Tadi, aku liat artikel di kompasiana.com tentang gaji dokter. Katanya, si penulis menawarkan gaji 25jt perbulan. Belum termasuk gaji sebagai pns, rumah dinas, mobil dinas, dsb. Siapa sih yang ga mau?

Tapi ternyata banyak yang gak mau. Dan hampir semua menanggapi dengan dingin.
Alasannya, penulis membuat syarat, yaitu dokter tersebut harus praktik di kabupaten-kabupaten terpencil di Indonesia.
Kenapa sih gak mau? Jadi, apa tujuan Anda jadi dokter? Di kota besar kan dokter udah banyak, jadi untuk apa jadi dokter dengan banyak persaingan di dalam kota.
Seperti kata sebuah kutipan, “Jadilah terang bukan di antara terang, tapi jadilah terang di antara gelap.”
Tujuan utama jadi dokter kan nolongin orang. Bahkan harusnya gak pake iming-iming gaji sebesar itu. Toh ketemu keluarga di kota bisa sebulan sekali. Anak kosan rantauan aja ketemu keluarganya satu semester sekali.
Hmmm, sayangnya gak ada orang dermawan yang mau bayarin aku jadi dokter sih. *curcol*
Padahal mungkin saja banyak anak-anak pedalaman yang ingin menjadi dokter dan ingin membaktikan diri kepada daerah asalnya tetapi terkendala mahalnya sekolah kedokteran atau susahnya masuk sekolah kedokteran, terutama yang negeri.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *