Reportage

Bahaya Infeksi pada Vagina Saat Menstruasi dan Pencegahannya

 

2

 

Setiap perempuan mungkin pernah diberitahu bahwa menjaga kesehatan vagina sangat penting. Sayangnya, kadang-kadang, bagian tubuh yang satu ini sering dianggap seperti bagian tubuh lainnya. Diabaikan. Well, setiap bagian tubuh memang penting untuk dijaga. Karena itu, menjaga kesehatan vagina juga penting. Daerah kewanitaan sangat sensitif sehingga penjagaannya pun harus diperketat.

Persamalahan pada vagina akan semakin banyak mengintai selama red days alias periode menstruasi. Tanggal 6 Oktober (iya, sudah kelamaan baru dibuat reportase), Betadine Feminine Hygiene mengajak untuk mengenal risiko kontaminasi bakteri saat menstruasi dan cara pencegahannya. Acara, yang berlangsung di Letter D Cuisine, ini bertajuk it’s Better to be Protected in Your Red Days.

Dokter Liva Wijaya, SpOG memaparkan bahwa radang pada daerah kewanitaan cukup banyak ditemukan. Gejalanya dapat berupa gatal, perih, kemeraha, dan keluar cairan pada daerah kewanitaan. Sayangnya, masih banyak perempuan yang belum mengetahui tanda dan gejala tersebut, serta bagaimana menjaga kebersihan daerah tersebut.

dr-liva-wijaya-spog

Anatomi Vagina

Vagina merupakan organ berupa saluran yang terdiri dari otot, yang panjangnya 7,5-10 cm. Vagina berdinding tipis dan biasanya kolaps satu sama lain. Dindingnya berlipat-lipat. Di pintu vagina, terdapat kelenjar yang berfungsi menjaga kelembaban.

Bagian eksternal vagina disebut vulva. Bagian ini berupa kulit pada umumnya. Vulva memiliki folikel rambut, kelenjar lemak, kelenjar keringat, dan kelenjar apokrin. Bagian ini cukup lembab dan mudah terinfeksi. Vulva sensitif terhadap pengaruh hormon, alergi, dan metabolic.

Vulva vagina mempunyai sistem pertahanan barrier anatomi. Barrier ini berupa jaringan kulit dan mukosa. Terdapat flora vagina normal. Pertahanan kulit anotomi ini berupa keseimbangan pH (4,5-5,9) yang berasal dari asam laktat dan asam amino (keringat), asam lemak bebas, asam karboksil, dan urokranik. pH kulit juga dipengaruhi oleh kelembaban.

Ekosistem vagina yang sehat mempunyai pH 3,8-4,5. pH ini tergolong asam. Lingkungan yang asam meningkatkan laktobasillus, yang menghambat tumbuhnya patogen penyebab penyakit. Kalau pH meningkat, laktobasillus tidak akan bisa tumbuh sehingga menyebabkan infeksi mikroorganisme.

pH vagina dipengaruhi hal-hal berikut:

  • Hygiene yang kurang baik
  • Penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat
  • Iritasi atau alergi
  • Kerusakan jaringan
  • Kesehatan tubuh secara umum: nutrisi, kurang tidur, merokok
  • Obat-obatan atau cairan daerah kewanitaan, seperti spermicide, lotion, semen
  • Usia
  • Menstruasi
  • Kontrasepsi

pH pun akan berbeda pada masa menopause sehingga penanganannya pun berbeda.

Setiap hari, vagina mengeluarkan cairan, tetapi ada kalanya cairan itu berbeda. Cairan yang normal muncul beberapa hari sebelum dan sesudah menstruasi, tidak berbau, tidak gatal, dan jumlahnya tidak banyak. Kalau cairan berbau, menyebabkan gatal, vagina sangat lembab, hingga keputihan berdarah, hal-hal tersebut perlu diwaspadai.

bakteri-infeksi-vagina

Waspada Infeksi pada Vagina

Daerah kewanitaan ini sangat rentan terhadap infeksi bakteri dan virus. Infeksi pada vulva saja, bisa menyebar ke seluruh organ vagina., hingga menyebabkan infeksi panggul, infeksi saluran kencing, hingga kanker serviks. Vagina yang terinfeksi dapat menginfeksi saluran dan menyebabkan sulit mempunyai anak. Bahkan, infeksi pun bisa menular pada anak.

Infeksi dapat menular melalui hubungan seksual. Infeksi juga dapat terjadi akibat keadaan hygiene vagina yang kurang. Resiko infeksi meningkat saat menstruasi. Bakteri menyukai kondisi yang lembab dan darah merupakan makanan bagi bakteri. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk berkembang biak.

Sebagian besar perempuan normal mengalami siklus menstruasi dua arah. Siklus ini terjadi ketika sel darah dan jaringan, yang seharusnya terbuang melalui vagina, mengalir ke arah leher rahim dan tuba falopi. Keadaan menyebabkan resiko kontaminasi semakin tinggi karena aliran ke atas dan ke bawah sehingga penyebaran mikroorganisme juga meningkat.

Pada acara ini, blogger Alodita berbagi pengalaman seputar infeksi yang pernah dialaminya. Mbak Alodita pernah mengalami infeksi yang membuat tuba falopinya diangkat. Tuba falopi merupakan saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Infeksi yang datang memalui vagina itu membuat Mbak Alodita lebih memerhatikan kesehatan vagina.

alodita-dr-liva-wijaya-betadine

Cara Menjaga Kesehatan Vagina

  1. Cuci bagian vulva dengan air bersih dan sabun yang tidak menyebabkan iritasi
  2. Tidak melakukan douching/internal cleaning secara mandiri
  3. Cuci vagina dari arah depan ke belakang, keringkan dengan handuk atau tisu halus dengan arah yang sama tidak berulang.
  4. Pakai pakaian dalam yang nyaman, berbahan katun, mudah menyerap keringat, dan tidak terlalu ketat
  5. Bila lembab, segera ganti
  6. Ganti pembalut/pantyliner/tampon/cup maksimal 3-4 jam sekali.
  7. Tidak menggunakan bahan/lotion/cairan yang tidak direkomendasikan oleh dokter
  8. Tidak memberi bedak atau minyak
  9. Cuci tangan dengan sabun sebelum membersihkan vagina
  10. Cuci pakaian dalam yang baru dibeli sebelum digunakan
  11. Tidak saling tukar/pinjam handuk atau pakaian dalam
  12. Save sex
  13. Tidur cukup, olahraga, nutrisi baik, tidak merokok, hindari alkohol
  14. Bila terdapat keluhan vulva vagina, segera cek
  15. Perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual, lakukan pengecekan genetalia internal dan papsmear secara berkala

betadine-feminine-hygiene

Kenapa Betadine Feminine Hygiene?

Seperti disebutkan pada poin 1 dan 7, membersihkan vagina tidak boleh dengan sembarangan pembersih. Pembersih yang tidak direkomendasikan justru dapat membuat pH terganggu dan membunuh flora vagina normal.

Betadine Feminine Hygiene mengandung suatu zat yang bernama Povidone-iodine. Zat ini lazim digunakan sebagai antimikroba. Povidone-iodine sudah mempunyai sejarah panjang sebagai antiseptik paling ampuh. Zat ini pun digunakan oleh NASA. Povidone-iodine secara ampuh dapat membuat bakteri. Selain itu, Povidone-iodine juga dapat membunuh virus. Sesuatu yang jarang ditemukan pada antiseptik lain.

Di sisi lain, Povidone-iodine tidak menyebabkan resistensi bakteri. Povidone-iodine juga tidak memusnahkan flora vagina alami. Zat ini menjaga flora normal tetap ada ketika menurunkan infeksi hingga ke batas minumum. Betadine Feminine Hygiene dengan Povidine-iodine ini berfungsi mengobati gejala iritasi ringan, gatal-gatal, dan keputihan yang disebabkan Trichomonas vaginalisCandida albicans, Gardnerella vaginalis.

povidone-iodine

Betadine Feminine Hygiene hanya perlu digunakan ketika red days, karena resiko infeksi meningkat pada periode tersebut. Penggunaannya cukup dengan melarutkan 1 tutup botol Betadine Feminine Hygiene dengan 1 liter air. Basuh pada bagian luar, tidak sampai ke dalam. Diamkan selama 1 menit. 1 menit adalah waktu reaksi terbaik terhadap bebagai patogen, berdasarkan hasil tes.

Dalam keadaan normal tanpa ada gejala, penggunaannya hanya perlu 1 hari 1 kali. Kalau sudah ada gejala, gunakan selama 5 hari berturut-turun, 1 hari 2 kali. Kalau gejala belum hilang, segera cek ke dokter.

Secara keseluruhan, langkah pencegahan infeksi tidak begitu sulit. Jauh lebih sulit kalau sampai terkena infeksi akibat kemalasan. Seperti kata ungkapan yang sudah sering terdengar, “Mencegah lebih baik daripada mengobat”.

You may also like...

4 Comments

  1. memang area itu harus bersih dan pembersihnya juga harus tepat karena secara normal ada bakteri yang dibutuhkan di sana, jangan sampai bakteri yang dibutuhkan juga mati

  2. Sejak menikah aku mulai memberikan perhatian lebih pada bagian Vagina mbak, terlebih kalau menjelang datang haid pasti suka agak khawatir kalau sampai ada bau apalagi inveksi. Semoga dijauhkan, aamiinn.

  3. Wah, terima kasih informasinya lengkap dan bermanfaat. Salam kenal ya mbak :

  4. […] BETADINE Feminine Wash dibuat untuk digunakan sehari-hari. Kalau menstruasi kan pakai BETADINE Feminine Hygiene. Kalau hari biasa, pakai BETADINE Feminine Wash. Ada 4 varian BETADINE Feminine […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *