Opinion

Kenalan dengan Penulis dan Blogger, Leyla Hana │ Sabtu Kenalan + GIVEAWAY

Selamat hari Sabtu!
Long weekend, ya.
Biasanya, kalau long weekend begini, Bogor maceeet. Mau keluar rumah pun jadi malas. Kalau keluar rumah, aku lebih memilih sekalian ke luar kota yang harus naik kereta. Tidak pernah ada kata macet untuk kereta, kan? Paling, adanya “menunggu antrian masuk stasiun”.
Anyway, Sabtu Kenalan tidak akan pernah membahas macet. Apa hubungannya antara macet dan kenalan, kan? Masa mau kenalan selagi macet? #apasihfah.
Sabtu Kenalan kali ini, aku akan memperkenalkan blogger sekaligus penulis. Kayaknya mah sudah pada kenal. Harusnya aku yang dikenalkan kepada kalian oleh beliau. Hehe.
So, mari, mari, inilah sesi Sabtu Kenalan untuk Mbak Leyla Hana.
Namanya sudah aku kenalan sejak aku masih sangat lugu di dunia blogging. Sekarang juga masih lugu, tapi mungkin sudah tidak “sangat”.
Nama beliau eye-catching dan mudah diingat. Mungkin karena itulah, aku mudah ingat beliau sering wara-wiri di timeline atau notif Facebook. Dulu mah aku boro-boro memerhatikan siapa menang lomba apa, siapa yang eksis, siapa yang suka cari gara-gara. Mending memerhatikan nasib diri sendiri yang sering di-php dosen. #curcol
September 2015 lalu, blog Mbak Leyla dianugerahi Blog of The Month oleh Kumpulan Emak Blogger. Mbak yang satu ini memang rajin update. Aku perhatikan, minimal ada dua postingan dalam seminggu. Postingannya pun tidak iklan melulu. Walaupun ada review, reviewnya pun dari kehidupan sehari-hari.
Mbak Leyla mempunyai blog yang diberi nama sesuai namanya: Leyla Hana. Alamatnya http://www.leylahana.com/. Begitu membuka blognya, pengunjung dari mana pun akan langsung tahu apa profesi pemilik blog tersebut. Mbak Leyla mencantumkan hal-hal yang digelutinya di bawah judul blog.
Dua profesi yang disebutkan paling awal, bikin aku mupeng. Hehe.
Selain kurang memerhatikan blogger, aku juga kurang perhatian pada penulis. Kalau penulis favorit atau penulis yang bukunya sering mejeng di akun Bookstagrammer luar negeri, aku mungkin perhatian. Karyanya sampai ditunggu. Kalau penulis yang karyanya belum pernah aku baca, kadang aku kurang perhatian. Maafkan aku, ya, teman-teman penulis.
Dulu, aku sempat tahu ada buku berjudul “Aku, Juliet“. Hal pertama yang membuatku tertarik adalah cover-nya yang langsung mengingatkanku pada gaya lolita. Berhubung dulu aku masih tahan untuk tidak membeli buku hanya karena cover, sampai sekarang aku belum mempunyai buku itu. Dulu, aku jarang mengonsumsi young adult lokal. Sekarang, sih, sudah lebih sering. Tapi, timbunanku masih seabrek. Fufu.
Sewaktu tahu Mbak Leyla adalah penulis, aku cari namanya di Goodreads. Waaw, hasilnya banyak. Ada 15 buku. Belum termasuk buku yang baru-baru ini keluar.
Salah satu buku yang muncul dari hasil pencarian itu adalah “Aku, Juliet”. Destiny macam apa coba ini? #halah
Di buku, tertulis nama penulisnya adalah Leyla Hanna. Yup, double N. Versi cetak ulangnya mungkin sudah tidak double N. Akan aku beri laporan di sini kalau menemukannya di toko buku.
“Aku, Juliet” bersatu dengan buku-buku karya Leyla Hana lain. Salah satunya, “Cinderella Syndrome”. Aku penasaran dengan buku ini. Mungkin aku penikmat buku yang tokohnya bukan anak kinyis-kinyis. Buku ini masih aku titip di teman. Review menyusul di blog bukuku.
Baru-baru ini, buku terbaru Mbak Leyla terbit. Buku antologi bersama Asma Nadia. Judulnya “Catatan Hati Seorang Gadis”. Senang banget, ya, bisa satu buku dengan penulis terkenal.
Mbak Leyla juga mengeluarkan buku nonfiksi baru. Kali ini, nama yang tertera di buku agak panjang, Leyla Imtichanah. Judul buku tersebut adalah “Istri dan Suami yang Dirindukan Surga“. Konsep bukunya cantik. Ada dua sisi cover yang saling terbalik.  Jadi, cover pertama berjudul “Istri yang Dirindukan Surga” dan cover kedua berjudul “Suami yang Dirindukan Surga. Ada giveaway berhadiah buku ini dan hadiah-hadiah lainnya sampai tanggal 31 Maret di blog beliau. Ini, nih, cover-nya.

Cover-nya manis, kan?
Kenapa Mbak Leyla membuat buku ini? Mungkin jawabannya bisa ditemukan di postingan GA di blognya. Satu hal yang pasti, Mbak Leyla sudah nikah dan punya buntut. Insya Allah bukunya bukan hanya teori belaka. Kalau aku yang tiba-tiba membuat buku seperti itu, bolehlah dipertanyakan. Hehe. Eh, tapi siapa tahu aku teorinya sudah betul, tinggal praktikum. *dikira praktikum Kimia sewaktu SMA**banyak teori, praktikum satu bab satu kali**bukan buka kartu SMA sendiri kok*. lol.
Bisa dibayangkan dong, Mbak Leyla, as a wife, a mom, penulis, dan blogger yang blognya sering update. Kepikiran bagaimana mengatur waktunya?
Untuk yang satu ini, aku tidak akan pertanya kepada siapa pun. Belum lama ini, aku mendapat kutipan entah dari mana bahwa: “Sibuk” itu tidak ada, yang ada adalah “prioritas”.
Baidewei, aku pernah ketemu Mbak Leyla langsung. Waktu itu, ketemu di acara SunLife. Ketemunya, sih, cuma foto bareng dan pinjam-meminjam buku, tapi yang penting pernah ketemu.
Muka abis belajar
Mbak Leyla ini baik. Waktu ketemu, langsung mengajakku foto bareng. 😀
Iya sih, aku mana mau ngajak foto. Selfie saja tadinya paling cepat sebulan sekali.
Memangnya penting foto bareng Afifah Mazaya, sampai penulis dan blogger yang sudah punya “nama” ngajak foto bareng?
Penting lah! Karena . . .
Mbak Leyla adalah anggota klub kulit kerang ajaib Asinan Blogger, sekumpulan blogger ciwi keceh yang tinggal di Bogor atau Bogor-minggir-sedikit. Setiap ketemuan, pasti ada sesi foto. Apalagi, kalau ketemunya baru sekali, kayak aku dan Mbak Leyla waktu itu.
Selain blog utama dengan nama sendiri, Mbak Leyla juga mempunyai blog buku di http://bukudanhidupku.blogspot.co.id/. Terakhir di-update sih tanggal 8 Maret. Blog bukuku terakhir di-update dengan review kapan, ya? =_=”
Kalau mau menghubungi Mbak Leyla, bisa via email yang tercantum di blognya, bisa juga via Twitter atau Instagram @leylahana.
Sudah dulu, ya.
Mau hang out. Kan malming. 😛

* * *

GIVEAWAY

Unexpected giveaway. 
Senang sekali sewaktu Mbak Leyla Hana menghubungiku setelah postingan ini tayang. Mbak Leyla menawarkan membuat giveaway di blog ini. Giveaway ini menjadi giveaway kedua di blog ini setelah Giveaway Suka-suka. ^^

Hadiahnya, tentu saja buku-buku karya Mbak Leyla Hana. Sesekali, GA buku bukan di blog buku. Hihi.

Nantinya, dipilih dua pemenang, yang masing-masing akan mendapatkan:

Yup, satu orang akan mendapatkan dua buku.

Caranya tidak beda jauh dengan GA di blog bukuku.

Syaratnya sebagai berikut:

  1. Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia.
  2. Follow akun Twitter @LeylaHana dan @afifahmazaya.
  3. Follow akun Instagram @LeylaHana dan @afifahmazaya.
  4. Share postingan ini di Twitter dengan mention @LeylaHana dan @afifahmazaya.
  5. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar dengan menyertakan akun Twitter. Pertanyannya: Mengapa perempuan harus membaca buku? Komentar dimoderasi, jadi tidak langsung muncul.
  6. Giveaway ini berlangsung 27 Maret-10 April 2016. Pengumuman pemenang tanggal 11 April 2016. Pemenang diharapkan memberi konfirmasi paling lambat 2×24 jam.

No ribet, kan?

Yuk, mulai mencari jawaban.

Good luck! ^^

NB: Walaupun pertanyaannya tentang perempuan, laki-laki juga boleh jawab kok.

* * *

Update

Maafkan pengumuman yang telat ini. Langsung ssja, ya. Setelah berdiskusi dengan Mbak Leyla Hana, terpilihlah 2 nama pemenang:

Kazuhana El Ratna dan Eko Nurhuda 
 

Selamat!

Silakan mengirim DM ke Twitter @afifahmazaya berisi nama, alamat, dan no hp, yaaa.

Untuk semuanya, terima kasih sudah berbagi pemikiran. Aku suka semua jawaban. Semoga setelah ini, kita makin rajin membaca. ^^

63 Comments

  1. Hiya, aku juga suka sma mbak leyla. baik and humble bgt orangnya, dan subhanlloh, takdir allah, skrg rumah kita deketan yeaaahh, walau belum sempet main ke rumah mbak leyla sih. Soon deh, insya alloh 🙂

  2. Kalo blogger mah yg penting pernah ketemu

  3. Eh, keren banget aku ada di sini. Jd berbinar binar. Makasih ya Fifah hehe..

  4. Hihi. Kembali kasih, Mbak. ^^

  5. Kalau ketemu aku gimana, Mbak? Hehe

  6. Waah. Seru banget rumah deketan sesama blogger. Bisa belajar bareng. 😀

  7. Nyambung comment ya..td keburu di publish,karena dirusuhin si kecil he..he..
    Alasan ke 2, kenapa perempuan harus baca buku. Karena perempuan itu lebih mudah terbawa emosi dibanding laki2, istilahnya lebih cepat baper atau stress. Nah, dengan baca buku akan mengurangi tingkat stress sampe 60 persen lho..itu yg kubaca dari psikiater. Dan cara itu udah kubuktikan, saat pikiranku mulai ngaco, aku baca buku,dan alhamdulillah lbh cepat tenang kembali.
    Alasan ke 3: Dengan membaca buku dapat mengurangi atau memperlambat kepikunan seseorang, mk jangan heran masih ada nenek2 yg bisa kuliah S2, berarti dia ga pikun kan..karena pastinya sering baca buku.
    Alasan ke 4: menambah teman
    Dengan baca buku, dapat menambah lebih banyak teman, jgn dikira kl kutu buku itu kuper..itu mah sterotip jaman dulu kala,biar org indonesia ga pinter2..he..he kalo sekarang, baca buku itu jadi gaul dan keren. Kaya aku nih..#wahsombong..
    dari baca buku jadi punya teman banyak se indonesia lewat komunitas bbi..
    Alasan ke 5 : Makin menambah keimanan kita. Nah ini yang penting, banyak bacaan yang dapat membuka hati dan pikiran kita tentang luasnya ilmu Alloh yang tidak terhingga. Dan itu semua dapat menambah keimanan kita dengan melihat bukti nyata yang kita baca

  8. Silaturahim emang kece efeknya, benerkan

  9. Nama: Siti Nuryanti
    Twitter : @NelyRyanti
    Linkshare:https://twitter.com/NelyRyanti/status/714061638643556352

    Syarat 1-4 done
    Mengapa perempuan harus baca buku?
    Karena perempuan juga harus cerdas, dengan membaca buku wawasan dn pengetahuan bertambah,pemikiran juga bertambah luas.
    Karena perempuan,apakah nantinya sebagai wanita karir atau ibu rumah tangga tetap harus menjadi manusia cerdas. Ibu yg cerdas dn beraklak akan melahirkan generasi2 penerus bangsa yang cerdas dn berakhlak..jadi ayook kita mulai baca buku 🙂
    Kira2 kl saya peserta pertama dapat reward ga ya..ha..ha..#dikeplakafifah

  10. Hai..afifah..aku jg pengin ketemu sama mba leyla,beliau jg salah satu seleb di TL ku..:). Tapi aku jg pengin ketemu sm kamu..baru bisa chit chat di group bajay..meskipun ak jarang ol hi..hi…
    Eniwe..aku ikutan GAnya ya

  11. Saya daftar ya mba afifah
    @Ruliretno

    Menurut saya perempuan harus selalu membaca buku. Apapun profesinya. Buku apapun itu fiksi non fiksi, buku biasa ataupun buku digital, pastilah ada pesan yang bisa di serap dalam buku. Perempuan harus "berisi" supaya gak jadi tong kosong. Karena membaca buku bikin perempuan "berisi" menjadi lebih pintar daripada yang gak mbaca buku.
    Sudah menjadi sebuah fakta perempuan pintar sudah pasti terlihat cantik. Tapi perempuan cantik belum tentu terlihat pintar.

  12. Ayeyeee…pertama kali berkunjung ke blog Fifah dan ada giveaway *salim* *cipikacipiki*. Ikutan ya Fifaah..
    Nama: Rotun DF
    Twitter: @rotundf
    Jawaban: Kenapa perempuan harus membaca buku? Karenaaa…
    Aku pernah baca kutipan Dian Sastro yang bilang bahwa mau jadi apapun perempuan nanti, wanita karir atau ibu rumah tangga, seorang perempuan harus cerdas. Dan aku setujuu banget. Dari rahim seorang perempuan akan lahir anak2 yang butuh kecerdasan ibunya untuk membesarkannya menjadi anak yang cerdas pula. Daan..kita juga tau dong bahwa buku adalah gudangnya ilmu, jendela dunia. Jadi untuk menjadi cerdas, seorang perempuan harus membaca buku. Menjadikan buku sebagai teman hidup, menjadikan buku sebagai sarana untuk mengupgrade ilmu dan pengetahuannya. Jadi, perempuan membaca buku? Harus itu! 🙂

  13. Jujur aja teh, aku baru tau soal teh leyla. Inipun kunjungan pertamaku kesini. *aduh pit, kemane aje lo?*
    Kayaknya blogwalking aku masih sempit nih, disitu2 aja. Makasih teh buat inponya soalh teh leyla. Brati harus rajin blogwalking lagi nih

  14. Hihi. Makasih udah blogwalking ke sini. ^^

  15. Kayaknya mesti dibikin sesi kopdar sesekali. Aku juga jarang main ke bajay. hehe.

  16. Betul banget, Mbak. ^^

  17. Twitter: @APradianita

    "Mengapa perempuan harus membaca buku?"

    KARENA:

    1. Menambah Stok Ilmu Pengetahuan.
    Setiap paragraf yang perempuan baca dari sebuah buku akan menambah stok informasi dan pengetahuan yang baru. Bekal inilah yang akan membantu jika kelak perempuan menghadapi tantangan, baik di lingkungan keluarga maupun pekerjaan.

    2. Memiliki Tingkat Konsentrasi yang Baik.
    Perempuan yang membaca buku biasanya memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Membaca buku membuat otak perempuan fokus dan konsentrasi. Hal ini membantu perempuan dalam mengembangkan keterampilan objektivitas.

    3. Menumbuhkan Kemampuan Menulis.
    Jika pekerjaan perempuan menuntut perempuan untuk banyak menulis, seperti seorang jurnalis, public relation, atau bahkan musisi, membaca buku sangat disarankan. Buku yang ditulis dengan baik bisa menjadi inspirasi bagi perempuan dalam menyusun kata-kata yang indah dan menarik.

    4. Memberikan Ketenangan.
    Sangat mungkin jika tubuh menjadi rileks saat membaca buku. Penelitian sudah membuktikan bahwa membaca buku spiritual bisa menurunkan tekanan darah sekaligus menenangkan hati.

    5. Memiliki Kosa Kata yang Luas.
    Semakin banyak perempuan baca, semakin banyak juga kosa kata yang dimiliki. Percaya atau tidak, perempuan yang memiliki kosa kata yang beragam akan lebih percaya diri untuk berbicara di depan umum. Hal ini sangat baik untuk karier perempuan di pekerjaan bukan? Tidak hanya itu, perempuan juga bisa menambah kosa kata dari bahasa asing.

    Bukan cuma untuk alasan pengetahuan, konsentrasi, menulis, ketenangan dan kosa kata. Lebih dari itu, buku-buku di lemari perempuan adalah cerminan kepribadian dan cara berpikir perempuan.. ^_^

  18. fifah tulisannya keren. saya suka. 🙂
    aku juga pernah ketemu fifah di dilo, di IPB *nunggudireview *modusinfifah

  19. Wah karena saya lelaki, heihei Pasti nda boleh ikutan GA ini. Biarlah saya informasikan kepada istri saya aja hhihihiihi

  20. Twitter: @Mugniar

    Sebaiknya, baik perempuan maupun laki-laki harus membaca. Karena manusia harus selalu belajar dan kalau dia rajin membaca berarti dia senantiasa ingin belajar dan memperbaiki diri. Itu nilai lebih seorang manusia.

    Kalo perempuan yang rajin membaca, kelak dia jadi ibu yang baik. Paling tidak selalu berusaha menjadi baik ^_^

  21. hebat banget blogger wanita ini, jadi pengen seperti beliau. semoga awal aku memulai blogger ini berjalan dan bisa seperti wanita ini. ammiinnnn

  22. Errr twitternya lupa, @jiahjava

    Udah brapa komen ini?

  23. Eh lupa, soal ketemu mbak, boleh, boleh bgt hihihi

    Smoga berjodoh

  24. Err ini GA susulan ya? Hihihi

    Knapa perempuan kudu baca buku?

    Utk terapi. Terapi otak biar gak kosong. Trus perempuan kan guru pertama bagi anak, paling nggak perempuan kudu tau ini itu hingga bs diajarkan pd anak. Dari mana bs tau? Membaca lah

  25. Siapa aja boleh ikut kok. Nggak pandang gender. Nanti ditulis di atas deh. ^^

  26. Iya. Kita pernah ketemu. Nanti aku review. *modusinbalik**biardibikiningiveaway* 😛

  27. Komen terbanyak dalam 1 blogpost.
    Iya, GA-nya susulan. Makasih udah ikutan.
    Semoga kita bisa ketemu. ^^

  28. Halo Mba Afifah, saya ikutan Ga-nya sebenarnya tertarik liat postinganya ttg mba Leyla Hana nambah tahu sosok beliau eh ada GA-nya jd sxan deh. Kalau bagi saya pribadi mengapa perempuan harus baca buku?dg baca buku akan nambah sesuatu yg kita tdk tahu aplg peran kita dirumah dituntut berganda contohnya : y sbg pengurus keuangan keluarga maka dri itu kita mesti tahu ni alur bisnis proses perekonomian jgn sampe kita nuntut sesuatu yang salah, pengurus anak2 maka mesti tahu tahapan perkembanganya. Buku bagi saya ga hanya sbg penambah wawasan tp sbg penghibur, membaca buku jg memainkan emosi saya shg dlm kehidupan realnya saya mampu memahami emosi lawan bicara (hahaha ngalem sendiri) dan yang paling penting baca buku juga ada kaitannya dengan otak dimana dalam otak ada ratusan milyaran neuron dengan membaca buku akan menciptakan jalan dari impuls listrik untuk menempuh ke dalam neuron tapi diantara hubungan tsb ada celah kecil yg bernama sinaps setiap kita membaca buku dan mempelajari sesuatu yang baru maka impuls listrik tsb harus melewati sinaps dan hal itu tdk mudah karenanya kita mesti sering membaca buku untuk memudahkan sinyal listrik tsb melewati sinapsnya begitu kira2 yang saya tahu.
    Semoga sukses mba Afifah ^^

  29. Mbak Leyla Hana ini termasuk mimblogger fav aku loh… 😉

  30. Ikutan Mba afifaahh 🙂

    Akun twitter : @namoradesi

    Mengapa perempuan harus membaca buku?
    Menurut saya karena menjadi perempuan itu susah-susah gampang. Kenapa? Imho, malah menjadi perempuan itu banyakan susahnya, tapiii.. menjadi perempuan itu sebuah kenikmatan. Susahnya dimana? Misalnya saja, dulu saat saya mengalami haid untuk pertama kalinya, saya bingung, takut dan sedih. Apa yang sedang terjadi pada tubuh saya. Kenapa bisa begitu? Bertanya banyak pada emak, terus terang saya malu. Kan, saya pemalu bangeet. Alhasil, iyah-iyah aja walo masih kurang paham atas setiap jawaban emak. Bukuu, menjadi sasaran saya pertama untuk menuntaskan pertanyaan -pertanyaan dalam otak. Berlanjut lagi bingung dengan segala perubahan yang terjadi pada tubuh saat pubertas. Setelah itu, saya penasaran kenapa bisa timbul rasa suka sama lawan jenis. Dari sebuah novel islami yang dulu saya baca, saya mendapat jawaban kalo rasa suka itu adalah fitrah, anugerah Ilahi. Okeh, baiklah, berarti rasa suka itu emang sudah dari sononya. Gak perlu dibuat ribet.
    Karena saya sangat pendiam, saya membaca buku-buku yang ada hubungannya dengan bagaimana menjadi teman bicara yang baik, alhasil dikasih rezeki sama Alloh menjadi tempat curhatan teman-teman. Saya mah cetek banget ilmunya, saya belajar banyak dari curhatan teman-teman. Pernah malah, saya mencoba bijak menyikapi curhatan teman-teman yang asal kata bijaknya dari teman yang udah curhat sebelumnya. Hehe, blessing banget sekaligus lucu buat saya pribadi.
    Saya sangat percaya kalo membaca itu membuka horizon baru, wawasan baru, pandangan hidup baru dan lebih memberi keterbukaan dan penerimaan terhadap segala perbedaan yang ada di hadapan kita. Membaca membuat kita menjadi lebih bijak, lebih tau dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah atau keputusan. Bahkan ayat yang pertama turun ke muka bumi adalah ajakan untuk membaca, Iqro, bacalah. Apa yang kita ragukan dengan membaca.
    Terlebih bagi perempuan, yang insy ditakdirkan untuk menjadi ibu. Ibu adalah sekolah pertama anak-anak. Jika Sekolahnya sudah modern, tentu anak-anaknya juga ikutan modern. Namun sebaliknya, jika ibu kurang menyukai membaca tentu langkahnya untuk mempersiapkan keluarga yang selamat dunia akhirat akan mengalami ketimpangan. Bila seorang perempuan atau ibu sudah siap dengan segala kekuatannya makagenerasi terbaik akan siap menyongsong.

    Tetap terus membaca perempuan Indonesia

  31. @Eyiaz_AB

    Mengapa perempuan harus membaca buku?
    Perkenalkan, saya seorang ibu rumah tangga, fulltime. Sejak dulu, saya sangat suka buku dan membacanya kapan dan di manapun. Hingga kini saya disibukkan dengan kegiatan rumah pun, saya selalu menyempatkan membaca buku ketika anak sedang tidur atau di alam hari ketika suami dana anak sudah terlelap. Bagi saya, membaca adalah sebuah kebutuhan. Ibarat pisau, jika lama tak diasah tentu akan tumpul dan berkarat, begitu pula hati dan otak yang tak diisi dengan ilmu yang didapat dari membaca buku-buku yang bermanfaat. Membaca membuat perempuan menjadi cerdas dan kaya wawasan, meningkatkan rasa percaya diri terutama bagi ibu-ibu yang setiap hari bergelut dengan urusan rumah tangga. Menyaksikan teman-teman atau perempuan lain yang aktif bekerja di luar, bisa berbelanja ini itu dan traveling kesana-kemari, maka saya yang fulltime IRT, tak bekerja, tak bergaji kecuali apa yang diberi suami, sangat jarang bepergian keluar kota kecuali untuk mudik, kadang saya merasa minder. Nah, salah satu cara untuk membangkitkan kepercayaan diri adalah dengan membaca buku. Membaca, membuat kita para perempuan merasa "seksi". Membaca adalah sebuah kebutuhan dan keharusan yang membuat kita menjadi cerdas, cemerlang, dewasa, dan lebih bijak dalam bersikap.

  32. wah, aku sering nih ketemu mba Leyla ^_^

  33. Akun twitter: @Ryu_keren
    Jawaban : Mengapa perempuan harus membaca buku? Karena buku adalah jendela dunia dan perempuan suka cuci mata. Daripada dibawa melihat barang-barang diskon yang belum tentu kebeli, lebih baik mata perempuan dibawa melihat dunia (dari buku). Dunia itu luas, tidak hanya selebar mall. Dengan membaca, mata perempuan menjadi lebih terbuka, otak lebih cerdas, dan yang lebih penting perempuan menjadi lebih percaya diri.

  34. Nama :Vita Pusvitasari
    Twitter :VPusvitasari2

    Menurut saya kenapa perempuan harus membaca karena perempuan kelak pasti jadi seorang ibu yang madrasah utama pendidikan anak adalah ibunya, seorang ibu harus pintar baik tentang ilmu dunia dan agama, biar bisa mencetak generasi bangsa yang cerdas dan berahlak mulia, seorang perempuan harus cerdas karena dia bisa menjadi manager keuangan di rumah tangganya sebagai seorang istri, sebagai seorang anak bisa mengangkat derajat dan antarkan orangtuanya ke surga tentu dengan budi pekerti yang baik,ya perempuan yang pintar seperti Kartini bisa mengangkat derajat perempuan dengan rajin membaca juga, seperti diperintahkan dalam Alquran jika kita ingin tahu sesuatu harus "Iqra" artinya bacalah

  35. Kak Leyla Hana salah satu penulis favorit saya ^_^ *sungkem

    Mengapa perempuan harus membaca buku?

    Alasan pertama, peran perempuan sebagai (calon) ummu wa rabbatul bait (ibu sekaligus suri rumah), juga sebagai madrasah pertama bagi putra-putri mereka; menuntut mereka untuk selalu meng-upgrade ilmu dan wawasan/pengetahuan mereka. Ilmu tak hanya berasal dari bangku pendidikan formal, tapi ilmu berasal dari mana saja, salah satunya ialah buku.

    Alasan kedua ialah, dunia teramat luas, jika seseorang belum mampu menjakau keseluruhan isi dan segala hikmah di dalamnya, lewat bukulah solusinya. Slogan buku sebagaj jendela dunia bukanlah slogan kosong, kenyataannya, lewat buku yang ditulis dari berbagai penulis dari berbagai daerah bahkan berbagai negara yang berbeda, dengan karkter yang berbeda-beda, informasi atau kisah berbeda pula, perempuan menjadi kaya wawasan dan memiliki intuisi untuk melihat sesuatu tak hanya dari satu sisi. Perempuan yang tak pernah membaca buku sama sekali dengan perempuan yang membaca buku tentu amatlah berbeda. Cara mereka melihat kehidupan juga tentu berbeda.

    Mengapa perempuan harus membaca buku? Karena lewat buku perempuan bisa belajar banyak hal.

    Akun twitter: @anismarz

  36. Twitter : @doktercakep.

    MENGAPA PEREMPUAN HARUS MEMBACA BUKU?

    1. Karena perannya sebagai Sekolah Pertama.

    Pernah suatu saat anakku yang berumur 5 tahun bertanya, "ummi kenapa sih bulan itu botak gak ada rambutnya? Kenapa bumi ada rambutnya, ada pohon pohon berdaun, ada hutan?"

    Aku berfikir, dulu saat aku 5 tahun, sepertinya gak pernah kefikiran untuk bertanya seperti itu. Generasi bertambah pintar sesuai zamannya. Kalau kita perempuan sebagai ibu untuk anak anak kita tidak banyak membaca. Bagaimana kita bisa menjadi sekolah bagi mereka? Bagaimana kita bisa bonding dengan generasi zaman sekarang?Sedangkan buku banyak menyimpan ilmu dari zaman lampau hingga zaman sekarang.

    2. Agar melatih diri untuk FOKUS.

    Pernah mendengar Ibu Elly Risman berkata, bahwa pria itu lebih FOKUS daripada perempuan.Perempuan itu multitasking banget, bisa mikirin baju anak , sambil mikirin menu masakan, mikirin suami, dalam waktu bersamaan. Jadi kurang fokus.

    Aku sadar diri juga sih!benar juga, membaca buku pun susah fokus dan melompat lompat, sambil memikirkan urusan domestik tersebut. Jadi sekarang setiap hari, berusaha melatih diri fokus membaca di malam hari setelah anak anak tidur.

    3. Karena di dalam Al Quran, kita diperintahkan untuk IQRA'.

    Sebenarnya sebagai Makhluk Allah.Tidak Laki, tidak perempuan, semuanya diperintahkan Allah untuk MEMBACA. Membaca yang tertulis dan yang tidak tertulis. Jadi mengapa tidak? Kalau sudah Tuhan yang menyuruh, maka itu tentu baik untuk kita. Demi kebaikan kita sebagai perempuan. Untuk hidup bahagia kita perlu ilmu. Dan buku itu adalah GUDANGNYA ILMU.

    Wassalam.
    Adeliana

  37. Maap lupa ini twitter saya @pulau_ila IG juga pake itu *modus

  38. Perempuan kayak saya jarang keluar kota, klpun iya, biasanya cuma pulang kampung. Gimana dong saya tahu dunia yg luar biasa luas ini kalau tidak baca. Lagipula semakin membaca kok rasanya makin kita sadar kita banyak kurangnya, akhirnya keinginan menambah bacaan semakin tinggi.

  39. Oya, aku juga tahu kak Leyla Hana dari buku beliau : 'Cinderella Syndrome' dan 'Aku, Juliet'..
    Judulnya lucu.. ^^ Tapi Qadarullah belum kesampaian beli sampai sekarang, he..

  40. Assalamualaikum kak Afifah, salam kenal! ikutan giveawaynya ya..
    Twitter : @aisyahassalafy

    Umm, sepertinya alasan mengapa perempuan harus membaca buku semuanya sudah diwakili oleh teman2 lain yang komentar diatas deh, hehe.. ^^
    Tapi gapapa deh, aisyah menambah aja..

    Perempuan harus membaca buku karena Allah telah memerintahkan kita (dan laki-laki juga) untuk membaca, dan sebagai Muslimah sudah menjadi kewajiban kita menuntut ilmu (salah satunya dengan membaca buku) sebagai bekal kita dalam hidup dan untuk beribadah, karena kita dilahirkan dalam keadaan tidak tahu apa-apa dan buku adalah sarana mendapat ilmu, dan untuk menjadi seorang istri / ibu juga harus berbekal pengetahuan yang dengan pengetahuan tersebut ia akan mendidik anak-anaknya..

    Dan terakhir, karena buku itu menyenangkan, seperti sahabat, ia tak pernah membosankan.. ^^ dan wangi kertas buku itu tidak dapat tergantikan oleh e-book dan semacamnya, hehe.. 🙂

  41. This comment has been removed by the author.

  42. Akun Twitter : @CallMe_Yanti

    Mengapa perempuan harus membaca buku?
    Karena perempuan harus cerdas, perempuan harus cerdas biar tidak mudah dibodohi terutama oleh kaum laki-laki. Wanita juga harus memiliki banyak ilmu dan keterampilan makanya dibutuhkan membaca agar ia bisa menjadi wanita yang mandiri dan tidak selalu bergantung pada laki-laki. Wanita di zaman sekarang memang harus mandiri karena wanita juga bisa menjadi pemimpin dan setara dengan kaum laki-laki. Wanita juga perlu cerdas karena wanita akan menjadi seorang ibu, Ibu adalah pendidik pertama bagi anaknya sebelum ia memasuki bangku sekolah, dari ibu-ibu yang cerdas akan dilahirkan anak-anak yang cerdas pula, dari anak-anak yang cerdas akan ada generasi selanjutnya yang juga cerdas dan berpengetahuan.

  43. Karena laki-laki diperbolehkan ikut jawab, ikut ya? Hehehe…
    Akun Twitter @bungeko_

    Mengapa perempuan harus membaca buku?
    Seperti judul buku terbarunya Pakdhe Abdul Cholik, ibu adalah madrasah bagi anak-anak. Sebelum anak masuk sekolah, ibulah yang mengajarinya berbagai hal. Mulai dari mengenal mata-hidung-mulut, belajar berdiri, belajar berbicara, sampai kelak belajar bermain, semuanya dilakukan anak bersama ibunya. Peran ibu tak akan pernah tergantikan dalam pertumbuhan seorang anak.

    Di sinilah pentingnya sosok ibu yang berwawasan luas. Tidak harus cerdas, asalkan berwawasan luas dan banyak tahu mengenai berbagai hal sudah cukup. Setidak-tidaknya ibu bisa memberi jawaban saat anaknya bertanya tentang sesuatu hal. Jangan sampai ibu menjawab, "tidak tahu." Ini bisa menimbulkan kemalasan si anak bertanya pada ibunya.

    Buku adalah jendela dunia. Seorang perempuan wajib membaca buku agar berwawasan luas sehingga kelak bisa menjadi madrasah ideal bagi anak-anaknya.

  44. twitter: @amifamia

    jawaban:
    Karena wanita ruang geraknya lebih terbatas dari pada laki-laki dalam menambah wawasan, penvetahuan dan tentunya pengalaman. Wanita pada nyatanya selalu selalu dihadapkan dengan tata aturan sebagai bentuk pentingnya seorang wanita. Oleh karena itulah untuk mengimbangi keterbatasan itu, bukan berarti wanita harus sempit pemikiran dan pengetahuannya. Dan cara memperluas pemikirannya itu adalah dangan banyak membaca buku-buku. So, membacalah!

  45. Akun Twitter: @avizenazen86

    Seorang perempuan akan menjadi ibu. Jadi tempat bertanya anak-anaknya. Kalau anak tanya PR, lalu jawabannya salah, bisa fatal. Ada anak yang lebih percaya ibu daripada gurunya.

    Selain itu, dengan pengetahuan dari buku, ibu bisa cepat bertindak kalau anak sakit. Misalnya, jika suhu anak sudah 39°C, harus cepat dibawa ke klinik. Takut kejang demam.

    Lalu bagaimana jika perempuan itu belum menikah? Membaca itu perlu, karena mereka dapat pengetahuan. Sounds cliche, tapi suatu saat pasti berguna. Misalnya saat wawancara, atau psikotes.

    Perempuan cerdas yang suka membaca akan memiliki nilai plus di depan lelaki. Ingat, brain dulu, baru Beauty and behaviour.

    Perempuan yang punya online shop juga wajib membaca buku. Buku marketing untuk pengembangan bisnis. Buku cerita dan buku genre lain untuk menambah kosakata. Karena mereka juga copy writer, kan?

  46. Nama: Nyi Penengah Dewanti
    Twitter: @nyipenengah
    Link Share: https://twitter.com/NyiPenengah/status/715444734924365825
    Kota: Kendal (Jawa Tengah)

    Mengapa perempuan harus membaca buku?

    Agar generasi penerus yang dilahirkan dari rahim seorang perempuan, menjadi cerdas secerdas ibunya yang doyan membaca. Pepatah bilang buku adalah jendela dunia, sebab itulah kita kudu rajin membaca.

    ———–

    Aku belum pernah ketemu bunda Leyla, tapi dia guru terbaik menulisku 😀

  47. Semoga segera bisa baca bukunya: )

  48. Mengapa Perempuan Harus Membaca Buku?

    Karena cegah kepikunan

    Masih muda, cantik tapi pelupa, hati-hati itu tanda kita kurang ingat ( yaiyalah namanya juga lupa, haha) dan kurang membaca.

    Membaca, menurut Dr.C.Edward Coffey, dapat mencegah seseorang dari penyakit demensia, sebuah penyakit rusaknya jaringan saraf otak.

    Jadi, cegahlah pikun sejak hari ini dengan membaca. 😉

    Membaca, Obat Anti Ageing Paling Murah

    Beneran ? Iya bener, membaca membuat stress ogah deketan dengan kita. Soalnya pikiran kita gak kosong, eh tapi stress itu bukannya karena banyak pikiran? Haha, eh tapi saat membaca, saraf saraf otak bekerja untuk menyambungkan semua makna yang sedang kita resapi dan jiwa kita pun seolah diisi energi hidup kembali.

    Beda kalau kita sedang stress mah, pikiran banyak, jiwa kosng, kalau lagi tenang dan happy berarti pikiran banyak haha sama aja tapi jiwa berisi, gak perlu khawatir yang berlebihan, yakin ada solusi.

    Ternyata obat anti ageing itu gak perlu mehong ya (tapi harga buku kan mahal, haha *galau* , kan ada perpustakaan) cukup dengan rutin minum air putih dan baca buku ^^

    Madrasah Pertama Anak Anaknya

    Udah jadi kodratnya perempuan bahwa someday bakal jadi ibu. Dan ibu adalah
    Al Umm Madrasatul Ula, sekolah pertama bagi anak anaknya. Peribahasa Arab tersebut mungkin sudah sangat sering kita dengar atau baca, dan it’s true, dalam pengasuhan anak, Ibu berperan sebagai pelaksana pendidikan, sedangkan ayah sebagai kepala sekolah.

    Peran yang luarbiasa inilah, yang menuntut tiap calon ibu dan ibu harus cerdas, nah ibu cerdas dibentuk dari kebiasaannya suka membaca, agar bisa membimbing muridnya (anaknya).

    Twitter : @nufazee

  49. Mengapa perempuan harus baca buku?
    Supaya dia tidak bimbang. Karena dengan membaca buku dia menjadi tahu akan hal-hal yang membingungkannya.

    Twitter: @DesriMS

  50. Mengapa perempuan harus membaca buku?
    Agar hatinya tidak bimbang. kenapa tidak bimbang? karena kebimbangan itu lahir dari ketidaktahuan akan sesuatu dan kekurangpahaman akan sesuatu itu sendiri. Dutambah lagi perempuan itu memiliki sifat perasa. Apa aja dibawa perasaan. Oleh karena itu, perempuan HARUS membaca buku. Untuk menenangkannya. Right? 😀

    Twitter: @DesriMS

  51. Aku ikutan ya adikku yang manis @afifah dan salam sungkem buat bu guru mba @leylahana

    Nama : Ernawati Lilys
    Twitter : @nenglisojung

    Kenapa perempuan harus membaca?

    Karena perempuan itu makhlu multitasking,banyak bisanya.Jadi dengan membaca buku akan membantu mengupgrade ilmu pengetahuannya.
    -Seperti ketika wanita masih belum menikah. Menjadi jomblo seorang wanita banyak sekali cobaannya,pacaran, cibiran bahkan hinaan. Jika mau jadi seorang wanita jomblo dan memiliki prinsip sampai jomblo sampai halal,salah satunya bisa dapat motivasi dari membaca buku-buku agama yang melarang pacara, atau buku nonfiksi populer yang menguatkan niatnya. Bisa juga baca novel sinderella syndrom karya mba Leyla Hana untuk memperkaya pengetahuan.

    -Ketika wanita menikah,perubahan terjadi pada hidupnya. Mendapat jabatan seumur hidup yaitu sebagai seorang istri. Untuk belajar menjadi istri yang baik dan dicintai pasangan,seorang wanita harus mengupgrade ilmunya dengan ikut kajian, bisa juga dengan membaca buku. Salah satu bukunya adalah buku mba Lelya Hana yang terbaru yaitu suami istri yang dirindukan Syurga.Buku superlengkap dan romantis bisa dibaca berdua dengan pasangan.

    -Ketika wanita hamil dan melahirkan, wanita mengupgrade lagi ilmu pengetahuaannya dengan membaca buku2 parenting. Agar setiap proses pada masa kehamilan sampai melahirkan berjalan lancar.

    -ketika lahir seorang bayi maka wanita mendapat gelar mulia bernama ibu.gelar ini tidak mudah mendapatkannya dan melekat sepanjang hayat. tugas ibu pun akan diembannya,menjadi madrasah pertama bagi anaknya, bisa dilihat dari cara merawat anak dikesehariannya bagaimana memperlakukan anak. Buku akan membantu seorang ibu untuk menambah wawasan dan juga dalam praktek sehari-hari. menyajikan gizi sehat dari makanan yg diolahnya bisa didapat dari buku2 resep, merawat anak di rumah,membuat permainan edukasi, dll semua bisa dipelajari dengan membaca buku.

    Buku-buku inilah yang akan menemani setiap perjalanan hidup wanita agar semakin kaya wawasan dan dpat mengupgrade kemampuannya. Yuk baca buku jadi wanita yang membuka peradaban dan melahirkan generasi cerdas.

  52. Mbak Leyla Hana memang keren dan inspiratif ^_^

    Mengapa perempuan harus membaca buku?

    Kalau menurutku perempuan harus membaca adalah karena, perempuan itu ladang yang bisa menghasilkan benih-benih yang baik. Dan jika ingin mendapat benih yang baik … tentu saja perempuan harus membekali diri dengan berbagai macam pengetahuan dan salah satu caranya adalah dengan membaca. Berdasarkan penelitian, dominan kepintaran yang dimiliki ibu akan menurun pada anak. Dan lagi perempuan adalah guru pertama bagi anak. Jadi sangatlah penting seorang perempuan itu memiliki pengetahuan untuk diajarkan pada anak. Selain ini ada beberapa alasana kenapa perempuan harus membaca

    • Jendela Dunia.

    Buku adalah jendela dunia, yang bisa membawa ke manapun. Misalnya saat membaca buku-buku traveling. Saat itu meski tidak berada di kota atau negara tersebut, tapi seolah bisa merasakan apa dan bagaimana suasana di sana. Itu sangat menyenangkan.

    • Mendapat Pengetahuan Baru

    Ini pasti setiap kali membaca, akan bisa mendapat pesan dan kesan yang berbeda-beda dari buku. Dan pastinya itu akan menambah wawasan yang bisa dimiliki. Semakin banyak buku yang dibaca, maka akan semakin banyak pengetahuan yang didapat.

    • Menghibur dan menjadi terapi.

    Ini tidak dipungkiri, membaca akan membuat perasaan tenang. Membaca selalu membuat senang dan terhibur. Kadang hal yang paling asyik untuk digunakan pelarian ketika ada masalah, adalah membaca. Karena membaca itu menyimpan energi positif yang membuat pembaca merasa tenang. Kepenatan yang dimiliki bisa terkikis dengan sendirinya ketika sudah tenggelam dalam bacaan. Dan dengan membaca bisa menjadi terapi, mencegah kepikunan.

    • Menambah kosakata baru

    Setiap kali membaca buku, sudah pasti akan menemukan banyak sekali kosakata-kosataka yang baru. Hal itu dengan sendiri akan menambah wawasan.

    • Membangun diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik

    Setiap kali habis membaca buku-buku motivasi, pasti akan terpangaruh untuk menjadi pribadi yang selalu berpikir positif. Yah, membaca buku membuka banyak perubahan pada diri bagi seseorang. Memberi energi positif menjadi pribadi yang lebih baik.
    Lalu dari sudut pandang keagamaan, membaca itu …

    1. Sesuai dengan Petunjuk Allah.

    Sejatinya masalah membaca itu sudah sejak dulu Allah sarankan. Hal itu bisa kita lihat dari turunnya wahyu pertama yang diturunkan pada Nabi Muhammad saw, Surat Al-Alaq 1-5.
    Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

    Ini sangat jelas Allah memang mengharuskan hamba-Nya untuk rajin membaca. Karena membaca akan membuat kita mendapat banyak pengetahuan. Jangan berpikir membaca itu pekerjaan sia-sia dan membosankan.

    Membaca itu memang sangat penting dan harus dilestarikan.

    Twitter : @ratnaShinju2chi

  53. Salam kenal, Mba Afifah. Ikutan

    Twitter: @Chan_Dinu

    Mengapa perempuan harus membaca buku?

    Buku selalu diibaratkan sebagai gudang ilmu. Dan, sangat bisa jadi, satu buku setara dengan satu gudang. Jika dianalogikan seperti gudang barang, di mana sebuah ruang bisa menampung banyak benda. Maka kita bisa membayangkan bagaimana "buku si gudang ilmu" ini menyimpan banyak ilmu.

    Mengutip tuturan seorang pakar syaraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, DR. dr.Jan Sudir Purba., MD, Ph.D., "Ketika Anda melihat sesuatu, otak akan bekerja mengolah dan menerjemahkan informasi demi informasi yang dilihat oleh mata, sehingga akan memicu proses aktivasi sel otak yang satu dengan lainnya. Sel otak tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, karena otak terdiri dari kumpulan sel-sel yang saling berinteraksi layaknya networking. " (Sumber : http://www.kompasiana.com/ketikajarimenari/mengapa-anda-harus-membaca-buku_550f2650a333110c34ba7d86)

    Dari penjelasan di atas, yang dapat saya simpulkan adalah, membaca sama dengan membiarkan otak kita tetap aktif. Dan dari kata aktif ini akan memunculkan kata lain yang sifatnya positif. Saya juga pernah membaca ulasan di satu majalah tentang perbandingan keadaan otak saat membaca dengan saat menonton televisi. Hasilnya sangat jauh sekali. Ketika menonton tv, otak cenderung hanya menyerap sedikit informasi. Bahkan malah yang lebih ekstrim, sebagian besar, konon, otak kosong melompong saat atau sesudah menonton tv. Sementara ketika membaca, otak terus bekerja, menstimulasi semua hal yang masuk. Sesederhana apapun kata/kalimat yang tertangkap mata. Menyimpannya, terus dan terus. Ini juga yang menjadi tolok ukur, betapa buku atau tulisan bermuatan negatif bisa mempengaruhi/menyumbang hal buruk pula. Itulah mengapa keharusan membaca mesti tetap mengacu pada 'membaca yang baik'. Untuk amannya, kalau menurut pribadi.

    Pada bagian endingnya, selain menambah informasi, ilmu dan sebagai aktivitas selingan bergizi, membaca akan meminimalisir terjadinya kepikunan di masa tua. Dan perempuan yang hampir selalu memiliki beragam aktivitas dan status tetapi tetap bisa banyak membaca, akan lebih mampu mengembalikan kondisi relaks. Tentu dengan tanpa mengesampingkan asupan yang dibutuhkan fisik. Allohu'alam.

  54. Kenapa Perempuan harus membaca buku?

    Karena itu adalah perintah Allah. Iqra' yang artinya bacalah. Tentunya membaca dan mengamalkannya. Dengan membaca, perempuan dapat menyerap ilmu dan mengamalkannya, baik dengan menuliskannya atau dengan menceritakan/mendongeng. Dengan membaca, perempuan bisa menjadi guru pertama untuk putra-putrinya. Oleh karena itu, budaya membaca wajib digalakkan kembali.

    twitter : @cahayatheprince

  55. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta

    Perempuan yang suka membaca adalah perempuan yang punya keinginan untuk terus meningkatkan kualitas dirinya. Ia merasa haus akan informasi dan ingin memahami sesuatu sebelum menerapkannya pada kehidupan. Hal inilah yang perlu ada di setiap diri manusia. Apalagi seorang perempuan nantinya akan menjadi seorang istri dan ibu yang menjadi pengurus dan pendidik pertama dan utama bagi keluarga.
    Membacapun tidak hanya melalui buku, dapat berupa artikel-artikel di dunia maya yang berasal dari sumber terpercaya. Perkembangan iptek juga makin maju, akses informasi juga makin gampang jadi nggak ada alasan untuk nggak update dan nggak suka baca. Kadang suka sebel aja, kadang orang mendingan nanya daripada baca yang udah jelas dituliskan/dijelaskan. Jelas, budaya itu harus kita tanamkan sejak dini. Nggak ada ruginya kok punya hobi baca, yang ada malah bermanfaat banget. Nggak cuma buat menambah wawasan dan meningkatkan kualitas diri kita, tapi juga buat orang lain di sekitar kita. Dengan tahu, kita bisa berbagi, bisa memberikan manfaat bagi orang terdekat dan lingkungan.
    Ya intinya, jadilah perempuan yang diinginkan laki-laki bukan hanya yang menginginkan laki-laki. Haha.. pokoknya perempuan yang suka baca dan cerdas itu cantik dengan caranya sendiri 🙂

  56. @falfanyfitri

    Izin ikutan ya, Kak!

    Mengapa perempuan harus membaca buku?

    Karena dari membaca, kita bisa mendapat ilmu. Dan membaca adalah jalan paling mudah untuk mendapatkan ilmu tersebut. Hanya bermodal buku, kan?

    Kenapa perempuan? Seperti yang ibu Kartini pernah bilang, "karena dari perempuanlah pertama-tama manusia itu menerima didikannya."

    Satu lagi, karena kita–sebagai perempuan–gak boleh ketinggalan peradaban dunia. Jangan biarkan sebutan feminisme membatasi kita. Karena dunia juga butuh kita, perempuan cerdas!

  57. Waduh! Ini peserta GAnya udah banyak ajah dan… jawabannya canggih2 pula *jiper* >.<

    Gpp deh ikutan ngeramein aja ya 😀

    Banyak alasan kenapa perempuan harus membaca:
    1. Menambah wawasan & sebagai bentuk aktualisasi diri
    >> sudah pada tau dong kalau buku adalah jendela dunia. Berarti dengan banyak membaca buku, otomatis wawasan kita pun akan bertambah tanpa harus bersusah payah keliling dunia ^^
    Membaca juga penting loh untuk perempuan mengaktualisasikan dirinya. Ada begitu banyak aktualisasi diri yang kita dapat lakukan dari membaca 🙂

    2. Menambah jejaring teman/pergaulan
    >> loh kok bisa? Lah ya iyalah! Minimal dengan membaca buku, kita sudah menjadi "teman" penulis, penerbit, editor, layouter, ilustrator dari buku yang kita baca 🙂
    Terus kalau kita baca buku di perpus, bisa jadi kita akan berkenalan dengan sesama book lover juga disana.
    Kalau kita juga mulai aktif posting foto buku di akun medsos kita, minimal akan ada sesama book-holic yang akan mengomentari foto itu dan jadi follower kita ^^
    Atau… kita juga suka posting review dari buku yg kita baca di blog? Nah! Akan lebih banyak menambah jaringan pertemanan dengan sesama book blogger lainnya loh!

    3. Bekal menjadi fasilitator bagi anak atau adik
    >> Iya loh! Buat yang suka baca, pasti deh akan jadi tempat bertanya favorite bagi adik atau anaknya. Itu artinya secara tidak langsung kita sudah menunjukkan kepada generasi muda klo membaca itu banyak sekali manfaatnya, dan nambah wawasan!

    4. Me time yang berkualitas bagi perempuan
    >> Yup! Dari sejak kecil, aku sudah suka baca. Dan menurutku, membaca itu adalah salah satu me time yang sangat berkualitas loh! Buktinya apa? Ya membaca itu bisa dilakukan oleh siapa saja, dimana pun, kapan pun. Apalagi sejak udah jadi ibu! Membaca adalah kegiatan me time faveku karena selain praktis dan bermanfaat, juga tidak memerlukan banyak biaya. Coba deh bandingin sama me time ala soasialita atau ibu2 pejabat yang lebih suka kongkow di cafe ternama?! Jauuuhhh lebih hemat, Cyinnn! ^o^

    Segitu ajah deh alasan2 yg bisa kukemukakan. Kalau kebanyakan, takut peserta laen gak kebagian ^o^

  58. Mesa Dewi
    Akun twitter : @griyariset

    Mengapa perempuan harus membaca buku?
    1.Buku membuat kita menangkap ide yang disampaikan penulis secara utuh, sistematis dan komprehensif.
    Jika memiliki waktu luang, orang lebih memilih membaca buku atau berselancar di dunia maya? Mayoritas saat ini memilih memegang gadget, lalu membuka akun media sosialnya. Tak dapat dipungkiri bahwa di media sosialpun kini banyak informasi, wawasan dan ilmu yang bertebaran. Toh, kita dapat membacanya disana. Bersosialisasi jalan, ilmu dan wawasanpun terserap. Tapi, apakah sama dengan membaca buku? Tentu tidak. Informasi yang kita baca di media sosial sangatlah spesifik, singkat dan tidak komprehensif. Berbeda dengan jika kita membaca buku.

    2. Apa yang ada di pikiran anak saat melihat ibunya beraktivitas? Dia tentu akan sangat penasaran dengan benda yang sangat akrab dengan sang Ibu.
    Children see, children do.
    Anak belum bisa mengerti aktivitas apa saja yang kita lakukan dengan gadget. Mereka belum paham orderan customer, aneka aplikasi yang meningkatkan produktivitas maupun e-book yang sedang kita baca di dalamnya. Mereka hanya melihat, bahwa ibunya sangat akrab dengan HP. Lalu penasaran dan ingin melakukan hal yang sama. Terlebih jika mengetahui disitu ada beragam games menyenangkan. Jika ingin membuat anak akrab dan suka berinteraksi dengan buku, mari kita mulai dengan memberi contoh nyata.

    3. Membaca buku, lebih bersahabat dengan mata dibanding melalui gadget. Belum lagi bagi orang visual, pasti aneh jika membaca tanpa menandai bagian-bagian penting dengan aneka warna. Buku juga memberi peluang untuk dapat menandai batas bacaan kita dengan menyematkan pembatas buku.

  59. aku izin nyimak aja ya mbak … kayaknya yang ikutan GA ini hebat-hebat ya .. aku mau ikutan tapi ilmunya cetek 🙂

  60. Izin nyimak, teks bacaanya sungguh sangat bermanfaat semoga menjadi keberkahan untuk penulisnya, AMIN.

Leave a Reply

Required fields are marked*