Letaknya agak terpencil. Menyempil di antara ruko restoran cepat saji dan warung-warung makan lainnya. Papan namanya pun agak tertutup dedaunan. Kalau tidak memerhatikan jalan, mungkin pendatang baru akan melewati restoran ini begitu saja atau melipir ke restoran cepat saji di sebelahnya.

Suatu Ketidaksengajaan

Siang itu aku dan teman-teman naik mikrolet tanpa tahu arah dengan jelas. Sekadar mencari makan. Niatnya, kalau ada yang menarik, ya langsung turun. Maklum, bukan warga Jakarta Barat, jadi belum hafal spot yang meyakinkan.

Sayangnya, sudah berjalan beberapa menit, masih belum juga ada yang menarik. Akhirnya, mikrolet memasuki Jalan Meruya Ilir. Di perempatan, papan nama A&W Restaurant langsung tertangkap mata. Berhubung sudah lapar, pencarian tempat menarik dihentikan. Makan yang pasti-pasti saja.

Setelah menyeberang jalan, mata menangkap nama lain. Di samping Bank DKI yang bersebelahan dengan restoran cepat saji tadi. Warung Bu Kris Spesial Penyet.

Menu penyet hampir menjadi kepastian seperti apa menu-menu yang ada di restoran tersebut. Akhirnya, kami pun memasuki restoran itu.

Jalan masuknya seperti sebuah gang yang cukup untuk satu mobil. Lalu, ada lapangan parkir. Di satu sisi, ada bangunan minimalis tertutup. Awalnya, kami belum yakin itu adalah restoran atau warung yang dimaksud, tapi kemudian terlihat tulisan “buka”. Maka, kami mencoba masuk.

Dan, kami pun langsung disambut pelayan Warung Bu Kris.

Restoran yang Sederhana

Kami duduk di pojok ruangan, bangku berempat. Restoran hampir penuh siang itu. Beruntung, masih bisa dapat tempat duduk di pojok.

Penataan restoran ini cukup sederhana. Tidak begitu luas. Ruang antarmejanya agak padat. Ada tangga ke lantai dua, tapi entah itu untuk pengunjung atau bukan.

Buatku, sih, nggak begitu masalah restoran luas atau sempit. Yang penting adem. Di sini ruangannya ber-AC. Fiuh.

Pilihan Menu

Kami memesan 4 menu berbeda: ayam penyet, ayam sambal lombok ijo, ayam bakar bumbu rujak, dan garang asem ayam. Menu ayam penyet sudah termasuk sambal, yang bisa dipilih level kepedasannya.

Menu-menu tersebut belum termasuk nasi, ya. Ada pilihan menu nasi atau lontong. Teman-teman memesan nasi, sedangkan aku memasan lontong. Aku sedang tidak ingin makan nasi.

Soal harga, bisa dilihat di Zomato. Dalam keadaan belum tahu rasa menu-menu tersebut, menurutku harga di restoran ini cukup terjangkau.

Rasa

Tanpa menunggu lama, pesanan datang. Penyajiannya ayamnya cukup unik. Disajikan dengan cobek. Apa mungkin diulek langsung di situ?

Untuk garang asemnya, agak berbeda dari yang aku tahu. Garang asem yang aku tahu dibungkus daun, mirip pepes. Garang asem di sini berupa hidangan berkuah. Lebih mirip asem-asem. Mungkin beda daerah, ya.

Ya sudahlah, yang penting makan. Karena pesan menu berbeda, jadilah cicip milik tetangga dulu. Hihi.

Garang asemnya … ya, asam. Agak manis gurih juga. Bagi yang suka makan nasi dengan hidangan asam dan manis, menu ini menyegarkan di siang bolong.

Bumbu rujaknya cenderung manis, dengan sedikit pedas. Ada perpaduan nano-nano. Namanya juga bumbu rujak, ya.

Sambal untuk ayam penyetnya … ummm … ada rasa terasinya. Pedasnya standard karena memang memesan yang tidak begitu pedas.

Nah, kembali ke milik sendiri. Sambal lombok ijonya recommended! Pedas gurihnya pas. Rasa bawang-bawangnya menyatu. Komposisinya, nggak kurang, nggak lebih. Jadi, nggak ada lagi bau bawang.

Waktu lihat ada sedikit sisa ulekan bawang, aku agak sedih. Lol. Aku nggak suka banget dengan bawang-bawangan, terutama yang putih. Kalau sudah menyatu sempurna, sih, nggak apa. Tapi, ini takut masih terpisah-pisah rasanya. Ternyata nggak, kok.

Kalau dimakan tanpa sambal, ayamnya sendiri sudah gurih. Digorengnya pun kering.

Porsi ayamnya nggak kebesaran atau kekecilan. Porsi lontongnya, sih, buatku kekecilan, ya. Tapi, aku lihat, porsi nasinya mengenyangkan. Untung lagi nggak mau makan nasi, jadi lihat nasi orang lain saja sudah kenyang. Haha.

Kalau suatu saat lewat jalan itu lagi atau jalan dekat cabang Warung Bu Kris lain dan butuh makan, mungkin aku akan kembali ke sana. Dan, setelah tahu rasa dan porsi menunya, menurutku, harga segitu murah. Nggak sampai Rp25.000. Enak, murah, kenyang. Itu saja sudah cukup membuat perut lapar bersorak gembira. 😁

You may also like...

3 Comments

  1. LOL
    aku kira ini Warung Bu Kris yang di Teuku Umar Barat, Bali XD OMG, hehe

    tapi hebatnya punya cabang dimana-mana, wow

  2. Claudia Novreica

    Aku sering banget lewatin warungnya, tapi blom sempet nyobain.
    Ayam goreng sambel ijonya keliatan pedes bgt! #samballover hehehe. :p
    Thanks for the review!

    Cheers,

  3. Ayam penyet bu kris memang enak, baca review ini jadi pengen lagi makan ayam penyetnya, hehehe….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *