Reportage

Berani Beda dan Menjawab Tantangan – Kunci Sukses Founder Aidijuma

aidijuma_bawal_scarf_hijab_pattern

Sering mengalami dilema janjian hang out dengan teman sepulang kerja, tapi tidak mau masih pakai outfit formal?

Atau mau beli jilbab, tapi untuk outfit kado ulang tahun, tapi kemudian berpikir “Nanti jilbabnya bisa dipasangkan sama baju yang mana lagi?”

Atau bosan mudah merasa bosan dengan koleksi jilbab yang dipunyai?

Mungkin beberapa perempuan ada yang sering mengalami dilema itu. Dilema semacam itu kadang rasanya sama menggelisahkannya seperti mengejar deadline pekerjaan.

Menanggapi kegelisahan tak berujung tersebut, Datin Norjuma memberikan jawaban dengan membuat jilbab-jilbab cantik yang selalu bisa multifungsi. Desainer asal Malaysia ini hadir dengan brand jilbab Aidijuma. Jenis jilbab yang ditawarkan adalah bawal scarf atau yang di Indonesia dikenal dengan jilbab segi empat.

Aidijuma sudah cukup terkenal di Malaysia, Singapura, dan Burnei. Penjualan Aidijuma dilakukan melalui outlet fisik maupun online store. Segera, Aidijuma juga akan membuka merambah pasar Indonesia.

Pada gelaran Muslim Fashion Festival 2016 (MuFFest) yang diadakan 25-29 Mei lalu, Datin Norjuma memperkenalkan Aidijuma kepada pecinta fashion Indonesia. Muffest merupakan acara berskala internasional yang bertujuan mengembangkan fashion khususnya modest fashion. Lokasi acara ini dibagi menjadi beberapa bagian di Istora Senayan. Pada acara ini, beberapa brand membuka stand. Ada juga acara fashion show dan talkshow. Datin Norjuma mendapatkan sesi talkshow pada 28 Mei 2016 selepas magrib, sekitar pukul 18.30 WIB.

muffest_muslim_fashion_festival_2016

Talkshow dibawakan oleh Mbak Wardah Fajri dari BloggerCrony. Talkshow ini juga menghadirkan Franka Soeria dan tiga orang fashion enthusiasm asal Indonesia. Franka Soeria adalah perempuan asal Indonesia yang kini tinggal di Turki. Belia adalah seorang International Relations and deputy of PR Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang merupakan fashion movement terbesar se-Asia. Franka Soeria juga merupakan organizer, consultant, and International director of Istanbul Modest Fashion Week. Bukan hanya itu, masih deretan jabatan dan prestasi Franka Soeria. Untuk lebih jelasnya, ada di website www.frankasoeria.com.

Let’s back to Aidijuma and Datin Norjuma.

Talkshow ini mungkin sedikit berbeda dari talkshow pada umumnya. Hal ini dikarenakan perbedaan bahasa. Walaupun sama-sama Melayu, bahasa Indonesia dan Malaysia sedikit berbeda. Komunikasi Mbak Wardah Fajri dan Datin Norjuma pada awalnya menggunakan bahasa Inggris. Kemudian, talkshow berlangsung dengan bahasa nasional masing-masing karena perbedaan bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia tidak banyak. Walaupun demikian, tidak ada miscommunication selama acara berlangsung.Penjual Jilbab Sulit Berkembang?

Datin Norjuma mengawali Aidijuma pada 2012. Produk awalnya adalah yang sekarang dikenal sebagai paris scarf. Stereotipe saat itu adalah penjual jilbab sulit berkembang. Namun, Datin Norjuma berpikir, seandainya ada perusahaan yang mengkhususkan pada jilbab atau hijab, kenapa tidak? Kalau ada toko yang hanya menjual jilbab, kenapa tidak?

Datin Norjuma mencoba menghilangkan stereotipe tersebut. Dibuatlah Aidijuma yang memfokuskan bisnis pada jilbab. Agar bisa terus berkembang, brand tentunya harus mempunyai pembeda menarik dibandingkan brand lain. Begitu juga dengan Aidijuma.

aidijuma_bawal_scarf_hijab_pattern_motif

Produk yang Berbeda

Jadi, apa pembeda Bawal Scarf by Aidijuma dengan jilbab lain?

Bawal Scarf by Aidijuma selalu berusaha menghadirkan produk yang multifungsi. Jilbab Aidijuma adalah printed jilbab dengan desain corak-corak yang menarik. Setiap jilbab dibuat sedemikian rupa sehingga bisa tampak seperti menggunakan jilbab lain kalau dilipat pada sisi tertentu.

Datin Norjuma ingin agar dalam setiap satu buah jilbabnya bisa digunakan untuk keperluan santai atau yang lebih formal. Jadi, kalau bosan atau perlu segera mengubah gaya, bisa hanya dengan menggunakan jilbab sisi yang lain.

Bukan hanya corak yang diperhatikan sang desainer. Pemilihan bahan menjadi perhatian. Bahan yang dipilih untuk setiap scarf adalah bahan yang mudah dibentuk. Bahan yang digunakan dipilih yang menjadikan hasil print motif depan dan belakang tidak saling terlihat. Hijaber tentunya bisa berkreasi sesuka hati.

Ukuran jilbab pun tidak luput dari perhatina Datin Norjuma. Aidijuma menyediakan beberapa ukuran jilbab. Hal ini supaya Aidijuma bisa mencakup semua pengguna jilbab. Ada jilbab ukuran 45, 50, dan 60. Selain itu, ada juga jilbab segi empat panjang atau yang biasa dikenal dengan pashmina.

aidijuma_fashion_talkshow_hijab

Langkah Bisnis yang Tepat

Penjualan Aidijuma sangat berkembang secara offline. Hal ini dibuktikan dengan sudah banyaknya cabang Aidijuma. Walaupun demikian, Aidijuma juga mengembangkan bisnis melalui media online. Ada website Aidijuma, juga ada akun media sosial.Sekarang ini, pebisnis harus pandai-pandai menjawab tantangan zaman. Ketika orang-orang sudah melirik media sosial, brand pun menggunakan kesempatan ini untuk berpromosi. Membuat akun media sosial salah satunya. Untuk sarana promosi, Aidijuma lebih banyak menggunakan Instagram. Hal ini karena Instagram berbasis foto sehingga lebih mudah untuk promosi.

Menurut Franka Soeria, langkah Datin Norjuma sudah sangat tepat. Promosi melalui media sosial sudah sangat berkembang saat ini. Langkah offline pun tidak dilupakan.

Sebagai seseorang yang sudah pakar dalam dunia fashion, Franka Soeria menuturkan bahwa kita tidak bisa mengklaim diri sendiri sebagai nomor satu dalam dunia fashion. Kita juga harus membangun networking dengan negara lain.

Hal ini sejalan dengan yang dilakukan Datin Norjuma. Mulanya, Datin Norjuma fokus berbisnis di Malaysia. Setelah cukup matang, Datin Norjuma melebarkan sayap ke negara-negara lain. Hal inilah yang menjadikan Aidijuma terus berkembang.

Datin Norjuma adalah pebisnis yang tidak hanya fokus pada pengembangan fashion, tapi juga tidak melupakan business plan. Baginya, business plan adalah hal penting. Rencana yang matang dapat membuat langkah menjadi lebih mudah.

Datin Norjuma telah membuktikan bahwa dengan “hanya” menjual jilbab, sebuah perusahaan bisa berkembang luas. Stereotipe negatif bisa disingkirkan karena keberaniannya memulai bisnis dan kesiapannya dalam melangkah.

Setelah sesi bincang-bincang, Datin Norjuma membagikan tutorial hijab sederhana. Model yang dijelaskannya adalah model yang kerap digunakan sehari-hari. Kemudian, seorang fashion enthusiasm juga berkesempatan memperlihatan kebolehannya dalam berkreasi hijab.

tutorial_hijab_aidijuma_bawal_scarf

Datin Norjuma juga memberikan tips berhijab. Untuk wajah chubby, buat model hijab yang membentuk kerucut di bagian atas. Hal ini agar wajah terlihat lebih lonjong. Mudahnya, bisa dengan membentuk jilbab persegi menjadi segitiga. Juga, hindari penggunaan dalaman jilbab yang menempel di pipi karena pipi akan tampak lebih besar.Warna-warna, seperti coklat atau putih adalah warna-warna yang memudahkan untuk berkreasi. Hal ini karena warna-warna tersebut mudah dipadukan dengan beragam gaya.

Di akhir acara, dipilih beberapa peserta talkshow yang menggunakan OOTD terbaik. Pemilihan langsung dilakukan oleh Datin Norjuma. Tiga orang terpilih berhak mendapatkan hadiah dari Aidijuma.

Aidijuma_OOTD_talkshow_muffest

franka_soeria_datin_norjuma
Kiri: Franka Soeria, di sampingnya Datin Norjuma

Untuk semua peserta talkshow, Datin Norjuma juga memberikan kenang-kenangan berupa goodiebag berisi tiga buah jilbab. Jilbab-jilbab yang disertakan dalam goodiebag adalah jilbab-jilbab keluaran terbaru. Semuanya mempunyai corak cantik dan bahan lembut. Langsung terasa jilbab ini tidak panas.

Ketika menyentuhnya, rasanya seperti memegang seperti hijab dengan harga “wow”. Belum lagi, dengan segala keunggulan yang diterangkan selama talkshow, sepertinya tidak mungkin harga jilbab ini sama dengan yang di pasaran. Namun, ketika mengintip website www.aidijuma.com, ternyata harga-harga jilbab di sana cukup terjangkau. Kalau dikonversi ke dalam rupiah, sepertinya masih sama dengan yang banyak beredar di pasaran. Bisa diasumsikan bahwa jilbab yang diberikan Datin Norjuma pada acara ini pun mempunyai harga yang kurang lebih sama.

aidijuma_bawal_scarf_hijab

You may also like...

12 Comments

  1. aih cakepnya… aku suka kerudung yg dua motif. lebih gaya n sekalian buat berhemat, hehe

  2. Kesukaanku itu yang lebar 60 tuh. Susah nyarinya di Jakarta. Jadilah aku belinya di Kuala Lumpur aja. Asyik nih kalo di jakarta sudah dijual juga.

  3. Lucu-lucu ya motif hijabnyaaaaa. Tapi aku teteup sukanya make yang model simpel ajaaaa. Hihi. MAkasi sharingnya yaaaa

  4. Jilbab dg dua corak keren juga jd bisa dipakai beberapa waktu tapi ttap menggunakan jilbab yg sama

  5. Sekarang banyak banget emang produk jilbab, dari yang instan sampai berbelit cem tali tambang, semoga gak cuma buat gaya tapi emang bisa mensyar'ikan ya. Amin…

    Boleh dong Mbak mampir dan komentar disini

  6. Saya cuma kenal Hanatajima doang 🙁

  7. Kenalan sama Aidijuma juga dong, Mbak. ^^

  8. Waah, jauh banget mesti KL. :))

  9. Aamiin.
    Sip, aku mampir. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *