well, berbeda dengan postingan-postingan sebelumnya, kali ini aku mau mengomentari sesuatu..

Kemarin aku pulang naik kereta dari cawang. Sebagai warga Indonesia yang baik, aku beli karcis dong pastinya. hohoho. Karcis Commuter Line yang ke Bogor.
Karcisnya diperiksa sama petugas yang jaga di peron, dibolongin. tapi eits…. bapak-bapak yang beli tiket sebelum aku nyelonong aja gitu lewat belakang petugas. That’s mean, kalau tu bapak gak beli tiket, gak akan ketauan dong yah sama petugas tiketnya. *hayoooh, langsung mikir gak mau beli tiket*

Eh, tapi ntar dulu kalau ada yang niat gak beli tiket, di kereta suka diperiksa loh. Daaaaan, ini yang bikin aku kecewa.

Aku kan naro tiketnya di saku belakang, dengan dilipat-lipat sampai kecil, masuk kali tuh tiket ke lubang hidung. Aku sih naronya gak terlalu dalam, di dekat ujung saku aja. Tapi ternyata tu tuket menggelinding ke dasar saku, saking kecilnya. 😛
Naaaahh, ternyata di kereta ada pemeriksaan tiket juga *biasanya juga gitu sih*. Aku ingat kalau naro tiket di mana, tapi pas dirogoh-rogoh ga ada. Ah, mungkin di saku sebelahnya. Aku juga ngerogoh-rogoh saku itu, saku depan, saku sebelahnya juga. Tapi gak ada. Si petugas tiket nungguin aku mengeluarkan kertas kecil itu, tapi karena kelamaan jadi dilewatin dulu. Aku juga nyari di dalam tas, tapi gak ada. Terus nyari lagi di saku, ampe isinya dikeluarin. Haduh, disangka gak punya tiket nih. Ternyata . . . . . jeng jeng.. pas saku belakang dikeluarin isinya, tersentuhlah benda kecil itu: si tiket. huahaha. tuh kan ada! Aku kan selalu membeli karcis. Aku pegang aja tu tiket, kali aja si petugas nanyain lagi.
Tapiiii… terlintas lah sebuah ide: aku gak akan ngasih tuh tiket kalau gak ditagih.
Dan ternyata! Sama sekali gak ditagih! Padahal dia dua kali ngelewatin aku setelahnya buat meriksa tiket penumpang yang baru naik. Canggiiiihh…

Jadi, dari kejadian tersebut dapat disimpulkan: Jika Anda berniat naik Commuter Line tanpa membeli tiket, silakan berpura-pura mencari tiket yang pura-pura Anda menaruhnya di mana. ups* . Jadi, gimana perkertapaian Indonesia mau maju kalau masalah tiket aja gak bener, Berapa banyak orang yang gak beli tiket setiap kali naik KRL, terutama KRL ekonomi. Petugas pemeriksa tiketnya juga harus lebih tegas, lebih disiplin, dan lebih berdaya ingat tinggi supaya gak kecolongan. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Mungkin aja uang yang tidak Anda belikan tiket ketika akan naik KRL itu adalah uang untuk memperbaharui kereta yang ada sekarang. Kalau mau beli sesuatu aja kan kurang seribu rupiah bisa gak jadi, kali aja mau beli kereta yang baru gak jadi karena uangnya kurang. Selain itu, konon katanya, dengan membeli tiket, otomatis Anda mendapatkan asuransi keselamatan selama perjalanan.
Dan, tentunya, setelah beli tiket, simpan di tempat yang mudah dijangkau oleh diri sendiri.

Tidak membeli tiket = KORUPSI

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *