Sebelum mulai, aku sebetulnya rada “gatal” dengan judul artikel ini. Campur-campur antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Mau pakai bahasa Indonesia semua, kok sepertinya akan panjang? Mau pakai bahasa Inggris saja, kok kurang nyambung dengan artikel yang menggunakan bahasa Indonesia?

Ya sudahlah, ya.

Jadi, aku mau kasih tahu hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di grup Whatsapp, alias etika di grup Whatsapp.

Aku nggak akan membagi artikel menjadi bagian dan “do” saja dan “don’t” saja. Semua aku satukan. Toh, aku yakin pembaca akan paham. *bilang saja malas membagi-bagi*

Jadi, inilah beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di grup Whatsapp.

Tentang Perkenalan

Begitu masuk grup, apa yang sebaiknya dilakukan? Diam? Berkenalan? Atau …?

Menurutku, ini tergantung grupnya. Ada grup yang memang sebainya diam. Ada juga yang perlu perkenalan.

Berdasarkan pengalaman, grup proyek atau pekerjaan tertentu sering kali admin malah menegur kalau terlalu banyak chat, termasuk chat perkenalan. Soalnya, chat semacam kadang-kadang bikin brief tenggalam. Ditambah, mungkin menganggu orang lain karena banjir chat. Apa lagi, kalau pakai acara bikin daftar media sosial padahal admin nggak menyuruh. Kasihan juga admin yang mungkin grupnya lebih banyak daripada kita. Chat-nya makin penuh.

Jadi, aku sih mending diam saja dulu. Kalau mau berterima kasih, kan bisa lewat japri atau kalau ada saat-saat tertentu ketika boleh banjir chat.

Lain halnya dengan grup komunitas. Biasanya justru perlu perkenalan. Tujuannya beda, ya, antara pekerjaan dan komunitas. Grup komunitas biasanya memang dibuat untuk silaturahmi, jadi memang perlu saling kenal. Grup komunitas juga biasanya lebih santai. Nggak ada brief yang dikhawatirkan tenggalam.

Tapi, yaaa, kadang-kadang hal-hal tersebut bisa terbalik, sih. Buat amannya, sih, tanya saja admin sebaiknya bagaimana. Apakah perlu berkenalan atau tidak.

Baca Aturan Grup dengan Seksama

Kalau sekadar grup teman sekolah atau grup keluarga, mungkin nggak ada peraturan ini-itu, ya. Biasanya, yang ada peraturan tuh grup komunitas tertentu.

Misal, grup komunitas Instagram. Peraturannya mungkin hanya boleh share link Instagram. Grup blogger pun sama, mungkin boleh bertanya kapan pun, tapi hanya berkaitan dengan blog.

Ada juga komunitas yang adminnya buka-tutup fitur chat untuk anggotanya. Anggota hanya bisa chat di waktu tertentu.

Pokoknya, baca saja peraturan, ya.

Jangan Sebar Hoax

Mungkin kamu bosan mendengar larangan ini, tapi hoax masih banyak bertebaran. Perlu diingat bahwa nggak ada yang namanya “hoax membangun”. Hoax itu bohong. Bohong itu buruk. Kalau mau membangun, nggak mungkin dimulai dengan hal buruk, ‘kan?

Berpikir Sebelum Kirim Gambar

Ada gambar-gambar tertentu yang ditakuti banyak lubang. Jadi, tolong pikirkan apakah gambar tersebut berpotensi menimbulkan ketakutan/kengerian/bayang-bayang buruk/dsb?

Memang fitur auto-download bisa dinonaktifkan, tapi ada kemungkinan seseorang tanpa sengaja menekan ponsel dan gambar pun ter-download.

Suatu gambar mungkin nggak begitu mengerikan menurutmu, tapi ada orang yang dianugerahi memori visual yang luar biasa sampai bisa merekam hal yang dilihatnya dengan sekilas pandang saja. Kalau orang seperti itu melihat sesuatu yang ditakutinya, kasihan, ‘kan?

Gunakan Tata Bahasa yang Sopan

Bahasa yang sopan tuh bikin hati adem. Bahasa juga bisa menunjukkan kepribadian seseorang. Jadi, yaaa, kamu tahu ‘kan kenapa hal ini penting?

Jangan Terlalu Banyak Menyingkat Kata dan Menggunakan Ejaan Aneh

Ponsel sekarang sudah canggih. Keyboard-nya sudah menampilkan 26 huruf. Lagipula, biasanya keyboard dilengkap fitur “Suggestion”, cukup ketik 2 atau 3 huruf, pilihan kata pun akan muncul. Jadi buat menyingkat-nyingkat?

Menggunakan ejaan yang benar juga menunjukkan bahwa kita menghargai orang-orang di grup. Supaya mereka nggak perlu pusing memecahkan kode-kode singkatan.

Jangan Mengirim Foto Diri Sembarangan

Terutama untuk para Muslimah, ya. Mungkin ada yang ingin menampilkan gaya rambut baru. Mungkin juga ada yang punya luka dan ingin berkonsultasi. Tapi, mending hati-hati sih kalau di grup. Kita kan nggak tahu yang baca grup itu cuma perempuan-perempuan di grup atau suami/saudara/ayah mereka juga ikut baca. Kalau begitu, jadinya seperti memamerkan aurat, ‘kan?

Belum lagi, sebetulnya akun apa pun di internet berpotensi diretas. Amit-amit, sih, kalau diretas ada foto aurat gitu.

Segitu saja, sih, pendapatku mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di grup Whatsapp. Kamu punya saran lainnya?

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *