Gadget kita nggak butuh charger dan stop contact, yang butuh charger dan stop contact justru kita.

Setuju?

Setuju aja deh, supaya aku senang. Hehe. Tapi, coba deh pikir. Ketika baterai gadget sudah merah, yang heboh siapa? Pasti yang punya. Si gadget sih anteng-anteng saja. Kalau pun sampai betul-betul habis, dia akan mati dalam keadaan tenang. Tinggalah kita yang rempong karena nggak bisa menelpon, mengirim pesan, atau mengeksis di socmed. Kalau sudah begitu, pasti buru-buru mencari stop contact. Kalau di kampus, aku biasanya ke kelas kosong mesjid, tapi sekarang satu-satunya stop contact di mesjid ditiadakan. Kalau di luar, kadang aku masuk ke resto, tapi mau nggak mau harus beli, #Prayforwallet. Belum lagi kalau nemu stop contact tapi sudah ada yang nyolok, galau deh jadinya. Kalau dalam perjalanan, ini yang paling susah. Belum ada kendaraan umum yang menyediakan stop contact.</div style=”text-align: justify;”>

Karena itu, aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada penemu power bank atau dalam bahasa gaulnya disebut pb. Nggak perlu lagi deh ribet nyari stop contact. Nggak perlu lagi bayar makanan yang nggak diinginkan cuma untuk nge-charger smartphone.
Tapi yah, ribet juga gitu megang-megang pb. Sekecil-kecilnya smartphone-ku, kalau ngetik, aku tetap lebih suka pakai dua tangan. Berasa penuh banget tanganku jadinya. Hp dan pb pun jadinya lebih besar pb. Dulu sempat punya pb kecil juga, tapi hanya bisa untuk sekali ngecharge. Malesin kan, apalagi pb di-charge-nya perlu dari komputer atau laptop. Aku kan nggak setiap hari menyalakan laptop.
Thanks to ASUS karena mengeluarkan power bank berkapasitas besar, tapi memiliki badan yang tidak bongsor: ASUS ZenPower.
Power bank ini memiliki kapasitas 10050 mAh. Ukurannya hanya sebesar kartu kredit. Imut kan? Nggak menuh-menuhi tangan, nggak menuh-menuhi tempat. Selain itu, beratnya hanya 215 g, jadi tidak begitu berat dalam genggaman. ASUS ZenPower juga dibuat dengan lapisan tambahan supaya lebih kuat, tapi tampilan tetap cerah.
Dengan kapasitas yang 10050 mAh, menjadikan ASUS ZenPower bisa dipakai untuk lebih dari 3 kali nge-charge untuk smartphone-ku yang kapasitasnya 2000 mAh. Untuk yang kapasitas baterai smartphone-nya lebih besar dari punyaku, tetap bisa dipakai sampai lebih dari sekali nge-charge kan? Kalau hanya perlu menyalakan laptop 2-3 hari sekali buat mengisi ASUS ZenPower sih aku nggak terlalu malas. Kalau terlalu lama nggak menyalakan laptop, aku kan juga nggak tahan, nggak bisa nonton film dan drama.
Satu kali pengisian ASUS ZenPower kurang lebih membutuhkan waktu 6 jam, dengan arus 2 A. Kalau sambil blogging, blogwalking, nonton drama, atau mengerjakan laporan, 6 jam nggak akan terasa. Untuk pengisian ke smartphone, kuat arus yang mengalir lebih cepat, yaitu 2.4 A. Waktu pengisian sekitar 2 jam untuk smartphone-ku. ASUS ZenPower juga dilengkapi lampu indikator untuk mengetahui berapa persen sisa daya atau sudah berapa persen pengisian daya pb. Kalau lampu yang menyala sebanyak 4, berarti pb dalam keadaan penuh atau sekitar 80-100%. Anyway, selama pengisian, lampunya berkedap-kedip.
Selama menggunakan ASUS ZenPower, aku belum pernah merasa si pb memanas bahkan kalau hanya tinggal beberapa persen. Megang hp yang panas gara-gara terus-terusan dipakai saja nggak enak, apalagi ditambah power bank. Aku sempat negative thinking terutama karena casing pb ini berbahan logam. Yang kutahu, logam mudah mengantarkan panas. Eh, ternyata negative thinking-ku hanya sebatas pikiran.
Sut diusut, power bank imut ini juga dilengkapi dengan teknologi PowerSafe supaya suhu serta voltase keluar dan masuk tetap stabil, juga terhidar dari kemungkinan arus pendek. Kalau lagi nge-charge tiba-tiba konslet, kan ngeselin banget, apalagi kalau sampai merusak gadget.
Kabel adaptor juga terlindungi dengan adanya teknologi ini. Test USB plug dilakukan sampai 5000 kali untuk memastikan pb ini awet. Perlindungan JEITA menjadikan suhu ruangan dapat terawasi dan disesuaikan dengan arus isi ulang secara otomatis dengan si pb ini sehingga menambah usia pakai. Dengan macam-macam teknologi yang disematkan dalam ASUS ZenPower, rasanya nggak perlu khawatir gadget kenapa-kenapa gara-gara nge-charge pakai pb. Jadi ingat teman yang takut smartphone-nya meledak gara-gara nge-charge pakai pb asal beli. Hihi.
ASUS ZenPower juga tersedia dalam beragam warna. Ada biru, silver, hitam, silver, gold, dan pink. Dipilih, dipilih *pedagang kaki lima mode: on*.Punyaku warna silver, ada yang mau samaan?
Image sourec: asus.com
Aku sudah bilang kan casing pb ini berbahan logam, spesifiknya logam aluminium. Permukaannya halus, menambah kesan cantik. Tampilan luar ASUS ZenPower tampak elegan dan mewah. Selain bisa menyelamatkan gadget dari kematian sementara, pb ini juga bisa menyelamatkan pengguna dari mati gaya gara-gara design pb yang biasa banget. Dari luar saja, pb ini sudah memiliki kesan mahal. Kadang, dikira memakai barang mahal adalah hal yang menyenangkan. Hihi. 😛
Memang, berapa sih harga ASUS ZenPower?
Pb-ku yang satu ini bisa didapat dengan harga Rp269.000, sudah termasuk kabel micro USB, buku manual dalam berbagai bahasa, juga ada kartu jaminan. Ditambah dengan segala teknologi yang ditawarkan, rasanya harga segitu sudah pantas. Daripada setiap baterai low harus mampir ke resto, dihitung-hitung beda jauh banget. Hehe.

You may also like...

4 Comments

  1. Murah untuk kapasitas 10500 maH… Berrti ini bagus dan kualitasnya lumayan. Bisa dijadikan pilihan nih

  2. Kapasitasnya besar ya, mba. Di hpku bisa buat 3 kali charge.

  3. iya, Mbak. Nggak perlu sering-sering dicharge.

  4. Intan Novriza Kamala Sari

    Naksir yang biru deh Fifah *nabung dulu aahh 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *