Siapa yang seumur hidup belum pernah sariawan? Wah, jagoan banget. Aku saja sudah beberapa kali sariawan sejak kecil.

Sekitar 25% penduduk dunia pernah mengalami sariawan setidaknya 1 kali dalam hidupnya. Makanya, aku bilang jagoan banget karena sariawan termasuk salah satu penyakit populer.

Walaupun penyakit populer, sering kali muncul anggapan yang salah tentang sariawan. Makanya, Jumat 9 Maret 2018 lalu, aku belajar tentang sariawan bersama ahlinya: Drg. Rahmi Amtha,MDS,Sp.Pm,PhD, dari PBPDGI – Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia.

mitos dan fakta sariawan

Mitos: Semua Luka di Mulut Disebut Sariawan

Fakta:

Luka di mulut belum tentu sariawan. Ada banyak penyakit mulut selain sariawan.

Sariawan mempunyai tanda-tanda yang khas. Tanda-tanda sariawan yang paling mudah dilihat adalah:

1. Kawah

Bagian mulut yang terkena sariawan membentuk semacam cekungan. Terkadang disertai pinggiran yang menebal atau meninggi bila tidak kunjung sembuh.

2. Oval/bulat

Bagian yang terkena sariawan biasanya berbentuk oval atau bulat. Kalau bentuknya kurang beraturan, mungkin bukan sariawan.

3. Pinggiran Merah

Pinggiran merah menandakan adanya peradangan pada bagian tersebut

4. Dasar luka putih/kekuningan

Ini tanda paling khas. Bagi yang pernah sariawan, pasti langsung curiga kalau sudah muncul bagian putih/kekuningan ini, kan?

5. Sakit

Ya, sariawan pasti sakit. Sariawan ada yang ringan atau dangkal, hanya mengenai permukaan jaringan kulit dan sebagian kecil epitel. Ada yang dalam hingga lapisan basal. Ringan atau pun tidak, rasa sakit itu pasti ada. Beberapa bahkan bisa menganggu makan.

Walaupun sakit, sariawan biasanya tidak disertai demam. Kalau ada demam, perlu dicurigai mungkin ada penyakit lain. Ada baiknya, segera menghubungi dokter.

Mitos: Sariawan Hanya Penyakit Ringan

Fakta:

Sebagian dari kita memang mungkin hanya mengalami sariawan ringan. Tapi, sariawan juga bisa besar.

Sariawan ringan ditandai dengan ukurannya yang kurang dari 10mm. Tidak ada jaringan parut. Hanya muncul di pipi, bibir, atau dasar mulut. Sariawan tipe ini biasanya sembuh dalam waktu 2 minggu.

Sariawan besar atau mayor ditandai dengan ukuran yang lebih dari 10mm. Sariawan ini biasanya sembuh dalam waktu 3-4 minggu dan jarang berulang. Biasanya disertai jaringan parut. Sariawan muncul di semua daerah mulut.

Terdapat juga sariawan tipe herpetiform. Sariawan ini mirip herpes. Ukurannya kurang dari 2mm, tetapi banyak dan bersatu menjadi besar. Tidak ada jaringan parut. Biasanya sembuh dalam waktu 2 minggu.

Duuh, waktu mengetik ini, aku sambil merinding. Nggak mau deh sariawan tipe apa pun.

Mitos: Sariawan Akibat Kekurangan Vitamin C

Fakta:

Vitamin C dan zat gizi lain memang berpengaruh. Kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12 pun bisa menyebabkan sariawan.

Tapi, bukan itu saja faktor penyebab sariawan. Stress pun menyebabkan sariawan. Ketika stress, tubuh akan mengeluarkan hormon yang membuat ketahanan jaringan kulit berkurang.

Ketika PMS pun, perempuan lebih rentan sariawan. Lagi-lagi karena faktor hormon yang memengaruhi elastisitas kulit.

mitos dan fakta sariawan

Lebih dari itu, beberapa sariawan disebabkan oleh penyakit-penyakit lain, seperti leukemia, HIV, atau infeksi lainnya.

Mitos: Tidak Boleh Makan Pedas Ketika Sariawan

Fakta:

Makanan pedas itu terlalu panas. Makanan yang terlalu panas itulah yang perlu dihindari karena menyebabkan luka semakin sakit.

Pada dasarnya, orang yang mengalami sariawan membutuhkan zat gizi untuk penyembuhan. Karena hanya menyerang mulut, tidak ada pantangan khusus. Hanya saja, sebaiknya menghindari makanan yang menyebabkan rasa sakit.

Mitos: Kalau Sariawan, Tidak Perlu ke Dokter

Fakta:

Kata siapa? Perlu loh ke dokter kalau sariawan, kalau sudah lebih dari 4 minggu. Dikhawatirkan, sariawan tersebut justru gejala penyakit lain. Seperti yang disebutkan di atas, beberapa penyakit dapat menimbulkan sariawan.

Begitu juga kalau sariawan berulang. Ada baiknya menemui dokter untuk mencari penyebab dan solusinya.

Kalau sariawannya ringan, memang tidak perlu ke dokter. Sariawan bisa sembuh sendiri. Tapi, bukan tiba-tiba saja sembuh, kan? Lagipula, lebih baik kalau sembuhnya secepat mungkin.

mitos dan fakta sariawan

Sebaiknya, luka sariawan ditutupi covering agent. Semacam obat untuk menutupi luka sariawan. Covering agent ini untuk mencegah makanan atau benda asing masuk ke kawah sariawan dan memperdalam luka.

Selain, dengan covering agent, luka sariawan juga perlu dijaga kebersihannya. Mikroorganisme yang masuk ke luka sariawan akan memperlambat kerja sel-sel baru yang akan memperbaiki luka. Covering agent pun akan kurang berguna kalau mikroorganisme sudah masuk ke bagian bawah.

mitos dan fakta sariawan

Salah satu zat yang bisa digunakan untuk membantu menjaga kebersihan mulut adalah Povidone-iodine. Menurut dr. Merry Sulastri, Educator and Trainer Mundipharma, Povidone-iodine terbukti secara klinis dapat membunuh kuman seperti jamur, bakteri, dan virus di area mulut dan tenggorokan, tetapi tanpa menimbulkan resistensi.

Selain membantu proses penyembuhan, Povidone-iodine 1% juga dapat digunakan ketika ada risiko infeksi atau tanda-tanda iritasi mulut meningkat. Penggunaannya dengan cara berkumur dan gargle.

mitos dan fakta sariawan

Jadi, sudah siap melawan sariawan? Yaa, mending nggak usah sariawan, sih. Tapi, jadi lebih tahu kan soal sariawan? Jadi tahu kapan bisa ditangani sendiri, kapan harus ke dokter. 😊

You may also like...

6 Comments

  1. Paling ga enak klo sariawan ya mbak… Serba salah mw makan juga

  2. Alhamdulillah saya jarang sariawan. Tapi baru tau juga nih risk factornya macam-macam dan nggak diduga 😀

  3. aku juga pake produk ini mba buat ngatasin sariawan, terbukti manjur dan aman..

  4. Wahh ngeri juga ya kalo sariawan bisa juga yang berbahaya kayak sariawan tipe herpetiform. Semoga kita gak pernah merasakan sariawan tipe itu ya, yang normal aja aku ogaaah hehehehe.

  5. Kalo saya pernah sekali sariawan dan itu 2017 sampe sekarang gak pernah lagi, kalo lecet pasti langsung sembuh kenapa ya??

    1. Insya Allah tandanya sehat, Mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *