Reportage

Dua Kodi Kartika: tentang Persahabatan dan Cinta Keluarga

Pernah mendengar merek fesyen busana muslim Kéké? Mungkin merek ini sudah tidak asing. Produk-produknya terutama terkenal karena busana muslim anak-anak yang ceria. Kéké juga mempunyai produk yang diperuntukan bagi orang dewasa. Ciri khasnya masih dengan kesan-kesan ceria.

Sebetulnya, kali ini aku tidak akan membahas produk Kéké terlalu jauh. Walaupun begitu, aku ingin menceritakan film yang diangkat dari kisah pemilik merek tersebut. Film tersebut berjudul Dua Kodi Kartika, yang tanggal 1 September kemarin baru dilangsungkan gala premiernya di XXI Epicentrum.

Acara dibuka dengan perform dari seorang creative singer, Aden AnB. Selanjutnya, sepatah-dua patah kata dari orang-orang di balik layar film tersebut. Turut hadir juga Ibu Kartika beserta keluarganya. Juga ada sesi motivasi oleg CEO , Rendy Saputra.

aden anb

rendy saputra

Ibu Kartika atau Ika Kartika adalah owner Kéké. Beliau akrab disapa dengan sebutan “Bunda”. Film ini adalah film dokumenter yang mengisahkan perjalanan Kéké. Diambil dari sudut pandang orang-orang yang telah bersama membangun Kéké.

Kéké dibangun di masa perekonomian sedang kurang stabil. Kéké berdiri pada zaman krisis moneter. Produksi awal Kéké hanya sebanyak dua kodi. Karena itulah, film ini diberi judul “Dua Kodi Kartika”.

Kéké diambil dari kata “Keukeuh” dalam bahasa Sunda, yang kurang lebih artinya berpendirian kuat. Hal ini menunjukkan sikap Bunda Kartika yang selalu berpendirian kuat. Semula, beliau adalah seorang karyawan di perusahaan swasta. Namun, sekadar menjadi karyawan mungkin akan sulit untuk menggapai cita-citanya.

Beliau bercita-cita menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri. Sebetulnya, bersekolah di luar negeri adalah cita-cita beliau, tetapi ditentang orangtuanya karena beliau adalah perempuan.

Selanjutnya, ketika sudah menjadi brand ternama, Kéké mengalami masalah dari segi karyawan dan pihak yang dulu membantu membangun Kéké.

Kéké mengalami perubahan menajemen. Hal ini menjadikan Bunda Kartika tidak perlu selalu hadir di rumah produksi di Bojong Gede, Bogor. Beliau hanya perlu memantau dari CCTV dan membuat desain-desain baru.

ika-kartika-keke

Bagi yang sudah lama bekerja di Kéké, hal tersebut dirasa perbedaannya. Bunda Kartika yang biasanya turut hadir dan membantu produksi setiap hari, kini seolah menjauh. Diceritakan pula zaman-zaman Bunda Kartika ikut lembur bersama para karyawan. Terkadang, para karyawan merindukan suasana itu. Ketidakhadiran Bunda Kartika ini pun yang menjadi penyebab kerenggangan dengan Bu Rus, sahabatnya di awal berbisnis.

Dari segi cerita, film dokumenter ini mempunyai potensi untuk menjadi film yang menarik. Sedikit permainan kamera dari segi angle, mungkin bisa membuat penonton akan lebih betah menyaksikan film ini. Aku merasa, cara kamera menyorot dalam film ini hanya itu-itu saja.

Aku juga mengharapkan lebih banyak di bagian produksi. Mostly, film ini diisi oleh monolog Bunda Kartika atau pun orang-orang yang berhubungan dengan beliau. Walaupun film dokumenter, bisa saja memperbanyakan porsi “show” daripada “tell“, kan?

Kisah Dua Kodi Kartika ini juga ada dalam bentuk buku, yang sudah lebih dulu diluncurkan. Buku tersebut diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, ditulis oleh CEO Kéké, Rendy Saputra. Mungkin review-nya akan muncul di blog bukuku.

Selain di Jakarta, film ini juga akan diputar di beberapa bioskop di kota-kota lain. Teaser-nya bisa dilihat YouTube.

Secara keseluruhan, dari segi cerita, film ini dapat berpontensi menjadi film yang dapat dijajarkan dengan film-film layar lebar lokal. Kisah bisnis bermula dan segala macam hambatannya selalu menarik, bukan? Dengan beberapa polesan di beberapa bagian, suatu film dokumenter pun bisa menjadi tontonan yang menarik.

You may also like...

4 Comments

  1. Kayanya utk yg pemula berbisnis konveksi ini film bs jd motivasi ya

    1. Semoga bermanfaat. ^^

  2. Walaupun film dokumenter, bisa saja memperbanyakan porsi “show” daripada “tell“, kan?

    Bagian itu setuju banget sist:D

    1. Thank you, sist. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *