Culinary

Bogor Raincake: Menikmati Harapan dan Berkah Saat Hujan

 

Bogor raincake, harapan, hujan, dan keberkahan

Hujan.

Hari itu, aku berniat mencoba Bogor Raincake. Sebagai warga Bogor–kota dengan segudang oleh-oleh–aku belum pernah mencoba Bogor Raincake. Well, aku memang jarang banget mencoba oleh-oleh dari kota sendiri, sih.

Mungkin karena suasana hujan, aku jadi terbayang ingin makan kue dan juga terbayang “rain” alias hujan. Jadilah terbayang raincake.

Niatku, begitu pulang, aku mau langsung ke lokasi Bogor Raincake yang di Jalan Pajajaran. Menggunakan ojek online, tentunya. Sekarang, aku sudah menjadi anggota squad pencinta ojol sejati.

Sudah mengharapkan manis sepotong kue, tahu-tahu hujan turun cukup deras. Basah-basahan masuk ke toko itu “BIG NO“. Kasihan petugas kebersihan toko.

Akhirnya, mau nggak mau, aku naik angkot. Setelah sekian lama menjadi penggemar ojol, naik angkot lagi rasanya aneh. Harus melipat-lipat rok supaya nggak kotor terkena lantai angkot, harus sabar kalau ngetem, dan harus waspada kiri-kanan terhadap barang bawaan. Satu kelebihan naik angkot dibanding ojol: nggak perlu takut jatuh. Kadang-kadang, aku masih takut jatuh kalau naik motor yang dikemudikan orang asing. Ngegubrak, istilahnya. Hehe.

Hujan, Harapan, dan Keberkahan

Angkot yang aku naiki kebetulan nggak terlalu penuh. Tapi, aku heran ngetemnya nggak lama. Apakah angkot Kota Bogor zaman sekarang memang begitu? Atau, sopir angkot itu satu dari sebagian yang mempunya prinsip “menjemput rejeki di jalan”?

Anyway, di angkot, aku sempat kepikiran sesuatu. Mungkin hujan adalah salah satu cara Tuhan membagi rejeki. Kalau nggak hujan, ongkosku akan mengalir lagi ke ojol. Dengan hujan, ongkosku jadi mengalir ke angkot.

Mungkin di tempat lain, ada juga orang yang biasa menggunakan angkot, yang justru prefer naik ojol ketika hujan. Supaya lebih cepat atau apa pun alasannya. Kadang-kadang, kalau hujan, jalanan menjadi lebih macet, kan?

Hujan

Hujan memang identik dengan keberkahan. Caranya berbagi keberkahan kadang-kadang memang melalui cara yang nggak disangka. Mungkin, harapan-harapan baru justru muncul ketika hujan.

Hujan adalah waktu di mana doa mengkristal dan menuju langit. (Web Series Hujan)

Well, yaa, keuntungan lain naik angkot adalah mempunyai banyak waktu untuk berpikir dan bisa menggalau sambil menatap tetes air di kaca. Hehe. 😆

Dan, tentunya, banyak juga kesempatan untuk berdoa dalam hujan (dengan tetap waspada terhadap penumpang lain). Sekalian berdoa demi keselamatan juga, sih.

Memori dari Toko

Setelah perjalanan naik angkot yang nggak terlalu lama, aku sampai di lokasi Bogor Raincake. This place reminds me of my childhood. Well, deretan bisnis di salah satu bagian Jalan Pajajaran ini memang sering mengingatkanku pada masa kecil karena dulu aku tinggal nggak jauh dari sana. Apa lagi, bangunan Bogor Raincake nggak terlalu diubah banyak. Kesan bangunan lamanya masih ada.

Apa lagi, hujan memang semacam pencetus kenangan.

Begitu membuka pintu, aku langsung disambut oleh dua orang mbak yang ramah. Aku langsung ke counter dan melihat menu Bogor Raincake.

Hujan Pilihan

Salah satu mbak menanyakan apakah aku pernah mencoba Raincake sebelumnya. Sewaktu aku bilang belum, mbaknya merekomendasikan varian mango. Aku sedikit geli, sih. Sekarang apa pun dikasih mangga. Hehe. Walau begitu, foto mango tart itu memang menggoda.

Ada 9 varian rasa Bogor Raincake. 6 berbentuk bolu panjang, yaitu Cheese Vanilla, Greentea Ovomaltine, Red Taro, Crispy Chocolate, Cheese Blueberry, dan Black Cheese. 3 varian lainnya berbentuk tart, yaitu Extra Cheese, Mango, dan Caramel. Banyak banget, ya? Seperti dihujani pilihan. 😁

Aku jembreng daftar harga Raincake Bogor, ya. Tapi, maaf, bagian yang Black Cheese terkena pantulan cahaya. Daftar harga Raincake Bogor ini versi beberapa hari sebelum artikel ini tayang.

Menurutku, harga Bogor Raincake Shireen Sungkar ini masih terjangkau. Untuk kategori kue modifikasi, ya.

Daftar harga bogor raincake

Berhubung pertama kalinya aku mencoba kue Shireen Sungkar ini, aku memilih varian yang “aman”. Rasa yang sekiranya netral dan selalu disukai semua orang. Orang di rumahku, ya.

Jadi, varian rasa Raincake yang aku pilih adalah Crispy Chocolate. Coklat selalu menjadi pilihan aman, kan? 😄

Bogor-raincake

Sekejap kemudian, sekotak Bogor Raincake sudah siap aku bawa pulang.

Review Bogor Raincake

Saatnya mencicipi kue ini.

Bogor Raincake berukuran sekitar 25-30 cm. Aku nggak mengukur pasti, sih. Foto di atas itu sudah aku potong sekitar 1/2 bagian. Pokoknya, kurang lebih panjang dan lebar kue ini hampir sebesar kotaknya. Ukuran kotaknya nggak memberi harapan palsu kok. Lol.

Bogor raincake

First impression adalah susah memotong bagian atas supaya nggak retak. Kayaknya, setiap kue dengan balutan coklat memang bernasib seperti ini, ya?

Untungnya, retaknya nggak parah. Kayak yang kelihatan di foto. Tapi, yaa, pada dasarnya aku memang nggak bisa motong rapi, sih. Kalau lihat di Instagram aku, pasti tahu potongan-potonganku kayak apa. 😂

Bogor-raincake

Saranku, kalau mau disajikan untuk tamu, sebaiknya dikeluarkan dulu dari kulkas agak lama. Kalau masih dingin, makin keras.

Rasa Bogor Raincake?

Kuenya terasa basic kejunya. Bagian tengah varian Crispy Chocolate diberi peanut butter. Aku suka peanut butter.

Bagian tengahnya crunchy dari semacam puff pastry. Puff pastry ini tipis saja, jadi nggak sulit sewaktu dipotong dan nggak alot.

Bogor raincake rasa

Topping coklatnya, kayaknya, memakai milk chocolate. Agak manis. Ada kriuk-kriuk dari rice crispy.

Aku suka mematahkan bagian coklatnya dan memakannya begitu saja. Tapi, kuenya juga nanti dimakan, kok. Aku suka kue kejunya.

Overall, aku nggak menyesal hujan-hujan naik angkot demi Bogor Raincake. Mungkin lain kali aku akan mencoba varian lainnya.

 

Bogor Raincake

Alamat 1: Jl. Padjadjaran No. 31, Babakan, Bogor Tengah

Alamat 2: Jl. Raya Puncak Cisarua, Kp. Kopo Leuwimalang (samping Kantor Pos Cisarua)

Alamat 3: Pintu 2 Kebun Raya Bogor (samping Kantor Pos Kebun Raya Bogor)

You may also like...

3 Comments

  1. Oh kue artis jg ya ini. Samamba aku jg sbg warga bandung malah jarang beli oleh2 khas bandung, kalah sana temen2 dijakarta yg udah ciba ini itu dibandung hehehe

  2. Padahal minggu lalu aku dari Bogor loh MBa. Tapi nggak mampir beli rain cake. Kayaknya enak banget deh…

  3. sempat beli yang kekinian di bandung lalu merasa biasa saja dibanding lapis talas, eh kalau ini kok kayaknya enak baru lihat tampilaannya aja. kayaknya saya harus coba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *