cara-pembayaran-dengan-uangku-1

Dari judul, sepertinya ketahuan banget aku bukan warga negara yang baik. Masa tidak punya batik. Malu, ih. Haha.

Umm… Bukan nggak punya, sih. Waktu sekolah, punya kok batik sekolah. Waktu kuliah juga punya seragam batik. Seragamnya mungkin sekarang masih ada. Berhubung pakai batik hanya untuk di hari sekolah dan kuliah, jadi kupikir itu cukup.

Pernah, sih, dulu punya batik selain batik seragam. Modelnya manis. Motifnya sederhana. Nggak terlalu terlihat batik kondangan.

Melewati beberapa waktu, selera dan style-ku berubah. Bukan sok fashionista atau apalah. Sekarang lebih suka yang simple saja. Model batik yang dulu itu yang harus pakai baju manset lagi. Sekarang, menghindari banget baju manset. Nggak suka dengan baju yang terlalu dekat dengan kulit. Lagipula, mungkin sekarang batik itu sudah tidak cukup. Sekalipun cukup, mungkin… kalau dulu terlihat lurus, sekarang akan terlihat mblendung. Lol. Perutku sudah gajihaaan. Rekeningku kapan? *loh.

Beberapa waktu lalu, ada acara yang dresscode-nya ingin menunjukkan jiwa nasionalisme. Berbatik dong, yaaa. Dan, keribetan pun terjadi. Alamak, nggak punya batik.

Ngubek-ngubek, ketemulah batik tetangga. Mbuh punya sepupu atau budhe. Cuss, pakai.

Nggak beberapa lama, ada lagi acara yang perlu batik. Gubrak! Masa mau pakai batik yang sama. Sedih, ah. Untungnya, ketemulah rok batik lama punya mamak. Gotot-gototan dulu soal atasan yang cocok. Huehe.

Dipikir-pikir, kayaknya aku harus punya batik. Walaupun cuma satu dan mau nggak mau itu-itu terus, setidaknya itu punyaku sendiri. Daripada itu-itu terus dan punya orang lain. Lol.

Jadi, mulailah aku cari batik di online shop. Ada beberapa yang aku suka, tapi begitu kutanyakan pada teman, katanya itu buka batik. Ada yang jelas-jelas batik, tapi aku kurang suka motif atau modelnya. Sampai akhirnya lelah mencari. Huh.

Then, ada beberapa jadwal kondangan. Lagi-lagi kepentok soal pakaian. Kata siapa cewek bajunya seabrek? Baju untuk pergiku masih setengah deret lemari gantung satu pintu. Masih lebih banyak buku yang bertebaran di seantero kamar. *sok intelek*

Makin ke sini, makin mikir juga soal baju, sih. Apalagi mamak sering nyuruh beli baju kalau aku mulai ribet dengan dresscode. Jadi, mumpung ada kesempatan, mari beli baju!

Nemulah akun Instagram @emma.butik. Scrolling dan ada batik yang sekiranya bagus. Oh, ya. Aku cari yang satu set atau sekalian dress supaya nggak ribet mikirin atas atau bawahan lagi. Kalau bisa, sekalian dengan jilbabnya. Wkwk.

Batik yang aku lihat itu model dress, motifnya tidak full. Aku memang kurang suka pakai baju yang ramai motif. Warnanya hitam! Warna favorit kalau soal pakaian. Warna aman bangeeeet.

Yaaa, sayangnya batik couple. Pasangannya mau dikemakan coba? Huhu. Bisa, sih, dikasih ke adik, tapi kok miris. *uhuk*

Well, akhirnya aku beli. Toh harganya cukup terjangkau. Batik-batik lain yang hanya satu potong harganya ada yang lebih mahal daripada sepasang batik itu.

Aku hubungi toko tersebut via Whatsapp. Alhamdulillah masih available. Langsung deh, transaksi.

Aku pilih pembayaran pakai aplikasi UANGKU. Waktu itu, ada promo cashback Rp25.000 kalau pakai UANGKU, loh. Lumayan, dapat dua baju dengan mengeluarkan uang hanya seratus ribu lebih sedikiiit, itu pun karena ongkos kirim. Hihi.

Waktu bilang mau pakai Uangku, cs langsung memproses dengan mengirimkan request pembayaran. Ada notifikasi via sms.

Begitu buka, aplikasi Uangku, sudah ada payment request. Tinggal klik Pay Now lalu Done. Selesai deh.

cara-pembayaran-dengan-uangku

Pesanan sudah dibayar. Tidak perlu konfirmasi ke penjual lagi karena ada notifikasi dari Uangku untuk penjual. Tinggal tunggu barang dikirim.

Begitu barang dikirim, ada sms dari Uangku lagi berupa nomor resi.

Karena masih sama-sama di Jabodetabek, pesananku cepat datangnya.

Agak kekecilan, sih, untukku aku. Tapi, itu bisa jadi pemicu untuk melunturkan gajih di perut deh. Toh sebetulnya muat hanya agak membuat mblendung. Hehe. Bahannya adem. Mungkin karena ini bukan batik tulis jadi bisa pakai bahan yang tipis.

Oh, ya. Begitu datang, buru-buru konfirmasi via UANGKU supaya saldo diteruskan ke penjual. Konfirmasi di bagian Payment Request, ada button Realase Now. Sebetulnya, kalau lupa konfirmasi, saldo akan tetap dikirimkan kepada penjual selang sepuluh hari karena penjual sudah memberikan resi. Tapi, mumpung ingat, why not segera konfirmasi. Supaya tidak menghambat rejeki penjual. Hihi.

screenshot_2016-12-28-05-28-27-27-01

Beberapa hari kemudian, cashback diterima. Langsung saja aku pakai pulsa yang. Dapat pulsa, dapat batik juga.

Jadiii, akhirnya aku punya batik sendiri! Mwahaha. Sudah sah jadi warga negara Indonesia dong, ya. Hihi.

You may also like...

2 Comments

  1. oh yang ini pakai Uangku. Saya belum nyoba nih
    Eh, ini serius baru punya batik. Saya dulu gak suka lho batik. Batik-itu-adalah-seragam-titik. Sekarang candu banget, saya juga kurang suka yang ramai banget. Pokoknya tetep elegan gitu maunya.
    *Gaya lho, baju elegan..orangnya nggak*

  2. Aplikasi uangku ternyata mudah ya mbak…blm pernah pake saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *