Opinion

Diah Kusumastuti, Blog untuk Berbagi Cerita │ Sabtu Kenalan

 

deka

 

Rasanya sudah bertahun-tahun rubrik ini tidak jalan. Maafkan aku yang sok sibuk ini. Daripada nanti makin sok sibuk, harus banget dipaksakan menulis. Mumpung masih suasana lebaran.

Lebaran identik dengan warna hijau, kan? Kali ini, kita aka berkenalan dengan Mbak yang latar belakang blognya berwarna hijau. Memang tidak ada hubungannya dengan lebaran, tapi hubung-hubungkan saja, deh.

Namanya Diah Kusumastuti. Mbak yang satu ini sering muncul di timeline Instagram-ku. Awalnya, aku rancu dengan Mbak Deka Amalia, founder Women Script Community, karena nama akunnya sama-sama “Deka”. Kebetulan, Mbak Deka Amalia juga tidak menggunakan username yang panjang di Instagram. Dilihat-lihat, kok gayanya berbeda? Waktu aku kepo, ternyata aku itu milik Mbak Diah Kusumastuti. Aku sempat loading, kok jadi nyambung ke Deka? Oh, iya. ini sialnya kan DK, atau dibaca de-ka. Hehe.

Mbak Diah Kusumastuti atau Mbak Deka mempunyai blog yang beralamat di www.dekamuslim.com. Sudah TLD. Kalau begitu, boleh, ya, kita intip DA dan PA-nya.

mozcom

Waaah. DA-nya sudah di atas 20. PA-nya juga sudah tinggi. *Kemudian lihat DA dan PA sendiri*. Huhu. Yah, pokoknya, semoga DA dan PA itu bisa terus dipertahankan, bahkan mungkin ditingkatkan ya, Mbak Deka. ^^

sabtukenalan(1)

Begitu memasuki blog Mbak Deka, kita akan disambut dengan judul blog “Berbagi Cerita”. Mbak Deka memang pada dasarnya menulis blog untuk berbagi cerita. Karena itu, judul blognya pun Berbagi Cerita. Judul yang sederhana, tetapi mudah diingat, ya.

Latar belakang blog Mbak Deka berupa pepohonan. Aku langsung ingat Kebun Raya Bogor (orang Bogor banget, sih, Fah).

Berhubung aku anaknya songong dan sotoy, aku suka gemas melihat blog yang latar belakang tulisannya bukan putih atau saudara-saudaranya putih. Rasanya, ingin membisikkan kata-kata cinta untuk pemilik blog. Membaca buku saja lebih enak kalau kertasnya putih, kan. Setidaknya, putih gading atau semacamnya.

Untungnya, kesongongan dan kesotoyan itu tidak muncul ketika berkunjung ke blog Mbak Deka. Walaupun latar belakang blog berupa pepohonan, latar belakang tulisannya berwarna putih. Terima kasih banyak, loh, Mbak Deka. Hanya saja, versi mobile-nya masih memakai latar belakang tulisan yang berwarna kelabu. Aku pribadi mudah jenuh kalau melihat tampilan seperti itu. Aku pribadi, loh, ya. Mungkin kan selera orang berbeda-beda.

Lagian, aku ini siapa, sih? Kok suka banget nilai tampilan blog orang. Hehe. Lebih penting mah konten tulisan, kan, ya. Nah, kalau konten, aku yakin blog Mbak Deka sudah oke.

Mbak Deka sudah mengukir beberapa prestasi dari blogging. Di antaranya adalah lomba yang aku kalah. Entah karena tulisanku memang kurang pas, atau karena . . . accident. Aku baru sadar kalau tulisannya masuk ke draft lagi di detik-detik terakhir pengumuman. Jedeeer! The perk of pakai hp touch screen. Tapi, aku suka kok pakai hp touch screen. Ini kok malah aku jadi curhat (dan malah nyalahin hp).

Anyway, selamat untuk Mbak Deka atas semua prestasinya.

Beberapa achievement Mbak Deka terpampang di bagian “Tentang Saya” blognya. Aku tidak akan menuliskannya di sini. Kalau mau tahu, lebih baik langsung mlipir ke si empunya.

Secara umum, blog Mbak Deka isinya gado-gado. Ada positive story, cerita jalan-jalan, review buku, dan lainnya.  Mbak Deka juga termasuk blogger yang rajin ikut giveaway yang diadakan blogger lain. Mbak yang satu ini betul-betul menerapkan yang namanya “berbagi cerita”. Berbagi cerita kan tidak dibatasi seperti apa isinya, ya, selama hal baik bisa tersampaikan (eh, itu kan batas juga).

Segitu dulu ceritaku tentang Mbak Deka, ya. Kalau mau intip social media-nya, bisa di:

Facebook: Diah Kusumastuti
Instagram dan Twitter: @dekamuslim
 
Have a nice day, ya!

You may also like...

2 Comments

  1. Blognya mba Deka gado2 tapi enak dibaca ya..

  2. Kepo, nih… emang lomba apa, Mbak, yang accident itu? Ya untung ada accident, yah, jadi aku punya kesempatan menang lebih besar #eh 😀
    Btw, makasih banget yaa udah mengulas tentang blogku (yg emang kurang enak dipandang itu… dan aku belum bisa memperbaikinya 🙁 ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *