Masa karantina? 14 hari? Harus mencari cara mengatasi bosan di rumah terus?

Hm, aku malah teringat suatu dalam hidupku.

Sekitar 2 tahun lalu, aku harus menunggu jahitan kering sebelum bisa jalan-jalan. Nggak murni stay at home terus selama 2 minggu, sih.

Ada kalanya aku main ke rumah sakit untuk kontrol luka. Pernah juga sekali olah TKP bareng Pak Polisi. Kayak di film-film.

Jadi, yaaa, sekitar 14 hari aku #dirumahaja. Apa itu cafe? coffee shop? Maaf, kita putus dulu. ^^v

Walau begitu, ada 1 hal yang aku pelajari: segala sesuatu yang terpaksa itu nggak enak.

Basically, aku suka di rumah. Cuma 2 minggu mah kelihatan mudah. Tapi, karena dilakukan secara terpaksa, jadi membuat kesal.

Gimana nggak terpaksa, mau ke mana-mana pun kan ngeri dengan jahitan begitu.

Dari kejadian itu juga, aku mau bilang:

Mengatasi bosan di Rumah

Kayak sekarang. Aku nggak masalah di rumah terus karena kali ini bebas dari sakit yang bikin sedih.

Dan, nggak lama sejak kejadian itu, aku betulan jadi suka di rumah. Aku bisa menikmati setiap waktu di rumah.

Mengatasi Bosan di Rumah

Untungnya sih, selama di rumah, aku bisa memanfaatkan waktu dengan membaca. Temanku juga ada yang memberi bahan bacaan yang bikin lupa waktu.

Kegiatanku waktu itu belum terlalu variatif, tapi lumayan, deh.

Beda dengan sekarang. Aku bisa menemukan banyak hal yang bisa dilakukan di rumah. Beberapa waktu lalu, aku menemukan hobi baru.

Aku juga menemukan sesuatu yang penting tapi kadang terlewat untuk dilakukan.

Sudah pernah kusebutkan beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah. Sekarang, aku mau menuliskan lagi dengan lebih spesifik, ya.

Mengatasi Bosan Walau di Rumah Terus

Tips ini versiku, ya. Kalau kamu punya kegiatan lain yang bisa dilakukan di rumah, share, ya.

Ibadah

Mumpung nggak harus berpergian. Nggak harus mengejar kereta. Nggak harus memperhitungkan macet.

Yah, harusnya ibadah menjadi hal utama bahkan saat harus ke luar rumah, sih.

Di sisi lain, punya banyak waktu di rumah memang berarti banyak waktu untuk ibadah.

Pagi-pagi bisa sempat sholat subuh dengan tenang. Dilanjutkan dzikir pagi.

Menuju siang, bisa sempat sholat dhuha.

Terutama untuk perempuan, nggak perlu antri mushola dan mukena. Antri mushola bisa sampai lebih dari 15 menit, ‘kan?

Kalau di rumah, bisa langsung sholat tanpa banyak alasan perhitungan. Sholat dzuhur juga nggak dikejar waktu makan siang.

Kegiatan di rumah

Kadang-kadang, kita takut ini, takut itu, yang seharusnya nggak perlu.

Takut memotong pembicaraan dosen pembimbing padahal sudah waktu sholat.

Takut menghabiskan waktu orang lain kalau meminta pertemuan ditunda untuk sholat.

Atau, mau sholat tapi masih penasaran dengan soal latihan yang dikerjakan.

Anehnya, nggak takut hanya menyisakan sedikit waktu untuk Sang Pemilik Waktu. Berharap Dia memaklumi?

Kebalik, deh. Yang harusnya memaklumi mah manusia. Waktu kita bisa saja diambil sewaktu-waktu. Di sisi lain, kalau Allah mau, soal latihan yang tadinya sulit, bisa langsung terlihat mudah setelah sholat.

Semoga aku pribadi juga nggak lupa dengan kata-kataku ini. Semacam #notetoself.

Kuliah Online

Beberapa waktu lalu, aku menemukan situs edx.org. Isinya semacam kelas-kelas online. Ada yang gratis. Ada yang berbayar.

Founder situs tersebut adalah Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology.

Kontributornya pun nama-nama yang sudah nggak asing. Sebut saja Stanford University, Microsoft, dan IBM.

Materi yang ditawarkan ada banyak. Bahasa, komputer, sains, dan lainnya.

Kalau punya cita-cita kuliah di Harvard University, boleh banget mencicipi dulu materi yang disampaikan oleh mereka.

Berkebun

Menghijaukan bumi rasanya nggak pernah salah. Aku nggak akan bilang berkebun yang seperti mencangkul. Merawat beberapa tanaman dalam pot pun sudah bagus kok.

Merawat tanaman kadang-kadang butuh perhatian juga. Seperti merawat makhluk yang bisa berjalan.

Diperhatikan supaya nggak kering. Diperhatikan supaya subur. Dan lainnya.

Walau begitu, melihat tanaman yang tumbuh sehat selalu menyenangkan. Tempat relaksasi gratis selalu tersedia di rumah kalau mempunyai sudut yang rimbun.

Kegiatan di rumah ini dampaknya untuk diri sendiri dan untuk dunia. Hati tenang. Dunia bertambah hijau.

Membaca

Baca apa saja. Nggak harus buku. Tapi, kalau mau baca buku juga boleh banget. Sekarang, akses membaca buku lebih mudah. Bisa pesan melalui Gramedia Go, bisa juga melalui toko daring.

Mau baca ebook? Ada Gramedia Digital dan Google Play Book. Kalau mau gratis, ada iPusnas dan iJak.

Situs buku legal

Sudah nggak perlu pusing mencari bahan bacaan. Nggak perlu juga membaca buku bajakan.

Selain buku, banyak juga bahan bacaan di internet, ‘kan? Bahan bacaan bermanfaat dan baik untuk kesehatan mental.

Tinggal ketik tema yang diinginkan. Lalu, pilih link-link yang bisa dipercaya.

Belajar Bahasa Baru

Mempelajari bahasa baru kayaknya hampir nggak ada ruginya, ‘kan? Apalagi, bahasa-bahasa yang sekarang dibutuhkan untuk pekerjaan.

Our second language, bahasa Inggris mah sudah pada fasih, lah, ya. Tapi, kenapa nggak ditambah third language?

Buat yang Muslim, harusnya sih belajar bahasa Arab itu yang utama. Hayo, sudah bisa belum? Aku juga masih harus banyak belajar.

Selain itu, bahasa Oriental kayaknya masih mempunyai peran penting. Contohnya, pekerjaan yang membutuhkan bahasa Mandarin masih banyak.

Supaya lebih menantang, sekalian menyiapkan diri untuk tes juga bisa.

Bahasa Inggris punya TOEFL dan IELTS. Bahasa Arab punya TOAFL. Agak mirip, ya, namanya. Bahasa Jepang punya JLPT.

Mungkin bahasa-bahasa lain juga punya yang semacam itu. Kalau hasilnya bagus, siapa tahu bisa menambah kesempatan dalam banyak hal.

Memasak Makanan Baru

Makan untuk hidup! Makan makanan baru akan membuat hati riang, betul?

Memasaknya pun bisa menjadi bagian menyenangkan. Kita nggak tahu akan seperti apa jadinya makanan itu. Bisa bagus, bisa hangus. Tapi, justru di situlah letak kesenangannya.

Kegiatan di rumah

Kalau hasilnya enak dan cantik, bisa dinikmati dengan gembira. Kalau hasilnya aneh, bisa dinikmati sambil tertawa.

Menemukan Hobi Baru

Lihat, deh, orang-orang melakukan apa. Ada yang memasak. Ada yang membuat desain. Dan, banyak hal lainnya.

Barangkali ada sesuatu yang akan menarik kita. Sesuatu yang bermanfaat, tentunya.

Aku pribadi tertarik dengan lettering dan menggambar karena sering melihat orang-orang melakukannya. Karya-karya cantik itu menggoda banget.

Karyaku mungkin belum ada apa-apanya. Tapi, aku menikmati prosesnya. Hobi adalah sesuatu yang membuat kita senang.

Aku nggak mau sampai obsesif dan malah mengurangi kesenangan itu. Goal-ku pun bukan untuk mendapatkan uang. Aku cuma ingin bersenang-senang.

Pada prosesnya, mungkin ada hal yang membuat sedikit terbatas. Seperti aku baru tahu bahwa menggambar hewan dan manusia itu nggak boleh dalam Islam. Ada batasannya.

Tapi, masih banyak hal lain yang bisa digambar, ‘kan? Jadi, daripada sedih, aku malah senang karena mendapatkan pengetahuan baru soal batas itu.

Bagaimanapun, do what you love perlu berdampingan dengan do what Allah loves.

Dan, kalau our loves to Allah itu besar dan baik jalannya, insya Allah kata bosan nggak akan di kamus hidup ini. Well, ini hasil perbincanganku dengan seorang teman beberapa waktu lalu.

Bisnis

Selalu ada kesempatan. Lumayan ‘kan menambah uang jajan.

Beberapa bisnis bisa menjadi peluang dengan banyaknya orang yang mencari pedagang online. Bisnis yang bisa diterapkan sekarang mungkin, antara lain:

  • Bisnis sayuran
  • Sembako
  • Frozen food
  • Cemilan
  • Kopi kekinian
  • Masker (jahit sendiri, ya! Jangan menimbun masker medis)
  • Bisnis sabun juga sepertinya menarik kalau memang lulusan Kimia/Farmasi dan punya ilmunya. Kalau nggak, nggak usah, deh.
  • Asupan sehat, seperti jamu atau susu kurma (pelajari soal takarannya, ya)
  • Dan masih banyak lagi.
Bisnis sekarang prospek bagus

Hal yang perlu diingat adalah soal hygiene dan sanitasi. Terutama untuk bisnis makanan dan minuman. Jangan sampai orang-orang malah tertular virus Corona dari dagangan kita. Nauzubillah.

Kalau niat baik dan pelaksanaan juga baik, semoga saja bisa menjadi ladang amal baik. Semacam mempermudah orang-orang mendapatkan barang kebutuhan.

Cara mengatasi bosan bisa sangat beragam. Tenangkan diri terlebih dahulu. Cari energi positif di sekeliling kita. Dengan begitu, kita bisa menemukan banyak kegiatan di rumah yang menyenangkan.

You may also like...

19 Comments

  1. Jujur aku malah bingung sama orang yang bisa bosan di rumah. walau sebelumnya aku juga lebih suka main keluar yg ga pulang2, tapo sekarang ini lebih menikmati di rumah sih.
    kayak ada banyaaak banget yg bisa dilakukan di rumah, bahkan waktunya kayak kurang mulu. hahaha..

    tapi ini artikelnya bagus mba, buat yang masih berjuang menikmati rumah sendiri 🙂

  2. Aku termasuk betah di rumah karena banyak yang bisa dilakuin dan bisa lebih kreatif

  3. Sebenernya aku ini termasuk emak2 yg lumayan betah di rumah. Tapiii ATAS KEINGINAN SENDIRI.
    Begitu “DIPAKSA” buat selalu #DiRumahAja (yg artinya BUKAN keinginan sendiri) rasanya kok hadehhhh
    Nyiksaaa banget hahahahahah

  4. Wah terima kasih mba.. meski bukan yg termasuk WFH dan masih harus keluar rumah, tapi ide2 kegiatan ini bisa jadi inspirasi utk kelg yg sudah stay di rumah..

  5. Beberapa waktu ini aku malah malas masak. Lagi ribet sama kerjaan sih meski di rumah aja. Ini keponakan sudah ngajak berkebun juga. Rencananya mau buat hiasan atau karya tangan yang simpel

  6. Karena saya memang orang rumahan, jadi menikmati aja sih banyak di rumah. Kalaupun kadang-kadang bikin saya uring-uringan adalah karena cemas. Pengennya pandemi segera berakhir

  7. Mungkin bagi yang anak rumahan macam aku gini, santuy santuy aja diam di rumah berlama lama. Yg mulai nggak santuy malah pak suami mbk. Maklum biasa mobilitas tinggi, dan doyan banget sm yg namanya bersosial ria. Jd ini PR aku nih gimana caranya bikin suami nggak bosen di rumah berhari hari berminggu minggu.

  8. Sudah 2 minggu lebih di rumah dan tidak kemana2 mbak dan memang mulai bosan. Setiap hari mencoba menu baru untuk keluarga dan juga curi2 waktu untuk membaca buku mbak.

  9. Pengennya aku berkebun mba, tapi tiap berkebun tanamanku dimakan sama ayamnya yang dipelihara bapak mertua
    akhirnya saya jarang berkebun wkakakak. Pilihan yang lain biasanya baca buku, kuliah online pengen banget ini.

  10. Aku ga merasa bosan di rumah terus karena memang sudah jadi kebiasaan di rumah aja, pergi2an nya kan jarang. Banyak hal yg bisa dikerjakan di rumah ya…. Setuju kalau bisa beribadah lebih banyak terlebih di kondisi seperti ini jadi ngingetin bangat kalau ajal itu begitu deket jadi harus banyak beribadah….

  11. Betul juga mba. Gara-gara ngendon kelamaan di rumah, hobi lamaku bikin cross-stitch alias kristik kembali tumbuh. Jadi tekun duduk anteng di rumah bikin kristik. :)) Selain itu juga kesempatan untuk beribadah jadi makin luas dan tenang ya karena bisa dilakukan di rumah tanpa harus terjeda dengan aktivitas duniawi lain yang bersinggungan dengan orang banyak. Ya, kita ambil hikmah dan sisi positifnya dari kejadian saat ini. Allah pasti punya maksud dengan ‘teguran’ yang diberikannya ini. Dia Sang Maha Bijaksana dengan teguran yang membuat kita berpikir makin dewasa.

  12. Ini aku juga sudah mulai masuk ke fase bosan mba, tips untuk belajar bahasa lain menarik juga, bisa diterapkan nih

  13. kalau hobinya di rumah aja kaya saya pasti banyak ide mau ngapain, nah kalau pak suami yang hobinya kerja keluar ini lo yang bikin kesel banget karena dikit dikit ngeluh aja, hahah jadi curhat deh

  14. Asiknya klau punya sedikit lahan di rumah trus bisa berkebun ngurus tanamann di rumah selama karantina.

    Aku krna kos jadi bisanya urus tanaman di pot pot kecil kak. Tapi lumayudah menghibur si

  15. Wah, aku belom tuh bagian yang berbisnisnya. Kepengen banget. Tapi aku bingung bisnis apa. Huhuhu… cuma niat tapi gak ada aksi terus sejak lama

  16. bener banget, lagian bosan ga bosan inilah yang terbaik ya mba. Diganti aja dengan kegiatan yang bermanfaat dan anti nyinyir

  17. Nah PR saya membaca buku ini nih yang belum sempat juga. Padahal ada beberapa buku baru yang baru sebagian dibaca belum tamat sama sekali. Kalau kegiatan lainnya masih banyak dan antri untuk dikerjakan.

  18. Mau uji coba kegiatan di atas
    Siapa tahu cocok tingkatkan produktivitas selama di rumah untuk jangka waktu yang belum diketahui

  19. Banyak yg bisa kita lakukan saat ini, walau dirumahaja tapi karya-karya pun bisa tercipta doong.
    Ini udah banyak banget listnya, tinggal eksekusinya aja ya Kak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *