Hari ini, aku datang ke pernikahan teman. She was my chairmate in tenth grade. Nggak nyangka sama sekali. Hidup seseorang bisa berubah dalam hitungan bulan. Bulan Februari, pasti dia masih galau-galau belum tahu siapa jodohnya. Eh, sekarang udah tahu. Yaaa… jangankan hitungan bulan sih, hitungan detik pun hidup seseorang bisa berubah.
Aku pun menyadari bahwa umur kepala 2 berbeda dengan sewaktu umur kita masih satu digit atau kepala 1. Dulu, kita selalu sama. Umur kita sama, tingkatan kita pun sama, sama-sama mengenakan seragam berwarna sama. Sekarang, umur kita sama, tapi nasib kita berbeda-beda.
Ada yang masih kuliah.
Ada yang sudah kerja.
Ada yang masih single.
Ada yang sudah double, bahkan triple.
Ada yang masih childish.
Ada yang sudah menjadi ibu rumah tangga.
 Ada yang sudah mapan.
Ada yang masih minta jajan ke orangtua.
Ada yang masih asyik dengan dunianya sendiri.
Ada yang sudah ngebet nikah.
Ada yang masih deg-degan soal s*****.
Ada yang sudah deg-degan soal kelahiran anak.
Ada yang masih pantas memakai seragam sekolah.
Ada yang sudah tante-tante.
10 tahun ini akan menentukan seperti apa kita ketika angka depan umur kita berubah lagi. Hidup ini memang pilihan, tapi setiap pilihan harus dipikirkan segala resikonya.  Satu hal yang kuharapkan adalah kalau kita berjumpa lagi 10 tahun mendatang, kuharap kita sudah bahagia dan hidup sejahtera lahir dan batin.
Salam sayang,
AM

You may also like...

1 Comment

  1. Amiiinnn…
    Smoga 10 thn yg akan kita lewati ini mengantarkan kita pada hidup yg lbh baik, bermakna, dan berkah, di angka 3 nanti…
    🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *