Hidup di Pulau Jawa kadang-kadang membuatku merasa Indonesia sudah maju. I mean, sangat mengalami kemajuan pesat dibandingkan dulu. Melihat SD zaman sekarang saja, sudah berbeda dengan SD zamanku. Guru-guru sudah lebih melek teknologi. Cara belajar pun tidak begitu-begitu saja.

Nyatanya, mungkin ini hanya terjadi di pulau utama. Bahkan, mungkin di sekolah-sekolah kecil di pulau utama pun masih banyak yang belum berubah. Kalau sekolah di pulau utama saja belum semua maju, bagaimana dengan sekolah di pulau-pulau kecil?

Rasanya, kayak jauh banget nggak sih membayangkan pulau kecil? Aku sih iya. Padahal, pulau kecil nggak jauh-jauh banget. Di utara Jakarta saja banyak, kan? Belum lama ini, aku baru tahu ada lokasi yang namanya Kepulauan Banten. Oke, sip. Untuk aku sudah lulus pelajaran IPS.

Karena pulau kecil, fasilitas pun apa adanya. Informasi pun tidak secepat kita yang ada di pulau besar. Bayangkan saja, guru-guru masih ada yang belum pernah tahu kartu UNO. (guru-guru di Pulau Jawa tahu kartu UNO, kan?) ๐Ÿ˜‚

Berangkat dari perhatian terhadap pendidikan anak-anak kepulauan, terbentuklah suatu Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP).

Menjelajah Sambil Berbagi

Komunitas ini hobi keliling dari satu pulau kecil ke pulau kecil lain. Di setiap pulau, mereka membantu mengajarkan hal-hal baru. Mirip Kelas Inspirasi atau Indonesia Mengajar, kira-kira. Bedanya, KIJP fokus di pulau-pulau kecil.

Selain mengajar untuk anak-anak, ketika mendatangi pulau, KIJP juga membuat acara untuk warga-warga pulau itu. Jadi, satu pulau, baik muda atau dewasa, akan mendapatkan ilmu baru. Kayaknya seru, ya? ๐Ÿ˜

Setahun sekali, KIJP juga mengadakan acara di pulau utama, tepatnya di Jakarta. Pesertanya tentu juga berasal dari kepulauan. Anak-anak didatangkan dari pulau masing-masing, didampingi seorang guru. Tahun ini, acara tersebut hadir tanggal 22-25 Maret.

Nah, iseng-iseng, aku hadir di tanggal 24 Maret (iya, telat banget reportasenya. Untung materi nggak basi.๐Ÿ˜Œ). Pada tanggal itu, kegiatan guru dan murid dipisah di 2 tempat berbeda. Murid-murid ke Jakarta Berkebun. Guru-guru ke Menara BTPN.

Aku ikut ke Menara BTPN. Lebih dekat dari Bogor. Hehe.

Di sana, aku jadi tahu, 27 tahun lalu, di salah pulau di Kepulauan Banten, hanya ada 1 orang guru dan merangkap kepala sekolah. Nah, salah satu guru yang ikut acara KIJP tahun ini, dulunya mengajar di Pulau Jawa. Lalu, beliau “ditarik” kembali ke pulau kelahirannya untuk mengajar di sana. Sekarang sih, sudah mendingan. Sudah ada sekolah menengah pun di sana walau masih apalah dibanding sekolah di kota.

Yuni Widiastuti rumah mainstream

Di Menara BTPN, para guru diberikan metode-metode pengajaran baru supaya anak lebih semangat. Materi “Metode Belajar Kreatif di SD” ini disampaikan oleh Ibu Yuni Widiastuti, seolah pakar di bidangnya. Ibu Yuni Widiastuti adalah penggagas Rumah Main STREAM (Science, Technology/TRaditional, Engineering, Art, and Mathematics). Cek Instagram @rumahmainstream, deh. Barangkali dapat inspirasi.

Tantangan Abad 21

Anak-anak di abad 21 dihadapkan pada tantangan yang berbeda dengan yang dihadapi kita dulu. Karena itu, pengajaran pun berbeda.

Nggak bisa lagi sekolah-pulang-PR-ulangan saja. Kreativitas mereka perlu dirangsang.ย  Skillsย mereka perlu diasah.

Penyampaian pelajaran pun ternyata ada tingkatannya. Penyampaian dengan verbal atau guru bercuap-cuap saja, ada di tingkat paling atas dalam piramida.

Kijp komunitas inspirasi

Keren, ya? Jangan senang dulu. Makin atas justru daya serap anak makin sedikit. Artinya, kalau hanya mendengarkan guru, yang diserap anak akan sedikit banget. Berbeda kalau mereka menerima pengalaman langsung.

Jadi, kalau bisa memberikan pengalaman, kenapa tidak? Nggak harus yang susah kok. Pengalaman-pengalaman baru dalam belajar juga diajarkan di kelas KIJP ini.

Agar Diperhatikan

Hal apa yang pertama perlu dilakukan sebelum menyampaikan pelajaran?

Hal yang perlu dilakukan adalah membuat anak fokus terhadap guru. Salah satu cara yang diajarkan Ibu Yuni kira-kira seperti ini, “Yang mendengar suara saya, tepuk tangan 1 kali. Yang mendengar suara saya, tepuk tangan 1 kali.” Begitu terus sampai semua anak tepuk tangan.

“Tepuk tangan” boleh diganti dengan hal lain. “Tunjuk lampu”, misalnya.

Kalau ada anak yang tidak melakukan hal yang diminta tersebur, dekati dia perlahan sambil terus mengatakan kalimat itu. Tidak perlu dengan suara keras. Terus dekati sampai anak itu sadar diperhatikan. Kalau sampai harus berdiri berjajar dengan anak tersebut pun tidak masalah. Malah, bisa menjadi humor tersendiri yang meningkatkan semangat. ๐Ÿ˜Œ

Mengingat dengan Lagu

Aku ingat banget sewaktu kelas 4, guruku pernah mengajarkan nama dan ibukota provinsi dengan menyanyikannya menggunakan nada lagu Ampar-ampar Pisang. Kami sekelas diminta menghapal dengan cara seperti itu. Ternyata tidak begitu sulit menghapal 32 provinsi dengan cara begitu.

Kijp

Metode ini juga diajarkan Ibu Yuni. Kakak-kakak KIJP sudah membuatkan lagu untuk dihapalkan setiap kelompok guru. Lagu-lagu tersebut liriknya sudah disesuaikan dengan materi pelajaran. Pelajaran bahasa Inggris, misalnya. Menggunakan lagu Anak Kambing Sayaย  untuk menghapal beberapa kosakata:

Table itu meja, blackboard papan tulis

Chair itu kursi, window itu jendela

Door, door, door, pintu

Book, book, book, buku

Cupboard lemari, clock itulah jam dinding

Floor, floor, floor, lantai

Lamp, lamp, lamp, lampu

Semua itulah barang-barang in my class

Ada juga belajar satuan panjang dengan lagu Naik Gunung. Semua itu bisa dilakukan berdasarkan kreativitas guru.

Science is Fun

Pernah kepikiran origami bisa mengajarkan Fisika?

Origami science

Itulah yang diajarkan Ibu Yuni. Kertas dengan lipatan begini bisa menjadi baling-baling. Ketika dijatuhkan dari ketinggaan, kertas ini akan berputar. Kalau sobekan bagian atasnya berbeda, kecepatan jatuhnya pun berbeda. Begitu pun kalau diberi pemberat seperti penjepit kertas pada bagian pegangan. Kecepatan dan putarannya berbeda. Kok bisa? Coba cari tahu. Hehe.

Kalau punya alat lebih, bisa juga coba praktik menyalakan listrik dengan buah. Tanpa baterai apa pun. Kece banget, kan? Mungkin saja ada murid yang terinspirasi membuat pembangkit listrik tenaga buah.

Kijp listrik tenaga buah

Zaman sekarang, guru pun harus melek teknologi. Tutorial bermain sains sudah banyak kok di internet.

Serunya Sosial

Pelajaran IPS yang penuh hapalan pun bisa dengan mudah menjadi menyenangkan. Praktik tempo hari adalah praktik peta buta. Di dinding sudah disiapkan peta buta. Guru-guru diminta menempelkan nama-nama kota di provinsi yang tepat.

Guru-guru dibagi kelompok dan setiap guru diberikan kertas yang sudah diberikan nama ibukota provinsi. Kalau guru di sini diibaratkan anak, kelihatan banget jiwa kompetitifnya. Pasti nggak mau kalah dengan kelompok lain. Tapi … masa sampai salah meletakkan nama kota saking buru-buru. Kota Medan ada di mana, hayooo? ๐Ÿ˜‚

Kijp jelajah pulau

Kalau guru saja bisa salah, anak pun demikian, kan? Dari permainan ini, anak diajarkan untuk tidak panik supaya gerakan tetap cepat dan tepat.

Permainan ini bisa dimodifikasi untuk hal lain. Untuk menghapal hidangan daerah, misalnya. Kertas bertuliskan nama kota diganti dengan gambar hidangan. Semoga mainnya setelah makan. Hehe.

UNO!

Sesi favoritku. Main UNO. Yeay! Nggak mesti kartu UNO, sih. Hanya saja, kartu UNO tampak lebih menarik. Hehe.

Ada banyak permainan yang bisa dilakukan. Semua berhubungan dengan Matematika. Kartu yang digunakan kartu 1-9 saja untuk mempermudah permainan. Ini aku beri 2 permainan, ya:

Penjumlahan 10 (bisa diganti penjumlahan lain)

  • Setiap anak diberi kartu yang telah dikocok, dengan jumlah sama.
  • Sisa kartu diletakkan di tengah.
  • Anak 1 membuka 1 kartu dari tumpukan di tengah. Misalnya, angka yang muncul 8. Jadi, perlu berapa untuk menghasilkan jumlah 10?
  • Anak 1 harus mengeluarkan kartu bernomor 2. Kalau dia tidak punya, pindah ke anak berikutnya. Kalau dia punya, dia boleh menyimpan kartu 8 dan 2 (bukan untuk dimainkan lagi).
  • Lalu, dia membuka kartu baru dari tumpukan di tengah untuk anak berikutnya.
  • Pemenangnya adalah yang bisa mendapat kartu berjumlah 10 terbanyak.

Perkalian (Misal: perkalian 6)

  • Langkah 1 dan 2 sama seperti di atas.
  • Anak 1 mengambil kartu di tengah. Misalnya, yang muncul nomor 3.
  • Jadi, berapa 3×6? Anak 1 harus menjawabnya. Kalau jawabannya benar, dia bisa menyimpan kartu tersebut (bukan untuk dimainkan lagi). Tapu, kalau salah, pindah ke anak berikutnya.
  • Kalau jawabannya benar, anak tersebut boleh mengeluarkan 1 kartu yang dimilikinya untuk dijawab anak berikutnya. Pemenangnya yang paling banyak mengumpulkan kartu.

Masih banyak permainan yang bisa dibuat dengan kartu. Bisa untuk pengurangan, pelajaran positif dan negatif, dan lainnya. Kira-kira, kepikiran mau membuat apa?

Kijp komunitas inspirasi jelajah pulau

Anak-anak sekarang dituntut kreatif. Jadi, guru-guru pun perlu lebih dulu kreatif. Walau aku bilang “dituntut”, sebetulnya, kalau bisa mendapat metode yang seru, semua bisa jadi seru.ย Belajar dan mengajar ternyata bisa seru, ya?

Semoga saja, dengan bantuan kakak-kakak KIJP, pendidikan di Indonesia bisa semakin merata.

You may also like...

11 Comments

  1. Seru banget metode belajarnya! Ahhh andaikan aku diajarkan dengan metode menarik seperti itu pasti aku enggak malas belejar.

  2. Aku kalo main games-games gini lemah banget Mba, ini apalagi mengedukasi ya.

  3. keren. Jaman now guru2 emang harus lebih kreatif dibanding siswanya yak. semangaat berbagi terus KIJP.

  4. Semoga pendidikan di Indonesia semakin baik dengan adanya kakak” KIJP

  5. Wah kreatif nih metode belajarnya ๐Ÿ™‚

  6. Keren mbak komunitasnya, saya juga punya komunitas begini, tapi karena sudah pindah saya jadi tidak aktif lagi, websitenya 1n3b. web. id/, sama kayak gini juga ngajarin sesuatu, diantaranya science, dan mendirikan perpustakaan di tempat terpencil

  7. Seandainya guruku dulu mengajarkan fisika dengan seasik ini, pasti gampang menyerap materinya kan.

  8. Aku sempat jadi guru walaupun tidak lama. Memang benar untuk mengajarkan anak-anak zaman sekarang harus kreatif. Kalau tidak, susah bagi mereka untuk memperhatikan apa yang disampaikan oleh gurunya.

  9. Salut dengan cara pengajarannya anak-anak dibuat fun dan kreatif.

  10. Aih metode belajar sambil main kartu uno nih bisa aku praktekkan ke anak nih. Selama ini aku biasanya main doang :p

  11. Mbak, aku gak pernah maen kartu UNO mbak, aku anak daerah tertinggal >.< hahahaha

    Tapi yang jadi permasalahan di daerah ya itu ya mbak, guru kurang mendapatkan sosialisasi dan pelatihan, jadi ilmunya mandeg. Kalau di Kota gede kan setiap bulan rutin dikasih pelatihan yak. Semoga kegiatan seperti ini sering dilaksanakan untuk guru di daerah terpencil ya mbak. ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *