Pasien diabetes bisa puasa dengan syarat-syarat tertentu. Perlu diketahui juga risiko hipoglikemia dan cara penanganannya supaya puasa lebih lancar.

Sebentar lagi bulan Ramadan. Umat Muslim menyambut dengan suka cita dan bersiap untuk melakukan ibadah puasa. Tidak terkecuali mereka yang diabetes. Tentu mereka tidak ingin melewatkan kesempatan ibadah ini hanya karena diabetes.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai bagi penyandang diabetes melitus yang ingin berpuasa adalah hipoglikemia. Well, orang biasa pun bisa saja terkena hipoglikemia. Apa lagi seseorang dengan diabetes, terutama diabetes melitus tipe 2.

Mengenal Hipoglikemia

Hari Jumat, 26 April 2019 lalu, aku berkesempatan hadir dalam talkshow “Kontrol Gula Darah, Raih Berkah Ramadhan – Waspada Hipoglikemia saat Berpuasa”. Rasanya, seperti me-refresh materi kuliah yang sudah terpendam jauh karena bertahun-tahun sudah tidak dipelajari lagi. Hehe.

Pembicara dalam talkshow ini adalah:

  • Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD. Dokter spesialis endokrinologi dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayans Bali.
  • dr. Suria Nataatmadja. Medical Affairs Director Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia.
  • Machrosin. Pasien diabetes.

Untuk lebih mengetahui syarat diabetes bisa puasa, kita harus mengetahui dulu pengertian hipoglikemia. Hipoglikemia adalah keadaan kadar gula darah kurang dari normal atau kurang dari 70 mg/dL. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala: lemas, kelaparan, kesemutan, sulit konsentrasi, berkeringat meskipun di ruangan ber-AC.

Hipoglikemia pada penderita diabetes juga menyebabkan mood swing parah. Bahkan menurut Mas Machrosin, mood swing hipoglikemia pada diabetes lebih parah daripada cewek PMS. Sampai ada ungkapan:

You deserve me if you can handle me when I’m low.

Kata “low“-nya literally kadar gula darah turun. Aku nggak bisa bayangin. Aku saja kalau gula darah turun akibat belum makan, bisa bad mood. Gimana dengan yang hipoglikemia?

Itu belum tahap parah, loh.

Pada tahap lebih parah, hipoglikemia bisa mengakibatkan kejang dan pingsan atau koma. Yang seperti ini bisa terjadi kalau hipoglikemia yang “baru sekadar” mood swing dsb tidak ditangain. Atau, ada juga orang yang memang tidak begitu merasakan gejala tahap awal. Mungkin karena terbiasa lemas atau semacamnya. Mungkin karena syarafnya terganggu. Karena itu, selain melihat gejala awal, melakukan pengecekan rutin juga perlu.

Siapa Saja yang Berisiko Hipoglikemia?

Seseorang yang mempunyai pola makan tidak teratur atau terlalu sedikit, rentan hipoglikemia. Ini bisa terjadi pada orang tanpa diabetes dan risiko meningkat pada orang dengan diabetes melitus. Untuk itu, sebelum mempertimbangkan pengidap diabetes bisa puasa atau tidak, perlu lebih dulu mengetahui resiko hipoglikemia.

Penggunaan obat diabetes melebihi dosis pun bisa menyebabkan hipoglikemia. Ketakutan gula darah melonjak, bisa membuat seseorang mengonsumsi obat berlebihan. Akibatnya, kadar gula darah justru menurun drastis dan menyebabkan hipoglikemia.

Pasien usia lanjut pun rentan mengalami hipoglikemia. Sangat mungkin hipoglikemia yang dialami langsung pada tahap berat. Gejala ringan seperti kesemutan atau lemas terkadang dianggap sesuatu yang biasa oleh pasien. Karena itu, tiba-tiba saja bisa langsung memasuki tahap berat seperti kejang atau hilang kesadaran.

Penyakit penyerta seperti penyakit ginjal atau penyakit hati pun memberikan kontribusi bagi hipoglikemia. Penyakit pembuluh darah dan kelainan saraf tepi juga meningkatkan risiko hipoglikemia.

Aktivitas fisik pun perlu diperhatikan dengan baik. Aktivitas fisik yang terlalu berat bisa membuat hipoglikemia semakin mengintai. Dan tentunya, kebiasaan mengonsumsi alkohol juga menjadikan risiko hipoglikemia meningkat.

Apakah Pasien Diabetes Bisa Puasa?

Penggunaan obat bisa berpengaruh pada risiko hipoglikemia. Pasien diabetes melitus tipe 2 mempunyai banyak variasi pengobatan, berbeda dengan pasien diabetes melitus tipe 1 yang biasanya hanya berupa injeksi insulin.

Pada tabel berikut, pasien diabetes melitus tipe 2 dengan obat kategori netral umumnya aman untuk berpuasa, middle perlu diwaspadai, dan moderate kemungkinan tidak dianjurkan berpuasa.

Mencegah hipoglikemia

Pasien bisa berkonsultasi kepada dokter mengenai obat-obatan tersebut. Kalau obat yang biasa diberikan berada di kategori middle atau moderate, bisa ditanyakan apakah mungkin mengubah obat untuk kelancaran berpuasa.

Berdasarkan studi Aravind SR pada tahun 2011, 20% dari 1378 pasien diabetes melitus tipe 2 mengalami hipoglikemia ketika mengonsumsi sulfonilurea selama bulan Ramadan. Lalu, diadakan perbandingan dengan konsumsi DPP4i. Hasilnya, penggunaan DPP4i menurunkan risiko hipoglikemia sampai 50% dibandingkan konsumsi sulfonilurea.

Selain, pengaruh obat, berikut pasien yang boleh berpuasa dan tidak boleh berpuasa.

Diabetes bisa puasa

Pasien diabetes bisa puasa. Tapi, sebaiknya, pasien diabetes melitus berkonsultasi dulu dengan dokter. Apa pun kondisinya. Apa pun tipe diabetesnya: diabetes melitus tipe 1 ataupun diabetes melitus tipe 2. Kalau dokter menyarankan tidak puasa, ya sudah, ikuti saja. Toh, bisa diganti dengan membayar fidyah atau meng-qadha puasa di hari lain kalau nanti mampu.

Pertolong pada Hipoglikemia

Walaupun sudah berusaha mencegah, mungkin saja hipoglikemia tetap terjadi. Karena itu, perlu diketahui juga cara penanggulangannya. Hipoglikemia yang dibiarkan bisa sangat berbahaya.

Kalau menemukan seseorang yang mengalami hipoglikemia, kalau orang itu masih sadar dan bisa makan/minum, segera berikan asupan karbohidrat. Seperti air gula, nasi, jus, roti. Bagi yang mempunyai keluarga dengan diabetes, hal semacam perlu selalu diingat. Saling mengingatkan antara keluarga dan pasien. Kalau pasien harus pergi ke suatu tempat sendiri, selalu bekali dengan sesuatu yang bisa membantunya mengatasi hipoglikemia. Kalau dia nggak mau bawa bekal, paksa sajalah. Hehe.

Yaaah, pasien diabetes kan bukan terbaring di tempat tidur seperti pasien DBD. Penderita diabetes masih dapat melakukan aktivitas secara normal seperti pergi bekerja atau sekolah, atau mungkin traveling. Jadi, ada kalanya pasien diabetes harus menjaga dirinya sendiri juga.

Kalau pasien sampai tidak sadarkan diri atau sadar tapi tidak mampu minum, langsung saja bawa ke layanan kesehatan terdekat supaya diberikan infus dextrose 40%. Jangan dipaksakan untuk minum kalau pasien tidak bisa minum. Bisa-bisa, justru risiko tersedak.

Mencegah Hipoglikemia

Walau sudah tau cara-cara mengatasi hipoglikemia, maunya kan nggak hipoglikemia, ya. Untuk itu, berikut beberapa cara untuk mencegah hipoglikemia:

  • Pola makan seimbang
  • Aktif beraktivitas fisik, tapi tidak berlebihan
  • Rutin memantau kadar gula darah karena kadang hipoglikemia kurang disadari dan tahu-tahu sudah parah.
  • Mengonsultasikan mengenai obat pemicu insulin kepada dokter.

Bagi yang tidak menderita diabetes, tetap selalu pertahankan gaya hidup yang baik, yaaa. Rajin-rajin cek kadar gula darah. Cek lain-lain juga perlu sih untuk mengetahui kesehatan kita, seperti cek kolesterol dan cek hemoglobin.

Cek lingkar perut juga perlu. Hihi. Pasalnya, lingkar perut yang melebihi batas normal meningkatkan risiko diabetes. Cara mengukur lingkaran perut bisa dengan meteran seperti yang digunakan tukang jahit. Ukur lingkaran di antara lengkur iga dan tulang pinggul.

Kalau hasilnya lebih dari normal, syok boleh sih, tapi lanjut dengan terus melakukan gaya hidup sehat, ya. Kan belum tentu diabetes.

Pas puasa nanti, buka puasanya santai saja. Jangan kalap segala dimakan. Demi mencegah penyakit. Kan puasa harusnya sarana ibadah dan menyebatkan diri.

Pokoknya, pasien diabetes bisa puasa, asalkan sudah berkonsultasi ke dokter dan selalu menjaga gaya hidup. Kita pun yang tidak mengalami diabetes *semoga*, perlu tahu cara penanganan hipoglikemia. Barangkali kan kita menemukan seseorang yang mengalami hipoglikemia dan perlu pertolongan. Atau, yaaa, bahkan kita pun bisa saja mengalami hipoglikemia kalau gaya hidup kurang sehat. Jadi, mengetahui cara penanganan sangatlah penting.

You may also like...

24 Comments

  1. Mba, mertuaku tuh diabetes dan selama ini beliau juga masih belum tahu apakah bisa berpuasa atau tidak. Tapi mengingat usia beliau yang uzur, memang kayaknya juga tetap harus konsultasi dengan dokter

  2. ini PR banget buat aku juga, tentang pola makan yang seimbang, karena kadang asupan serat, buah, jadi kurang karena kebanyakan karbo.

  3. Bibiku terkena diabetes kak tapi dia rajin puasa, dia sering makan sayur dan jarang makan nasi. Tapi beliau tetap kuat pas puasa senin kamis

  4. TFS mba..jadi tahu pentingnya cek kadar gula darah kita. Dan utk penderita diabetes ternyata boleh berpuasa apabila diperkenankan oleh dokter ya…

  5. Aku malah pernah curiga sama diri sendiri, jangan-anagn kebanyakan gula di tubuh, heehe. Ternyata alhamdulllai pas cek darah, nggak kelihatan ada amasalah

  6. Wah Alhamdulillah dapet ilmu baru super berfaedah seputar gula darah dan diabetes setelah baca postingan ini. Ternyata pengidap diabet boleh puasa juga yah mbak.

  7. aku sudah lama banget nggak pernah cek gula darah, padahl meski rasanya sehat tetap harus cek rutin untuk pencegahan yaa..

  8. Aku dulu rajin banget check kadar gula darah mbak, tapi sekarang malah udah jarang. Lihat foto ngukur pinggang, jadi minder ukuran pinggangku pasca melahirkan gede banget haha. Mau cek gula darah juga ah.

  9. Hadoh, aku langusng ngecek lingkar perut pakai meteran tukang jahit, dan syediih, lebih ternyata. Aku emang masih males olahraga siii. Mesti semangat lagi nih biar gak kena diabet dan hipoglikemia, huhu

  10. Iya ya sebetulnya kalau shaumnya sesuai sunnah yg sakit aja bs jd sehat…krn hadist nabi kan berpuasalah niscaya kamu sehat…hehe

  11. duh, diingetin lagi nih aku untuk selalu ngontrol gula darah. Bia badan selalu sehat dan bugar ya. Semoga puasa nanti jadi titik awal ngatur pola makan yang bener. Dan mantau gula darah juga

  12. Ibuku penderita diabetes tapi tetap bisa puasa. Yang penting sih asupannya dikontrol dan sering kontrol juga ke dokter

  13. Betul banget Mbak, untuk yang memiliki DM, jangan keburu putus asa nggak bisa berpuasa, tapi kudu bener2 perhatian sama kondisi tubuh ya. Supaya bisa jalan ibadah maupun tetap terjaga kesehatannya….

  14. jaman sekarang penderita diabetes gak cuma orang tua tapi juga anak muda makanya kita harus aware sama urusan gula darah

  15. Buat penderita diabetes emang sebaiknya ada ekstra kehati2an dalam puasa. Tapi insyaAllah akan baik2 aja asalkan sebelumnya kontrol ke dokter dan menerapkan pola makan dan lifestyle yg sehat ya mbak..

  16. Serem yaa, kak…
    Nikmat makan dan minum kalau sudah dicabut begini, jadi mesti lebih hati-hati dan dikontrol makanannya.
    Aku auto ambil meteran buat ngukur lingkar perutku.
    Huuhuu~

  17. Pemberian air gula itu bisa jadi pertolongan pertama ya Mba, penting bgt ini diketahui gak hanya pasien tp juga keluarga. TFS Mba

  18. Uniek Kaswarganti

    Kakak sulungku penderita diabetes, dia tetap puasa sih. Udah bertahun2 alhamdulillah tidak mengalami hipoglikemia. Mungkin karena dia tidak DM tipe 2 kalik yaaa…

  19. nah, emang kuncinya kalau orang yang diabetes ini kudu mengontrol diri dan kesehatannya . mantab informaisnya mba.
    Mamaku juga diabetes soalnya

  20. Iya diabetes bisa puasa selama dia bukan pasien yang harus rutin terapi insulin dan harus dengan perawatan dan pengawasan dokter ya

  21. Pola makan kalau udah usia 45+ emang harus bisa kontrol ya, Mbak. Supaya seimbang. Dan aku baru tahu kalau perlu cek lingkar perut juga untuk penderita penyakit ini.

  22. Berpuasa sangat dianjurkan lho buat kesehatan tubuh, tapi tetap jadi pola makan yg seimbang. hipoglikemia emang berbahaya. yang penting ikuti ajuran berpuasa yg baik., biar tetap seimbang.

  23. Wah saya baru tahu tentang hipoglikemia ini mbak. Informatif banget nih. Jadi kalau penderita diabetes melitus bisa ikut berpuasa tapi… harus sesuai dengan anjuran dokter ya.

  24. Wah, ilmu baru nih. Terima kasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *