Kegiatan di rumah

Artikel ini terinspirasi dari bisikan teman-teman: yang sudah menikah, belum punya anak tapi sudah berhenti kerja, sehingga tiba-tiba dunia hampa; dan yang baru lulus, belum dapat kerja, dan bosan kalau setiap hari hanya mantengin situs pencarian kerja, mau melanglang buana tapi nggak enak kalau minta uang ke orang tua.

Kemudian, muncullah hari-hari yang “hanya” dinaungi atap rumah. Lalu, bilang bosan. Dan, kalau ditanya biasanya ngapain, jawabannya standar: nonton, buka medsos, tidur.

Aku mah heran, sih. Kenapa sih kalian bosan di rumah? Waktu baru lulus, aku juga pernah mendapat pertanyaan, “Nggak bosan di rumah terus?”. Jawabanku …

NGGAK!

Banyak banget yang bisa dilakukan di rumah. Kalau di rumah terus bisa dapat uang banyak nyaingin Pak Ciputra, aku mau-mau saja. Apa lagi, di era sekarang, nggak perlu keluar rumah sama sekali untuk mendapatkan makanan, ‘kan? Iya, kalau kaya raya.

Tapi, tolong, JANGAN pernah menanyakan hal itu ke orang yang baru lulus. Itu sama saja dengan nge-judge orang itu nggak nyari kerja. Sama dengan pertanyaan “kapan kerja?”. Lah, mungkin saja orang yang kalian tanya memang bosan, sayangnya, mau kerja tapi belum ada kerjaan. Mau jalan-jalan mungkin nggak boleh atau nggak ada dana. Pokoknya, silakan cari pertanyaan lain. Pertanyaan kenapa laut Indonesia luas banget, misalnya.

Sebetulnya, daripada baper kalau ditanya “nggak bosan di rumah terus?”, ya memang harus bikin diri sendiri nggak bosan. Buat yang masih berusaha mengubah status dari mahasiswa-bukan-karyawan-belum menjadi pekerja kantoran, anggap saja waktu dalam ketiadaan panggilan interview adalah waktu-waktu untuk upgrading diri. Sama juga, sih, dengan para ibu rumah tangga yang belum mempunyai anak. Selagi ada waktu luang, yaaa kan bisa ngapain gitu.

Ini beberapa kegiatan di rumah demi hidup nggak monoton.

Belajar

Kegiatan di rumah

Sekarang ini, mau belajar sesuatu bisa saja tanpa perlu keluar rumah. Sumber gratisan banyaaaak, sumber yang berbayar untuk lebih serius juga ada, dong. Belajar sendiri, bisa. Mau belajar bersama, banyak yang menawarkan berbagai kelas.

Banyaaaaak banget hal yang bisa dipelajari. Mau belajar yang serius atau belajar untuk senang-senang, bisa banget untuk mengisi waktu luang. Misalnya, belajar bahasa. Lumayan banget, loh. Banyak pekerjaan yang nggak butuh nama jurusan, tapi “cuma” butuh sertifikat.

Belajar yang ringan-ringan juga menyenangkan. Belajar menggambar, belajar menjahit, belajar fotografi, belajar bikin kelereng, apa sajalah. Nggak perlu berekspektasi langsung bisa kayak tutorial di YouTube. Kalau gitu mah, yang ada capek hati. Para pakar yang sudah berbagi tutorial di YouTube juga tadinya nggak langsung bisa sebagus itu kali, ah.

Mempelajari hal baru hampir pasti nggak akan bikin menyesal. Semakin banyak belajar, semakin kerasa dunia ini luas, semakin ingin menyelam dalam pengetahuan.

Menjadi Freelancer

Sudah bukan saatnya lagi di rumah = nggak bisa menghasilkan uang. Coba saja buka situs-situs freelancer. Banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah.

Merasa nggak punya keahlian? Balik lagi, belajar.

Merasa nggak ada pekerjaan yang sesuai minat? Please, deh, hal-hal di luar rumah juga belum tentu menuruti minat kalian.

Hidup ini punya 2 pilihan: mengeluh atau berusaha. Bahkan, orang yang bekerja sesuai minat pun, belum tentu nggak pernah menemukan sesuatu untuk dikeluhkan, tapi kan yang penting berusaha dan mengubah keluhan menjadi pengalaman baru yang menambah plot kehidupan semakin menarik.

Ibadah

Yaaaah, sok religius sekali aku. Tapi, aku sering dengar “bosan nonton terus”, “bosan melakukan hal sama terus”. Pertanyaanku: di dalam kegiatan membosankan itu, berapa banyak yang sudah digunakan untuk ibadah?

Bosan nonton tapi pas adzan, pas sedang nonton video durasi 10 menit dan tersisa 3 menit, lalu muncul kalimat, “Nanggung, sebentar lagi.”

Belum lagi, waktu-waktu yang mungkin bisa digunakan untuk menghapal Al Quran (bagi yang beragama Islam), menambah ilmu agama (tentunya, dari sumber yang benar), dan lainnya. *ngaca*

Mungkin kebosanan kalian di rumah tuh sebetulnya “waktu luang” yang dikasih Allah untuk ibadah. Wallahualam.

Baca Buku

Kegiatan di rumah

Karena aku kenal banyaaak pencinta buku, aku sering banget membaca kalimat semacam: Mau banget deh kalau baca buku aja bisa dibayar.

Baca buku yang diinginkan, tentunya. Editor dan proofreader baca buku dan dibayar tapi mungkin bukan buku yang sebenarnya mereka inginkan, ‘kan? Hehe.

Buku di dunia banyaaaak banget. Artinya, banyak cerita yang bisa diselami. Sampai ada ungkapan: So many books, so little time. Apa lagi, sekarang banyak banget penyedia layanan perpustakaan digital. Ada yang berbayar, ada yang gratis. Untuk mencari buku-buku menarik tinggal menggerakan jari. Pun, kalau mau baca buku fisik, tinggal menggerakkan jari, ‘kan?

Ikut Komunitas Dunia Maya

Bertemu orang-orang dengan minat yang sama sekarang semakin mudah. Tinggal cari saja komunitas yang diinginkan. Mau bikin komunitas juga bisa saja.

Komunitas juga memungkinkan kita untuk terus upgrading diri. Kalau komunitas yang kita ikuti memang untuk menampilkan karya, pasti mau dong karya kita diapresiasi. Kalau komunitas untuk sharing-sharing saja, beruntung juga mendapatkan ilmu gratis.

Nggak punya hal yang diminati banget sampai nggak kepikiran mau ikut komunitas apa? Ummm … aku nggak tau, ya. Aku selalu bingung dengan orang yang nggak punya minat. Mungkin saja memang belum menemukan kesungguhan. Jalannya sih, yaaa, coba-coba saja.

Bikin Bank Sampah

Sampah doodle

Mumpung nggak berkutat dengan 6 jam perjalanan. Mumpung nggak berkubang 8 jam di kantor. Kalian bisa selalu siap sedia kalau ada warga sekitar yang mau mengumpulkan sampah anorganik.

Kalau bingung mengolahnya, bisa saja kalian mengumpulkan sampah terpilah dari warga tapi nanti kalian salurkan lagi ke bank sampah yang lebih besar. Kadang-kadang, malesin banget loh untuk berangkat ke bank sampah. Masa “buang sampah” saja mesti jauh-jauh. Atau, kadang-kadang memang nggak ada waktu karena bank sampah hanya buka di hari atau jam tertentu. Jadi, “di rumah terus” juga mendatangkan keuntungan bagi lingkungan.

Dan, pergi ke bank sampah besar adalah tiket kalian untuk keluar rumah dengan alasan yang jelas. Hahaha.

Sudah, ya, segitu saja yang bisa aku sebutkan. Malas ngetik panjang. Sebetulnya kan menangani kebosanan tuh bergantung masing-masing orang. Intinya, kreatif-kreatif saja. Kreatif memikirkan solusi yang paling tepat.

Dunia ini luas banget. Melalui kotak 5.5 inches saja, kita bisa melihat luasnya dunia. Dan, kadang-kadang, keterbatasan bisa terlihat sebagai peluang.

 

You may also like...

25 Comments

  1. Wah kalo di rumah sih ada banyak yang bisa dikerjain. Yang utama mengerjakan urusan beberes rumah, selain itu ya bisa nulis, nonton film, baca buku, nyantai2 hehe atau nyoba2 resep makanan buat camilan keluarga 🙂

  2. Banyak banget yang bisa dilakukan di rumah memang mba. Dan kadang ada saja yang harus dilakukan di rumah karena banyak kerjaan. Bahkan bisa menghasilkan uang dari rumah ya , mba 🙂
    Sukses selalu ya mba

  3. Ah jd inget jaman baru lulus dulu. Ditanyain tetangga melulu soal nggak bosen di rumah terus. Aku sih nggak bosen waktu itu. Selama masa berusaha mencari kerja setelah lulus kuliah, aku manfaatkan betul buat bantu2 orangtua sama melakukan aktivitas yang aku suka.

  4. Setuju nih Mbak, justru di rumah tuh gak bakalan habis yg bisa dilakukan.. Lebih syiibuukk dari orang kerja kantoran malah. Tp lebih asyik klo udah bisa menemukan apa yg bisa dikerjakan dari rumah, bisa kerja sambil dasteran pula tp tetap menghasilkan. Upsss.

  5. Aku ini juga ditanyain tetangga2, kok di rumah terus? Gak kerja? Ke sana lho gajinya banyak #Sotoy
    Padahal ya di rumah juga nyambi kerja. Mereka enggak tau aja

  6. Di rumah saya jadi blogger mbak dan crafter ya sambilan jaga anak dan bisa menghasilkan hehe. Kalau kegiatan yang paling menyenangkan itu adalah baca buku rasanya tenang dan bisa nambah wawasan.

  7. Banyak sekali emang yang bisa dikerjakan dari rumah, Mbak. Termasuk untuk ibu2 muda yang masih usia produktif. Pengin bekerja tapi ngga kuat ninggalin anak2, bisa juga ngerjain seperti poin2 yang mba beber di atas. Tapi sayangnya, untuk yang belum menikah atau sudah menikah tapi belum punya anak & sudah resign, biasanya yang bikin ribut itu malah ring 1 keluarga inti. Kadang, yang namanya orang tua, itu kan masih old school. Taunya kerja ya di kantor. Jadi kalau liat anaknya di rumah aja, dikiranya ngga ngapa2in gitu. 🙁

  8. Zaman sekarang gak adalagi ya alasan di rumah bingung mau ngapain, hehehe.
    Bahkan gak ngapa-ngapain juga ada kerjaan rumah seabrek.
    Kalaupun kerjaan selesai banyak hal yang bisa dilakukan.
    Ngurus rumah juga adabayarannya kok, bayarannya minimal ga perlu bayar ART hehehehe

  9. walaupun hanya dirumah tetep harus bisa berkarya ya mba.. banyak hal hal yang bisa dilakukan.. mulai dari hal sederhana, InshaAllah jika dilaksanakan dengan niat baik, tulus, ikhlas hasilnya juga baik ya mba.. more produktif walaupun hanya dirumah saja

  10. Jadi narablog mah tak akan bosan, Teh. Selalu ada banyak hal yang bisa dan harus dilakukan. Kalau menganggur dianggap karena tak kerja kantoran, ‘kan masih bisa ngantor di rumah. Kayak saya, ha ha.
    Baca, nonton, makan, tidur, menulis, berinteraksi dengan teman nyata dan maya, atau ikut beragam kursus bermanfaat bisa jadi alternatif.
    Yah, agar menunggu panggilan kerja tak terasa lagi. Waktu yang ada bisa dilakukan untuk hal produktif.

  11. Sampai sekarang saya masih jadi orang yang lebih betah di rumah daripada keluar. Apalagi kalau keluar nemunya jalanan macet terus. Di rmh saya seneng beres2, menggambar, baca buku, nulis dan kadang bikin craft.

  12. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di rumah ya sekarang, pilihannya gak terbatas juga. DI rumah kita juga bisa buka peluang usaha

  13. Alhamdulillah ya Mba banyak kegiatan yang bisa dilakukan
    apalagi saya ibu rumah tangga, menjalani dengan rasa senang dan bersyukkur

  14. Kalau zaman dulu, aku belum kenal internet, memang agak susah untuk betah di rumah, hahaha…
    Tapi, saat ini, rasanya 24 jam gak cukup di rumah, tsaaah!
    Setuju, menurutku untuk saat ini, iya, ada banyak yang bisa dilakukan di rumah!
    Menjadi freelancer seperti blogger saja sudah sangat-sangat menyita waktu ya.
    Mau tahu tentang apa, bagaimana caranya, cuma modal jari doang, klik, taddaaaa, semua langsung instant tersedia.
    Setuju?

  15. Gak bosen mbak belajar wkwkwk
    Seneng banget baca ini. Semangatnya dapet banget. Sukses selalu yaa.

  16. Bener banget kak, kita yang dirumah juga ga akan mati gaya asal tau caranya ya kak, ada banyak banget aktivitas yang bisa kita lakuin di rumah ya…

  17. Di rumah justru kerjaan gak kelar kelar.
    Kalau bosen ya pasti bosen lah, kan gak semua orang 24/7 di rumah terus. Pasti keluar entah itu ke pasar atau sekedar ke warung buat beli micin, hehe

  18. Betuuulll…di rumah saja tuh tetep ya bisa beraktivitas dengan banyak ragamnya. Aku aja yg habis resign berasa ga cukup waktunya ngerjain ini itu di rumah :))

  19. Yaak…bener.
    Tapi bagi orangtua jaman dulu, kalo kerja di rumah itu sama dengan gak kerja.
    Karena gak dandan necis gituu…

    Pola pikir siih yaa..
    Semoga berkah apa yang dikerjakan. Jadi segalanya bernilai kebaikan.

  20. Banyak sekali hal penting dan bermanfaat yang bisa dilakukan untuk kita semua selama di rumah. Aku yg full time working bener – bener menikmati

  21. Meski di rumah tapi masih bisa ngapa2in kok. Aku pun sekarang sdh 6 tahun kerja dari rumah. Komentar orang sih banyak, tapi biarin aja deh. Cuekin aja

  22. Iya sebenarnya banyak banget yg bs kita lakukan di rumah ya..intinya ada kemauan dan berkreativitas

  23. Aku kalo dirumah paling suka bikin cemilan, merawat tanaman hampir nggak pernah mba kalo buka buku

  24. Waduh, baru tahu aku di rumah bisa sesibuk itu…. Tapi mank benar ya kak, banyak gratisan yang bisa kita pelajari juga jadi di rumah bukan halangan tuk sukses

  25. Dari rumah ku bisa melakukan semuanya dan gak perlu mikirin cuti kalau mau pergi-pergi hahhaa…
    Sebetulnya gak bosan kalau kita bisa menyiasatinya dengan kegiatan yang kita suka 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *