerbang Kecamatan Tumpang, akan ada petunjuk arah ke Coban Jahe. Dari sini, jarak objek wisata adalah sekitar 7 km. Lumayan, ya?

Walaupun begitu, sesampai di sana, ada air terjun setinggi 45 meter yang siap memanjakan mata. Debit airnya cukup keras, jadi terbentuk kolam alami di bawahnya.

Tapi kayaknya nggak usah coba-coba untuk mandi tepat di bawah air terjun. Kan bukan ahli ninjutsu kayak di film.

Di sana juga ada Flying Fox. Asyik deh untuk menantang diri.

Harga tiket masuknya? Rp5.000 saja. Murah, kan? Objek wisata ini bisa buka pukul 08.00-16.00 WIB.

5. Coban Tangkil

Air terjun ini mempunyai daya tarik tersendiri. Belum diketahui banyak orang sehingga kondisinya masih cukup alami.

Perjalanan menuju ke sana dan bisa sampai ke air terjun, pilih arau menuju Tumpang dari arah Malang. Dari sini, bisa pilih jalur ke Coban Jahe. Letaknya searah. Kalau mau berkunjung ke dua-duanya kayaknya bisa. Soalnya, kalau mau ke sini, ya memang melewati Coban Jahe. Melewati aliran sungai kecil di Coban Jahe.

Tiket masuknya? Gratis. Semacam tiket terusan dari Coban Jahet kali, ya. Sudah mah panoramanya kece, gratis pula. Pokoknya, harus menjaga kebersihan dan nggak corat-coret! Di semua coban juga mesti gitu, ya.

6. Sumber Pitu

Sumber Pitu tampak unik. Sumber airnya ada 7 dan debitnya nggak begitu deras. Objek wisata ini masih alami karena tersembunyi. Ada di tengah hutan. Jadi, yaaa, konon belum banyak yang mengetahui air terjun ini.

Lokasi air terjun ini berada di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, tepatnya berada di ujung barat Malang. Untuk sampai ke sana, perlu melewati jalan utama Malang-Jombang-Kediri.

Setelah itu, berjalan (berkendara, sih) mengikuti jalur tersebut sampai menemukan pertigaan di sebelah utara Patung Sapi Pujon. Di sini juga akan dijumpai pertigaan Ringin Punden. Lalu, pilih arah ke kiri, ke arah barat sampai masuk ke Desa Pujon Kidul. Sampai di sini, air terjun semakin dekat.

Eh, tapi perjalanan masih lanjut. Air terjun ini berjarak sekitar 7 km dari pemukiman terdekat untuk menuju ke lokasi. Kondisi kendaraan harus oke banget untuk sampai ke sana. Aksesnya cukup sulit.

Selain kendaraan, kondisi diri juga harus kuat. Masih harus jalan kaki sekitar 3 km. Malah, jalannya mendaki. Perjuangaaaan. Hahaha.

Yah, walaupun perjuangan banget, yang penting begitu melihat air terjun, lelah hilaaaang. Tiket masuknya gratis pulak. Bahagialah!

Jadi, 6 air terjun di atas adalah beberapa air tejun yang ada di sekitar Malang. Walaupun beberapa tampak penuh perjuangan, yang penting kan panoramanya membayarkan semua lelah.

Oh, ya, semua itu aku kutip dari artikel di Qupas. Lengkap banget sih pembahasan di sana. Oh, aku terkesima juga. Coban-coban ini mempunyai akun Instagram. Kreatif banget.

You may also like...

1 Comment

  1. banyak juga ya, selau suak kalau ke curug, mendengar suaar air jatuh itu spt nyanyian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *