Setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan. Aku bukan orang yang akan menutupi kekurangan dengan kelebihan. Beberapa kekurangan memang harus dijungkirbalikkan, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kekurangan pun harus disyukuri.
 
Daripada diratapi, disesali, lebih baik disyukuri kan? Mensyukuri kekurangan bukan berarti tidak berusaha menampilkan lebih banyak kelebihan. Justru ini mengalihkan energi yang diperlukan untuk menyesali kekurangan menjadi energi yang bisa dipakai untuk melebihkan kelebihan.

So, ini beberapa hal yang kusykuri.
I’m not pretty, jadi aku tidak tergoda menjadi model. Dalam hal ini, aku juga sekaligus bersyukur tinggiku belum cukup. Kalau semua mata tertuju padaku, takutnya mata-mata jahat juga ikut.
Suaraku juga amit-amit kalau nyanyi, jadi aku tidak tergoda untuk menjadi penyanyi. Katanya sih, suara wanita itu aurat. Belum lagi, wajah yang akan sering terpampang di tivi. Ini sama saja, semua mata akan tertuju padaku.
Aku tidak bisa menawar di pasar tradisional. Ini keuntungan bagi pedagang. Kalau banyak pembeli yang seperti ini, mereka pasti bahagia. Well, aku juga tidak tahu harga pasar tradisional. Kadang, menurutku, harga sekian sudah murah dibanding supermarket. Ternyata masih bisa ditawar. Ujung-ujungnya, aku yang kena keplak karena main beli saja. Hehe.
Aku careless dalam beberapa hal. Aku hanya tidak mau terlibat terlalu dalam dengan suatu masalah. Aku takut menjadi pembenci.
Sayangnya, aku tidak memiliki hubungan erat dengan banyak orang. Satu kali memiliki hubungan erat, aku akan menerapkan pelajaran dari Naruto dan Fairy Tail.
Aku sering gagal move on. Ini membuatku irit. Irit tidak banyak men-download lagu karena lagu yang kusuka itu-itu saja. Irit plastik tempat sampah karena jarang ada barang yang kubuang *ketawa miris*. Irit hiburan karena melihat benda kenangan saja bisa menjadi hiburan, anime dan drama yang benar-benar kusuka pun itu-itu saja.
Aku selfish. Terlihat dari postingan ini kan? Hanya aku aku aku. Kurasa setiap orang memiliki sisi ini walau mungkin tidak banyak. Tau apa? Mengalah itu melelahkan. Yah, dalam beberapa hal, mengalah memang menimbulkan happiness.
Kekuranganku mungkin masih banyak, tapi segini saja yang kutulis. Kalau semua sudah kutulis, tidak akan seru. Baru mengetahui sifat seseorang ketika benar-benar sudah berhubungan langsung adalah suatu keseruan. Yang pasti, aku bersyukur aku tidak sempurna karena orang yang terlalu sempurna sering menyebabkan orang lain iri hati dan kadang justru menimbulkan benci.
Tulisan ini kubuat untuk… tidak tahu untuk apa. Aku hanya ingin menulis, itu saja. Menulis adalah terapi jiwa.

You may also like...

8 Comments

  1. Agustinadian Susanti

    setiap orang punya kelemahan atau kekurangan.. saya juga hehe semangat mbak 😀 salam knal ya

  2. Sintamilia Rachmawati

    wah, kekurangan kita banyak yang sama Mak. Tapi kayaknya kalo aku gampang move on deh :p

  3. Ngga apa banyak kekurangan, yang penting kita sadar dan mau berusaha memperbaiki kekurangan…

  4. Semangat. Semangat!
    Yuhu, salam kenal, mbak. 😀

  5. Iyap. ^^

  6. Bagi tips move on-nya dong. #eh

  7. Aku juga belum 100% mencintai kekurangan..
    Kalau semangat nya lagi ok, ya.. ikhlas.. kalau lagi down… keikhlasannya ikut down.
    Maja dari itu, perlu banget saling mengingatkan, biar semangat terus!

  8. Betul, setiap orang punya kekurangan dan kelebihan, meskipun kadang iri melihat kelebihan orang lain. namanya juga manusia ya kan? yang penting selalu bersyukur 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *