cara-menyajikan-bakmi-mewah

Aku cinta pasta. Pasta tebal, pasta tipis, pasta berbentuk unik, pasta lurus, pasta keriting, pokoknya semua jenis pasta. Rasa pasta cocok dipadukan dengan apa pun. Pasta juga sangat mudah diserap perutku. Kalau ada orang bilang setelah lama tidak makan harus makan nasi, aku memilih pasta. Aku merasa pasta lebih mudah dicerna ketimbang nasi. Rasanya, begitu perut kosong ditimpa nasi, langsung seperti ada sesuatu yang berat. Berbeda dengan ketika ditimpa pasta. Sepertinya mudah sekali dicerna.

Mungkin ada benarnya, sih, pasta mudah dicerna. Di rumah sakit, diet saring masih boleh makan pasta, tetapi tidak boleh makan nasi. Tergantung cara pengolahan pasta itu juga, sih.

Sebagai pecinta pasta, tentunya aku juga cinta pastanya orang Asia: mie. Mungkin mie adalah pasta paling mudah didapat dan murah meriah. So, aku cinta pasta, aku lebih cinta mie. Aku cinta gengmu, tapi aku lebih cinta kamu. *apasih*

Bersyukurnya jadi warga Indonesia, ada berbagai macam mie. Dari macam-macam olahan mie, sampai macam-macam mie instan. Sepertinya, aku tidak akan kekurangan bahan kepo dalam hal makanan.

Salah satu ke-kepo-an baruku adalah Bakmi Mewah. Mie instan baru dari Mayora ini sangat mencuri perhatian. Klaimnya, sih, mie instan ini sangat mirip bakmi sungguhan. Ah, masa? Sering, kan, ada yang klaim mirip dengan asli, tapi kenyataan yaaa gitu deh. Tapi, kok ya banyak yang bilang memang mirip? Baiklah, mending dicoba saja.

So, aku pun mencoba Mie instan ini.

bakmi-mewah

First Impression

Pertama kali memegang Bakmi Mewah, yang pertama dibaca adalah cara membuatnya. Kadang-kadang ‘kan, ada makanan instan yang cara pembuatannya berbeda. Apa saja yang harus direbus, apa saja yang tinggal tuang.

Ekspektasiku ayam dan jamur Bakmi Mewah berupa bahan frozen yang harus ikut direbus. Ternyataaaa tinggal tuang. Penyajiannya jadi bisa seperti di resto bakmi dong. Ayam dan jamurnya di atas.

Di bagian cara penyajian juga disebutkan mie ini hanya perlu direbus selama 2 menit. Apa!? Baca dan balas chat saja bisa lebih dari dua menit. Tapi, yaaa, mau bagaimana lagi. Jangan chatting ketika memasak Bakmi Mewah, deh. Cuma 2 menit.

Begitu diangkat, ditiriskan, dan dicampur dengan kecap dan minyak, plus saus kalau suka pedas, mulai terlihat mie instan ini tidak seperti mie instan. Mirip banget dengan bakmi resto. Apalagi, warnanya tidak berubah walaupun ada kecap. Yaaa, seperti kecap di tempat bakmi begitu.

Waktu membuat Bakmi Mewah, kebetulan di rumah ada bakso tahu. Jadilah seperti di resto bakmi. Minus bakso dan pangsit. Hihi.

Rasa

Hal paling penting dari makanan tentunya soal rasa. Apalah arti penampilan indah kalau rasa tak baik di lidah, kan? Jadi, aku katakan saja, ya. Rasa Bakmi Mewah mirip bakmi di resto-resto itu. Well, minus rasa msg, ya. Bakmi Mewah tidak pakai msg.

Setelah makan, tidak ada after taste yang tidak enak, yang biasanya menempel di lidah setelah makan makanan ber-msg. Setelah makan juga tidak terasa haus terus menerus. Lagi-lagi, mungkin ini efek lidah tidak mencecap rasa msg.

Kreasi

Walaupun tidak ada rasa tidak enak, ada yang tersisa setelah makan: khayalan untuk berkreasi. Sepertinya, imut kalau Bakmi Mewah penyajiannya dikreasikan ini-itu. Hihi.

Aku tidak mengkreasikan rasa karena aku suka dengan rasa orisinil bakmi ini. Aku, tuh, kalau suka dengan sesuatu versi asli, sudah merasa tidak perlu apa-apa lagi. Ibarat kekasih, kalau sudah suka, pasti menerima apa adanya. *iniapalagisih*

Nah, ceritanya, aku mau membuat penyajian ala resto high class. Kalau resto biasa ‘kan hanya pakai mangkuk tok. Aku kepikiran, kalau resto high class menyajikannya bagaimana?

Maka, inillah hasil ubek-ubek pikiranku.

bakmi mewah

Kira-kira seperti itu tidak di resto high class? Aku hanya menambahkan selada, pangsit, dan tomat. Mienya aku jajar-jajarkan melingkar supaya lebih rapi. Sarang burung saja rapi, masa bakmi tidak. Hehe. Untungnya, mie ini lentur dan tidak mudah putus, jadi mudah menjajar-jajarkannya.

Pangsitnya aku buat berbentuk mangkuk supaya menjadi wadah untuk ayam dan jamur. Membuatnya dengan mengoreng kulit pangsit dengan cetakan bolu kukus.

Terakhir, supaya lebih berwarna, aku pakaikan tomat. Kulit tomat saja, sih, karena aku ingin membentuk mawar. Supaya lebih manis daripada hanya dipotong-potong. Hehe.

Selain ala high class, aku juga coba buat untuk bento. Lagi-lagi, mienya tetap tidak diapa-apakan. Hanya ditambahkan pelengkap.

bento-noodle

Ceritanya, mau buat buat beruang madu dengan telur puyu sebagai kuali madunya. Ditambah, tumis sayuran dan sosis. Aku rasa, aneka makanan itu tetap cocok dengan Bakmi Mewah karena bumbunya tidak begitu strong tetapi juga tidak plain.

So, itulah kreasi bakmi mewahku. As simple as menghabiskan seporsinya. Hihi.

You may also like...

2 Comments

  1. Mba Afifah..aku baca artikel ini pagi2 dan langsung pengen sarapan pake bakmi mewah, hihihi.. gampang nyarinya gampang bikinnya.., makasih yaaa artikelnya…

  2. Bentonya lucu deh. Sayang mau makannya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *