Opinion

7 Hal di Awal Tahun 2000 Ini Sekarang Sudah Bikin Bingung

Let’s confuse kids nowadays!

Beberapa hari ini, dunia Twitter dihibur dengan kalimat di atas. Para tetua *ups* sepertinya ingin membuat bingung anak-anak zaman sekarang dengan keunikan generasi zaman dulu.

Aku nggak tahu apakah anak-anak zaman sekarang memang akan bingung. Toh, mereka justru kenal dengam teknologi. Jadi, ketimbang bingung, kan bisa googling. Yaaa, kayak kita kalau melihat mobil tahun 1800-an, kita akan langsung tahu bahwa itu mobil, bukan sepeda atau delman. Tapi, entah, yaaa. Coba, yang generasi zaman kini, adakah tweetLet’s confuse” yang bikin kalian bingung?

Well, mungkin semua tweets itu lebih menjadi nostalgia generasi tetua daripada bikin bingung generasi muda. Walau begitu, ternyata, ada juga hal-hal yang bikin aku bingung. Aku bukan sok muda, yaaa. Huaha. Aku mengalami hal-hal ini, tapi kalau dipikirkan sekarang, yaaa membingungkan. Bingung kok bisa hidup di dunia yang seperti itu? Lol.

Jadi, ini beberapa hal yang bikin aku confuse.

Laser Disc

Sumber: Wikipedia

Laser disc sepertinya hits di tahun 1980-an tapi aku mengalami masa-masa menonton dengan benda tersebut. Sampai tahun awal 2000-an, aku masih menonton menggunakan laser disc hingga akhirnya alat pemutarnya nggak bisa digunakan lagi. Walaupun begitu, kalau sekarang dipikir-pikir, kok ya mau nonton saja harus pakai plat besar begitu? Besar banget kan, ya. Ukurannya menyaingi ukuran piring makan. Lihat saja perbandingan ukuran DVD dan laser disc pada gambar di atas.

Sekarang, data sudah bisa disimpan dalam chip kecil. Yah, mungkin 10 tahun lagi, ukuran chip itu akan semakin kecil.

Hal yang bikin aku nggak habis pikir adalah, nggak kebayang bawa-bawanya. Kayak bawa harta karun nggak, sih? Kalau mau beli atau sewa, bawa ransel, dong? Atau ditenteng/dipeluk sepanjang jalan? Walau aku penikmat laser disc, aku kan cuma “terima jadi” yang ada di rumah. Nggak pakai mesti bawa-bawa.

Wall’s Vienetta

Sumber: Change.org

Es krim orang kaya, kata orang-orang di Twitter. Banyak yang sedih gara-gara sekarang es krim ini sudah nggak ada. “Dulu nggak mampu beli. Giliran udah mampu, malah udah nggak ada,” begitu kata mereka. Lalu, muncul tweet dengan mention ke @wallsidn supaya es krim ini muncul lagi. Sudah di-RT ribuan akun.

Ternyata, berbulan-bulan lalu juga ada petisi di Change.org untuk menghadirkan kembali es krim ini. Sayangnya, saat postingan ini dibuat, penanda tangan petisi itu nggak sampai 15000. Lagian, kalau sampai 15000, Wall’s akan kembali menghadirkan es krim itu? Dan, apakah 15000 orang itu akan pasti membeli? 😏

Yang sebetulnya jadi pertanyaanku adalah: es krim itu enak banget, ya? Seingatku, aku belum pernah ketemu langsung orang yang pernah mencoba es krim itu, sih. Nggak ada yang bisa menceritakan dengan berbunga-bunga. Jadi, dalam bayanganku, rasa es krim itu kayak es krim Wall’s lain, makanya aku nggak ikut ambil bagian bersama orang-orang yang ingin es krim itu kembali. Cukup Paddle Pop Shaky Shake bagiku.

Mungkin sih dalam satu suapan Wall’s Vienetta, akan ada beberapa variasi rasa berkat layer-nya. Tapi, selebihnya, ekspektasiku tetap saja dominan dengan rasa Wall’s pada umumnya.

Ngerti kan maksudku dengan “rasa Wall’s”? Lol. Sambil merem pun tetap kerasa setiap merek punya ciri khas kan.

Pensil yang Ahli Senam

Pensil Inul, namanya. Aku lupa asal muasalnya bagaimana. Kalau pensil Syakalakabumbum kan idenya gara-gara ada serial televisinya. Kalau pensil yang bisa meliuk-meliuk ini, entah dari mana idenya.

Sumber: Bukalapak

Aku nggak pernah pakai pensil itu. Kelihatannya nyusahin gitu. Mending pakai pensil 2B walau penampakannya monoton. 😂

Tapi, aku jadi penasaran cara membuatnya. Kok grafitnya bisa dibuat fleksibel meliuk-liuk gitu, ya? Grafit bukannya keras?

Karet Gelang = Penghapus

Karet gelang dililitkan ke pensil, voila! Jadilah penghapus.

Buat yang pernah ngelakuin hal kayak gitu, kenapa sih kalian melakukannya? Memangnya teman kiri-kanan depan-belakang nggak ada yang punya penghapus? Lagian, kalian nemu karet gelang di mana, sih? 😂 I mean, kayaknya aku lebih mudah nemu penghapus betulan daripada nemu karet gelang. Mungkin karena jajananku jarang ada yang dikaretin, ya. Yah, bisa juga sih ngambil karet gelang dari rangkaian yang untuk main lompat tali.

Terus, aku nggak habis pikir kok ya mau-maunya pakai penghapus gituan. Bersih? Boro-boro. Tulisan mungkin (agak) hilang, tapi kertas malah bisa jadi kotor, namanya juga karet bekas. Aku mah pernahnya menghapus pensil dengan tipe-x. Yah, daripada nggak dihapus kan (walau setelah itu sulit kalau mau ditimpa pensil lagi).

Tapi, yaaah, kreativitas yang pernah pakai penghapus karet gelang sepertinya patut dibanggakan. Walau kalau aku yang jadi guru, aku mungkin akan keki kalau nemu yang kayak gitu. Kalau nggak ada penghapus, mending coret aja, deh, daripada kertas malah jadi menghitam dengan noda aneh.

Penghapus Pulpen

Konon, penghapus ini mempunyai 2 fungsi. Bagian merah bata untuk menghapus tulisan dengan pensil. Bagian biru untuk menghapus tulisan dengan pulpen.

Sumber: Tokopedia

Dulu, aku heran kenapa aku nggak bisa memakai penghapus pulpen dengan benar. Sekarang, aku tahu jawabannya: memang seharusnya namanya bukan penghapus pulpen, melainkan penghapus kertas. Lah, kalau menghapus dengan itu, kertas juga terkikis. Dan, entah kenapa, banyak juga loh yang percaya penghapus itu bisa menghapus pulpen dan mungkin juga merasa mengira salah cara penggunaan kalau sampai kertas sobek. Atuhlah, kenapa nggak sadar dari dulu bahwa itu tuh penghapus kertas, bukan penghapus pulpen?

Pulpen Wangi (Alias Narkoba!?)

Aku pribadi tertarik karena menurut aku-versi-kecil, wujud pulpen ini menarik. Aku nggak nemu foto pulpen ini. Entah kenapa, yang muncul di Google malah model pulpen seminar. Pulpen wangi yang dulu hits di tempatku bentulnya kira-kira mirip drawing pen Snowman. Mungkin agak lebih gendut dan pendek, aku nggak bisa memastikan. Motif dan warnanya beragam dan hal itu yanh membuat pulpen ini menarik.

Entah kenapa, pulpen ini diberi pewangi. Mungkin ada yang suka mencium kertas yang sudah ditulisi? Entahlah. Sayangnya, gara-gara wanginya itu, pulpen ini malah dibilang mengandung narkoba. Aku nggak tahu sumber berita itu dari mana. Yah, wanginya memang enak, sih, sampai bukannya dipakai nulis, malah dicium-cium (eh itu aku, sih).

Tapi, sebetulnya, manfaat pulpen diberi pewangi tuh apa? Supaya tulisan enak dicium? Terus, kenapa kalau tulisan jadi wangi? Bikin yang aca jadi berbunga-bunga? Bikin guru jadi senang dan ngasih nilai tinggi? Mungkin gara-gara manfaat yang kurang jelas inilah timbul kecurigaan pulpen tersebut mengandung narkoba.

Internet dan Komputer yang Super …

Lambat! Huahaha. Aku nggak habis pikir kenapa dulu aku sabar banget menghadapi internet dan komputer yang begitu. Sekarang, kalau sampai internet perlu loading semeniiiiit saja, rasanya sudah seperti menunggu dodol matang alias lama.

Kalau komputer tiba-tiba melambat pun, deg-degan luar biasa. “Jangan-jangan komputer ini mulai rusak. Jangan-jangan ada virus. Dll.” Apa lagi kalau melambatnya di saat genting. Rasanya, pengen menghentikan waktu. Padahal, dulu, nunggu komputer loading adalah hal biasa. Dipikir-pikir orang zaman dulu kelihatan sabar, mungkin karena menunggu komputer dan internet loading pun merupakan latihan kesabaran.

Yah, itu semua keajaiban masa lalu yang bikin aku nggak habis pikir. Pernah juga merasakan hal yang sama? Hehe.

 

 

You may also like...

19 Comments

  1. Hahaha… saya jadi nostalgia, Mbak.
    Dan bersyukur saya pernah mengenal semua itu. Dan memang sih, menurut saya, bagus juga kalau dihadirkan kembali sesuatu yang tempoe doloe di zaman now ini ya, Mbak. Dan paling bisa itu makanan dan minuman.

  2. walls Viennetta itu legendaris banget… dulu kalo pacar ngapel minta dibawainnya ginian hihihi

  3. Saya belum pernah pakai pensil yang bisa senam, tahun brp ya itu? Eh benar juga sih jaman dulu bisa beli es krim sesuatu yang wah dan jarang terjadi haha.

  4. Setiap masa ada keunikan keunikan ya kak hehehe

  5. Aku masih ada laser disk, trus disket juga.
    Sekarang benda2 kyak gini jd berharga bgt ya fah

  6. Pensil, penghapus semuanya aku punya dulu. Dan Walls itu yg selalu bikin ngiler, tapi ga mampu belinya dulu. Bener deh dulu ga mampu, giliran dah mampu malah ga ada ya.

  7. Aaaaah jadi kangen masa lalu nih. Pensil penghapus dan semacamnya.. kupengen mengulangnya hehe

  8. Ya ampuuuun postingan ini nostalgia banget sih
    AKu senyum-senyum sendiri bacanya
    Jadi ingat masa lalu
    Eh, tapi aku baru tau lho ada pensil meliuk-liuk gitu, kayaknya gak nyampe Kendari deh itu pensil

  9. Iyaaa padahalnsaya belum cobain es krimnya loh. Hiks. Kan makin penasaran tuh kayak gimana sih es krimnya orang kaya (sebutannya gitu kalau menurut saya). Kalau bolpoin wangi itu mah norak ajah yg bilang bolpoin narkoba. Emamg narkoba wangi? Haha

  10. Wkkw, tulisnanya bikin nostalgia. Aku punya semuaa yang disebutin di atas, termasuk pensil meliuk-liuk. Padahaal ga enak dipakenya.

  11. Hahaha. Baca tulisan ini jadi ingat zaman SD. Pulpen wangi dan gelang karet penghapus.

  12. Jadi bernostalgia…ini semua masa yg pernah dilewati dahulu. Dan nampaknya Wall’s Vienetta tengah mencuri perhatian. Pasalnya tengah ramai di jagat media sosial

  13. Aku ngalami semua Kak..dan aku bersyukur pernah dalam masa itu.
    Jaman dulu hidup enggak semudah sekarang. Uang terbatas, barang belum banyak pilihan. Akhirnya cara berpikir pun melqmpqui batas kreatuvitas…seperti karet gelang penghapus tadi.
    Enggak perlu heran ..50 atau 100 tahun lagi masa saat iini juga bakal jadi jadoel dan diheranin sama anak masa tersebut…waktu terus berputar dan teknologi ga kan mati, kan

  14. Wahahah aku mengalami masa-masa ini. Itu penghapus karet paling legend deh nggak tahu sekarang masih ada dijual apa nggak. Untuk es krim iya dulu malah belum merasakan.

  15. Ya Alloh, aku golongan tua nih, karena ngalami semuanya, wkwkwkw. Tapi zaman dulu tuh emang unik kok. Apalagi zaman pertengahan kayak aku. Ya ngalami yang juadulnya, ya agak modernnya. Jadi seru

  16. Ya ampun..itu es krim Viennetta tega bener hilang dari peredaran. Padahal ku sudah punya cukup uang untuk membelinya. Wkwkwkw. Dulu sanggup beli paddle pop mini doang soalnya. Hiks

  17. Kecuali pensil inul semua saya ngalamin. Jadul banget kan saya hehehe
    Atau jangan jangan pensil Inul mah terlalu kesini datangnya…? Jadi saya gak sempat ngalamin

  18. Haha iya jadi inget beberapa hal jaduls ini. pada masanya ini sangat diinginkan dan ada beberapa yang saya belum sempat beli, 😀

  19. Lucu bangeeeet mba artikelnya, aku terhibur. Dan saat jagat twitter ramai sama eskrim aeathetic itu, aku sempat melihat viral nya proses pembuatan si eksrim itu wkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *