Hai, hai, halo.

Ini hari ke-6 saya tanpa smartphone. Smartphone yang telah menemani saya selama nyaris empat tahun akhirnya tumbang. Selama empat tahun itu dia tidak memiliki masalah berarti. 
Pernah sekali saya bawa sevice karena bluetooth yang kadang nyala kadang tidak sekaligus untuk upgrade os. Itu pun tidak di rawat inap. Selebihnya, tidak pernah saya bawa lagi ke tempat sevice.
Ponsel pintar saya ini juga sering terjatuh. Entah berapa kali terjatuh dari ketinggian yang memang tinggi, terlempar juga pernah, tapi masih anteng-anteng aja. Masalah yang bikin saya gatal hanya chrome-nya yang sudah mengelupas.
Anyway, smartphone saya ini Samsung Galaxy Ace. Salah satu smartphone yang udah cukup jadul, tapi saya nggak merasa jadul-jadul banget. Salah satu keuntungan menggunakan smartphone Android adalah nggak akan terasa jadul selama os-nya masih bisa di-update. Nggak di-update juga nggak masalah kok selama masih bisa download aplikasi sana-sini. Cuma karena memori internal dan RAM-nya tidak terlalu besar, saya harus menahan diri nggak bisa buka aplikasi sosial media secara bersamaan.
Kameranya yang sudah 5 MP bagi saya sih sudah cukup bagus. Untuk memotret tulisan yang kecil-kecil masih bisa terlihat jelas kalau diperbesar. Foto-foto langit juga masih bagus. Saya jarang memotret dengan ponsel selain untuk keperluan tugas sih, jadi tidak bisa saya pasang di sini. Kalau mau lihat, mungkin bisa lihat di Instagram saya @afifahmazaya *promosi 😛 *. Karena itu Instagram, jadi kadang saya crop sampai bagian kecil karena yang mau saya ambil hanya bagian kecilnya.
Jadi, ini hari ke-6 tanpanya.
Saya nggak tahu gimana bisa tahan. Mungkin karena masih ada koneksi internet di laptop, jadi saya bisa melampiaskan melalui laptop. Tapi, tetap saja tidak selancar melalui ponsel. Ada sih ponsel biasa, tapi saya pecinta Opera Mini. Ponsel yang itu tidak bisa menggunakan Opera Mini. 
Awalnya, saya merasa pengin guling-guling terus setiap ingat si Ace tidak bisa digunakan. Rasanya seperti sakaw. Tapi, saya cari pengalih perhatian. Untung saya menemukan buku bagus. Berkat buku itu, saya bisa lebih tenang. Bukan buku psikologi kok. Buku itu buku fiksi fantasi, tapi karena terlalu bagus, saya jadi bisa tenggelam dan lebih tenang. Ketika mulai tenang, barulah saya bisa berselancar dengan laptop tanpa gigit-gigit jari karena koneksi yang kurang mulus.
Tapi, kadang saya masih geregetan sih. Yaah, cari pengalih perhatian deh. Lempar-lempar barang, blogging, blogwalking, dan seharusnya sih bikin laporan. Mungkin hikmah dari si Ace rusak adalah saya bisa mengerjakan laporan tanpa melirik-lirik ponsel. 
Tetap saja, saya berharap dia segera sehat, atau saya segera mendapatkan yang baru. 😛

You may also like...

1 Comment

  1. halo mbak.. mampir ya.. wah sudah hari ke 6 ya.. nikmati..enjoy saja.. saya kadang juga mikir dulu gak ada smartphone saya juga bahagia kenapa sekarang ada si pintar, lalu kalau si pintar gak ada disisi saya jadi gak bahagia? 🙂

    salam kenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *