Halo, halo. Sudah lama sekali saya tidak post apa pun.

Sabtu lalu, seorang teman mengajak ke Mujigae. Itu loh, resto Korea yang sekarang cabangnya di mana-mana. Sejak awal Mujigae hadir di Botani Square, Bogor, sebetulnya saya sudah penasaran. Walaupun saya bukan K-poper, tetap saja saya ingin mengetahui hal-hal berbau Korea. Sayangnya, saya belum berani datang ke Mujigae. Saya masih ragu apakah resto itu sudah memiliki sertifikat halal (SH) MUI atau belum. Nah, kata teman saya yang kemarin mengajak ke sana, dia pernah melihat brosur yang ada lambang SH MUI-nya. Maka, saya pun menerima ajakannya (sambil berharap dia tidak salah). Ujung-ujungnya sih saya tidak menemukan lambang halal sewaktu sudah berada di resto, tapi karena terlanjur datang, bismillah deh. Hehe.

Kesan pertama ketika memasuki resto ini adalah ramai! Di lantai bawah, tidak ada meja yang kosong. Untung juga sih di bawah tidak ada yang kosong, jadi kami mendapat meja di lantai atas. Tidak perlu mengkhawatirkan orang-orang yang lewat di depan resto. Selain ramai orang, resto ini juga ramai musik, k-pop tentunya. Ternyata, pengunjung bisa request lagu melalui list di tab. 1 meja, boleh request 1 lagu. Ada berpuluh-puluh list artis yang disediakan, mulai dari yang sangat terkenal seperti Super Junior, sampai yang entah apa namanya. Sayangnya, karena ada puluhan artis, tidak semua lagu dari artis tertentu tersedia.

Begitu duduk, pelayan akan memberikan buku menu, tapi setelah itu tidak ada lagi pelayan yang akan menghampiri untuk taking order. Semua dari tab. Ada fitur calling waiter, tapi kok nggak ngefek, ya? Jadilah nggak bisa tanya-tanya dulu sebelum pesan. Penjelasan mengenai menu, hanya ada pada awal setiap kategori. Misalnya Bulgogi. Pada bagian depan, ada penjelasan mengenai Bulgogi, tapi variasi-variasi pada menu tidak dijelaskan secara detail.

Cara memesannya, hanya perlu menyentuh tulisan harga pada menu. Setelah fix semua pesanan, hanya perlu menyentuh tanda ceklist yang ada pada bagian atas.

Kekurangan dari metode ini adalah 1 layar untuk 1 meja. Jadi, kalau datang bersama banyak personil, kebayangkan? Untuk itu, tetap ada buku menu sehingga setiap orang bisa memilih melalui buku menu, barulah memesan melalui tab. Jadi, tab tidak perlu digunakan untuk memilah-milah menu untuk disantap.

Drinks

Paket Chicken
Ada bermacam menu yang ditawarkan. Ada a la carte, juga paket. Untuk a la carte, ada Bulgogi, Korean Fried Chicken, Toppoki, Ramyun, Bimbimbap, dan lainnya. Untuk paket, ada paket Bulgogi dan paket Korean Fried Chicken. Menu-menu yang ditawarkan pasti sudah tidak asing bagi penggemar drama Korea.

Saya dan teman saya memesan menu berbeda. Saya memesan Paket Chicken 3 (Rp34.546) dan Matcha Milktea+Asuka Bean (Rp17.273). Teman saya memesan Paket Bulgogi 1 (Rp43.637) dan Jeju Orange Tea (Rp16.364). Paket Chicken 3 berisi nasi, Korean Fried Chicken, Japchae, dan Kimchi. Paket Bulgogi 1 sama dengan Paket Chicken 3, dengan tambahan Bulgogi.

Paket Chicken 3
Paket Bulgogi 1
Nasinya menggunakan tempat stainless steel. Porsinya bikin perut saya full karena nasi di dalam tempat tersebut dipadatkan. Japchae mungkin semacam bihun goreng. Ada irisan sayur dan daging (atau ayam?). Rasanya tidak sekuat bihun goreng dan tidak terlalu berminyak. Kimchi-nya, kata teman saya, seperti asinan. Berhubung saya orang Bogor gadungan yang belum pernah menyentuh asinan, saya tidak bisa membandingkan. Yang pasti, kimchi itu rasanya asam, kecut, ada sedikit aroma jahe. Korean Fried Chicken berupa ayam goreng tepung tanpa tulang. Rasanya manis gurih, sesuai dengan kekhasan masakan Korea. Bulgogi-nya berupa daging tumis dengan bawang bombay dan diberi sedikit kuah. Setahu saya, bulgogi seperti barbeque, dimasak dengan cara grilled. Rasanya gurih. Overall, selain nasi, rasa Bulgogi ini yang paling saya kenal, tapi Korean Fried Chicken juga enak.

Sewaktu makan, saya berpikir seperti ada yang kurang dari hidangan di hadapan saya. Saya baru menemukan kekurangan itu setelah selesai makan. Kurang wijen! Wijen yang menjadi ciri khas masakan Korea tidak ada pada hidangan yang kami pesan. Mungkin bukan resep yang menggunakan wijen juga sih.

Minuman yang saya pesan adalah Matcha Milktea+Asuka Bean. Saya memesannya karena ada campuran susu. Sejauh ini, saya berprinsip, semua minuman dengan susu, pasti saya suka.

Matcha Milktea+Asuka Bean
Rasanya perpaduan green tea dan susu *iaialah*. Rasa susunya tidak terlalu dominan. Rasa tehnya pun tidak dominan dan tidak pahit. Perpaduan teh dan susunya pas sehingga tidak ada rasa yang dominan. Asuka Bean ada di bagian dasar minuman ini. Asuka Bean-nya seperti kacang merah dalam bentuk kecil. Saya mencari di Google, Asuka lebih menyerupai kacang hijau. Entahlah, saya bukan ahli kacang-kacangan.

Minuman yang dipesan teman saya, Jeju Orange Tea, tidak saya coba. Kata teman saya sih seperti lemon tea. Namanya juga Orange Tea. *tepok jidat*

Jeju Orange Tea.

Saran saya, kalau mau memesan menu paket, perut sebaiknya dalam keadaan kosong atau paling tidak sudah mulai lapar. Porsinya betul-betul bikin full, kecuali untuk yang biasa makan dengan porsi luar biasa. Hehe. 

Nah, sambil menunggu makanan dicerna, kita bisa narsis atau main game menggunakan tab. Karena saya nggak narsis, saya nggak coba fitur tersebut, tapi saya lihat ada pilihan frame dan efek-efeknya. Frame-nya ada pilihan hanbook (pakaian tradisional Korea Selatan). Foto tersebut bisa diprint dengan cara log in ke akun Facebook kita.

Saya mencoba bermain game. Untuk bermain, lagi-lagi perlu log in Facebook. Ada 3 atau 4 pilihan permainan. Sayangnya, kita hanya diberi 1 nyawa setiap 1 akun untuk seluruh permainan. Jadi, kalau game over di 1 permainan, tidak bisa memainkan permainan lain. Kalau menang dengan poin tertentu, ada reward juga loh. Salah satunya menu tertentu gratis.

Bagi yang ingin mencicipi masakan Korea, siapkan budget minimal Rp50.000 per orang dan silakan mampir ke Mujigae. Resto ini ada di Botani Square, Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall, entah di mana lagi, bisa cek mujigae.com.

You may also like...

3 Comments

  1. wah pengen nyoba masakan korea juga,,, hehe

  2. ayo, dicoba di Mujigae. 🙂

  3. This comment has been removed by the author.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *