Halo, halo!

Ya ampuuun. Baru hari kedua #NulisRandom2015 dan aku hampir lupa dengan proyek ini. *tepok jidat*. Atauuu… karena baru hari kedua makanya bisa hampir lupa. Kan baru, jadi belum terbiasa. #halah #ngeles.
Tadi sih sempat masang reminder. Udah nyala juga, tapi aku masih mau ngaso-ngaso, ngedinginin badan setelah seharian tadi bersenang-senang. Nggak 100% senang juga sih. Cerita nggak senangnya untuk postingan besok saja. Sekarang senangnya saja dulu.
Hari ini aku ketemu dengan dua bf dari zaman SMA, L dan Z. Itu bukan inisial yang hanya untuk publikasi di sini, ya. Kami suka manggil dengan inisial seperti itu. Tadi L ngasih undangan untuk kami, undangan pernikahan. Eh, bukan pernikahan L, loh. Undangan pernikahan teman SMA kami juga. L semacam perantaran ketitipan undangan itu. Tapi . . . ada lima undangan yang dititipkan ke L (termasuk untukku) dan L justru menitipkan tiga undangan kepadaku. Apa-apaan… Hmmm. Mentang-mentang aku yang tahu rumah mereka, mentang-mentang kampusku dekat tempat kerja si terundang. Yah, nggak perlu dipermasalahkan lah.
Agenda kami sebelumnya adalah nangkring di Burger King Botani Square. Maka, pergilah kami ke Botani. Sampai di Botani, L dan Z mau beli air mineral dulu, jadi kami ke Giant dulu. Duh, ke Giant cuma beli dua botol air mineral. Aku sih nggak beli, kan selalu bawa minum. Tahu sendiri kan antrian supermarket di hari libur, awal bulan pula, kayak apa. Jadi, biarlah L yang ngantri.
Aku dan Z melipir ke luar Giant. Z malah bilang lapar. Cek jam, ternyata sudah pukul 11, hampir waktunya makan siang sih. Agenda semula kan ke BK, tapi makan yang mengenyangkan di BK tuh nggak mungkin karena kami semua lagi kere. Kami pun makan di KFC karena menu yang cukup mengenyangkan dan harganya terjangkau hanya ada di sana: Rice Box.
Setelah kenyang, aku bilang duduk-duduk aja dulu karena nanggung dzuhur. Baru deh nanti ke BK. Kenapa kami nggak menetap di KFC? Karena KFC Botani Square hanya bagian dari food court, yang tentunya tempatnya ramai dan nggak seru untuk nangkring. Kalau makanan sudah habis dan masih berlama-lama di situ, pasti dipelototin orang-orang yang nggak kebagian tempat duduk. ^^v
Waktu kami ke BK, tempat duduk yang enak buat berlama-lama penuh. Ada yang kosong, tapi hanya meja untuk dua orang. Masa mau dempet-dempetan. Rasanya tuh mau ngusir orang yang lagi pacaran di meja untuk empat orang. *kabur*. L ngusulin untuk duduk di luar. Ada banyak meja juga di luar, sepi juga. Tapi, big NO! Bogor panas, saudara-saudara. Duduk-duduk di luar di siang bolong, di tempat yang dilewatin mobil-mobil, nggak deh, makasih. *Belagu banget sih, Fah**Panas matahari itu Kripton aku, tau!*
Akhirnya, kami pun ke Lotteria. Kenapa nggak ke Lotteria sejak awal? Karena BK itu tempatnya enak (kalau ada meja strategis yang kosong). Nggak perlu disebutin kan kami pesan apa? Malu ekeh, pesannya paling banyak. 😛
Anyway, tadi Z bilang aku gemukan loh. Hore! Mau syukuran rasanya. Haha. Dunia itu punya kemampuan menyeimbangkan diri sendiri, ya. Ada yang sebal dibilang gemukan, ada juga yang justru senang. Aku masih mau menikmati masa-masa senang dibilang gemukan. Hoho.
Jadi . . . kami berlama-lama di Lotteria. Ngobrol-ngobrol. Foto-foto. Gitu-gitu aja sih, tapi mau ngapain lagi coba? Namanya juga cewek, tapi entah kenapa hal seperti itu saja bisa membuat senang.
Kami sempat masuk ke bioskop. Masuk untuk melihat-lihat ada film apa yang seru. Ada Insidious 3 dan aku baru tahu! Sayangnya, L nggak suka film horror. Waktu bikin postingan ini, aku masih berusaha meyakinkan teman kampus untuk mau ikut nonton film itu. Aku mau nontooon . . .
Waktu akan pulang, kami menyeberang lewat underpass loh. Bangga? Iya lah. Tumben-tumbennya ada polisi yang melarang menyeberang di lampu lalu lintas. Polwan sih, biasanya cuma ada polisi laki-laki. Malah, kadang, polisi itu yang bantuin nyeberang di lampu lalu lintas. Aneh kan? Nggak ngerti aku juga. Aku sih biasanya nggak mau nyeberang lewat underpass kalau sendiri. Serem. Tahu sendiri Indonesia kayak apa. Di tempat yang jauh dari pandangan orang begitu, kejahatan lebih mudah dilakukan. Walaupun ada pengamen di sana, siapa tahu justru pengamen itu yang jahat. Ih, pikiranku kok jahat banget, ya? Abisnya . . . di kamar kos saja, orang bisa dibunuh. Apalagi, aku kan nggak bisa teriak.
Lupakan pikiran negatifku.
Kami pun pulang.
Waktu cek email, ternyata banyak yang ikutan Giveaway Suka-suka padahal giveaway itu absurd. Bisa aja aku hanya mengirimkan secarik kertas tak berharga. Huehehe. Jadi bingung pilih siapa. Maunya milih semua, tapi aku belum sekaya Siwon si Papih Holangkaya.
Btw, btw, postingan ini kok jadi kayak diary, ya? Biarin, ah, yang penting bikin tulisan. Namanya juga random.
Oh, ya, kalau mau ikutan #NulisRandom2015, nggak perlu di blog kok. Di notes Facebook juga bisa, tapi diatur agar bisa dibaca publik.
Ya udah, deh. Sekian cuap-cuap aku kali ini.
Selamat malam! Selamat bocan!

You may also like...

1 Comment

  1. stlh baca ini aku jg baru tau ada insidious 3 :D.. Tapi sprtinya lg ga mw nonton horor dulu, secara kantorku sndiri udh cukup horor ;p hahaha… ga ush ditambah jd makin takut deh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *