Tanggal 9 Agustus lalu, Kumpulan Emak Blogger (KEB) mengadakan halal bihalal serentak di beberapa wilayah. Emak-emak (sapaan khas KEB) Jabodetabek tentu ngadain juga dong. Halal bihalal Jabodetabek diadakan di Kebun Raya Bogor.
Semula, sempat ada wacana untuk diadakan perkota. Aku sih yang mana aja juga boleh. Mau perkota atau pun se-Jabodetabek. Berhubung sudah tradisi KEB untuk mempersatukan wilayah Jabodetabek, pada akhirnya halal bihalal tetap diadakan satu kesatuan.
Ini pertama kalinya aku ikut acara kopdar blogger. Ikut acara-acara semacam talkshow yang aku hanya perlu duduk manis mendengarkan sih pernah, tapi jelas kopdar berbeda. Pasti ada interaksi antarblogger, apalagi emak-emak Jabodetabek sepertinya sudah saling kenal. Sempat terpikir gimana kalau aku krik krik sendirian? Aku bukan orang yang bisa nyamber begitu aja atau memulai percakapan. Inilah introvert’s problem.

 

Setelah berpikir jutaan kali, mempertimbangkan keuntungan dan kerugian, aku pun ikut serta. Yah, kalaupun nanti dampaknya merugikan dari sisi kebatinan, aku hanya perlu menghapus memori, buang jauh-jauh, jangan datang lagi. Teorinya sih gitu padahal praktiknya belum berhasil melupakan masa lalu *malah jadi curcol**skip**abaikan*.
Jadi, pada tanggal 9 Agustus 2015, aku pun berangkat ke Kebun Raya Bogor mengenakan atasan dan bawahan biru. Katanya sih dresscodenya biru. Ummm… hari Senin, tanggal 4 Agustus aku udah ke KRB juga loh dan dresscodenya juga biru. Untung aja si KRB nggak gumoh lihat aku lagi, pakai dresscode yang sama lagi. Kerudungnya beda kok. Hehe. 
Begitu sampai di KRB, aku cari-cari orang yang berkumpul dengan baju biru. Ada tuh! Samperin nggak yaa? Eh tau-tau muncul bapak-bapak di kumpulan itu. Gubrak! Biarpun itu bapak-bapak single parent dan punya peran sebagai ayah sekaligus ibu di rumahnya, tetap aja bukan emak-emak. Member KEB dipanggil “emak” karena mereka perempuan, ada yang udah jadi “emak beneran”, ada yang masih “calon emak”.
10 menit… 20 menit… 30 menit… 1 jam… 2 jam… 3 jam… Oke, aku nggak nunggu selama itu kok. Tapi kok nggak muncul-muncul? Aku nginbox Mak Ranii tapi belum dibalas juga. Lalu, aku baru nyadar kedodolanku nggak nanya nomor hp. Waktu buka lagi banner acara untuk memastikan aku nggak salah alamat, aku makin nyadar kalau aku ini dodol. Di banner itu ada nomornya Mak Ranii. -__-” Buru-buru deh catat nomornya. Sayangnyaaaa, pulpenku ternyata bocor, jadilah bleber di tangan. Udah kayak ketumpahan tinta pemilu.
Oke, kembali ke acara. Akhirnya aku ketemu Mak Ranii. Dan umur kami kayaknya nggak beda jauh. Aneh rasanya nyebut “Mak”. 
Kemudian, emak-emak lain pun berdatangan. Emak yang datang berjumlah 15 orang, ditambah ketemu blogger yang lagi kumpul keluarga, Mbak Fania. Emak-emak ini ada yang dari Bogor, ada juga yang jauh-jauh dari luar kota. Ada yang datang sendiri, bawa anak, bawa tante, bawa kakak, yang pasti mereka bawa makanan. Haha.
Emak-emak itu pun mengeluarkan makanan yang mereka bawa. Acaranya pakai sistem potluck. Huwaaah, banyak banget! Ada makanan berat, keripik, tape, schotel, pempek, dan semua yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Aku bawa kue ijonya mama. Tadinya bingung potluck yang dimaksud kayak apa soalnya ada tulisan bawa sesuai porsi masing-masing. Jadi sebetulnya kayak bekel anak sekolah atau gimana? Yang aku tahu kan makanan yang dibawa buat potluck porsi rame-rame. Kalau porsi sendiri mah kroket 5 biji juga cukup. Untungnya ibu negara juga mau liburan, jadi sekalian bikin kue ijo. Aku nyatut deh. Dalam hati udah niat, kalau salah konsep, mau dibawa buat acara teman sorenya biar ke sana tangan nggak kosong. *Nggak mau rugi tapi nggak modal*
Belum semua ketangkap kamera

Langsung aja, acara dibuka dengan sambutan dari Makmin Sumarti Saelan dan Makpon Mira Sahid *bener nggak sih?*. Di sambutan itu, kenapa lebih baik Jabodetabek dijadikan satu. Sudah tradisi KEB seperti itu. Kumpul-kumpul santai blogger pun penting, bukan kumpul-kumpul ketika ada job atau acara tertentu. Esensi-esensi yang mulai bergeser ditarik kembali.

Nggak seperti kekhawatiranku dijadikan anak bawang, emak-emak ini cukup welkam. Emang dasarnya aku yang cicingan kalau ketemu orang baru, jadi begitulah. Sudah naluri emak-emak di seluruh dunia untuk selalu rame, tapi emak-emak KEB mah obrolannya bukan gosip. Dengerin mereka ngobrol juga udah berasa masuk circle yang selalu update.
Chit chat cantik

Selain makan-makan dan ngobrol cantik, ada games juga. Pertama, permainan “Sedang Apa?”. Tau kan? Itu loh, semacam permainan sambung kata. Kami dibagi dua grup, dan setiap grup saling balas pertanyaan “apa”. Misalnya grup 1 maju duluan, mulai dengan “Sedang apa? Sedang Apa?”. Grup 2 balas dengan “Sedang makan, sedang makan. Makan apa? Makan apa?”. Dibalas lagi oleh grup 1, misalnya makan nasi dan ditanya nasi apa. Begitu selanjutnya. Permainan ini berakhir dengan kata-kata yang makin maksa.
Lalu, ada permainan yang seumur-umur cuma aku lihat di tv. Anak rumahan mah begini, mainannya boneka atau Playstation. Aku lupa nama permainannya. Para pemainnya berdiri dengan satu kaki, sedangkan kaki lainnya ditumpuk bersama-sama, lalu semua pemain berputar bersamaan. Pemain yang lebih dulu jatuhlah yang kalah. Kali, ini semua pemain jatuh bersamaan. Efek domino, jatuh satu jatuh semua. 
Ada juga permainan kucing-tikus. Kucing yang di luar lingkaran mengejar tikus yang di dalam. Lingkarannya adalah orang-orang. Yang jadi tikus dan kucing aku dan Mak Melly, nggak jelas deh siapa yang tikus siapa yang kucing, pokoknya aku yang dikejar. Aku terakhir main ini sewaktu TPA. Mungkin aku yang lupa atau kemarin nggak fokus, tapi sepertinya agak beda. Waktu TPA ada adegan jongkok-berdiri-jongkok-berdiri. Terus, kalau lagu berhenti, baru deh jongkok atau berdiri sesuai instruksi bu guru. Ah, ya sudah lupakan. Akhirnya, mangsa pun tertangkap, dan mereka hidup bahagia selamanya. Tamat.
Di acara halbi ini juga ada doorpize. Waktu awal datang, kayaknya bilangnya tuker kado. Lah, aku nggak tau, aku nggak bawa kado. Jadi asal masukin buku yang disegel yang memang selalu dibawa ke mana pun. Label harganya pun belum dicabut. Ketauan deh itu buku diskonan. Haha.
Total doorpize ada 44 (padahal itungan mulai dari 25). Hadiahnya macam-macam. Ada sandal, voucher, body scrub, make up. Hadiahnya a la buibu, ya. Aku dapat sandal, tapi sandalnya nggak muat. Rejeki si mamah ini mah. 
Berhubung hari semakin siang dan emak-emak punya acara masing-masing juga, acara pun selesai. Kami sempat menunggu Mak Sally dulu. Udah jauh-jauh, bawa klapertaart, masa nggak ditungguin. Begitu, Mak Sally datang klapertaartnya langsung ludes. Kapan lagi coba makan klapertaart. Kalau mampir ke Klapertaart Huize cuma beli satu kan malu-maluin. ^^v
Sebelum bubar, tentu foto-foto dulu. Daaann… bisa-bisanya foto di depan Grand Garden Cafe. Foto doang, biar kekinian. Eh, ini bongkar kartu. Hehe.
Oke, jadi, kesimpulan setelah acara adalah: I enjoyed the kopdar. Mungkin lain waktu aku bisa ikutan lagi. Kalau kata Dora, see you on the next story!
Nyatut dari Facebook Mak Ranii

You may also like...

5 Comments

  1. Wah aku ngakak pas ada bagian bapak bapak muncul

  2. Hihihi…Ngumpul dengan umuran Mak Afifah, serasa muda kembali deh! Halbinya sederhana tapi asiik! Sampe ketemu lagi ya Maak…:)

  3. Lho, aku ke mana? Kok nggak ada? T__T

  4. Wuuuaaah. Seru banget acara kayya gini. Jadi pingin kopdaran lagi ma emak-emak di Surabaya.

  5. […] blogger), aku baru belakangan ini datang ke event-event. Event pertama yang aku datangi adalah halal bihalal KEB. Itu bukan pertama kalinya aku bertemu langsung para blogger, tapi itu pertama kalinya event yang […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *