Idul Fitri tahun lalu

Selamat Idul Fithri 1436 H!

Maafkan aku kalau aku punya salah, baik yang disengaja atau pun tidak. Maafkan aku kalau jarang banget meninggalkan jejak di blog ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian. Maafkan aku karena sering ngetweet nggak jelas. Pokoknya, aku minta maaf untuk segala hal yang kurang berkenan di hati ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian. Maafin juga aku nyebutnya “ibu-ibu” dan “bapak-bapak”. Hehe. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah dan kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan.
Idul Fitri tahun ini aku sedih karena nggak sholat ied. Kalau dihitung-hitung, entah sudah berapa tahun aku nggak sholat ied. Setelah sekian tahun, baru tahun lalu bisa sholat lagi. Sayangnya, tahun ini kembali nggak sholat. Perempuan, oh perempuan. Nasib.
Buatku, sholat ied adalah satu-satunya hal yang membuat Idul Fitri terasa berbeda dengan hari lain. Bagi sebagian besar orang, mungkin yang membuat berbeda adalah kumpul dengan keluarga atau mungkin juga makanannya. 
Kumpul dengan keluarga? Aku tinggal di lingkungan keluarga besar ibu. Dari nenek sampai cicit ada di sini. Lebaran nggak lebaran, ya ketemunya itu-itu juga. Yang dibicarakan itu-itu juga. Sedangkan keluarga besar ayah, sepertinya sudah tidak pernah berkumpul sejak aku bisa mengingat. Pada akhirnya, hanya bergerilya dari saudara satu ke saudara lain. Itu pun aku sudah tidak ikut bergerilya sejak… sejak negara Api menyerang. 
Makanan? Kue-kue yang disajikan tetap hampir sama setiap tahun. Makanan berat… lebaran nggak lebaran juga mamake sering bikin opor, bikin rendang, bedanya tahun ini ada semur. Ini sih lebih biasa lagi. Aku pengin pecel sayur. T.T
Oke, kelihatannya aku nggak bersyukur banget. Tapi, aku mah gampang bosan orangnya. Derita orang yang gampang bosan tuh begitu. 
Daripada membahas lebaran, lebih baik saya membahas Ramadhan. 
Nah kalau ini agak ceria. Kayak tagline khusus Ramadhan yang di salah satu stasiun televisi itu: Kecerian Ramadhan.
Hari pertama Ramadhan.
Orang-orang biasanya memilih sahur di rumah di sahur pertama. Aku mah apa atuh, malah kabur ke kosan orang gara-gara printer di rumah nggak bener.
Berkah Ramadhan sudah terasa H-1 Ramadhan. Aku dinyatakan sidang esok hari. Rasanya pengin jingkrak-jingkrak. Akhirnya sidang. :”D Maka, jadilah hari pertama Ramadhan dilalui dengan sidang. Alhamdulillah, sidangnya nggak memiliki kendala berarti dan nggak perlu ngulang.
Hari kesekian Ramadhan. 
Yudisium. Walaupun harus lari-lari lalu diketawain dosen lalu lari-lari lagi, akhirnya bisa ikut yudisium. Akhirnya bisa ngecap tanggal lulus. :”)
Hari kesekian Ramadhan lagi.
Daftar wisuda. Ini lebih lari-lari lagi. Pada akhirnya, aku sampai di tempat pendaftaran wisuda pada menit-menit terakhir dan menjadi orang terakhir yang boleh daftar hari itu. Hari itu! Ternyata hari Senin masih bisa daftar. Gubrak! Bahwa hari itu adalah hari pendaftaran terakhir hanyalah gosip. Setidaknya, kalau nggak berusaha, aku pasti penasaran. Ramadhan kali ini mungkin seharusnya aku menjadi bintang iklan Pocari Sweat. LOL.
Hari kesekian Ramadhan lagi lagi.
Teman-temanku juga sidang. Aah, senangnya. Buat yang belum, tetap semangat! ^^9 Maafin aku ngumbar-ngumbar kesenangan, tapi kalian kan nggak akan baca postingan ini. Kalau pun baca, semoga kalian tetap semangat! Eh, tapi, masih ada yang belum kah? Aku kudet semenjak nggak punya Line.
Hari kesekian kesekian Ramadhan.
Dapat job. Job apakah itu? Belum saatnya diumbar. Yang pasti freelance.
Hari ke-24 Ramadhan.
Bukber LD. Ramadhan kali ini sebetulnya aku sering banget buka puasa di luar, tapi bukan yang bisa disebut bukber, apalagi buka puasa di jalan. Hehe. Bukber LD sudah menjadi agenda tahunan sejak sekitar 7 tahun lalu. Pernah absen sekali nggak ada bukber, tapi selain itu sepertinya selalu bukber walaupun nggak dengan personil lengkap. Bukber kali ini, udah bisa wefie loh. LOL. Tahun lalu wefienya masih pakai kamera belakang dan ribet banget. Tahun ini Dewi, Windy, dan Tya udah punya hp dengan kamera depan. Hoho. 
Bukber kali ini jadi dua ronde. Sebelum dan setelah sholat Maghrib. Makan makanan berat di MM Juice dan selingannya di McD. Habisnya bingung juga setelah sholat mau apa. Mau muter-muter Yogya Departement Store pun nggak ada yang dicari dan ramai bangets. Mending ngadem di McD. Anyway, Windy ngasih Happily Ever After-nya Winna Efendi. Kalau nggak tahu malu, mungkin aku udah lompat-lompat.
Apa lagi, ya, berkah Ramadhan tahun ini? Banyak deh. Aku merasa Ramadhan kali ini sangat menyenangkan dan membahagiakan. Sampai-sampai nggak terasa sudah harus berpisah lagi. :”)
Target Ramadhan? Yah, itu mah jadi catatan pribadi saja, ya.
Semoga tahun depan bisa bertemu dengan Ramadhan lagi. ^^

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *