Memories

Dulu Sebal, Sekarang Membawa Senyum

Sudah terlalu lama sendiri. Sudah terlalu lama aku asyik sendiri. Mungkin penggalan lagu “Telalu Lama Sendiri” yang dibawakan Kunto Aji tersebut sangat dengan sindrom-anak-sulung. Beberapa anak sulung mengalami hal ini: nggak mau punya adik. Alasannya? Seperti lirik tersebut. Sudah terlalu lama asyik sendiri. Semula, apa-apa untuk dia, tiba-tiba dihadapkan pada pilihan untuk berbagi. Kadang, ada rasa insecure. Mending, ya, kalau …

Continue Reading
Memories

Rupa-rupa Rasa Sebelum Berangkat ke ASUS Zenvolution

Seharusnya blogpost ini muncul lebih dulu sebelum blogpost rangkuman. Seharusnya blogpost ini tidak usah muncul. Tapi, aku kan remaja labil, yang tiba-tiba ingin mengekspresikan kenorakan. Yup, aku kasih warning, ya. Blogpost ini isinya lebih banyak kenorakan daripada informasi sebab blogpost ini hanya sekadar memoar. Makanya, aku masukkan ke kategori “Memories”, bukan “Reportage”. Oke. Jadi, the story begins. Di suatu sore–yang …

Continue Reading
Advertorial, Memories, Opinion

“Ketemu” Shane Filan Gara-gara Iseng

    Apa yang kamu lakukan kalau sedang bosan? Membaca buku? Bermain games? Berselancar di media sosial? Aku, sih, macam-macam. Bisa membaca buku, bisa bolak-balik membuka media sosial, bisa juga windows shopping di online shop. Untuk yang terakhir, biasanya kalau mood sedang tidak begitu baik atau bosan maksimal. Entah kenapa, melihat-lihat online shop bisa memperbaiki mood. Padahal, tanpa membeli apa …

Continue Reading
Memories, Reportage

Meet Up with Travel Bloggers

    Travel blogger adalah lifestyle blogger. Lifestyle blogger belum tentu travel blogger. Sebagian lifestyle blogger adalah travel blogger. Kok jadi seperti Matematika? Iya, aku lagi ngegaring. I’m a lifestyle blogger. Itu pun supaya lebih keren saja daripada menyebut diri sebagai blogger gado-gado. Kalau ada blogger gado-gado, seharusnya ada blogger pecel, blogger karedok, dan semacamnya. Walaupun lifestyle blogger, aku bukan …

Continue Reading