Reportage

Ketahui Hal-hal Berikut tentang Donor Darah

Aku yakin hampir semua orang tahu bahwa donor darah bisa menyelamatkan jiwa. Satu tetes darah kita sangat berarti bagi yang membutuhkan. Apalagi, kalau ada keluarga atau bahkan diri sendiri pernah mengalami keadaan yang mengharuskan transfusi, pasti akan lebih menghargai titip tetes darah.

Di sisi lain, ada juga banyak alasan bagi orang-orang untuk tidak mendonor. Mulai dari alasan kepercayaan agama, sampai mitos-mitos. Duh, mau berbagi, ada saja halangannya.

Supaya tidak ada lagi hal-hal salah kaprah tentang donor darah, PMI mengajak masyarakat untuk mengikuti sosialisasi donor darah. Kegiatan yang diselenggarakan tanggal 5 November 2016 lalu adalah kegiatan angkatan ke-7 yang diperuntukan bagi blogger dan relawan PMI se-DKI Jakarta. Sosialisi bertempat di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta. Sosialisasi disampaikan oleh  dr. Pierlita Rini, M.Biomed.

Jadi, inilah beberapa hari tentang donor darah.

1. Macam-macam Pendonor

Ternyata, pendonor darah tidak hanya ada satu macam, tetapi ada banyak macam.  Ada lima macam pendonor:

1. Donor darah sukarela

Donor rutin 3 bulan sekali. Pendonor menyumbangkan darah secara sukarela ke UTDD PMI untuk diberikan kepada pasien yang membutuhkan.

2. Donor langsung

Donor darah sewaktu-waktu karena kelangkaan darah di PMI, misalnya saat bulan puasa. Golongan darah pendonor sama dengan pasien. Biasanya donor ini dilakukan oleh keluarga.

3. Donor darah pengganti

Menyumbangkan darah sewaktu-waktu karena kelangkaan darah di PMI, tapi golongan darah pendonor dan pasien berbeda.

Waw. Beda golongan darah memangnya bisa?  Tidak bisa. Dengan kata lain, jenis ini tidak ada.

4. Donor darah siaga

Donor ini sudah dipersiapkan atau disiagakan untuk sewaktu-waktu menyumbangkan darah ditingkat RW kalau ada warga yang membutuhkan. Misalnya, untuk ibu hamil atau korban kecelakaan.

5. Donor “on call

Donor yang mempunyai golongan darah langka yang sewaktu-waktu bisa diminta untuk menyumbang darah bagi yang membutuhkan. Misalnya, golongan darah rhesus negatif.

2. Persentase Golongan Darah ABO di Indonesia

Sebagian besar orang Indonesia bergolongan darah O, yaitu 40.77%. Urutan kedua adalah golongan darah B 26.68%. Urutan ketiga adalah golongam darah A 25.68%. Paling sedikit adalah golongam darah AB, yaitu 6.6%.

Jadi, tidak heran kalau golongan darah AB disebut golongan langka. Walaupun begitu, stok darah A juga sering langka sekarang ini. Entah kenapa, banyak orang bergolongan darah A yang sakit. Huhu.

3. Syarat Donor Darah

Karena berhubungan dengan nyawa, ada syarat-syarat yang perlu diperhatikan. Berikut syarat untuk keselamatan donor darah:

1. Usia minimal 17 tahun dan maksimal 60 tahun (bagi yang jarang donor) atau 65 tahun (bagi yang rutin mendonor).

2. Berat badan minimal 45 kg

3. Hemoglobin minimal 12.5 g%

4. Tekanan darah sistol 100-180 mmHg dan diastol 50-100 mmHg

5. Nadi 50-100/menit

6. Donor tidak menderita penyakit:

  • Tekanan darah tinggi/hipertensi
  • Kurang darah (anemia)
  • Penyakit kulit kronis
  • Gangguan perdarahan
  • Kencing manis
  • Penyakit hati, ginjal, jantung, paru-paru
  • Ayan, kejang, kanker

7. Donor tidak sedang menstruasi, hamil, atau menyusui

8. Pemeriksaan fisik sederhana dalam batas normal

9. Cukup tidur dan makan (makan maksimal 1 jam sebelum donor)

10. Interval penyumbangan darah minimal 12 minggu dengan jumlah makskmal 5 kali pertahun.

Selain demi keselamatan donor, ada juga syarat-syarat pendonor untuk keselamatan resipien atau pasien:

1. Donor risiko rendah

2. Tidak berperilaku berisiko

4. Tidak pecandu alkohol dan narkotik

5. Tidak bertatto

6. Tidak menderita:

  • Penyakit kulit sekitar tempat tusukan lengan
  • Infeksi yang ditularkan melalui darah
  • Diare

7. Tidak mendapat transfusi 6 bulan terakhir

8. Tidak mendapat imunisasi virus dilemahkan dalam 2 minggu terakhir

9. Tidak makan aspirin 3 hari terakhir (donor trombosit)

4. Manfaat Donor Darah

Selain bermanfaat bagi pasien untuk menyelamatkan jiwa, donor darah juga mempunyai berbagian manfaat untuk donor itu sendiri. Berikut beberapa manfaatnya:

1. Dapat mengetahui golongan darah

Hari gini masih ada yang belum tahu golongan darahnya apa?  Sebelum mendonor, bisa dicek dahulu.

2. Kadar hemoglobin terpantau 3 bulan sekali

Karena syarat donor darah ada minimal hemoglobin, pendonor akan tahu berapa kadar hb-nya setiap akan mendonor. Dengan begitu, bisa cepat-cepat diwaspadai kalau ada masalah.

3. Terpantau dari 4 macam penyakit (HIV,  hepatitis B,  Hepatitis C, dan Sifilis)

Pendonor akan dicek apakah terdapat penyakit tersebut atau tidak. Selagi menyumbang darah, sekalian cek kesehatan.

4. Menurunkan kadar zat besi teroksidasi, sehingga:

  • Menurunkan resiko serangan jantung dan stroke).
  • Menurunkan resiko kanker.

5. Membakar hingga 650 Kal

Donor darah membuat gemuk?  Tidak, dong. Justru sebaliknya. Donor darah membakar Kalori. Kalau setelah donor makan nasi padang 5 porsi, lain cerita, ya.

5. Volume Darah yang Diambil

Volume darah yang diambil disesuaikan dengan berat badan. Jadi, jangan takut yang tubuhnya kecil akan semakin kecil. Ini donor darah, bukan digigit vampir.

  • Berat badan 45 kg: 250 mL, maksimal diambil 450 mL.
  • Berat badan 50 kg: 350 mL,  maksimal diambil 500 mL.
  • Berat badan 55 kg: 450 mL,  maksimal diambil 550 mL.

6. Donor Apheresis

Apa itu donor apheresis?  Donor apheresis adalah donor dengan hanya komponen tertentu yang diambil. Misalnya, hanya plasma atau trombosit saja.

Baik laki-laki, maupun perempuan, bisa donor apheresis. Donor apheresis memang membutuhkan waktu lama (sekitar 60 menit) karena memakai mesin, dengan darah diambil, diputar, dan dikembalikan sampai jumlah komponen darah yang didonorkan cukup. Walaupun memakan waktu lebih, donor apheresis mempunyai banyak keuntungan.

Apa saja keuntungan donor apheresis?

  • Menurunkan exposure ke donor.
  • Hasilnya 10 kali lebih berkualitas.
  • Bisa donor berulang (2-3 minggu sekali).
  • Menurunkan reaksi transfusi.

7. Lokasi dan Tempat Pelayanan Donor Darah Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta

Di Jakarta, terdapat 5 cabang UDD PMI:

  • Jakarta Pusat (Jl.  Pecenongan No. 82): Jumat
  • Jakarta Barat (Jl. Perdana No. 12): Senin-Kamis
  • Jakarta Timur (Jl. I Gusti Ngurah Rai No.  77, Klender): Senin-Kamis
  • Jakarta Selatan (Jl. Raya Condet Pejatan, Pasar Minggu): Selasa-Kamis
  • Jakarta Utara: Setiap hari + Pelayanan Darah

8. Bank Darah

Bank darah bertugas menyimpan darah/komponen darah pada suhu optimal komponen. Bank darah juga melakukan tes golongan darah dan uji silang serasi darah pasien dan donor. Bank darah menyampaikan darah pada pasien melalui petugas rumah sakit.

9. Persyaratan Meminta Darah

Ada keluarga yang membutuhkan darah dan rumah sakit tidak punya stok darah? Bisa datang ke UDD DKI dengan syarat:

    • Membawa formulir permintaan darah dari rumah sakit yang sudah dicap dan distempel. 
    • Membawa contoh darah yang dimasukkan ke dalam tabung EDTA. Jangan membawa contoh darah dalam jarum suntik karena membahayakan petugas PMI, khawatir terkena jarum dan tertular penyakit.

Ada dua loket pelayanan UDD DKI:

  • Loket A: melayani permintaan darah dari RS yang tidak ada bank darahnya.
  • Loket B: melayani permintaan darah dari RS yang ada bank darahnya.

10. Cara Mengadakan Acara Donor Darah

Ingin mengadakan acara donor darah? Bisa saja, tapi tentu ada syarat-syaratnya. Walaupun begitu, syarat-syaratnya tidak sulit kok:

  • Calon donor minimal 75 orang.
  • Harus di dalam ruangan dan kalau bisa ber-AC. Banyak ‘kan acara donor darah outdoor? Sebetulnya itu kurang efisien. Kantong darah sebenarnya berpori dan acara outdoor lebih rentah debu sehingga debu kecil bisa mengontaminasi darah.
  • Ada meja dan bangku untuk pendaftaran, pemeriksaan, administrasi, serta snack.
  • Mengajukan proposal acara ke UDD/UTD minimal 1 bulan sebelum acara. Jangan mendadak, ya. Proposal diserahkan ke lantai 3 bagian pengadaan darah (dengan Ibu Lina atau Ibu Cici, 021-3906666 ext. 306).

Itulah sedikit tentang donor darah. Masih takut donor darah? Takutlah tidak bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Bayangkan saja berapa banyak bahagia yang akan terjadi kalau darahmu bisa meningkatkan kesempatan hidup.  ^^

Leave a Reply

Required fields are marked*