Culinary Reportage

Mencicipi Kuliner Sulawesi dan Maluku di Hotel Indonesia Kempinski

Indonesia kayak akan ragam kulinernya. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri. Sulawesi dan Maluku, misalnya. Dua daerah tersebut, yang kutahu, terkenal dengan makanan berbahan dasar hasil laut. Dua daerah tersebut juga pernah dijajah karena kekayaan rempah-rempahnya, tentu masakan pun kaya akan rempah-rempah.
Dulu, aku tidak begitu tertarik menjelajah rasa kuliner timur Indonesia. Suatu hari, aku tidak sengaja berkenalan dengan salah satu makanan khasnya. Aku pun mencicipinya tidak langsung datang ke daerah tersebut, tetapi hanya sebatas di sekolahku.
Sewaktu aku kelas 12 SMA, sekolahku mengadakan festival budaya. Pesertanya adalah murid-murid kelas 10 dan 11. Murid-murid kelas 12 hanya tinggal datang dan menikmati, sudah bukan saatnya untuk ambil bagian dalam kesibukan semacam itu. Murid-murid kelas 10 dan 11 membuat stand dengan tema provinsi di Indonesia. Setiap kelas mewakili provinsi yang berbeda.
Setiap stand menjual sesuatu yang khas dari provinsi tersebut, bisa benda asli provinsi tersebut atau buatan tangan murid-murid. Beberapa stand menjual makanan khas. Ada satu stand yang menarik perhatianku, bukan karena stand itu ramai, melainkan justru karena sepi.
Stand itu tidak dihias semeriah stand lain. Penjaganya adalah murid-murid laki-laki. Pasti itu dari kelas laki-laki, pikirku. Sekolahku memang menerapkan sistem pemisahan kelas laki-laki dan perempuan. Aku pun menghampiri stand itu. Ternyata stand itu adalah stand Maluku. Mereka menjual Papeda. Saat itu, aku belum tahu apa itu Papeda. Rupanya, Papeda adalah hidangan khas Maluku yang terbuat dari sagu dan disajikan dengan ikan berkuah bumbu kuning. Bentuk papeda menyerupai lem. Penampilan makanan ini tidak menarik, tetapi aku membelinya. Aku penasaran apakah rasanya seperti penampilannya.
Ternyata tidak. Penampilan boleh tidak menarik, tetapi rasanya dapat diterima oleh lidahku. Apa, ya, ungkapan yang tepat untuk makanan satu itu? Eksotis, kurasa. Melihatku yang bisa menikmati makanan yang baru dikenal itu, teman-temanku ikut membeli Papeda. Ada yang sanggup menghabiskannya, ada yang tidak, memang bergantung selera.
Itulah kali pertama aku berkenalan dengan kuliner Maluku. Sebelumnya, yang kuketahui hanya sebatas makanan pokok mereka adalah sagu. Aku pun tertarik untuk mencicipi kuliner lain dari wilayah timur Indonesia itu, pasti rasanya pun tak kalah eksotis dengan Papeda yang kucicipi itu. Sayangnya, kuliner Indonesia timur masih jarang ditemukan di Indonesia barat.
Hingga beberapa waktu lalu, aku mendapat kabar Hotel Indonesia Kempinski mempromosikan kuliner Indonesia melalui spices journey bertajuk 5 Islands in 5 Weeks. Beragam kuliner nusantara bisa dicicipi di Hotel Indonesia Kempinski, tepatnya di Signatures Restaurant. Promo ini berlangsung mulai tanggal 5 Agustus sampai 8 September 2015. Selama lima minggu, Signatures Restaurant menyajikan kuliner dari 5 wilayah Indonesia. Periode pertama, 5-11 Agustus, Signatures Restaurant menyajikan kuliner Sumatra. Periode kedua, 12-18 Agustus, adalah giliran kuliner Jawa. Selanjutnya, giliran kuliner Kalimantan yang diperkenalkan pada 16 Agustus-1 September. Terakhir, 2-8 September, Sigantures Restaurant menyajikan kuliner Sulawesi dan Maluku.
Aku memilih periode terakhir agar dapat mencicipi kuliner Sulawesi dan Maluku. Kuliner dari wilayah ini masih jarang kutemui. Kuliner Sulawesi yang kukenal hanya sebatas hidangan-hidangan terkenal, seperti Coto Makassar, Bubur Manado, dan Ayam Rica-rica, sedangkan kuliner Maluku yang kukenal lebih sedikit dari itu. Aku pernah mempelajari kuliner Sulawesi dan Maluku semasa kuliah, tetapi masakan yang benar-benar kuketahui sangat sedikit jika dibandingkan keaneragaman kuliner Sulawesi dan Maluku sebenarnya.
Saat memasuki Signatures Restaurant, suasana Indonesia sudah terasa. Bagian depan dihiasi payung-payungan khas Bali, juga ada ondel-ondel khas Betawi. Hiasan yang digunakan tidak terlalu ramai sehingga tidak mengurangi kesan elegan Hotel Indonesia.

Bagian depan Sigantures Restaurant

 

Makanan disajikan dengan konsep buffet. Tamu bisa menikmati makanan sepuasnya. Setiap hidangan sudah diberi tulisan nama dalam bahasa daerah asli dan bahasa Inggris. Penataan meja buffet pun tak lepas dari kesan ke-Indonesia-an.

 

Meja buffet hidangan utama
Meja buffet hidangan penutup
Terdapat banyak menu yang bisa dicicipi. Hal ini sempat membuatku bingung untuk memilih hidangan yang akan kucoba lebih dulu. Hidangan yang ditawarkan mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup, semuanya menggoda untuk dicoba.
Hidangan Pembuka
Hidangan pembuka ala Maluku yang ditawarkan Signatures Restaurant adalah Ikan Tuna Gohu. Hidangan ini mirip sashimi. Ikan tuna disajikan mentah bersama saus yang dibuat dari perasan jeruk nipis dan potongan cabai. Berbeda dengan saus sashimi yang umumnya ringan, rasa saus Ikan Tuna Gohu ini cukup kuat karena rasa asam dari jeruk nipis.
Ikan Tuna Gohu
Selanjutnya, ada Urapan Jagung. Membaca kata “urapan” mungkin yang langsung terbayang adalah parutan kelapa. Urapan Jagung di sini bukanlah jagung dengan parutan kelapa, melainkan hidangan yang menyerupai bakwan jagung.
Urapan Jagung
Sup
Sup yang satu ini tidak bernama “sup”. Sup yang kumaksud adalah hidangan berkuah. Nama hidangan ini tentu sudah tidak asing lagi, yaitu Coto Makassar. Walaupun terkenal, menemukan soto berbahan daging sapi ini tidak semudah menemukan soto-soto lain yang berasal dari Pulau Jawa. Nah, hidangan ini bisa ditemukan di Hotel Indonesia.
Coto Makassar

 

Hidangan Utama
Beragam hidangan utama yang ditawarkan. Makanan pokoknya saja terdapat dua macam, khas Sulawesi dan Maluku. Makanan pokok khas Sulawesi berupa Nasi Gurih. Nasi ini dikukus dengan air kelapa. Makanan pokok khas Maluku yang disediakan berupa ubi, singkong, pisang, dan sirsak kukus. Aku baru tahu bahwa pisang dan sirsak, yang biasanya dimakan sebagai buah, dikonsumsi masyarakat Maluku sebagai salah satu sumber karbohidrat utama.
Nasi Gurih

 

Singkong, Ubi, Pisang, dan Sirsak Kukus

 

Sebagai pendamping makanan pokok, ada banyak pilihan side dish. Hal ini menyebabkan aku tidak sanggup mencoba semuanya. Side dish yang kucoba adalah hidangan Sulawesi, yaitu Ayam Rica-rica, Kakap Woku Blanga, Daging Pantallo Pamarason, Prawn Tuturuga, dan Ayam Gagape. Dari semuanya, side dish yang paling kusuka adalah Ayam Rica-rica dan Prawn Tuturuga. Ayam Rica-rica yang disajikan memiliki rasa pedas yang cukup menggigit, tetapi rasa bumbu dan rempah lainnya pun kuat. Prawn Tuturaga pun memiliki bumbu yang kuat, tetapi karena daging udang masih terbalut kulitnya, cita rasa khas udang masih terasa setelah dikupas kulitnya dan rasa bumbu samar terasa.
Side dish lain pun tidak kalah lezat. Kakap Woku Blanga memiliki rasa yang sangat otentik. Aroma amis ikan sudah hilang sama sekali. Daging Pantallo Pamarason memiliki rasa yang sangat gurih. Dagingnya pun empuk. Ayam Gagape memiliki rasa yang Opor Ayam yang biasa dihidangkan saat Lebaran. Bedanya, Ayam Gagape menggunakan kelapa yang disangrai.  tapi dua hidangan itu adalah hidangan yang pasti akan bisa kutampung sebanyak apa pun.

 

Side dish yang kucicip
Side dish lainnya adalah Sayur Kembang Pepaya, Mie Goreng Sambal Roa, Tumis Jagung dan Kacang Panjang, Gulai Telur, Opor Ayam, dan Beef Kalio. Aku sempat mencicip Sayur Kembang Pepaya dari piring seorang teman dan sedikit terkejut. Pertama, aku merasakan asin, barulah kemudian aku merasakan sedikit pahit. Untuk ukuran seseorang yang tidak tahan dengan rasa pahit, bisa menelan makanan tersebut merupakan tanda bahwa rasa pahitnya masih bisa ditoleransi. Bumbu-bumbu lain tetap terasa olehku.
Side dish lainnya
Sepinggan
Jika ingin hidangan yang praktis namun lengkap, ada hidangan sepinggan. Hidangan sepinggan yang ditawarkan Signatures Restaurant adalah Bubur Manado dan Nasi Kuning ala Manado. Rasanya, nama Bubur Manado sudah sangat terkenal. Bubur Manado dibuat dengan campuran sayuran dan ubi jalar. Di sini, aku baru mengetahui bahwa Bubur Manado disajikan dengan sambal roa. Sambal tersebut dibuat menggunakan ikan roa, jenis ikan yang biasa ditemukan di perairan Sulawesi Utara. Rasa gurih Sambal Roa pas dengan bubur yang dicampur sayur-sayuran itu.
Bubur Manado
Nasi Kuning ala Manado sekilas mirip nasi kuning di Pulau Jawa. Nasi pada hidangan ini memiliki aroma kayu manis. Kekhasan Nasi Kuning ala Manado terletak pada condiment atau pelengkapnya. Condiment pada menu ini adalah abon tuna, ubi jalar, dan sambal. Abon tuna dimasak dengan cara sauteeing dengan suatu saus sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih dan manis. Ubi jalar dimasak dengan cara digoreng. Rasa manis ubi jalar sangat terasa. Sambal dibuat dengan bahan cabai, bawang merah, bawang putih, dan jahe. Sambal ini tidak terlalu pedas untuk ukuran orang yang kurang menyukai pedas. Nasi pada menu ini memiliki aroma kayu manis.
Nasi Kuning ala Manado
Hidangan Penutup
Hidangan penutup yang kucoba adalah Barongko dan Es Palu Butung. Kedua hidangan ini berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Sebenarnya, ada Klapertart, tetapi aku tidak mencobanya. Pelayan mengatakan bahwa Klapertart tersebut mengandung alkohol. Untung saja, pelayan sigap memberi tahu. Aku pun urung mencicipi Klapertart yang sangat menggoda itu.

 

Setidaknya, aku masih bisa mencicipi Barongko dan Es Palu Butung. Kedua hidangan ini berbahan dasar pisang. Barongko dibuat dengan cara dikukus dengan daun pisang. Kue yang berasal dari Bugis ini memiliki cita rasa manis gurih, mungkin karena menggunakan santan.
Barongko
Es Palu Butung merupakan potongan pisang yang diberi siraman bubur tepung beras, santan, dan sirup merah. Es Palu Butung yang ada di sini sudah dimodifikasi sehingga siramannya menggunakan saus strawberry dan coconut. Rasanya manis dan asam, sangat menyegarkan untuk dinikmati setelah menyantap berbagai hidangan berbumbu banyak.
Es Palu Butung
Minuman
Setelah mencicip berbagai makanan, tentu kita perlu minum. Minuman tradisional yang ada disediakan adalah Air Goraka. Minuman ini terdiri atas jahe, gula palem, dan kenara. Minuman ini berasal dari Halmahera, Maluku.
Air Goraka
Tentang Chef
Sumber: pettyelliott.com
Setelah mencicipi ragam kuliner Sulawesi dan Maluku, tentu kurang pas jika tidak mengetahui orang di balik kelezatan semua masakan itu. Beliau adalah Chef Petty Elliott. Beliau adalah chef masakan Indonesia. Dalam pembuatan hidangannya, beliau memadukan cita rasa otentik dengan teknik memasak modern untuk mempermudah pengerjaan dan mengefisienkan waktu. Beliau pernah tinggal di Inggris dan mengikuti BBC Master Chef Competition. Pemilik nama lengkap Petty Pandean Elliott ini sempat tinggal di Manado semasa kecil dan neneknya adalah seseorang yang memiliki andil dalam menumbuhkan kepekaan beliau terhadap rasa serta aroma. Tidak mengherankan beliau sangat piawai mengolah masakan Sulawesi dan Maluku.
Pengalaman menjelajah rasa ini sangat memuaskan. Aku seperti diajak menyeberangi lautan, menuju sisi lain Indonesia, padahal sesungguhnya aku masih berada di Jakarta.
Bagi yang ingin mencicipi cita rasa Sulawesi dan Maluku ala Chef Petty Elliott, masih bisa datang ke Signatures Restaurant, Hotel Indonesia Kempinski, sampai tanggal 8 September 2015. Harga yang ditawarkan pun sepadan dengan pengalaman yang bisa dirasakan.
Weekday lunch: Rp265.000++/pax
Weekday brunch: Rp360.000++/pax
All week dinner: Rp285.000++/pax
Reservasi: 021 2358 3898

 

You may also like...

12 Comments

  1. Eh kok Es Pallubutung menggunakan saus strawberry ._. salah besar!!! kurang tuh makanan dari Sulawesinya :p payah ahhh

  2. disesuaikan dengan selera modern. it work buat ngewrap lidah yang udah kena macam-macam bumbu. ^^

  3. Gak lengkap kalau gak ada es palo butung.. Dikemas dengan pot kecil begitu, bikin ngidam es palo butung malem malem nih.. Hehehe.. *cari dimana?* … Oh ya itu namanya tuna gaho ya, seems legit deh.. Sayang, hanya sampai hari ini..

  4. yup. selamat ngidam aja deh. ^^

  5. eaaaa lengkap pisan deh pembahasannya plus icip-icipnya, nyesel juga aku gak ikutan, itu semua masakannya menggiurkan

  6. huwaaa dateng ke acara kayak gitu gimana caranya sih :((

  7. aku aja penasaran, masih ada yang belum kecoba. 😀

  8. sering-sering cari info, bw, dan follow-follow aja. :))

  9. kulinernyaaaa mantaapp ya mba,,, lihatnya aja bikin ngileerrrr…

  10. kulinernya lengkapa yaa, pasti senang banget kalo bisa icip2 semua menu 🙂

  11. iya. kalau ke sana pasti pengin nyoba semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *