Kapan terakhir presentasi? Juni. Sekarang berarti lewat sudah berapa bulan? Hitung sendiri deh. Terakhir presentasi itu rasanya nggak kayak presentasi, yang nonton cuma dua orang. Emang sidang ada yang ditonton rame-rame? Nggak sih.
Malam ini tiba-tiba kangen presentasi. Kangen jadi pembicara, kangen jadi moderator, kangen jadi penjawab. Bahkan, kangen emosi kalau ada yang nanya, terus ngotot. Atau ada yang dikasih penjelasan lewat tol nggak ngerti, mesti lewat Cibinong. Haha. Kangen juga sama teman yang penjelasannya suka muter-muter.


Di mata pelajaran tertentu, bikin ppt bisa menjadi hal menyenangkan, sedangkan di mata pelajaran lain, justru menjadi hal yang menyusahkan. Tapi, itu semua selalu dilalui dengan penuh kegairahan. #halah.

Presentasi itu kayak seni. Gimana caranya supaya semua orang bisa nikmatin? Gimana caranya supaya semua orang tertarik? Gimana caranya supaya nggak kelihatan dangkal, tapi juga nggak kayak profesor? Gampang-gampang susah.
Pernah satu kali presentasi berakhir untaian air mata. Bukan aku sih, tapi teman-teman sekelompok. Aku mah nggak bisa nangis begitu. Selagi langit belum runtuh, tertawa adalah obat mujarab penghilang rasa sakit. Kalau jatoh aja, refleks aku mah ketawa. Yah, kalau sakit banget, mungkin mata refleks ngeluarin air mata, tapi paru-paru tetap refleks ketawa. *Emang yang sumber tawa tuh paru-paru, Fah? Dunno*
Hal paling seru ketika presentasi tentu aja ketika udah berdiri di depan semua orang. Terus, ngelihat tatapan-tatapan orang yang entah maknanya apa. Dalam hati ngebatin, “Ngapain lo melototin gue!?” #loh.
Diberhentiin di tengah presentasi? Pernah, padahal itu presentasi penting. Waktu itu lagi flu parah, disertai batuk yang enggan kompromi. Udah minta maaf berkali-kali. Napas udah hampir habis, kalau coba bicara malah takutnya batuk yang menggelegar. Untung nilai akhir teteup bagus. Hoho.
Presentasi hal yang diri sendiri pun nggak ngerti? Pernah dong *malah bangga*. LOL. Bukannya nggak berusaha, tapi emang materi yang satu itu udah mentok. Ya udah, sok-sokan ngerti aja. Udah di depan mah orang lain juga nganggepnya pasti ngerti. Cuma berdoa nggak ada pertanyaan aneh-aneh.
Senjata kalau ada pertanyaan aneh-aneh adalah, “Maaf, itu di luar pembahasan kami.” Untungnya, belum pernah mengeluarkan senjata itu sih.
Presentasi juga perkara kerja sama tim. Satu tim visi misinya harus sama. Kalau satu ke kiri, satu ke kanan, yang ada debat sendiri di depan. Setiap anggota juga harus paham materi. Bikin ppt nggak bisa sendiri. Kalau bikin sendiri, yang lain bisa nggak ngerti. Paling nggak, dibagi dulu siapa mau bahas apa.
Dulu, pernah bikin ppt sendiri. Ppt oke, yang presentasi cuma bisa presentasi dengan baca slide karena nggak paham, gimana coba? Don’t try this at home.
Bikin ppt juga harus menyesuaikan dengan guru. Ada guru yang suka pakai diagram dan semacamnya. Ada guru yang suka poin-poin aja. Ada juga yang suka paragraf plek ditempel di slide.  Aku pribadi suka slide yang nggak gondrong. Nggak cantik kelihatannya. Aku juga design ppt standar yang background putih itu loh. Itu lebih mudah diapa-apakan. Yang di postingan ini, aku pakai design Opulent (yang nggak pernah aku pakai).
Kalau bikin ppt, aku paling malas bikin slide “Terima Kasih”. Aku mikirnya, ngapain bikin slide itu? Boros. Ditampilin juga cuma sekilas, terus waktu tanya-jawab, pasti balik lagi ke slide-slide sebelumnya. Kalau pun nggak ke slide tertentu, lebih enak melihat slide judul. Semacam mengingatkan kita berada di tempat tersebut untuk apa. Tapi, ada teman yang selalu bikin slide tersebut. Sampai-sampai, aku basa-basi bikin tulisan terima kasih di ujung slide terakhir, dibilang pelit. Kan maksudku supaya efisien.
Khusus postingan ini, aku buatkan slide “Terima Kasih”, atas kesediaannya membaca postingan ini. ^^

You may also like...

14 Comments

  1. nano-nano ya pengalaman presentasinya, mba. hehe 😀 kalo aku pernah presentasi paling singkat tapi ngena. Soalnya dicecar sama dosen pas sidang skripsi. :3

  2. biasanya slide terimakasih aku kasih kata – kata bijak, atau gambar lucu yang masih nyambung ke tema, biar lebih ngejreng aja 😀

  3. Bikin ppt emang lebih menyenangkan jika dibandingkan membuat makalah.. dan poin lebihnya lagi, kita bisa berkreasi di tiap slidenya haha

  4. Pengalaman saya mbak slide "terima kasih" slide yang paling ditunggu kalo kuliah. Kalo udah nyampe slide itu rasanya bahagiaaaa *plak

  5. Aku presentasi beberapa tahun lalu dan bulan depan akan presentasi sidang -,-

  6. Gue juga demen ama presentasi,, apalagi kalo bukan gue yg presentasi, gue bisa tidur dibelakang, ahaha

  7. Jadi inget dulu, pas presentasi dibantai kakak kelas yg ngulang mata kuliah. Rasanya ulalaaa

  8. waaha. sidang sih judulnya bukan cerita tentang presentasi lagi, tapi cerita tentang detik-detik menuju masa depan. >.<

  9. banyak juga yang suka kayak gitu, tapi aku tetep males bikin slide terima kasih. hhe.

  10. haha. iya dong. walau ppt dari makalah, tetep lebih menyenangkan bikin ppt.

  11. Waaah… Semoga sukses, yaaa. Semangat! ^^

  12. kemudian dipanggil, disuruh bikin pertanyaan. =_=

  13. Pasti kakak kelasnya sirik.*ups* *lari sebelum dibantai juga*

  14. Nah! kalau kuliah sih iya. hoho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *