Reportage

Menjalin Mimpi Menjadi Blogger Profesional di Fun Blogging 8

Ada satu hari di 2015 ketika aku iseng membuka aplikasi On This Day di Facebook. Hari itu kali pertama aku membuka aplikasi tersebut. Aku sangat jarang membuka Facebook melalui laptop sehingga mungkin tidak akan tahu ada aplikasi semacam itu kalau tidak banyak yang men-share hasilnya di timeline. Aku pun penasaran dengan apa yang kupikirkan bertahun-tahun lalu pada hari yang sama. Maka, aku membuka aplikasi itu.
Lalu, apa yang kudapat? Aku hanya bisa tertawa membacanya.
Tahun 2013, aku pernah menulis bahwa aku memiliki obsesi menjadi full-time blogger. Tahun 2013, aku bahkan belum tahu makna sebenarnya dari istilah “full-time blogger“. Aku merasa saat itu aku seperti seorang anak TK yang bercita-cita menjadi dokter. Hanya sebuah ucapan. Anak TK belum tahu seperti apa dunia kedokteran sebenarnya, kan? Mungkin, yang  diketahuinya sebatas pekerjaan dokter adalah menyembuhkan orang. Anak itu belum tahu rumitnya dunia kedokteran. Dia pun belum tahu lika-liku yang harus ditempuh untuk bisa menyandang gelar “dokter”.

Aku baru mengetahui dunia blogger lebih rumit dari sekadar write-and-publish ketika bergabung dengan grup Whatsapp bernama Asinan Blogger. Anggotanya adalah blogger-blogger yang sudah lebih lama serius dalam dunia ini. Bukan, bukan komunitas. Hanya sekumpulan blogger perempuan yang tinggal di Bogor dan sering mencari teman jalan untuk menghadiri acara di Jakarta. Dari grup itu, aku mengetahui banyak hal tentang per-blogging-an. Dan, kadang, aku jadi merasa aku belum apa-apa. Maka, ketika aku melihat status Facebook-ku bertahun-tahun lalu, aku pun hanya tertawa.

Tapi, kemudian aku berpikir, kenapa harus tertawa? Tidak ada yang pernah menertawakan seorang anak TK yang bercita-cita menjadi dokter, kan? Lalu, kenapa aku harus menertawakan pernyataanku sendiri?

Kata-kata adalah mantra untuk meraih mimpi. Ketika aku mengucapkannya, pengetahuanku mungkin belum banyak. Walaupun begitu, kalau mantra dirapalkan, tetap ada peluang mengenai sasaran, kan? Bahkan kalau tidak mengetahui fungsi sebetulnya mantra itu. Sampai di sini, aku jadi teringat Harry Potter. Hehe.

Jadi, daripada mengerdilkan diri sendiri, lebih baik berusaha mewujudkan impian yang terlontar tanpa pikir panjang. Bukan hanya menjadi full-time blogger, melainkan juga professional blogger. Mumpung bermimpi masih gratis.

Karena impian itulah aku sangat ingin mengikuti Fun Blogging. Aku mengetahui Fun Blogging dari grup Whatsapp yang kuikuti itu. Aku merasa, Fun Blogging adalah langkah yang harus diambil untuk belajar lebih banyak.

Ketika pendaftaran Fun Blogging 8 dibuka, aku pun langsung mendaftar tanpa berpikir lama. Tema yang diusung adalah “Dari Hobi Menjadi Profesi“. Tentu saja, aku menjadi lebih exicted. Menunggu hari-H acara tersebut rasanya seperti menunggu hari pertama masuk di sekolah baru. Pendaftaran dibuka bulan Oktober, sedangkan pelaksanaannya pada bulan Desember. Untuk orang-orang yang banyak kepentingan, jeda waktu ini bisa digunakan untuk menyusun jadwal, seperti jadwal cuti. Untuk orang yang nyaris setiap hari bisa keliling Bogor tanpa memikirkan macam-macam jadwal sepertiku, rasanya jeda itu lama sekali.

Anyway, pembukaan blogpost ini kok panjang, ya? Hehe. Isinya lebih singkat kok (mungkin).

Jadi, langsung saja. Ketika tiba hari pelaksanaan Fun Blogging 8, 19 Desember 2015, aku berangkat bersama beberapa blogger dari Bogor ke lokasi acara. Tempatnya di Gratia Center, Pondok Pinang, Jakarta. Karena tidak mau terlambat, kami berangkat sekitar dua jam sebelum jadwal acara. Ternyata, jalannya tidak ribet dan tidak macet. Jadilah kami sampai dengan cepat dan menjadi salah satu yang datang pertama.

Di acara ini, aku jadi tahu orang-orang di balik layar blog-blog keren. Beberapa blogger sudah cukup kukenal namanya dan tulisannya, tetapi belum pernah bertemu langsung. Mereka yang lebih senior di dunia blogging saja masih mau belajar, aku pun harus lebih semangat.

Pemateri sekaligus penyelenggara acara ini adalah Mbak Haya Aliya Zaki, Mbak Ani Berta, dan Mbak Shintaries. Kami sudah siap menyerap ilmu-ilmu yang diberikan. Gelas ilmu di pikiran pun dikosongkan untuk menerima ilmu baru.

Acara dimulai dengan sebuah permainan. Mbak Haya meminta para peserta menuliskan impian yang ingin diraih dari blogging pada secarik kertas. Menuliskannya dengan tangan kiri (kanan bagi yang kidal). Impian yang dimaksud berupa materi, seperti ingin mendapatkan MacBook. Kemudian, Mbak Haya membacakan beberapa impian itu. Setelah itu, kertas dikembalikan kepada pemiliknya. Mbak Haya menyarankan kami untuk membaca tulisan itu setiap kali akan mulai blogging. Mbak Haya sudah melakukannya dan it works.

Hal itu semacam sugesti. Jadi, apakah aku melakukannya? No. Kertasku entah di mana. Tapi, aku melihat sesuatu yang kuinginkan setiap hari sebagai gantinya. Semoga hasilnya sama.

Setelah itu, sesi serius pun dimulai. Mbak Haya memulai materi berjudul “Writing Great Content“. Sekarang ini, blogger sudah menjadi semacam konsultan. Banyak orang mencari informasi dari sebuah blog. Dari sana, bisa ada engagement dengan pembaca.

Supaya pembaca betah dan menjadi pembaca setia, konten menarik adalah kewajiban. Suatu tulisan yang informatif akan menarik pembaca. Untuk itu, setiap tulisan perlu adanya unsur 5W+1H. Pembaca akan lebih mudah menerima pesan yang ingin disampaikan.

Hal yang tidak kalah penting adalah menulis dengan jujur dari hati. Menulislah hal yang disukai. Pernah melihat blog yang hanya berisi foto dan kalimatnya sedikit? Pernah melihat blog yang isinya hanya tulisan tanpa foto satu pun? Pernah melihat blog yang setiap postingannya hanya berupa poin-poin? Sering berpikir blog-blog itu menarik? Blog-blog itu mempunyai magnet bagi pembaca. Rasanya, mudah mengetahui postingan yang jujur dan penulisnya menyukai hal yang ditulisnya.

Hal lain yang diperlukan adalah EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan dan self-editing. EYD dan tulisan yang rapi akan membuat tulisan lebih nyaman untuk dibaca. Pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dulu akan terus terbawa bagi seorang blogger. Kami diajak me-refresh pelajaran mengenai EYD pada sesi ini.

Setelah materi dari Mbak Haya, sesi selanjutnya adalah sesi yang membuat otakku menyala “cling”. Belum berlanjut ke materi selanjutnya. Kali ini sponsor memberikan sepatah-dua patah kata.

Salah satu sponsor Fun Blogging 8 adalah Sari Husada. Salah satu produk Sari Husada yang paling eksis adalah SGM, tapi bukan untuk itu pihak Sari Husada datang ke acara ini. Mbak Dewi dari Sari Husada mengenalkan Nutrisi Untuk Bangsa.

Nutrisi Untuk Bangsa adalah program Sari Husada sebagai bentuk kepedulian terhadap ibu dan anak. Tidak ada unsur promosi program ini. Setiap bulan Nutrisi Untuk Bangsa mengadakan talkshow dan biasanya mengundang blogger. Para blogger juga bisa berpartisipasi menulis artikel di website Nutrisi Untuk Bangsa. Inilah alasan otakku menyala “cling”. Ada perasaan mengganjal kalau tidak berbagi bersama Nutrisi Untuk Bangsa. Blogger lain saja berkontribusi, masa aku tidak. Please, jangan lihat profilku.

Nutrisi Untuk Bangsa juga sering mengadakan lomba blog. Salah satu yang baru saja berlangsung adalah lomba blog berhadiah wisata. Siapa, sih, yang tidak mau wisata gratis?

Setelah Mbak Dewi memaparkan tentang Nutrisi Untuk Bangsa, kami istirahat dahulu sebelum ke materi selanjutnya. Perlu tidak aku beri tahu kami diberi konsumsi apa? Perlu, deh, karena makanannya enak. Konsumsinya adalah Nasi Bali. Aku tidak akan mendeskripsikan rasanya karena postingan ini bukan tentang kuliner. Aku berikan fotonya saja, ya.

Next, materi dari Mbak Shintaries dengan judul “Advancing Your Blog Platform“. Kami belajar cara agar tampilan blog lebih menarik. Mari, ucapkan selamat tinggal dengan blog ala ABG. Musik, header yang sangat besar, animasi-animasi, semua itu perlu dicopot dari blog yang ingin terlihat profesional.

Dulu, aku sering kaget kalau mampir ke blog dan ternyata dipasangi musik. Apalagi kalau blogwalking malam-malam. Aku hanya berharap tetangga tidak terbangun.

Selain itu, blog juga sebaiknya menggunakan latar berwarna terang dan tulisan gelap, bukan sebaliknya. Hal ini akan memanjakan mata pembaca sehingga betah berlama-lama di blog kita. Membaca di layar digital lebih melelahkan daripada membaca buku cetak. Jadi, blog yang nyaman dibaca adalah cara menarik pembaca. Kalau memang suka warna-warni tertentu, bolehlah dijadikan background, tetapi latar tulisan tetap menggunakan warna terang.

Mbak Shintaries juga menjelaskan tentang media sosial, best platform, Google Analytic, dan masih banyak lagi. Aku mau sedikit pelit, tidak mau berbagi. Well, pelit dan takut postingan ini kepanjangannya. Kalau mau tahu lebih banyak, bisa ikut Fun Blogging selanjutnya.

Selanjutnya, materi terakhir adalah “How to Monetize Your Blog through Branding” dari Mbak Ani Berta. Nah, kalau ini, otak pasti langsung hijau. Siapa coba yang tidak mau me-monetize blognya? Hanya melihat #BerkahNgeblog orang-orang saja, sukses membuat mupeng. Untungnya, Mbak Ani Berta mau sharing kiat-kiatnya.

Aktif di komunitas adalah langkah untuk menambah jaringan. Dengan aktif di komunitas, kita akan lebih mengenal dan dikenal banyak orang. Komunitas juga sering berbagi info yang berguna. Selain aktif secara online, kita juga perlu aktif secara offline. Sesekali, datang ke acara kopdar atau peluncuran produk. Setelah acara, bisa kan ditulis menjadi sebuah postingan. Blog yang sering update bisa membuka peluang lebih banyak.

Kalau dipikir-pikir, langkah-langkah untuk monetize blog gampang-gampang susah. Hal terpenting adalah menjalankannya, mempraktikkannya. Konsisten menulis adalah salah satu poin yang perlu segera kuterapkan. Blog ini tidak mungkin hidup dengan sendirinya.

Itulah sedikit cerita tentang yang kudapatkan dari Fun Blogging 8. Begitu pulang, rasanya otak menjadi panas, tetapi juga senang. PR-ku sangat banyak untuk memperbaiki blog. Kalau dipikirkan, yang ada hanya ruwet. Daripada dipikirkan, lebih baik langsung diterapkan.

Menjadi seorang blogger sama halnya dengan profesi-profesi impian lain. Tidak ada karier yang langsung tiba-tiba berada di puncak. Dokter saja perlu terus mengasak skill supaya kariernya menanjak. Blogger pun demikian. Dan, itu semua harus dimulai dari diri sendiri. 

You may also like...

7 Comments

  1. Kapan ya acara kaya gini ada di Malang? 🙁

  2. Halo mba Afifah.. Aduhhhh begitu buka pagenya mba Afifah, fokus langsung ke nasi Bali. Aku jadi laparrrrr hahhhahahha. Enak ya mba kemarin itu, kita kenyang makanan dan kenyang ilmunya juga. So happy. Btw im your new follower loh hihihiii. Salam kenal ya mba.

  3. Iya, mbak. Kenyang banget. Lebih dari yang diperkirakan.
    Makasih. Aku follow juga blog Mbak. Salam kenal. 🙂

  4. Colek-colek para gurunya dan bloggers Malang, Mbak, biar diadain di sana. 😀

  5. Sepakat sekali mbak Afifah Mazaya. Yang terpenting adalah mengamalkannya. Kata Nabi, "al ilmu bila amalin kasajarin bila tsamarin" yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia "Ilmu tanpa diamalkan, ibarat pohon tak berbuah," sama sekali kurang manfaat. Semoga kita semua yang datang di acara Fun Blogging 8 kemarin bisa sama-sama sukses seperti ketiga pendirinya. Salam dari saya, mas Dede. 😀

  6. wah asik ya ada grup wa ya bisa memberikan info banyak hal ttg ngblog, lalu dilengkapi dengan mengikuti fun blogging kemaren pengetahuan ngblog kian merekah..

    salam kenal mba, aku juga alumni fb 8 🙂

  7. Sepakat mbak.. Saya suka dengan tulisannya diblog keren ini. Mengamalkan ilmu dan berbagi wawasan adalah pilihan bijak. Belajar menuju kearah sana adalah saya. Thanks for sharing by AnwariZCom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *