Mau nyambungin postingan sebelumnya yang tentang karcis kereta.
Kemarin aku naik commuter lagi. Kali ini ga terlalu penuh (tapi tetep aja dapetnya berdiri). Tiket keretanya diperiksa sebelum nyampe stasiun Cilebut (dari Bogor). Terus, ada ibu-ibu (seorang) ga beli tiket sepertinya. Sama pemeriksa karcisnya disuruh turun di stasiun berikutnya (Cilebut).
Aku perhatiin tuh ibu. Kali aja pas nyampe Cilebut, petugasnya meleng.
Dan ternyata. . .

Beri tepuk tangan yang meriah, saudara-saudara. Si ibu diturunin di stasiun Cilebut.

Gak ada maksud nyukuri si ibu, tapi akhirnya petugas ada juga yang beneran tegas.
Tumben loh. Kalau banyak yang gitu kan bagus. Tapi entah karena lagi ga penuh jadi gampang mantaunya, atau karena bawaan sang petugasnya yang emang amanah. Semoga aja gak ada alasan penuh atau gak penuh, atau juga bawaan pribadi petugaa, jadi banyak petugas lain yang gitu juga, kalau bisa sih semua petugas harus tegas gitu.

Tapi kalau emang niat penumpang gelap itu mau turun di stasiun
berikutnya tetep aja dia ga rugi. -.-
Whatever sama niat penumpangnya, lupa atau sengaja, itu urusan dia. Yang penting, para petugas, petugas apa pun, harus ingat tata tertib dan melaksanakannya dengan benar.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *