Maaaak, aku mau ke Mekah!

Aku syok lihat brosur paket haji dan umroh. 😭

Bukan karena biaya haji dan umroh semakin mahal. Itu mah dari aku masih balita juga udah tau. *oke, lebay*

Justru karena lihat harga cicilan. APA-APAAN CICILAN 300ribu rupiah sebulan. Itu mah kayak aku beli buku sebulan. *songong*

Hal yang bikin aku syok banget adalah kenyataan bahwa sebetulnya kalau niat, bisa banget kan kekumpul uang untuk berangkat ke Tanah Suci dalam waktu kurang lebih 3 tahun. Lah, Rp400ribu-500ribu bisa kali mampir ke rekening tiap bulan?

Tapi, Fah, kan ibadah satu itu bagi yang mampu aja, ngapain mesti maksa nyicil segala?

Ya, itu. Bagi yang mampu. Ada orang yang mampu tunai, ada yang mampu nyicil.

Artinya, kalau yakin bisa nyicil, punya penghasilan tetap, boleh aja. Gitu sih yang aku pernah dengar dan kroscek dari seorang ulama. Buat yang penghasilannya nggak tetap, ya mesti usaha supaya pendapatan tiap bulan tetap atau bahkan naik supaya mampu.

Ini kan sama aja kayak keinginan buat jajan cilok tiap bulan. Kalau udah biasa jajan cilok, jadi terbiasa nyisihin tiap awal bulan. Kalau niat, dengan sendirinya akan disiplin. Apa lagi, kalau ada tagihan rutin. Kadang-kadang hal itu membantu bagi yang kurang disiplin (kayak aku 😂). Yang penting nggak lewat tenggat waktu. Huehe.

Kenapa nggak nabung biasa aja?

Karena biaya paket haji dan umroh naik teruuuus. Tinggi-tinggi sekali, tapi di kiri kanan nggak ada pohon cemara. Jadi, mumet aja yang ada. Target sekian, pas kekumpul, malah udah naik. Kalau nabung sendiri, mesti dipikir perkiraan harga kenaikan.

Lagian, kan ada persoalan kuota juga. Kalau nggak daftar sekarang, memangnya mau nunggu sampai punya 5 cucu? Nggak masalah sih kalau mau berangkat bareng cucu, tapi nggak ada salahnya juga siap-siap dari sekarang.

Makanya, selagi bisa daftar dan mencicil dari sekarang, kenapa nggak? Sekali lagi, kalau yakin mampu. Kalau yakin bisa usaha untuk bayar cicilan tiap bulan. Kalau yakin nggak akan mengganggu kewajiban-kewajiban bulanan lain.

Kalau memang bisa bayar tunai sih lain cerita. Udah nggak perlu ribet. Tinggal mempertimbangkan cara berangkat.

Ibadah Tanpa Riba

Bagaimanapun, bagi yang memang ingin ibadah ke Tanah Suci, pasti akan memikirkan berbagai cara. Satu hal yang pasti, cara yang nggak terkena riba, ya. Nggak tenang kan kalau ibadah diselubungi riba?

Makanya, harus pintar-pintar mencari fasilitator. Bukan sekadar harga murah, tapi juga harus pasti bebas riba atau praktik nakal lain.

Sejauh ini, aku udah nemu pembiayaan haji dan umroh dari AMITRA. Brosur di atas itu ya brosur AMITRA. AMITRA adalah bagian dari FIFGROUP, anak perusahaan ASTRA. AMITRA ini khusus untuk pembiayaan syariah.

AMITRA udah terdaftar di (otoritas Jasa Keuangan) OJK dan (Dewan Pengawas Syariah) DPS, jadi nggak perlu takut bodong. Sekarang kita memang harus selidiki ini-itu kalau mau memakai jasa keuangan, ya. Kalau udah terdaftar di OJK, kemungkinan besar udah bisa dipercaya. Untuk lembaga syariah, harus juga terdaftar di DPS, supaya syariahnya bukan abal-abal. Pun, dengan pernyataan pergi haji boleh nyicil, sudah disetujui DPS, kan, kalau sudah diperbolehkan ada layanan tersebut?

Lebih enaknya lagi, pembiayaan haji dan umroh AMITRA nggak perlu jaminan, nggak perlu DP juga. Pembiayaan haji dan umroh cuma salah satu layanan AMITRA. Ada pembiayaan logam mulia dan aqiqah juga.

Nah, kalau udah tau mau minta bantuan pembiayaan ke siapa, tinggallah didiskusikan dengan keluarga. Oh iya dong, harus diskusi. Keuangan kan bukan hal sepele. Belum lagi, perjalanan ke Tanah Suci kan katanya setara dengan perjalanan perang. Kalau hati udah yakin, kemungkinan besar bisa kok meyakinkan keluarga.

Jadi, kapan kita akan haji dan umroh?

 

#AMITRA #AMITRAWritingCompetition

 

 

 

 

 

 

 

You may also like...

4 Comments

  1. Kalau saya no mba, i hate cicilan hehehe.
    Semoga bisa dimampukan Allah untuk mengunjungi Baitullah , aamiin 🙂

  2. eh seriusan yah ada yang cicilannya 300ribu sebulan? mau dong brosurnya hihi.. keren ya AMITRA ini

  3. Iiih mauuu, secara kalo nabung biasa, pasti akan kepake buat yg lain

  4. Betul juga ya. Sepupu saya sudah naik haji tahun lalu. Saya belum. Mungkin harus menyegerakan menabung untuk haji 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *