gadget-untuk-anak

 

Aku yakin kita sudah tahu bahwa menggunakan gadget memberikan dampak negatif. Gadget memang memberi manfaat postif. Mempermudah hidup kita, membuat kita tetap up to date, mempermudah komunikasi, dan banyak manfaat lainnya. Di sisi lain, gadget juga memberikan efek negatif.

Tanggal 9 Desember 2016 lalu, Mom N Jo mengadakan gathering sekaligus Launching Treatment “Gadget Holic”. Acara ini menghadirkan dua pembicara: dr Anggia Hapsari, SpKJ(K) dan Marybetts Sinclair, LMTtrainer Mom N Jo yang berasal dari US. Acara berlangsung di Mom N Jo training center yang berada di Depok.

p_20161209_101149_vhdr_auto-01

Dampak Gadget pada Psikologis

Dampak penggunaan gadget sudah mulai terlihat sejak anak-anak. dr Anggia Hapsari, SpKJ(K) menuturkan, rata-rata anak-anak menggunakan gadget sekitar 6,5 jam sehari. Hal ini jauh dari batas baiknya seorang anak menggunakan gadget, yaitu hanya maksmimal 2 jam sehari. Belum lagi, sekarang ini anak-anak terlalu dini dikenalkan pada gadget. Bahkan, ada anak yang sudah dikenalkan gadget pada usia 9 bulan.

Umumnya, orangtua mengenalkan anak pada gadget dengan maksud belajar. Anak usia 9 bulan tentu belum bisa menggunakan gadget sendiri, ‘kan? Tapi, anak sudah bisa mulai belajar dari gadget, seperti belajar mengenal warna. Orang tua menginginkan kemudahan sehingga memberikan pembelajaran menggunakan gadget.

Penggunaan gadget sangat mudah memengaruhi anak. Salah satunya adalah membuat siklus tidur terganggu. Tidur yang tampak sebagai pekerjaan sepele ini sebetulnya penting juga. Kalau siklus terganggung, kerja otak pun bisa terganggu.

Menurut dr Anggia, penggunaan gadget terus-menerus selama 6 bulan adalah awal mula kecanduan. Kalau sudah kecanduan, kualitas hidup akan berkurang. Secara fisik, pertumbuhan bisa terganggu. Anak yang kecanduan gadget akan mengalami masa lupa makan akibat terlalu fokus pada gadget-nya. dr Anggia juga mengatakan bahwa gadget dapat mengubah struktur otak.

Semangat belajar anak yang kencanduan gadget pun akan berkurang. Anak yang mempunyai IQ tinggi mungkin tidak akan terlalu terlihat dampaknya pada masa awal kecanduan. Walaupun begitu, kalau dibiarkan, hal itu pun akan mengurangi kualitas hidupnya. Terlalu banyak di depan gadget pun dapat membuat awareness ke lingkungan berkurang.

dr anggia hapsari spkj(k)

Dampak kecanduan gadget memang tampak menyeramkan dalam jangka panjang. Untung mencegahnya, kita perlu tahu apakah sudah kecanduan atau belum. Tentunya, kalau belum kecanduan pun harus dicegah supaya tidak kecanduan. Berikut ciri-ciri kecanduan gadget.

1. Mengabaikan teguran orang sekitar.

2. Kalau harus bekerja, dia tidak mau atau menolak.

3. Tidak nyaman kalau tidak membawa gadget.

4. Selalu mengecek gadget padahal tidak ada notifikasi.

5. Sering update media sosial padahal isinya tidak penting.

6. Gelisah kalau tidak ada internet.

7. Tidur pun tidak bisa jauh dari gadget.

8. Tidur pun tidak bisa jauh dari gadget.

9. Selalu membawa powerbank.

Untuk orang yang bekerja via gadget tentunya ada pengecualian pada hal-hal di atas. Misalnya, kalau tidak bawa powerbank dan harus live tweet seharian, akan sulit.

Untuk mengurangi kecanduan, dr Anggia berbagi tips berikut:

1. Matikan notifikasi.

2. Beri batasan, seperti hanya boleh pegang gadget sekian jam atau no gadget ketika makan.

3. Hapus aplikasi media sosial. Kecuali yang bekerja dengan sosial media, tentuanya.

4. Matikan gadget saat tidur. Hal ini akan mengurangi radiasi juga.

5. No gadget ketika bekerja.

6. Beri password panjang pada gadget supaya malas mengetikkannya.

7. Tetap bijak.

Menghindari gadget tidak perlu, asalkan bisa memanfaatkannya secara seimbang. Untuk anak-anak, agar tidak kecanduan gadget, dr Anggia menyarankan untuk memb

erikan mainan selain gadget.

Mainan yang diberikan sebaiknya yang membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan sehingga anak tidak cepat bosan. Misalnya, Lego dengan challenge tertentu.

Dampak Gadget pada Postur Tubuh

Setelah mengetahui dampak gadget pada psikologis, Mrs. Marybetts Sinclair, LMT melanjutkan dengan pemaparan dampak gadget pada postur tubuh.

Pada usia 20-an, Mrs. Marybetts Sinclair pernah mengalami masalah penglihatan. Namun kemudian, masalahnya teratasi berkat terapi dan mengubah lifestyle.

marybetts-mom-n-jo

Berdasarkan penelitian di 16 negara, termasuk Indonesia, didapatkan bahwa para ibu percaya anak-anak lebih sering merasakan manfaat dari metode belajar eksperimental. Di Amerika, US National Association for Sport and Activity merekomendasikan anak untuk segera aktif satu jam setelah bangun tidur. Aktif segera setelah bangun tidur akan meningkatkan kualitas aktivitas pada jam-jam selanjutnya. Meningkatkan kualitas aktivitas fisik dapat meningkatkan kualitas belajar. Sayangnya, aktivitas fisik akan berkurang dengan meningkatkatnya penggunaan gadget.

Penggunaan gadget juga sebetulnya dapat meningkatkan stres pada tubuh. Ketika menggunakan gadget, kepala akan cenderung condong ke depan. Kepala yang dicondongkan ke depan akan meningkatkan stres pada tulang belakang dan sendi tulang punggung. Stres pada otot kepala dan leher pun meningkatkat. Otot-otot bekerja lebih keras karena memosisikan lebih maju daripada biasanya. Hal itu juga yang menyebabkan rasa sakit pada leher.

Kepala yang dicondongkan pun akan merusak penglihatan. Jarak pandang objek ke mata akan terlalu dekat. Gadget mengeluarkan cahaya yang disebut blue light. Cahaya inilah yang menjadi radisi pada mata. Terlalu banyak menggunakan gadget juga dapat menyebabkan drye eyes, yang ditandai dengan mata yang sering berkedip dan cepat lelah.

Penggunaan gadget atau pun komputer, juga berpotensi memberikan beban lain tulang belakang. Ketika menggunakan gadget, kadang-kadang, tanpa disadari, posisi duduk semakin lama semakin menurun. Duduk yang seharusnya bertumpu pada tulang selangkangan, justru bertumpu tulang ekor.

bad-habit-using-computer

Untuk memperbaiki postur dan penglihatan, usahakan untuk menjaga posisi ketika menggunakan gadget:

1. Tarik belakang kepala hingga sejajar dengan tulang punggung.

2. Biarkan lengan bergelantung dari belakang sendi bahu, bukan dari depan. Hindari menegangkan bahu.

3. Kaki menapak lurus di lantai atau dengan penyangga kaki. Kaki dan panggul membentuk sudut 90-100 derajat dari tulang belakang.

4. Jangan mengetik keyboard terlalu keras. Well, ini juga demi keawetan keyboard. Hehe. Jari-jari dan pergelangan tangan tetap lurus ketika mengetik. Usahakan menjaga posisi 90 derajat antara tangan dan siku dengan lengan atas.

5. Istirahatkan mata, punggung, pergelangan tangan, dan leher setiap 20 menit.

6. Setiap 15 menit, lakukan semacam senam mata dengan melihat ke atas dan ke bawah. Lihat sesuatu yang berjarak pandang minimal 6 meter dari mata selama 20 detik.

7. Berjalan setidaknya 20 langkah setiap 1 jam.

Secara teori, sepertinya hal-hal tersebut mudah dilakukan. Namun, ketika sudah di depan gadget, waktu seakan terlupakan begitu saja. Untuk reminder, ada Office Athlete atau StressAway yang dapat mengatur komputer untuk berhenti secara berkala sehingga kita tidak lupa untuk beristirahat. Sayangnya, software tersebut berbayar. ^^v

Treatment “Gadget Holic”

Sebagai langkah mengurangi kecanduan gadget. Mom N Jo juga mempunyai pelayanan terbaru berupa treatment Gadget HolicTreatment ini berguna untuk mengurangi dampak ber-gadget ria dan juga mengurangi kecanduan.

Pada kesempatan ini, Mrs. Marybetts Sinclair juga mendemonstrasikan treatment tersebut.  Treatment ini bisa juga dilakukan pada bayi hingga dewasa. Tentunya, dengan tekanan massage yang berbeda.

Mrs. Sinclair mempraktikkan treatment tersebut dari awal hingga akhir. Salah satu elemen yang digunakan pada treatment ada minyak organik. Minyak organik bisa jenis apa pun, seperti coconut oil atau olive oil. Tapi, baby oil bukan termasuk minyak organik.

Tahap-tahap pada treatment berguna untuk memperbaiki postur sekaligus mengurangi dampak gadget pada penglihatan. Dengan adanya treatment ini diharapkan akan mengurangi dampak “keracunan” gadget.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *