Selamat hari Selasa!

Aku mau curhat tentang pengalaman beberapa waktu lalu. Bukan pengalaman jalan-jalan tanpa gadget. Justru pengalaman itu yang membuatku ingin jalan-jalan tanpa gadget. Memangnya orang yang nyaris setiap menit melirik hp kayak aku bisa jalan-jalan tanpa gadget? Siapa tahu. Dulu aja bisa. Masa sekarang tidak.
Semua bermula saat Negara Api menyerang *kumat*. 
Semua bermula saat aku jalan-jalan bersama temanku. Aku tidak akan bilang teman yang mana dan jalan-jalannya ke mana. Bukan hal penting. Hihi. Tanpa disebutkan pun, mungkin kalau dia baca, langsung tahu. 😀 

One day in my life, kami pergi ke negeri antah berantah alias tempat yang belum pernah kami kunjungi. Kami juga mencoba hal baru yang belum kami rasakan. As usual, segala hal baru memang sering membuat norak. Aku yang selalu sok cool ini pun *dilempar es batu*, bisa juga norak. 
Apa yang biasanya orang norak lakukan di zaman seperti ini?

Foto-foto

Jangan nampik, begitu ada hal baru, bawaannnya mau langsung ambil kamera, kan? Aku juga begitu. Belalang saja aku foto, apalagi kalau ketemu robot belalang.

Tapi, nih, tiba-tiba aku merasa kurang sreg. Menurutku, tidak semua hal, tidak semua momen harus difoto. Momen daun jatuh, itu mah biasa. Kecuali kamu memang fotografer yang sedang berburu foto momen alam.

Jujur saja, aku merasa terganggu kalau teman seperjalananku terus-menerus mengambil gambar. Bayangkan saja, sebagus-bagusnya Tol Cipularang bagi orang Jakarta, bukan berarti harus terus menerus mengambil gambar.

Aku juga suka mengambil gambar perjalanan. Tapi, tidak terus menerus. Cukuplah kamera siap di tangan. Kalau ada yan memang bagus, barulah foto. Misalnya, ada jembatan tua. Foto, deh. Kalau hanya sebatas yang hijau-hijau, di pinggir sungai atau di kebun raya juga ada.

Aku berusaha mengingat berapa banyak hal yang bisa kunikmat dulu dan sekarang. Mungkin lebih banyak dulu. Sekarang, lebih banyak hal itu baru terkenang ketika melihat foto-foto yang ada.

Dulu, aku berusaha menangkap semuanya dalam ingatan. I enjoy every moment. Sekarang, aku berusaha menangkap semuana dalam foto. I enjoy every pictures. Tapi, hal itu sangat berbeda dengan menggali ingatan sendiri.

Menurutku, sibuk menangkap momen dengan kamera, tidak ada bedanya dengan bermain hp ketika seharusnya kita menciptakan momen bersama orang lain. Pada akhirnya, kedua hal itu sama-sama bisa menjauhkan kita dari teman seperjalanan.

Kalaupun mau berburu foto, mungkin lebih asyik kalau bekerja sama. Saling tunjuk mana yang bagus. Sharing hasil, daripada dikekep sendiri. Bisa sekaligus untuk belajar juga. Kalau hasil foto kita kurang baik menurutnya, kita jad tahu letak kesalahan kita. Dan hal itu juga bisa menjadi momen tersendiri yang dibangun di ingatan.

Mungkin tulisan ini akan diedit dan ditambahkan lagi nanti. Mungkin. Menulis di hp memang kurang nyaman. Belum biasa. Kalimat-kalimat yang keluar lebih mudah yang negatif. Hehe.

Dadah dulu deh.

You may also like...

4 Comments

  1. Setujuuuu tidak smua hal harus difoto, sy juga setelah bergelut dg medsos pas gadget disimpan nikmaaaat

  2. Emang enak kok jalan2 tanpa membuka gadget.. alias mempergunakan.. jadi pure jalan2 gak sibuk foto ataupun apdet status… serasa jalan2 beneran pokoknyaaaa….

  3. gimana sih mbak cara menjauhkan gadget ? saya paling ga bisa jauh dari gadet orangnya 😀 thx

  4. aku juga kadang gitu, Fah… jalan doang, nggak pake moto nggak apdetan. Kadang lebih enjoy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *