Tadi, saya baru nonton Brave lagi. Langsung saja saya bahas hal yang saya dapatkan dari film ini. Saya tidak akan menggunakan “kita”. Saya akan menggunakan “saya” karena saya tidak tahu hal yang dipikirkan orang lain.
Ada satu kata yang terngiang sepanjang menonton film ini: listen. Film ini tidak menyuruh saya untuk mendengarkan, tapi mengingatkan saya untuk mendengarkan. Kenapa tidak bisa diam dan mendengarkan? Mendengarkan sampai seseorang selesai bicara, barulah berkomentar. Kadang, saya pun terlalu bersemangat sehingga memberikan komentar di tengah cerita. Kalau hanya bercerita, mungkin tidak terlalu masalah, tapi bagaimana kalau sedang bertukar pendapat? Kadang, tidak mendengarkan sampai akhir terlebih dahulu adalah pemicu perdebatan panjang yang tidak berujung, seperti Merida dan ibunya.
Just listen. But, remember “listen” is different from “hear”. Semua orang pasti ingin pendapatnya disetujui, tapi kenapa tidak berusaha mendengarkan pendapat orang lain sampai selesai dahulu? Setelah itu, evaluasi dan bandingkan kedua pendapat itu. Apakah dengan memotong perkataan bisa mempercepat selesainya masalah? 
Tidak adanya usaha untuk mendengarkan, bisa saja menjadi pemicu misscomunication antara orangtua dan anak. Saya sebagai anak, biasanya berpikir bahwa orangtua maunya merasa benar dengan alasan sudah berpengalaman. Hal-hal seperti itu bisa menyebabkan depresi. Bisa saja mengikuti kemauan orangtua, tapi di dalam hati tertekan.
Saya tidak mengatakan orangtua saya tidak mau mendengarkan. Itu hanya contoh yang paling dekat. Toh, seringkali saya tidak mau bercerita karena saya yakin akan dipotong, tidak didengarkan, bahkan dihakimi. Kepada siapa pun. Saya tidak yakin saya seorang pendengar yang baik, karena itu, saya berharap bisa terus mengingat film ini.

You may also like...

7 Comments

  1. Bener, mba. Kalo dipotong sebelum selesai menjelaskan kadang kesel juga. Butuh belajar mendengarkan ya, biar ga miskom. Apalagi kalo sama orang terdekat.

  2. Terkadang akibat tak pernah di dengarkan atau lebih banyak dibantah di patahkan… Aku lebih baik diam huhuhuhuhu #opoooikiii

  3. Terkadang akibat tak pernah di dengarkan atau lebih banyak dibantah di patahkan… Aku lebih baik diam huhuhuhuhu #opoooikiii

  4. Coba ya para politikus yg srg bgt berdebat ga penting dan ga jelas di Tv itu baca ini…Aku cendrung jijik kalo udah ngeliat mereka saling potong omongan lawannya yg sdg bicara…yg ada ujung2nya saling teriak -__-

  5. justru kadang sama orang terdekat suka lupa, merasa dekat dan main potong aja. 🙂

  6. iya, tapi hati tetap perlu didengarkan. 🙂

  7. mungkin seharusnya mereka nonton Brave dulu. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *