Pernah dapat suatu dokumen yang secara online, tetapi harus ditandatangani? Solusinya bagaimana? Aku, sih, print dokumen itu, tanda tangan manual, lalu scan. Ada juga yang scan tanda tangan dikertas lain, lalu menempalkan gambar tanda tangan itu ke dokumen.

Ribet? Iya, apalagi kalau tidak punya scanner. Belum lagi, sah atau tidaknya dipertanyakan. Anyway, aku pakai cara print-tanda tangan-scan ini bahkan untuk kontrak kerja dahulu. Untung saja dinyatakan sah karena aku terima gaji. Lol. Kalau tidak, bagaimana mau mengklaimnya? Huhu.

Walaupun begitu, print-tanda tangan-scan ini lebih efisien daripada harus mengeposkan dokumen. Butuh waktu minimal satu hari sampai dokumen tersebut diterima yang bersangkutan. Mending langsung berangkat ke lokasi daripada kelamaan di ekspedisi.

Pemerintahan juga sekarang ini sedang bertansisi menjuju e-goverment. Apa-apa serba elektonik. Apa-apa serba online. Sampai dokumen pun elektronik. Memang hal itu mempermudah. Di sisi lain, dokumen yang berurusan dengan pemerintahan ‘kan biasanya penting banget. Dokumen-dokumen itu perlu keamanaan. Tanda tangan biasa tidak menjamin keamanan dokumen-dokumen tersebut. Cuma scan kok. Tante tetangga juga bisa.

Sekaligus mengiringi transisi ini, tanda tangan digital ada sebagai bentuk pengamanan terhadap dokumen atau sertifikat online.

So, di era digital ini, Indonesia tidak mau ketinggalan. Mau yang aman sekaligus bisa cepat. Maka, hadirlah SiVION atau Sistem Verifikasi Identitas Online). Thanks to Kemkominfo. SiVION ini adalah sistem untuk memverifikasi secara digital melalui tanda tangan digital.

Apa yang kamu bayangkan tentang tanda tangan digital?

Kita tanda tangan di suatu alat lalu datanya disimpan? Seperti sewaktu membuat e-KTP? Awalnya, aku juga berpikir demikian sebelum mengikuti seminar tanggal 8 Desember bersama Kemkominfo.

Yah, kalau begitu, sih, apa bedanya dengan scan dan tempel? Atau, seperti signature yang suka ada di di bagian bawah blogpost orang-orang? Mereka saja sudah bisa membuat signature seperti itu, kok TTD digital ini ketinggalan banget kesannya?

Oooh, ternyata bukan seperti itu.

Tanda tangan digital bentuknya seperti tulisan biasa. Bukan tulisan meliuk-liuk khas tanda tangan. Hanya saja, tanda tangan digital mengandung berbagai data. Begitu diklik, akan terlihat bedanya antara tulisan biasa dengan tanda tangan digital. Tanda tangan digital mempunyai time stamp. Jadi, ketahuan benar atau tidak kita sudah menandatangani suatu dokumen pada waktu tersebut.

Tanda tangan digital juga aman karena tidak mungkin memalsukan identitas. Bagaimana mau memalsukan identitas, membuat tanda tangan digital ini saja perlu NIK alias Nomor Induk Kependudukan. Satu warga negara hanya punya satu NIK, ‘kan?

Tanda tangan digital mempunyai dasar hukum. Artinya, memang tanda tangan ini bukan dibuat begitu saja sebagai “tanda” yang bisa sembarangan digunakan.

gejala-utama1

Tanda tangan digital atau tanda tangan elektronik bisa didapat dengan membuat sertifikat elektronik.

Sertifikat elektronik adalah sertifikat yang memuat Tanda Tangan Elektronik yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam Transaksi Elektronik yang dikeluarkan oleh penyelenggara setifikasi elektronik.

Penyelenggara sertifikasi elektronik itu sendiri adalah badan hukum terpercaya yang berfungsi memberikan dan mengaudit sertifikat elektronik.

Sertifikat elektronik dapat dimiliki perseorangan maupun institusi atau perusahaan. Syarat bagi perseorangan adalah:

  1. Form pendaftaran

  2. KTP

  3. Kartu pegawai (PNS/ASN)

  4. Paspor dan KITAS/KITAP (warga asing)

Pendaftaran perseorang tidak boleh diwakilkan. Bagi institusi atau perusahaan, syaratnya (jika dilakukan oleh pemilik perusahaan) adalah:

  1. Form pendaftaran

  2. Akta perusahaan dan perubahannya

  3. KTP pemilik perusahaan

Kalau pendaftaran untuk perusahaan atau institusi diwakilkan, syaratnya adalah:

  1. Form pendaftaran

  2. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

  3. KTP pendaftar

  4. Akta perusahaan dan perubahannya

  5. Surat kuasa

Form pendaftaran bisa diunduh di web penyelangara sertifikat elektronik. Kalau sudah selesai dan berhasil, akan ada surel berisi username dan password untuk men-download sertifikat elektronik. Perlu diingat bahwa sertifikat ini hanya bisa di-download satu kali. Jadi, perlu diperhatikan:

  • download tidak boleh menggunakan download manager, seperti IDM, FDM, dan lainnya.

  • Browser yang disarankan adalah Mozilla atau Chrome termutakhir.

  • Internet lambat atau koneksi putus bisa menyebabkan download gagal.

Kalau berhasil download, segera simpan di tempat yang mudah diingat karena tidak bisa download ulang. Kalau terjadi kegagalan, segera hubungi pihak penyelenggara.

Sertifikat elektronik ini diharapkan segera bisa dinikmati mulai tahun depan. Bagi yang mengikuti seminar tanggal 8 Desember lalu, mendapat “diskon” sudah bisa membuat sertifikat digital pada hari itu juga.

Sertifikat elektronik akan sangat membantu pergerakan masyarakat di dunia serba cepat sekarang ini. Sertifikat ini juga bisa mengurangi  penggunaan kertas, yang artinya lebih ramah lingkungan. Siapa yang butuh kertas kalau sudah ada yang digital?

Untuk lebih jelasnya mengenai sertifikat dan tanda tangan digital, bisa lihat di web www.sivion.id.

You may also like...

1 Comment

  1. memang serba canggih saat ini, tanda tangan saja digital. Nnati kayaknya semua harus digital deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *