Hai, hai!

Saya lihat, kok banyak yang buka-bukaan isi pouch kosmetik? Ternyata ada giveaway di Blog Emak Gaoel. Ya udah deh, saya juga mau ikutan.

Kayaknya sih saya nggak layak ikut-ikutan memamerkan isi pouch kosmetik. Bukan, bukan cuma koleksi kosmetik saya sedikit, tapi juga saya nggak punya pouch kosmetik. Serius. Saya memasukkan semua alat tempur itu ke kantong atas bagian depan tas saya. Ada sekat-sekat lagi sih di bagian dalamnya, jadi nggak tercampur baur dengan barang lain yang saya masukkan ke dalam kantong itu.

Beginilah mereka berbagi tempat:

Mari, kita bongkar bagian make up.

Alat tempur yang saya bawa:
1. Bedak
Make up standar yang sepertinya dibawa sebagian besar wanita di dunia.
2. Lip balm
Bibir saya sering kering,  makanya benda ini menjadi teman saya.
3. BB cream
Dia sahabat compac powder, tapi kadang kalau lagi buru-buru, saya cuma pakai BB cream tanpa bedak. Nggak terlalu terlihat bedanya kalau belum berkeringat dan berkilap.
4. Krim pelembab
Kalau lagi malas pakai BB cream, saya pakai krim pelembab saja. However, krim pelembab lebih ringan daripada BB cream. Kalau pakai BB cream, nggak pakai krim pelembab lagi karena sudah mengandung pelembab.
5. Tisu
Seperti tujuan peciptaannya: untuk mengelap apa pun. Biasanya sih untuk mengelap wajah sebelum wudhu supaya saya lebih yakin riasan terangkat, kadang saya beri sedikit air *irit biar nggak beli tisu basah. :P*. Bisa juga untuk mengelap wajah yang baru dibasuh dan mau segera ditempeli make up.
6. Hand sanitizer
Sebelum memegang wajah, tangan harus bersih, kan ya? Kadang saya pakai sebagai pengganti mencuci tangan sebelum makan kalau malas ke wastafel sih. 😛
7. Hand & body lotion
Sejak ditakut-takuti seseorang bahwa sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan UV bisa menyebabkan kanker kulit, saya menjadi teman dekat benda bernama hand & body lotion (dengan perlindungan UV).
8. Parfum
Fungsinya jelas, ya. Hehe.
9. Sabun cair
Fungsinya sama sih seperti hand sanitizer, tapi saya bawa karena toilet kampus nggak menyediakan sabun. Rasanya nggak afdol kalau setelah dari kamar mandi cuma pakai hand sanitizer *I’m  not a hygiene freak, pelase*.

Segitu saja isi “pouch” kosmetik saya. Tanpa lipstick, tanpa eyeliner, tanpa mascara, apalagi eye shadow dan blush on. Saya nggak pernah pakai eye shadow dan blush on kecuali ketika merias wajah di salon. Lipstick saya jatuh dalam keadaan terbuka dan belum beli lagi *curhat*. Eyeliner dan mascara bukan benda yang sering ada di “pouch” kosmetik saya. Saya belum terampil menggunakan dua benda itu tanpa melihat cermin besar dan tingkat ke-pede-an saya belum cukup besar untuk menggunakan make up di toilet umum (kampus). Jadi, eyeliner dan mascara hanya saya pakai sebelum berangkat.

Anyway, tas di atas adalah tas untuk kuliah. Kalau sedang tidak kuliah dan ingin jalan-jalan, saya memasukkan semua yang menurut saya penting ke dalam tas yang akan saya gunakan. Tas main kan kecil dan yang bawaan saya lebih sedikit, jadi saya merasa belum memerlukan pouch sesungguhnya *cewek apaan sih gue?*. Saya hanya membawa lip balm, BB cream, hand & body lotion, hand sanitizer, parfum, dan tisu. Tanpa bedak karena malas. Tanpa pelembab karena sudah ada BB cream (warna kulit harus rata dong kalau jalan-jalan *tapi malas pakai bedak*). Tanpa sabun cair karena toilet umum biasanya menyediakan sabun. Kalau nggak ada sabun, kan masih ada hand sanitizer untuk keadaan darutat.

Sekian pembongkaran “pouch” kosmetik saya. 🙂

You may also like...

4 Comments

  1. Banyak juga ya isis makeup pounchnya *o*
    aku biasanya yang buat touch up aja paling sama tissue.. hehe

  2. Dulu waktu masih kuliah juga gitu ga punya pouch. Bawa yg kayak di atas juga enggak blas hahaa…
    Klo sekarang mah ribeeett bener enggak bedakan aja khawatirnya tujuh turunan 😀

  3. aku kadang juga langsung cemplungin aja semua ke dalam tas….hihihih
    anyway, tengkyu udah ikutan yaaa… :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *