Culinary

Cilok Isi Tisu dan Jajanan Mengerikan Lainnya │ Rabu Jajan

 

Draft tulisan ini dibuat hari Senin. Beberapa menit setelah waktu kejadian.

Setelah cuti lamaaaaa banget, akhirnya Rabu Jajan datang lagi dengan postingan yang menyedihkan.

Berbeda dengan Rabu Jajan lain yang isinya senang-senang, kali ini, Rabu Jajan akan share yang isinya tanpa kesenangan sama sekali.

Oh, ya, aku belum sempat membalas komentar di blog, apalagi blogwalking. Tulisan ini saja tulisan kilat karena aku merasa harus menulisnya. Bukan demi kemaslahatan bersama, hanya demi melepas kegalauanku.

Tepatnya hari Senin kemarin, aku jajan cilok. Aku sedang ingin cilok sejak beberapa hari sebelumnya. Mumpung jalan yang aku lewati dekat dengan tempat menjual cilok, jadi sekalian saja.

Aku tidak langsung memakan cilok itu. Masih panas. Aku paling tidak bisa makan-makanan panas. Jadilah aku simpan untuk dimakan di rumah.

Setelah menempuh perjalanan mendaki gunung, lewati lembah, akhirnya aku sampai di rumah. Tidak langsung makan cilok. Selang setengah atau satu jam kemudian barulah aku makan.

Cilok itu kecil, bisa saja masuk satu butir sekali suap. Tapi, aku memang biasa memakannya dalam dua kali gigit untuk satu butir.

Daaaaan . . . di gigitan pertama, aku mendapati hal itu.

Aku sudah menelan gigitan pertama ketika melihat kejanggalan itu. Ini dia.

Ada tisu di cilokku. T.T

Dodol banget, nggak sih, aku sama sekali tidak sadar sebelumnya? Terlebih, ada sebagian kecil dari tisu itu yang menyembul ke luar. Huhuhu.

Awalnya, aku masih berusaha meyakinkan diri sendiri. Mungkin itu serat ayam. Serat ayam kan ada yang putih, tipis dan susah dicincangnya. Tapi, dipegang-pegang lagi, kok ya aneh. Sepertinya memang tisu.

Langsung saja aku mencari Ibu Negara untuk memastikan hal itu. Ternyata benar itu tisu. Huhu. :”(

Jijik. Tisu kan biasanya bekas hal-hal aneh.

Sedih. Cilok yang aku impikan berakhir zonk!

Beberapa menit sebelumnya, aku share di Facebook tentang betapa seringnya aku menemukan steples di kue. Biasanya, aku baru menyadari ketika sudah memakannya dan merasa ada yang janggal di lidah. Begitu dikeluarkan, ternyata steples. Kemungkinan berasal dari steples kemasan terigu atau gula, atau apa pun dari bahan kue. Yah, bukan sering seperti sebulan sekali juga, tapi kok ya aku terus yang nemu? Apa kue yang dimakan orang lain juga pernah kemasukan steples tapi tidak disadari dan untungnya tidak kenapa-kenapa?

Baru share steples, malah nemu tisu. Hiks…

Sejak jadi mahasiswa kampusku tercintaaah, aku makin mudah jijik kalau menemukan benda yang tidak seharusnya masuk ke makanan. Jangankan benda kotor, benda bersih atau yang dikira bersih saja kalau masuk ke makanan namanya tetap cemaran.

Waktu aku share si cilok di grup Whatsapp, malah mereka saling cerita jajanan-jajanan mengerikan. Aku beri skrinsyutnya saja, ya.

Duuuh, jadi geuleuh makan mie buatan industri rumahan.

Mie ayam lagi. Entah memang kepala ayam atau bukan, tapi tetap ngeri.

Itu aku yang tulis. Benar atau nggak, sepertinya harus sidak, apalagi pernah ada wabah di sekitar sana.

Jajanannya ibu-ibu. Mpus aja nggak mau. Masa manusia mau?

Aku sengaja menyamarkan lokasi cerita. Takut menjadi fitnah. Misalkan di atas disebutkan nama kota saja, bisa-bisa akan timbul stereotipe semua penjual di kota itu seperti itu. Selain itu, rasanya tanpa disebutkan lokasinya pun, kita memang perlu lebih teliti.

Sebetulnya masih ada cerita-cerita lain, tapi sepertinya cukup. Bagaimanapun, hygiene dan sanitasi jajanan memang perlu dipertanyakan. Jangankan jajan di pinggir jalan, resto fast food saja bisa terkena kasus. Resto fast food luar, sih, yang beritanya pernah kubaca, tapi franchise-nya ada di Indonesia.

Cerita soal jajan-jajanan tidak sehat pasti sudah sering terdengar. Aku sendiri kadang bandel kalau memang sedang betul-betul ingin. Aku sepertinya pernah bilang. Walaupun bisa membuat di rumah, ada hawa berbeda ketika jajan. Itu kembali lagi ke pilihan masing-masing. Aku sedang berusaha mengurangi jajan, at least, pilih-pilih. Yah, walaupun setelah sok pilih-pilih, akhirnya tetap mendapat cilok isi tisu.

Sekarang, aku mau minum susu. Katanya, susu bisa menetralkan racun. Jadi seperti anak Kimia yang selesai praktikum. Hehe.
Tags:

19 Comments

  1. Yang paling kacau, waktu makan soto kambing. Lagi laper2nya, sambil nunggu dingin mata saya jelalatan kemana2..sambil liat sekitar. Mau tau apa yang saya liat?

    Si abang pedagangnya baru aja ngangkat kolor (celana dalam) dari dalam kuali tempat kuah sotonya. Inget yaa celana dalam. Terus abis diangkat, dicelupin lagi.

    Konon, itu sarat dari dukunnya biar laris. Begitu berita yang terdengar. Mbuh masalah dukun itu saya ga penasaran. Malah ga napsu makan jadinya 🙁

  2. makanan yang dijual sekarang, memang sudah banyak yang dicurangi, sebagian besar para pedagang hanya mencari untung tanpa memikirkan akibat yang akan diderita oleh konsumennya.

  3. Udaah … lain kali bikin sendiri aja yaa Fah. pukpukpukkk

  4. Ya Allah… jijik banget ya, harus ekstra hati2 memang kalo mau jajan, jangan sembarangan

  5. mwahaaa, kadang ada rambut, aku juga pernah makan tumisan di dlmnya ada ulat kemasak, beli lontong sayur juga gitu, udah deh ga pernah beli lagi..

  6. Euuuh. Grooooossss

  7. Aneh ya tissuenya utuh pula padahal udah kerebus. Warnanya gak berubah. Sereeem.

  8. hiyy jadi nggak napsu jajan lagi nih kalo begini 🙁

  9. kyaa horor… padahal aku demen banget cilok. semoga ga ada mahluk aneh di dalam cilokku

  10. serem… memang harus hati-hati banget ya kalau masalah makanan.

    belum lagi bahan2 yang seharusnya ga buat makanan ditambahin biar awet, biar warnanya bagus, biar ini itu. hiiii…!! makan di rumah leh sehat ya? meskipun bahan makanan mentahnya pun tak lepas dari banyak kasus serupa 🙁

  11. Hihihi…jadi inget pas jajan di sebuah warung di kampus pas saya kuliah dulu. Saya nemu apa? Kecoak di nasi yang saya beli.Lebih jijik lagi kan ini? Padahal warung makannya ramai banget. Kadi trauma deh mkn disitu lagi. Hihi, salam kenal ya mbk… 🙂

  12. ngeri ah… jadi takut beli cilok, padahal aku mah favorit banget sama cilok

  13. Huaaaa..ngeri banget itu mbak :((
    Untung udah lama gak jajan cilok lagi. Heuuuu..ngeriii

  14. kalau lewat tukang gorengan itu, aroma minyaknya saja udah nyesek banget, kebayang kandungan makanan yang digoren.
    Tapi banyak saja yang ngerubutin ya

  15. Makannya itu kenapa ibuku anti jajan diluar ya ini sebabnya mba….
    besok2 tak posting resep cilok, mampir ya

  16. paling enak beli resep, beli bahan, trus masak sendiri

  17. […] insiden cilok isi tisu, aku tidak pernah lagi makan cilok sampai berbulan-bulan. Masih trauma. Tapi, yah, memang dasarnya […]

  18. kalau temanku ada yang makan donat nemu plastik katanya. emang harus hati-hati sih ya sekarang beli jajanan, suka aneh-aneh. apalagi di tivi juga sering ada investigasi yang beginian. bikin tambah parno aja

  19. Mungkin itu cilok berhadiah yang jika beruntung akan mendapatkan tisu bertuliskan hadiah yang didapatkan di dalamnya hehehe.

    Kalo saya sendiri kayaknya baru pernah nemu steples sama rambut di makanan karena memang saya sih jarang jajan di luar

Leave a Reply

Required fields are marked*