Email profesional

Coba cek email kamu. Lebih banyak kerjaan atau email profesional bersifat promosi?

Jujur saja, email-ku lebih banyak berisi promosi. Aku mempunyai lebih dari 1 akun email. Salah satunya biasa aku gunakan untuk mendaftar ke toko-toko online

Hampir setiap toko online yang mempunyai website memberikan email promosi, ‘kan? Kecuali kalau kita unsubscribe.

Bukan hanya toko online, blog-blog pun terkadang mempunyai email promosi. Blog-blog luar negeri bagus banget loh kalau membuat email promosi.

Email mereka bukan sekadar menampilkan postingan terbaru. Kadang-kadang, bahkan nggak ada link ke postingan sama sekali. Walau begitu, email mereka bisa dibilang berkualitas.

Selain untuk komunikasi, email memang bisa menjadi salah satu media internet marketing

Internet, Primadona Promosi Kekinian

Rasa-rasanya, internet marketing sudah nggak asing lagi, ya? Perusahaan sudah banyak yang memanfaatkan internet. Promosi melalui internet memang menggiurkan. 

Beberapa alasannya antara lain: 

Internet marketing

  • 1. Murah

Dengan Rp20.000, kita sudah bisa promosi di Instagram. Kalau punya budget lebih, tentu bisa juga promosi di media lain, seperti YouTube. 

  • 2. Mudah

Darigadget pribadi pun bisa langsung posting promosi. Tinggal buat gambar, kata-kata, posting deh!

  • 3. Jangkauannya luas

Sekarang hampir semua orang menggunakan internet. Tinggal pilih saja target kebanyakan ada kanal mana. Lalu, langsung siapkan strategi.

  • 4.Lebih dekat dengan konsumen

Dulu, konsumen mungkin bingung kalau mau komplain harus ke mana. Sekarang, tinggal kirim email, kirim dm, bahkan kirim komentar.

Calon konsumen juga bisa lebih mudah bertanya sebelum membeli. Dengan membangun hubungan yang baik, penjualan pun bisa meningkat.

Mungkin masih banyak alasan lain internet menjadi pilihan utama media promosi. Manfaatnya banyak. Baik dari segi produsen, maupun konsumen.

Aku pribadi suka banget karena sekarang lebih mudah menghubungi merek-merek ternama. Mau nanya-nanya, komplain, atau apa pun tinggal klik-klik.

Makanya, kalau kamu punya brand, ayo, belajar internet marketing! Fighting!

Promosi Melalui Email 

Nah, salah satunya adalah melalui email marketing. Alias promosi lewat email.

Kedengarannya mungkin nggak se-“wah” promosi di Instagram atau media lalu. Tapi, jangan salah. Email juga membantu konsumen banget.

Tentunya, jangan sampai spam. 

Aku juga subscribe beberapa email promosi, loh. Sengaja. Bukan sekadar untuk mendapatkan promo murah. Beberapa email promosi banyak memberikan ilmu

Nih, kenapa email marketing sangat berguna untuk bisnis:

  • 1. Hampir setiap orang punya email

Pemilik smartphone sepertinya sudah pasti punya email, ‘kan?

  • 2. Akan tersimpan lama di akun email konsumen

Kalau email promosi yang kamu buat bagus, ada kemungkinan akan disimpan oleh konsumen. Nggak akan dihapus.

  • 3. Bisa dikreasikan sesuka hati

Mau membuat penjelasan yang detail bisa. Mau dikasih gambar bisa. Pokoknya, tinggal bagaimana kreativitas dalam membuat email.

Email profesional promosi

  • 4. Bisa langsung di-“klik”

Kalau email sudah menarik, konsumen pun ingin mudah masuk ke halaman web yang dipromosikan. Nah, di dalam email bisa dicantumkan link hidup. Konsumen nggak perlu muter-muter untuk menemukan link. Nggak perlu konsumen mengetik link tersebut secara manual.

  • 5. Bisa terasa lebih pribadi.

“Halo, Afifah!”

Berasa disapa banget, ‘kan? Iya, tau, itu ngirimnya pakai semacam mailing list. Bukan cuma dikirim ke 1 orang. Dan bikinnya nggak manual satu-satu. Tapi, disebut nama begitu kan kerasa lebih dekat. Ditambah kata-kata yang menarik, bisa jadi akan membawaku membeli apa pun yang ditawarkan.

Tips Promosi Lewat Email Profesional

Untuk membangun bisnis melalui email promosi, tentu nggak sekadar asal kirim email. Kalau asal, bisa-bisa dikira spam.

Aku mungkin bukan ahli promosi via email, tapi ini beberapa hal yang mungkin bisa digunakan. Mungkin bisa menjadi strategi promosi. Baik itu promosi toko online, promosi blog, promosi event, atau promosi lainnya.

1. Jangan kirim email kepada sembarang orang 

Beberapa bulan lalu, aku sering mendapatkan email dari toko buku online. Aku nggak kenal toko itu. Aku nggak kenal orang yang mengirim email. 

Mengganggu banget, deh. 

Bukannya ingin membeli bukunya, aku malah ingin jauh-jauh dari buku-buku itu. Email random justru menimbulkan ketidakpercayaan.

Hal yang ada dipikiranku adalah: kalau sampai mengirim email random gitu, kayaknya mereka nggak laku. Kalau nggak laku berarti kualitasnya …

Begitulah. Jangan mengirim pesan kepada orang sembarangan, ya.

2. Buat mailing list

Daripada mencari email orang-orang secara random dan mengirimkan sesuatu yang nggak mereka inginkan, mending membuat milis. Kirimkan email kepada orang-orang yang memang ingin mendaftar/menginginkan email itu. Caranya gimana supaya orang mau daftar? Nih, berikutnya poin 3.

3. Berikan gimmick

E-book gratis. Printable gratis. Tips gratis. Pokoknya yang gratis-gratis biasanya membuat orang tertarik.

Email Domain

Beberapa hari lalu, aku memasukkan alamat email-ku ke suatu website untuk mendapatkan daftar kosakata bahasa asing secara gratis. 

Mengimingi calon konsumen dengan sesuatu yang gratis adalah hal lumrah. Ajak mereka untuk mendaftar dengan “hadiah” sesuatu yang gratis. Ilmu gratis pun menyenangkan.

Tapi kan, kalau yang gratis itu sudah didapatkan, orang-orang bisa unsubscribe.

Makanya, lanjut ke poin selanjutnya.

4. Kirimkan email-email bermanfaat secara berkala

Kalau berdasarkan contoh di atas, pemilik website bisa mengirimkan email seputar grammar.

Kalau sesuatu yang dipromosikan terkait bunga, pemilik website bisa mengirim email tentang cara menanam bunga di musim hujan.

Pokoknya yang semacam itu. Nggak perlu terlalu panjang. Singkat saja. Kalau mau menarik pembaca untuk mengeklik web juga boleh. Misalnya, 300 kata disampaikan melalui email, sisanya ada di web. 

Gunakan gaya bahasa yang personal

Walaupun tujuannya untuk berbisnis, gaya bahasanya nggak perlu kaku. Contohnya:

Halo, Afifah! Bulan Juli kamu sudah siap untuk ujian level? Kami mau bantu kamu belajar.

Semacam itulah.

5. Gunakan alamat email profesional

Akui saja. Kalau kamu mendapatkan email berakhiran nama email gratisan, mungkin kamu akan kurang percaya. Email gratisan itu seperti gmail, yahoo, dll. 

Di sisi lain, kalau kamu mendapatkan email dari email domain dengan nama perusahaan, mungkin kamu akan lebih mudah percaya.

Contohnya:

halo@tokoceria.com, customersupport@roticinta.com. 

Melihat embel-embel @tokoceria.com dan @roticinta.com, konsumen akan lebih percaya bahwa email itu dikirim resmi.

Bagaimana cara mendapatkan email seperti itu?

Caranya adalah dengan mendaftar email professional.

Berbayar? Iya. Tapi, bayangkan saja perbandingannya. Berapa orang yang mau menanggapi email gratis yang tampak spam? Berapa orang yang akan menanggapi email yang terlihat profesional?

Kadang-kadang, seseorang lupa sudah mendaftarkan diri ke mana saja. Aku juga kadang-kadang lupa sudah pernah mendaftar untuk belajar apa saja. Lalu, kalau tiba-tiba muncul email dengan dari alamat gratisan, apakah aku nggak akan berpikir itu spam?

Sebagus-bagusnya email gratisan dikreasikan, aku akan lebih mudah percaya dengan email yang menggunakan domain nama perusahaan. Seperti @roticinta.com itu.

Dari rasa percaya, bisa muncul keinginan untuk klik-klik atau bahkan membeli sesuatu (untuk toko online).

Untuk itu, lebih baik membuat email profesional dengan nama domain sendiri.

Layanan ini bisa didapat di beberapa penyedia domain dan hosting. Kita tinggal mendaftar saja. 

Butuh website? Butuh domain, sih. Tapi boleh sekalian membangun website. Nggak apa-apa, ‘kan? Sekalian membuat website untuk bisnis. Website juga bisa mencitrakan kita lebih pro.

Kalau sudah mempunyai email dengan domain sendiri, tinggal diterapkan deh poin-poin di atas. 

Hal yang aku sampaikan mungkin belum seberapa. Tapi, ada 1 hal yang mungkin bisa menjadi tips paling utama: bayangkan sebagai konsumen.

Bayangkan Berada di Posisi Konsumen

Sejak tadi, aku selalu memberikan contoh dengan aku di posisi konsumen, ya? Soalnya, memang membayangkan di posisi konsumen adalah cara paling ampuh membuat keputusan bisnis.

Di mana aku akan mencari info tentang produk?

Tentu saja internet. Google dan media sosial.

Apa yang membuatku mudah menemukan informasi produk?

Aku akan lebih mudah menemukan detail produk yang aku cari di website resmi atau media sosial. Media sosial adalah etalase. Website adalah buku panduan.

Kenapa perlu email profesional? 

Karena aku nggak akan percaya email promosi dengan email gratis.

Ketika butuh menanyakan sesuatu, ke mana aku harus bertanya?

Tentu media sosial pilihan pertama. Tapi, kalau pertanyaan yang lebih detail, aku akan mengirimkan email. Aku akan mencari alamat email perusahaan/toko.

Alamat email seperti apa yang membuatku tergerak mengirimkan email?

Aku baru akan yakin email tersebut milik perusahaan/toko kalau alamatnya menggunakan domain perusahaan/toko.

Kalau tidak ada email demikian, kemungkinan aku akan tidak jadi bertanya. Bahkan, aku mungkin akan mencari merek lain.

Hal-hal semacam itulah. Pada dasarnya, kita tentu sudah sangat terlatih berperan sebagai konsumen. Kita adalah konsumen dan calon konsumen dari berbagai merek.

Sebelum membeli atau menerima suatu penawaran, kita tentu membutuhkan proses. Proses mencerna semua informasi. Membandingkan produk serupa. Dan semacamnya.

Konsumen kita pun demikian. Karena itu, kita bisa lebih dekat dengan konsumen kalau kita bisa memahami diri sendiri.

You may also like...

33 Comments

  1. Bener juga nih Mbaaa.
    Email juga menunjukkan jati diri dan keprofesionalan kita sih ya.
    Wajib bgt dipraktekkan buat yg berkiprah di kancah digital nih

  2. Antara email kerjaan dan email promosi , lebih banyak email promosi yang masuk ke kotak pesan aku. Hehehehe Hampir setiap hari dan apalagi kalo lagi ada promo-promo gitu, bisa terus masuk. Masalah aku abal-abal, emang aku lebih percaya yang pake email profesional, soalnya kan banyak juga penipuan di dunia digital.

    1. Sama, ya, banyakan promosi. Hehe.
      Iya, sekarang harus makin hati-hati di dunia digital.

  3. Eh betul itu, saya juga lebih percaya jika yang ngirim email promosi pakai domain nama perusshaannya. BTW masya Allah tulisannya bagus, Mbak. Good luck.

  4. Email memang bisa jadi semacam jati diri kita. Selain email yang terlihat profesional, kata-kata di dalmanya juga harus begitu. Saya seringkali tepok jidat kalau dapat email yang gaya bahasanya minta ampun

    1. Belajar menulis email juga perlu banget, ya.

  5. Nah betul mba dengan email profesional bikin trust buat konsumennya yah coba yang abal-abal manalah percaya, dan aku adalah tipe konsumen yang selalu klik promo dapa saja yang dikirim ke email wkwkwk

    1. Siapa tau ada yang bikin terpincut, ya. Hehe.

  6. Sepakat semua dengan point yang disebutkan di atas.
    Email pofesional itu bikin yang menerima merasa spesial dan juga lebih dipercaya.
    Gudlak ya, mba. Tulisannya informatif dan keren.

  7. Saya dulu beli domain di rumahweb, sebenarnya bisa bikin email pakai domain, tapi nggak kepake dong hahaha.
    Boleh juga tuh ya, kalau pakai domain kita lebih terpercaya sih ketimbang pakai gratisan hahaha

    1. Iya, boleh kayaknya sesekali dicoba, supaya usaha makin berkembang.

  8. Samaa… Aku juga sering subscribe email produk. Pengen selalu tau updatenya karena mereka biasanya memberi penawaran menarik lewat email. Sebaiknya memang pakai domain sih ya, biar terkesan lebih profesional.

  9. Email profesional sangat dibutuhkan bagi yang terjun di dunia bisnis ya mbak….karena ini juga menjadi brand atau jati diri pemiliknya. Aku juga sering dapat kiriman email promosi tapi kadang takut menanggapi…banyak email abal-abal yang saat ini mengatasnamakan brand sebuah produk…ini yg harus diwaspadai.

  10. Iyaa..saya sering terima email promosi..ada yg menarik tapi banyak juga yg nyebelin! Haha..

  11. Aku udah dari tahun 2010 emailnya pakai domain juga nih padahal belum dipakai buat bisnis eh tapi bogger juga profesional ya hehehe.
    Terima email promosi kadang ganggu banget suka gak aku baca langsung delete aja, makanya perlu taktik dan tips supaya menarik ya

  12. Jadi inget awal tahun 2000-an lagi booming banget mailing list ya. Aku suka banget baca tulisan2 di mailinglist itu. Sekarang udah jarang ya mailing list

  13. Iya kalau random kirim email jadi ilfil ya. Nyampah masuknya.
    Tapi kalau trik yg Mbak kasih masuk akal juga. Tertarik nih jadinya…

  14. Duh, kepengen banget deh bias bikin email yang professional begitu. Walopun aku belom bisnis dan marketing via email. Kudu belajar banyak nih.

  15. Ini bagus buat bisis atau personal yang mau menaikkan brandingnya gtu ya mbak? Dulu saya juga punya email utk toko online saya.
    jadi orang bisa langsung mengenali pengirim emailnya dan tahu maksudnya apa. Cuma usahakan sebisa mungkin kirim email bermanfaat dan hindari nyepam kebanyakan #imho

  16. Dulu pertama kali bikin email waktu masih SMP disuruh sama guru Tik tp udah itu aja gk tw mw diapain lgi, skrg sejak jd Blogger baru kerasa manfaatnya punya email

  17. nah aku pengen lebih profesional nih jadi kepikiran juga punya email bisnis

  18. iyak mbak betul sekali, email profesional sangat pas untuk marketing dengan cara berkirim newsletter dan mengumpulkan list building. semangat deh kita mengoptimasi emailnyaa 🙂

  19. Aku setuju tuh mbak buat mailing list daripada ganggu email yang selalu hadir. Apalagi kalau buat berkala mungkin orang juga akan senang menerima dan membaca emailnya bahkan tertarik dengan produknya.

  20. email yang professional dan berbayar memang lebih meyakinkan ya mba dibandingkan yang gratisan hehehe. Dampak dan impression yang diterima counterparts and clients memang beda ya

  21. Pengaruhnya memang lumayan loh alamat email yang menunjukkan profesionalitas kita.
    Ini aku rasakan saat berkirim banyak surat penawaran ke calon buyer di luar negeri. Kalau alamat emailnya masih pake email pribadi kan kurang menarik ya.

  22. Jadi inget email aku juga penuh dwngan promo deh..efektif ya mba? Ga pernah kubaca tapinya..

  23. Keceee bangeeet nih mbaa!
    Emang ya, udah sehatnya melek sama email professional. Jadi konsumen percaya sama layanan kita. Hal sepele yang sering diabaikan padahal penting banget!

  24. Blogger2 luar negeri banyak yang sudah memanfaatkan email seperti ini ya. Subscribernya secara berkala dapat email tentang update dan juga freebies terbaru.

  25. Punya email profesional untuk bisnis ini keren banget lho mba
    aku belum punya hahaha, aku pengen sih sebenernya tapi bingung ngebrand apa ya
    mulai ancang2 punya ah

  26. Email saya kebanyakan menerima promosi. Sudah banyak yang unsubscribe karena penuh terus dan bosan menerima email yang itu-itu saja.

  27. Bener banget aku tetarik juga mau beli email bisnis ini, lebih mudah dan gampang ya sista menarik konsumen

  28. Ouh jadi marketing juga merambah ke email ya, Kak
    Saya pikir selama ini email untuk pesan-pesan yang sifatnya pribadi dan urgent saja
    Ternyata jadi teknik marketing ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *