Apa itu COVID-19? Beberapa bulan ini, kita mengenal jenis virus baru: COVID-19. COVID-19 adalah virus yang termasuk keluarga Coronavirus. Kali ini, aku kasih penjelasan singkat tentang COVID-19. Semoga bermanfaat.

Apa itu COVID-19

Sebelum mengenal COVID-19, ada baiknya kita mengenal Coronavirus.

Apa itu Coronavirus?

Virus Corona mempunyai kekhasan berupa permukaannya yang menyerupai mahkota. Corōna berarti mahkota, dari bahasa latin.

Menurut WHO, Coronavirus adalah virus yang menyerang manusia atau hewan. Beberapa jenis virus Corona menyerang sistem pernafasan manusia.

Sebelum COVID-19, kita sudah mengenal virus SARS dan MERS. Keduanya juga termasuk keluarga Coronavirus.

Anggota keluarga Coronavirus ada banyaaaaak banget. Keluarga virus ini sudah dikenal bahkan pada tahun 1900-an. 

Makanya, kalau kamu pernah nonton cuplikan K-Drama tahun 2018 yang menyebutkan Corona, nggak perlu heboh. Yang disebut ‘kan Corona, bukan COVID-19. 

Tapi ‘kan harusnya bisa diprediksi bakalan ada virus COVID-19.

Tidak semudah itu, Wahai Saudaraku. Kalau perubahan virus mudah diprediksi, obat virus HIV untuk kesembuhan total sudah ada kali sekarang. Kenyataannya, belum ada ‘kan? Apalagi keluarga Coronavirus yang anggotanya ada banyak.

Apa Itu COVID-19?

COVID-19 adalah jenis virus yang termasuk ke dalam keluarga Coronavirus. “Co” berasa dari “Corona”. “Vi” berasal dari “virus”. “D” berasal dari “disease”.

Virus ini ditemukan pada Desember 2019. COVID-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Karena itu, virus tersebut pernah disebut “Wuhan virus”.

Namun, aku pribadi merasa penyebutan “Wuhan virus” terlalu … rasis. Ibaratnya, kalau kota kita menjadi tempat muncul virus baru, tetap saja nggak enak kalau virus itu diberi nama dengan nama kota kita, ‘kan?

Yah, aku berharap sih nggak ada virus baru di kota kita.

Sekarang, COVID-19 juga mempunyai nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2, kepanjangan dari SARS-CoV-2.

COVID-19 disebut-sebut mempunyai beberapa kesamaan genetik dengan virus SARS yang muncul di awal tahun 2000-an itu.

Kalau mirip, kenapa nggak segera muncul obat COVID-19?

Sudahlah. Kita yang bukan scientist banyak-banyak berdoa dan membantu sesama saja. Bikin obat kan nggak semudah bikin sambal.

Gejala COVID-19

Beberapa orang mungkin sudah tertular COVID-19 tapi tidak bergejala. Alias carrier. Kita perlu hati-hati saat kontak dengan orang lain karena mungkin kita berpotensi menjadi carrier dan menularkan kepada orang lain.

Beberapa orang lainnya menunjukkan gejala. Gejala COVID-19 sekilas mirip flu biasa:

  • Demam
  • Batuk
  • Hidung beringus
  • Letih
  • Lesu
  • Sesak nafas
  • Sakit tenggorokan

Ada juga yang disertai diare.

Walau begitu, kalau mengalami gejala di atas, jangan panik. Belum tentu itu gejala Corona. Barangkali cuma flu biasa.

Tapi, tetap harus jaga jarak dengan dunia. Bagaimanapun, ketika mengalami gejala, bisa saja itu flu biasa, bisa saja itu COVID-19. Jadi, berhati-hati saja tanpa panik berlebihan.

Hubungi 119 ext. 9 untuk penjelasan penanganan yang bisa dilakukan di rumah.

Menurut WHO, 80% orang yang mengalami COVID-19 bisa sembuh sendiri kok. Pokoknya, jaga jarak dan berperilaku sehat supaya cepat sembuh.

Kalau sekadar gejala ringan, nggak perlu langsung ke dokter. Cukup karantina mandiri. Hal ini supaya rumah sakit nggak semakin kewalahan. Diri sendiri juga nggak semakin berisiko tertular penyakit lain.

Di sisi lain, orang yang mengalami COVID-19 mungkin tidak mengalami gejala di atas melainkan gejala lain. Virus tersebut masih bermutasi. Ada kemungkinan muncul gejala berbeda.

Jadi, tolong jujur. Kalau harus ke dokter, jujur soal riwayat perjalanan, riwayat penyakit, dll. Supaya bisa dicek. Dan supaya dokternya nggak tertular.

Keberadaan 1 dokter sangat berarti bagi ratusan pasien. Jangan sampai sang dokter harus dikarantina.

Kalau harus menjalani tes, jalani saja. Supaya diri pun lebih yakin apa itu COVID-19 atau bukan dari penyakit yang alami.

COVID-19 Menjadi Parah

Hal yang membuat ngeri adalah banyaknya korban meninggal, ‘kan? Dari sekadar gejala ringan, COVID-19 memang bisa menjadi parah.

COVID-19 menyerang paru-paru. Pada sebagian orang, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan parah.

Kita tahu fungsi paru-paru sangat penting. Kalau rusak …

Infeksi COVID-19 juga bisa menyebabkan kerusakan organ lain. Resiko pun bertambah seiring bertambahnya usia. Lansia, kakek-nenek, mempunyai resiko yang lebih besar dibanding orang muda.

Jadi, kita mungkin kuat terhadap COVID-19. Tapi, gimana dengan kakek-nenek? Makanya, tahan dulu mudiknya.

Resiko COVID-19 menjadi parah juga meningkat pada orang yang memiliki hipertensi, diabetes, penyakit jantung, masalah pernafasan, dan kanker.

Kadang-kadang, kita nggak tahu orang yang kontak dengan kita mempunyai penyakit-penyakit itu, ‘kan? Makanya perlu hati-hati.

Agar aman dari corona

Mencegah Tertular COVID-19

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko penularan COVID-19:

  • Rajin cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer selama 20 detik.
  • Makan makanan sehat
  • Jangan menyentuh wajah, hidung, mulut, mata malau belum cuci tangan
  • Rajin mandi
  • Tetap di rumah. Banyak kok kegiatan antibosan di rumah.

COVID-19 ditularkan melalui droplet atau cairan. Droplet itu kadang-kadang nggak kelihatan basah saking kecilnya. Jadi, jangan suka pegang wajah, hidung, atau mata kalau belum cuci tangan.

Cuci tangan tangan sesering mungkin. Pakai sabun atau hand sanitizer (kalau nggak ada sabun). Sabun lebih efektif menghalau COVID-19 karena bisa memecah perisai lemak virus itu.

Setiap cuci tangan minimal selama 20 detik, ya. Coba juta deh pelajari cara mencuci tangan ala WHO. Biar lebih yakin semua bagian bersih.

Kalau harus keluar rumah:

  • Pakai masker
  • Jangan sembarangan menyentuh benda
  • Jaga jarak 1-2 meter dari orang lain, jangan bersentuhan
  • Hindari kerumunan
  • Kalau memungkinkan, beri desinfektan benda-benda yang akan disentuh, misalnya troli belanja

Begitu sampai rumah, lakukan hal berikut:

  • Lepas alas kaki di luar rumah.
  • Jangan menyentuh apa pun atau pun duduk
  • Letakkan barang bawaan (tas, smartphone, dll) di tempat khusus. Beri desinfektan semua barang itu.
  • Cuci semua pakaian, termasuk masker.
  • Cuci semua yang bisa dicuci, termasuk barang belanjaan.
  • Mandi.

Segitu saja yang aku sampaikan, ya. Kalau mau lebih lengkap, silakan cek web WHO atau sejenisnya. Semoga wabah ini bisa segera berakhir dan kita bisa hidup dengan lebih baik.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *