Advertorial, Opinion

Anyang-anyangan Saat Haid: Just Another Girl Problem?

Bagi cewek single, ada satu waktu dalam sebulan yang ditunggu sekaligus dikhawatirkan. Yup, nggak lain dan nggak bukan adalah periode haid alias menstruasi alias red days.

Ditunggu karena kalau nggak datang, duh, amit-amit deh. Langsung kepikiran penyakit. Cewek single gitu, loh. Kalau udah nikah mah pasti ngarepnya lain.

Dikhawatirkan karena masa-masa ini kadang banyak komplikasinya. Sakit di hari-hari pertamalah. Suhu tubuh meningkatlah. Cepat pusinglah. Dan, semacamnya.

Bahkan, sebelum periode itu datang pun kadang pertandannya kurang menyenangkan. Sering ada ‘kan guyonan kalau cewek lagi marah-marah, akan ditanya, “Lagi PMS?”

Percaya deh, kadang kami juga nggak mau kayak bom atom yang siap meledak. Sayangnya, mengendalikannya butuh usaha luar biasa. Capek.

Satu lagi yang bikin PMS dan haid kadang begitu melelahkan: kalau sampai anyang-anyangan.

Ada yang pernah merasakan juga, nggak? Kalau red days, makin sering ingin buang air kecil. Terus, kadang setelah dibuang, rasanya ada yang nggak tuntas.

Bolak-balik ke kamar mandi itu bikin capek banget. Apalagi, kalau hari-hari awal. Pas lagi lemas-lemasnya, malah bolak-balik ke kamar mandi.

Tapi, yaa, gitu deh. “Cuma” bolak-balik ke kamar mandi nggak bikin masalah berarti. Nggak terlalu mencurigakan. Cuma capek aja. Sesekali sakit buang air kecil, tapi yaaa cuma sesekali. Nggak mengganggu, ‘kan?

Itu pikiran cetek banget, nggak sih?

Aku anggap sepele hal kayak gitu. Aku pikir, hal kayak gitu cukup lumrah. Toh, kalau lagi haid, banyak hal aneh terjadi.

Terus, kalau lagi sibuk (sok sibuk), malah suka nahan buang air kecil. Atau, kalau lagi ada di luar rumah dan nggak nemu toitet yang bersih. Niatnya, sih, pengen bersih supaya sehat, tapi menahan buang air kecil nggak sehat, kan, ya?

Belakangan, aku baru tahu bahwa anyang-anyangan adalah indikasi Infeksi Saluran Kemih. Duuh, kalau udah kena infeksi saluran kemih, bisa harus diopname di rumah sakit. Anyang-anyangan memang nggak selalu menjadi tanda Infeksi Saluran Kemih, tapi ada baiknya waspada, ‘kan? Makanya, aku mau tobat.

Jadi, apanya yang sepele dari anyang-anyangan?

Namanya penyakit, nggak boleh disepelekan, ya. Bahkan kalau masih tarif gejala.

Penyebab anyang-anyangan bukan sekadar menahan buang air kecil atau jarang minum. Anyang-anyangan ada juga yang disebabkan oleh bakteri E. Coli. Bakteri inilah yang menjadi penyebab sakit saat buang air kecil.

Jadi, untuk mencegah anyang-anyangan sebaiknya:

  • Cukup minum.
  • Nggak menahan buang air kecil.
  • Jaga kebersihan area intim. Rajin ganti pakaian dalam. Basuh area tersebut dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Kalau sedang haid, sering ganti pembalut karena bakteri makin semangat karena ada darah.

Terus, kalau sudah terlanjur anyang-anyangan gimana?

Cara mengatasi anyang-anyangan, antara lain:

  • Rehidrasi.
  • Bila perlu, periksa ke dokter.
  • Bila perlu juga, bisa juga dengan mengonsumsi ekstrak Cranberry. Ekstrak ini mengandung Proantocyanidin yang berguna untuk menangkap bakteri yang menempel di saluran kemih.

Di mana pula bisa mendapatkan ekstrak Cranberry?

Ekstrak buah satu ini bisa didapat dari Uricran. Uricran bisa didapat di apotek atau via online. Ada berupa serbuk, ada berupa kapsul.

Yang serbuk, rasanya nggak kayak obat puyer. Malah, mirip buah.

Sekarang, minum obat nggak susah, ya. Nggak pakai drama tutup hidung.

Yang pasti, sebaik-baiknya obat, lebih baik menjaga kesehatan. Jaga kebersihan, rehidrasi cukup, dan nggak nahan buang air kecil supaya tercegah dari anyang-anyangan.

1 Comment

  1. iyaya, kalau mens kadang anyang2an. tapi jarang nyadar 😀

Leave a Reply

Required fields are marked*