how-to-start-blogging

 

Rubrik ini kembali!

Sudah beberapa kali ada teman yang menanyakan cara membuat blog. Bagiku, itu pertanyaan yang membingungkan. Membuat blog kan hanya tinggal sign up di blogger.com atau wordpress.com. Pilih template, tulis sesuatu. Selesai. Sesederhana itu, kan?

Zaman aku sekolah, tentunya zaman teman-temanku juga, membuat blog menjadi salah satu bahasan dalam mata pelajaran TIK. Bahkan, di sekolahku, ada tugas membuat blog. Jadi, apa sebenarnya maksud pertanyaan cara membuat blog itu? Entahlah. Kalau maksudnya menanyakan cara membuat blog untuk menghasilkan tambang emas, ya tempat bertanyanya salah. Aku kan bukan blogging untuk membuat tambang emas, melainkan sekadar memenuhi brankas dengan berlian. #humblebrag

Tapi, betulan deh. Kalau memang ingin mendapatkan sesuatu, seharusnya bertanya kepada yang lebih senior. Kalau kesannya hidupku hepi-hepi terus, itu semata-mata karena aku jago pamer. Daripada menggalau, lebih seru pamer, kan? Lol. Ingat baik-baik paragraf ini, ya, teman-teman dunia nyataku tersayang. 🙂

Walaupun begitu, mungkin memang sebaiknya aku membuat tulisan “How to Start Blogging” sebagai pengisi rubrik Blogger Kudet. Rubrik ini kan niatnya diisi hal-hal yang berhubungan dengan “How to” dalam blogging. Tapi, rasanya ada yang kurang kalau tidak membuat awal mula sebuah blog.

Sothis is how to start blogging versiku.

1. Tentukan tujuan

Kayak mau bikin tugas akhir saja segala ada tujuan. Iya, dong, hidup harus ada tujuan. Tanpa tujuan, kita tidak tahu harus ke kiri atau ke kanan. Begitu juga dengan membuat blog. Kalau tujuannya untuk kepuasan pribadi, silakan. Kalau untuk main-main, langsung lanjut ke nomor 4 saja. Kalau untuk hal-hal lain, ya disesuaikan dengan hal-hal lain itu. Kalau sudah ada tujuan, dengan sendirinya akan terbayang siapa saja yang akan membaca blog kita dan memudahkan kita ketika ingin update blog.

2. Tentukan tema atau niche

Niche semacam penjurusan blog. Blog www.theladybooks.com berniche buku. Blog ini berniche lifestyle. Yaaah, “lifestyle” istilah keren saja, sih. Sebetulnya blog random alias campur-campur alias tanpa niche. Membuat blog berniche atau tanpa niche ada kekurangan dan kelebihannya.

Katanya, sih, blog berniche lebih mudah terindeks di Google, lebih memudahkan pencarian. Blog berniche juga biasanya mempunyai pengunjung setia, terutama kalau rajin update. Niche blog juga bisa menjadi branding tersendiri. Bahkan, kalau sudah eksis, orang yang ingin mencari topik tertentu, bisa hanya mengunjungi blog kita tanpa mengunjungi Google dahulu.

Di sisi lain, blog tanpa niche bisa mendapatkan pengunjung yang lebih beragam walaupun pengunjung tetap mungkin agak kurang. Blog tanpa niche lebih mudah di-update karena apa yang sedang dipikirkan, bisa langsung dituangkan. Nah, kalau rajin update mungkin saja blog kita bisa naik.

3. Tentukan platform

Platform itu tempat blog kita dibuat. Bisa Blogger, WordPress, Tumblr, dan ada juga yang lainnya, tapi yang paling eksis memang tiga itu. Aku kurang tahu Tumblr karena tidak pernah punya. Berdasarkan yang aku lihat, Tumblr bisa dijadikan mini blog.

Blogger dan WordPress biasanya untuk yang tulisannya memang panjang. Boleh saja, sih, hanya menulis satu atau dua paragraf di dua platform itu. Tapi, rasanya tuh garing. Aku dulu pernah begitu soalnya, dan setelah dilihat lagi jadi terpikir, “Ini apa, sih? Kenapa nggak ditulis di Facebook?” Paling tidak kan Facebook ada fitur Notes.

Awal blogging, aku pakai WordPress. Iseng mencoba Blogger, aku malah merasa Blogger sulit. Tapi, kata teman, Blogger justru lebih mudah. Akhirnya, aku coba lagi dan memang ternyata lebih mudah. Serba instan di Blogger. Sekarang, aku pakai WordPress untuk blog ini karena menggunakan self-hosting. Makanan apa lagi itu? Itu nanti saja, ya. Blogpost ini bisa semakin panjang kalau dijelaskan di sini.

4. Pilih template/theme

Di blogger.com, istilahnya template. Di wordpress.com, istilahnya theme. Setiap platform sudah mempunyai template bawaan yang bisa langsung dipilih dan dipasang. Kalau mau otak-atik, tutorialnya banyak di Google. Tampilan blog memang menyesuaikan kesukaan pribadi, tapi kalau blog dimaksudkan untuk dibaca orang lain, ada baiknya memikirkan kenyamanan pembaca juga. Template dengan warna latar belakang gelap, terutama untuk bagian tulisan, itu BIG NO. Sama sekali tidak enak dibaca.

Kalau memang suka warna gelap, mungkin bisa diaplikasikan di pinggir-pinggir blog saja. Membaca di layar itu melelahkan, jangan buat semakin lelah dengan latar belakang tulisan berwarna gelap dan tulisan berwarna. Better latar belakang clean, tulisan warna gelap, deh. Oh, ya, jenis font juga perlu diperhatikan. Font yang enak dibaca yang tidak meliuk-liuk. Times New Roman? Jangan, deh. Ini blog, bukan tugas akhir.

5. Tulis

Ya. Tulis. Apa pun yang ingin kamu tulis selama itu tidak merugikan orang banyak. Menulislah untuk bersenang-senang supaya tidak menjadi beban untuk update blog. ^^

Selesai.

Iya. Sudah jadi, deh, blognya. Simple, kan? Pada dasarnya hanya perlu lima poin.

lets-blog

Nah, misalnya, nih. Misalnya, loh. Kamu tidak mau membuat blog hanya untuk curhat-curhat atau dokumentasi pribadi dan ingin mempunyai banyak pembaca atau bahkan ingin sebagai modal membangun tambang emas, berikut saranku:

Catatan: namanya juga saran, yang memberi saran belum tentu sudah melakukannya dengan baik dan benar. 😛

1. Bergabung di komunitas

Ada banyak komunitas blogger. Minimal, kita bisa share tulisan di sana. Di komunitas juga sering banyak info menarik dan berbagi ilmu soal blogging. Kebanyakan, komunitas yang aku tahu mempunyai website dan grup Facebook. Tidak perlu takut notifikasi penuh. Manfaatnya lebih banyak daripada kepusingan melihat notifikasi Facebook.

2. Share, not spam

Tiap mem-publish tulisan, silakan saja kalau mau share di wall pribadi atau grup komunitas. Bisa juga share di Twitter dengan mention komunitas dan hashtag tertentu supaya di-RT dan menjangkau lebih banyak pembaca. Tapi, tentunya jangan spam. Mengirim private chat yang isinya link blog, misalnya. Kalau sering-sering kan jadi malas membacanya. Kalau sedang lomba dan butuh viewer atau komentar, sih, boleh deh. Hehe.

3. Blogwalking

Berkunjung ke blog orang lain. Dengan banyak melihat blog orang lain, pengetahuan dan ilmu pun bisa bertambah. Setelah membaca artikelnya, tinggal jejak berupa komentar. Hal ini memudahkan si pemilik blog untuk berkunjung balik.

4. Buat halaman “About Me” yang baik dan benar

Jangan contoh halaman”About Me“-ku. Jangan. Belum bagus. Aku tidak pandai merangkai apa saja yang perlu orang lain ketahui dariku dan blogku. Kalau mau contoh, lirik blogger-blogger senior.

Biasanya, halaman “About Me” berupa tulisan tentang diri sendiri dan blog. Kalau lebih kreatif, bisa juga, loh, dibuat infografik. Contohnya, halaman “About Me” kepunyaan Mbak Dewi Ratih Purnama. Cantik untuk dilihat. Untuk orang yang malas membaca layar (seperti aku) pun sudah bisa mengetahui siapa Mbak Dewi ini dengan sekilas pandang di halaman tersebut.

Mbak Dewi juga sudah membuat tutorial cara mempercantik “About Me” dengan infografis, loh. Aku juga ingin mencoba membuat yang semacam itu. Isinya berpandu pada how to write “about me” yang dibuat oleh web Melyssa Griffin dan In Spaces Betweet. Googling saja, langsung ada di urutan pertama dan kedua Google, kok.

5. Ikut workshop

Kata Einsten, “When you stop learning, you start dying.” Banyak workshop yang membahas soal blogging, baik online maupun offline. Ada juga workshop yang gratis maupun berbayar. Belajar memang tidak harus dari workshop, tapi materi workshop biasanya sudah sistematis sehingga lebih mudah dicerna.

Dari workshop juga, kita bisa menambah network. Bahkan, kadang, ada juga yang malah menjadi grup baru. Kalau sudah semakin dekat dengan orang dalam grup, kesempatan biasanya datang tanpa diduga. Eits, tapi kenalan dengan orang tidak harus melulu soal bisnis, ya. Soalnya, orang yang mendekati orang lain hanya karena ada maunya itu kadang menyebalkan *bukan curcol*. Haha. Kalau niat awal untuk silaturahmi, mudah-mudahan selalu lurus.

Jadi, segitu saja how to start blogging ala aku. Pastinya, semua itu perlu proses. Kita kan bukan anak artis yang baru sehari ada di dunia langsung punya followers ribuan. Hehe. Tapi, kita bisa kok jadi artisnya. #eaaa.

Kalau ada yang mau menambahkan atau pendapat lain soal memulai blogging, sangat boleh di-share, loh. ^^

 

You may also like...

8 Comments

  1. iya setuju banget sama poin2 diatas mungkin di peruntukan bagi orang yang sudah agak paham .

    Kalo aku biasa suka ngajarin, suka pake gratisan dl, tanpa mengenalkan tools2 ngeblog. Sesukamu aja menulis hihiihii *yg diajarin bener2 kudet/gaptek dijelasin dengan memakai perumpamaaan. Blog ibarat rumah bla..bla… hahahhaa..

    1. Malu dengan Teh Ncie yang udah expert. Sabar banget. 🙂

  2. hahahah…suka deh openingnya.. aku sepemikiran, suka ada yang bilang, ajarin ngeblog, ya jawabnya apalagi, bikin akun, pilih template trus nulis, jadi kan??hihih..cuma beda lagi klo mau diperdalam ya >.< tfs Fah

    1. Ada teman sesama bingung. Hihi.

  3. Waw… kesan pertama itu… kesan kedua baca tulisanmu jadi wew…..lucu dan enak dimakan…wkwkwkw… ada apa dengan times new roman? Kayaknya sensitif bgt font nya sama kmu…apa yg sudah dilakukan times new roman kepadamu?

    1. Haha. Cuma contoh kok. Times new roman kan meliuk-liku gitu bentuknya. Hehe.

  4. Ada rekomendasi workshop yang bagus ga mbak? Hehe. 🙂

  5. Buat aku sih, membuat / memulai blog itu mudah. Yang susah itu adalah konsisten ngisi blog.. hadeuuhh..
    Nyari ide juga susah.. terus mempercantik blog biar tampak profesional juga susah.. terus.. eh koq jadi curhat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *